
" sayang apa yang ingin kau beli hem " tanya Bima kepasa sang istri.
" bagaimana kalau kita membeli baju tidur yang sama " jawab Zahra
" kenapa tidak sekalian beli lingerie saja sayang, kan milikmu di lemari hanya itu itu saja, apa kau tidak menginginkan model lain hah " tanya Bima aneh aneh membuat Zahra sedikit malu mendengar nya.
" sayang kenapa pikiranmu ke arah situ, lingerie ku kan sangat banyak " jelas Zahra, yang memang lingerie miliknya masih banyak yang suaminya belikan sampai beberapa paper bag yang kira kira sampai jumlahnya ratusan tersebut.
" iya sayang, tetapi apa kau tidak menginginkan model lain apa, supaya tidak monoton, kenapa tidak kau coba saja beli dalaman yang tipis dan cd nya seperti milik bule bule yang selonjoran di pantai itu, pasti kau menggemaskan memakai seperti itu sayang " jelas Bima panjang lebar membuat istri sakin bertambah malu sendiri mendengar nya.
" sayang jangan katakan itu lagi aku geli mendengar nya, itu keinginan mu saja iya kan "
" hahaha...memangnya tidak boleh apa, aku suka jika melihatmu memakai pakaian seperti itu jika sedang berduaan di dalam kamar "
" kau ini ya dasar... ya sudah ayo sayang cepat kita cari baju tidurnya " jawab Zahra yang langsung mengalihkan pembicaraan nya ke arah lain, Zahra tahu kalau perkataan suaminya ia ladeni akan berujung membeli semua dalaman yang berada di dalam mall tersebut.
" ya.. ya.. baiklah sayang "
kemudian pasangan suami istri itu pun mulai berkeliling untuk mencari baju tidur couplean seperti keinginan sangat istri nya tersebut itu.
" sayang di sebelah sana " ucap Zahra sambil menunjuk ke arah depannya saat ini.
" iya ayo, sayang ingat hati hati, pelan pelan saja berjalannya " jelas Bima yang melihat istri nya seperti berjalan cepat menuju tempat jejeran gantungan baju tidur di hadapan nya itu.
" iya sayang " jawab Zahra dengan entengnya.
kemudian keduanya mulai mendekat ke arah jejeran gantungan baju tidur itu.
" sayang kau pilih yang mana " ucap Zahra sambil melanjutkan mengunyah gula kapasnya itu.
" kau pilih saja sendiri sayang, aku pasti menyukainya, sebentar kau di sini saja " jawab Bima
" memangnya kau mau kemana hah " tanya Zahra sambil menjilati lelehan gula kapas di jarinya yang seperti anak kecil itu.
" aku akan menelfon sekertaris Revan sebentar di sini sangat ramai aku tidak bisa mendengar nya dengan jelas sayang " jelas Bima.
" ya baiklah kalau begitu sayang, jangan lama lama " ucap Zahra kepada suaminya.
" iya sayang " jawab Bima sambil tersenyum.
sedangkan Zahra kini tengah sibuk dengan memilih baju tidur yang sesuai keinginannya itu.
__ADS_1
yang mana ya, yang helo kitty pink atau warna pink yang polos ini ya, kata dia jangan pilih yang norak, emm... sebaiknya yang pink polos saja, kalau dia tidak menyukainya bagaimana, ah.. itu kan salahnya dia kenapa tidak ikut memilih, ya sudah yang ini saja monolog Zahra.
kemudian gadis cantik yang sebentar lagi menjadi ibu itu memanggil seorang pelayan wanita yang tak begitu jauh darinya.
" mbak " ucap Zahra memanggil mbak mbak pelayan mall tersebut.
" iya mbak " jawab mbak pelayan mall tersebut sambil bergumam.
ih... mbak ini cantik sekali ya dia masih sangat muda, lebih muda dariku malahan gumam mbak mbak pelayan mall terbesar itu.
" saya ambil dua ini " ucap Zahra sambil menyodorkan dua baju tidur berwarna pink tersebut.
" ya mbak sebentar ya, oh iya maaf mbak tidak boleh makan makanan di sini takut mengotori baju di sini mbak " jelas mbak mbak pelayan mall itu, yang tidak mengetahui siapa Zahra sebentar nya dan mungkin dia adalah pegawai baru di mall tersebut.
" oh iya maaf ya mbak sebelumnya " jawab Zahra kepada mbak mbak pelayan mall tersebut.
kemudian beberapa saat kemudian
dia di mana lagi lama sekali, sebaiknya aku ke toilet sebentar monolog Zahra.
kemudian gadis cantik itupun segera pergi untuk mencari toilet,
sedangkan Bima masih sibuk menelfon bawahannya tersebut dan tak kunjung selesai.
" halo tuan " jawab sekertaris Revan di seberang sana.
" Van belikan perumahan elit untuk kedua orang tua Zahra, aku tidak ingin melihat Zahra ketika dia menjenguk kedua orang tuanya melewati gang sempit yang becek itu, dan berikan semua fasilitas mewah di sana, kalau perlu belikan mertuaku mobil Van, agar Zahra tidak repot repot lagi ke sana, dan satu lagi belikan ruko yang letaknya strategis untuk kedua mertuaku, untuk usaha laundryan mereka " jelas Bima panjang lebar
" iya baiklah tuan " jawab sekertaris Revan.
" secepatnya Vin " ucap Bima lagi.
" iya tuan " jawab sekertaris Revan singkat.
dan panggilan pun terputus.
setelah sambungan telepon itu mati, Bima masih sibuk dengan ponselnya, entah apalah yang masih ia otak atik di sana.
Berbeda dengan Zahra kini dirinya masih antri di dalam toilet tersebut.
sesaat kemudian Zahra telah selesai di kamar mandi tersebut, kemudian bergegas keluar, sambil memijiti pergelangan kakinya yang sedikit kesemutan itu, akibat terlalu lama berdiri di toilet sedari tadi.
__ADS_1
Perlahan Zahra melanjutkan kan langkahnya untuk segera menuju tempat nya dirinya berada tadi.
karena merasa dirinya tidak tahan dengan kakinya yang kesemutan itu akhirnya Zahra menoleh ke arah kanan kirinya mendapati bangku kosong yang tak jauh dari arahnya,
setelah itu gadis cantik itu memutuskan untuk duduk di bangku yang sepertinya terbuat dari putihan stainless itu, sambil meminiti pergelangan kakinya yang juga saat ini mengalami kram tersebut.
Aww... aku harus bagimana sekarang, kenapa ada ada saja seperti ini sih ucap Zahra.
gadis cantik itu terus saja memijiti kakinya yang kesemutan dan juga mengalami karam tersebut.
sedangkan dari kejauhan ada sesosok laki laki yang juga pernah bertemu dengan Zahra di mall terbesar milik suaminya itu, ya lelaki itu adalah Zaki.
Sedari tadi Zaki melihat ke arah Zahra seperti sesosok gadis yang ia kenalnya.
Bukankah itu Zahra, apa yang dia lakukan sendirian, apa dia tidak bersama suami tampannya sekaligus kaya raya nya itu, sebaiknya aku ke sana saja aku lihat dia sepertinya sedang membutuhkan bantuan monolog Zaki.
setelah itu lelaki yang merupakan teman Zahra SMP itu kemudian bergegas menuju ke arah gadis cantik yang saat ini sedang sibuk memijiti kakinya tersebut.
sesaat kemudian.
" Zahra kau kenapa, apa bisa aku bantu " ucap seseorang laki laki uang berada di hadapan Zahra yang tak lain adalah Zaki.
kemudian Zahra perlahan mendongakkan kepalanya ke atasatas, melihat siapa yang bebicara saat ini kepadanya itu
" Zaki, kita bertemu lagi ya " ucap Zahra sedikit kaget yang tiba tiba berada di hadapannya itu.
" iya kau kenapa Zahra " tanya Zaki.
" ah... ini tidak apa apa, kaki ku hanya kesemutan dan juga sedikit kram saja " jelas Zahra.
" apa boleh aku bantu " ucap Zaki berniat memberikan pertolongan.
" ah tidak usah Zaki, sebentar lagi pasti sembuh kok " jawab Zahra.
" ya sudah kalau begitu, apa boleh aku duduk di sebelahmu "
" ya silahkan " ucap Zahra yang sesekali kembali memeijit pergelangan kakinya itu.
" kau benar tidak apa apa Za " tanya Zaki kepada mantan teman SMP nya itu.
" iya benar, oh iya kau sudah menikah belum "
__ADS_1
" belum Za, belum ada calon " jawab Zaki sambil tersenyum
" emmm....mana mungkin kau tak punya calon " ucap Zahra yang juga ikut tersenyum.