
" Kak turun kan aku, kau ini apa apa an sih aku sudah sangat lapar saat ini " ucap Fara yang masih bergelantungan di pundak sekertaris Revan.
" Diam " ucap sekertaris Revan yang terus melangkah kan kakinya menuju lantai atas kamar.
" kakak lepaskan aku, kau mau aku kentuti heh " ancam Dinda.
BOGHH.....
bunyi tabokan tangan Revan kepada bokong milik Adinda yang masih berada di atas pundak nya.
" aw... kakak " pekik Dinda.
" Dinda diam aku bilang " ucap Revan kemudian.
Dan Adinda pun langsung terdiam sambil memanyunkan bibirnya di bawah sana.
kini sekertaris tampan itu mulai bergumam.
ternyata kau jorok juga Din, sebelum nya aku tidak pernah melihat gadis model nya yang seperti dirimu gumam Revan.
sekertaris Revan bergumam sambil melanjutkan langkah nya ke arah kamar.
Sesaat.
sesampainya di dalam kamar pribadi milik keduanya.
Dengan pelan Revan menurunkan tubuh Adinda di atas ranjang.
" akhirnya kau menurunkan aku juga, untung saja tadi kau tidak kentut, salah ku apa sih kak " ucap Adinda dengan santai nya.
" kau ingin tau salah mu Dinda " ucap Revan kepada sang istri dengan dirinya yang kini tengah berdiri di hadapan Adinda dengan menyilang kan ke-dua tangan nya di dada.
Dinda mengangguk seperti gadis kecil.
menggemaskan sekali tingkah nya gumam Revan.
" Lihat pakaianmu, apa kau ingin memakai pakaian pendek sesaat keluar rumah heh " ucap Revan.
Sedangkan Adinda yang sedari tadi mendengarkan perkataan Revan, kini pandangan nya langsung tertuju pada pakaian yang saat ini tengah menempel di tubuh nya sendiri, dan seketika gadis bermata bulat itu langsung tertawa keras kenapa dirinya bisa sampai lupa untuk mengganti pakaian nya yang minim itu pikir nya.
" hahahaha.... astaga kakak untung saja kau mengingat aku, kenapa aku bisa lupa ya hehehe..... ya sudah tunggu aku di sini aku akan segera berganti baju sebentar " ucap Dinda sambil tertawa seolah olah tak punya salah,
yang kemudian langsung berdiri dari sisi ranjang sekilas Adinda menatap kedua bola mata sekertaris Revan dan langsung mengedipkan sebelah matanya dengan centil pada pria tampan di hadapan nya tersebut, kemudian segera berlari menuju ke arah ruang ganti.
Sedangkan sekertaris Revan hanya geleng geleng kepala melihat tingkah istri nya yang sesekali menjengkelkan dan juga sesekali membuatnya gemas dengan tingkahnya itu.
__ADS_1
Ada ada saja tingkah nya, mengedipkan mata segala lagi membuatku ingin tertawa saja Dinda Dinda hehehe.... monolog Revan.
Lima belas menit kemudian.
Fara baru saja keluar dari dalam ruang ganti dengan memakai gaun selutut berwarna peach, rambut yang ia biarkan terurai seperti tadi.
Kini gadis itu mulai melangkah kan kakinya mendekati sang suami yang masih setia duduk di samping ranjang menunggu dirinya.
" Kak ayo, aku sudah selesai " ucap Dinda kepada sang suami yang sibuk menatap layar ponselnya.
Sekilas Revan langsung menoleh ke arah yang punya suara.
" Dinda " ucap Revan sambil wajah nya mendongak ke atas menatap Adinda yang tengah berdiri di hadapan nya.
" iya " jawab Dinda polos.
" kau cantik sekali sayang, kau terlihat anggun meski tanpa polesan make up " puji Revan kepada gadis yang baru saja keluar dari ruang ganti tersebut.
" Terima kasih, ya sudah ayo berangkat " ajak Adinda setelah itu, dengan senyum nya yang sedari tadi menghiasi bibir tipis miliknya.
" iya ayo " jawab Revan sambil membalas senyum Adinda,
kemudian langsung menggenggam erat tangan gadis bermata bulat tersebut, dan kini ke-dua nya pun mulai berjalan beriringan menuju ke lantai bawah tepat nya menuju ke arah bagasi di mana mobil sport nya masih terparkir rapi di sana.
*
*
Ke-dua pasangan itu sesekali saling melirik, di dalam mobil sport nya, sesekali tiba tiba senyum senyum tak jelas.
Apa begini rasanya setelah mempunyai suami, terkadang dia menyebalkan, dingin, terkadang juga dia romantis, peduli, dan telaten pada ku hehehe...... bagaimana aku tidak ingin berteriak sambil guling guling di atas kasur kalau rasanya menyayangi seseorang dan seseorang itu juga menyayangi kita gumam Adinda dalam hati.
Berbeda dengan sekertaris Revan yang kini pandangan nya tengah fokus ke arah depan itu, tetapi pikiran nya sudah travelling kemana mana.
" kakak " panggil Dinda
Revan tak jawab perkataan nya, tetapi pandangan pria itu
" sayang " panggil Dinda lagi.
pria itu tetap tak menjawab nya.
" K A K A K " panggil Adinda dengan nada sedikit kesal.
" iya sayang kau mau anak berapa " jawab Revan yang menjawab nya asal, entah kemana pikiran saat ini.
__ADS_1
" kakak apa yang kau katakan sih, pikiran mu sedang memikirkan hal mesum ya hah " tanya Dinda
" ti.. ti... tidak " jawab Revan terbata bata.
" buktinya tadi kau bicara tentang anak, padahal aku tak membicarakan itu " sahut Dinda.
" hehehe... benar kah, tadi aku hanya memikirkan gaya apa yang nanti malam akan kita lakukan " ucap Revan sedikit keceplosan.
yang kini langsung membungkam mulut nya sendiri dengan telapak tangan nya.
" kakak jadi pikiran mu sedari tadi memikirkan hal itu ya, dasar suami mesum " jawab Dinda yang merasa kesal.
" hehehe... bukan seperti itu Din " sahut Revan yang sedikit cengengesan karena sudah ketahuan oleh sang istri akibat dirinya yang keceplosan tadi itu.
" sudah diam lah... aku malas bicara " ucap Dinda yang bertambah kesal pada Revan.
" Dinda " panggil Revan pelan.
" cepatlah lah menyetir aku sangat lapar dan sudah malas bicara " ucap Dinda.
Di ajak bicara kenapa pikiran nya bisa sampai sana sih, apa dia sangat maruk nya gumam Dinda.
Akhirnya Revan pun segera melajukan kendaraannya dengan sedikit kencang, Revan tau kalau Dinda saat ini tengah kesal padanya karena ucapan nya tadi.
Revan kenapa kau bisa keceplosan segala sih, kau lihat wajah Dinda kan dia terlihat kesal sekarang gumam Revan.
sekertaris Revan bergumam sambil merutuki kebodohannya sendiri.
Lima belas menit kemudian.
Mobil sport yang di kendarai sekertaris Revan kini mulai memasuki parkiran restoran mewah.
Sesaat keduanya mulai keluar dari dalam mobil, dan sekertaris Revan langsung menggandeng tangan mulus milik Adinda.
Adinda yang sedari tadi merasa kesal itu, kini mulai luluh dengan apa yang di lakukan sang suami.
Keduanya mulai memasuki restoran mewah tersebut, dan mulai duduk di antara kursi makan nyang masih kosong.
tanpa babibubebo Revan pun langsung duduk di ikuti Dinda kemudian yang duduk di samping nya.
sesaat seorang pelayan laki laki menghampiri sepasang pengantin baru itu.
" Silahkan mau pesan apa tuan Revan " ucap pelayan pria restoran mewah tersebut.
" tunggu sebentar " jawab Revan yang mulai memilih.
__ADS_1
" baik tuan " sahut pelayan pria itu,
yang tatapan nya sedari tadi tertuju pada Adinda yang tengah sibuk memilih menu restoran, sesekali pelayan pria itu senyum senyum sendiri dan tak berkedip memandang Adinda dengan jarak dekat.