
" sayang memangnya bersama siapa aku belanja, teman saja tidak punya, kau kan tidak pernah memperbolehkan aku keluar mansion " jelas Zahra.
" bagaimana kalau bersamaku sepulang kita dari kantor " jawab Bima
" sungguh " suhut Zahra yang begitu terlihat sangat berbinar binar
" iya sayang " jawab suaminya lagi dengan lembut dan di iringi senyuman manisnya.
" suamiku.. tetapi apa yang harus aku beli aku tidak tau hahaha... " tanya Zahra dengan polosnya.
" Zahra belilah semua yang kau inginkan sayang "
" iya aku tau tetapi saat ini aku tidak menginginkan apa apa sayang "
" hah... " Bima membuang nafas.
" sayang kenapa kau tidak tau yang kau inginkan, padahal kebanyakan wanita di luaran sana dengan senang hati menerima black card itu dan membelanjakan semua isinya Zahra "
" sayang jangan samakan aku dengan yang wanita lain, aku tidak suka dan juga memang aku berbeda dari mereka "
" iya, iya maaf, bukan seperti itu sayang maksudku tadi "
ucap Bima sambil menaruh anak rambut yang sedikit menutupi wajah istrinya itu.
" kau tau sayang itulah yang membuatmu lebih istimewa dari wanita lain di hatiku "
" memang iya " tanya Zahra seperti antusias.
" ya.. dan aku sudah mengetahui itu semua sejak aku mengincar dirimu dulu Zahra, maka dari itu aku harus mendapatkan mu, dan harus jadi milikku selamanya " jelas Bima.
" dasar kau ini " ucapnya sambil mencubit hidung suaminya itu.
" aww.. sayang sakit lepaskan " ucap Bima kerena merasa kesakitan.
" iya aku akan lepaskan " jawab Zahra.
" sayang hidungmu merah, maafkan aku " ucapnya lagi
" tidak apa apa asal kau yang mencubitnya "
jawab Bima dengan senyumnya yang mengembang sambil mengelus rambut istrinya itu.
" dan sekarang diam lah dan tetap di pangkuanku sayang kau mengerti, aku akan memulai pekerjaan ku "
" tapi sayang apa sebaiknya aku duduk sofa sana saja "
" tidak boleh, kau di pangkuan ku sini saja faham "
" faham "
jawab Zahra sambil menganggukkan kepalanya polos seperti anak anak itu, dan membuat suaminya terlihat sangat gemas melihatnya saat ini.
Zahra kenapa kau terlihat menggemaskan sekali meskipun hanya menganggukkan kepala, aku jadi tidak tega jika hanya melihatmu saja tanpa menyentuh nya gumam Bima dalam hati.
__ADS_1
" sayang kenapa kau memandangi ku terus, katanya kau ingin mengerjakan pekerjaan mu "
" ah.. iya sayang, aku sampai tidak fokus dengan pekerjaan ku, itu karena aku terlalu sibuk memandangi mu "
Zahra hanya memanyunkan bibirnya mendengar alasan suaminya itu.
sedangkan Bima yang melihat istrinya memanyunkan bibirnya itu langsung menatap bibir indah kesayangannya itu.
" Zahra jangan menggodaku dengan bibirmu itu"
" ah.. iya maaf " ucap Zahra kepada suaminya.
" selalu saja aku yang menggodanya dasar "
gerutu Zahra tetapi masih terdengar jelas di telinga Bima.
" apa kau bilang " tanya Bima yang merasa mendengar gerutuan Zahra itu.
" ah.. tidak, tidak, aku tidak bilang apa apa, sudah lah sayang kau bekerja saja "
jawab Zahra yang sedikit mengelak dan berniat menutupinya karena Zahra takut terdengar telah mengatai suaminya.
padahal Bima mendengar jelas, tetapi dirinya berpura-pura tidak begitu mendengar kerena Bima tau sebenarnya istrinya sedikit merasa kesal karena selalu di tuduhnya menggoda dirinya itu, meskipun di dalam hatinya sebenarnya Bima tersenyum telah mendengar istrinya yang merasa kesal pada dirinya itu karena merasa lucu pikirnya.
" iya baiklah aku akan memulai pekerjaan ku "
ucap Bima kemudian mulai membuka layar tipisnya itu di atas meja dan mulai mengotak atik nya di sana.
lima belas menit kemudian
" sayang diam, jika pun aku lelah aku akan mengatakannya padamu " jawab Bima yang masih fokus menatap benda layar tipisnya itu.
" ya baiklah " jawab Zahra yang masih tetap berada di pangkuannya itu sambil kedua tangannya di kalung kan ke leher Bima, karena Zahra takut terjatuh.
dua jam kemudian
tangan Zahra yang sedari tadi memeluk leher suaminya itu kini mulai terjatuh, kemudian Bima sedikit melihat ke arah istrinya yang sudah terlelap itu.
Bima tersenyum sekilas.
ternyata kau sudah tertidur Zahra ucapnya pelan.
kemudian Bima kembali melihat ke arah benda layar tipisnya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya itu, dan kemudian memindahkan tubuh istrinya ke ruang pribadinya.
beberapa saat kemudian
sekertaris Revan datang tanpa mengetuk pintu dengan membawa beberapa berkas yang harus di tanda tangani tuan mudanya itu.
krtttttttt
bunyi pintu kaca ruangan Bima yang di buka oleh sekertaris Revan itu,
kemudian sekertaris Revan langsung nyelonong masuk tanpa melihat dari pintu kaca bening tebal itu pemandangan yang aw.. aw.. menurutnya.
__ADS_1
" tuan ini berkas pent.... "
astaga pemandangan apa ini gumam nya.
shuttttt
Bima menempelkan jari telunjuknya di bibirnya.
" kecilkan suaramu, apa kau tidak lihat Zahra sedang tertidur " ucap Bima dengan nada seperti bisik bisik kepada sekertaris Revan.
" ah.. ya maaf tuan saya tadi tidak melihat tadi waktu memasuki ruangan anda " jawab sekertaris Revan yang juga mengikuti nada bicara tuan mudanya itu.
" apa ada yang penting " tanya Bima tetap dengan nada seperti bisik bisik itu.
" iya tuan, ini berkas berkas penting yang harus anda tanda tangani " jawab sekertaris Revan pelan.
" kau taruh saja di situ "
" baik tuan, saya permisi " jawab sekertaris Revan kemudian melenggang pergi dari ruangan atasannya itu.
" hem " jawab singkat Bima
sedangkan di luar ruangan sekertaris Revan bergumam sambil menuju ruangan pribadinya itu.
astaga keadaan macam apa tadi, tuan muda sampai lupa kalau dulu ia seperti singa jantan, dan sekarang dirinya menjadi seperti anak kucing yang lucu cinta memang membuat orang seperti orang bodoh, dan bisa merubah seseorang dalam waktu sesaat gumamnya sambil menggeleng geleng kan kepalanya pelan.
sedangkan di dalam ruangan.
Bima mulai menandatangani berkas berkas yang di berikan sekertaris Revan kepadanya.
setelah selesai menandatangani semua berkasnya, kemudian Bima mulai menutup benda layar tipisnya itu karena di rasa sudah selesai pekerjaan nya yang di sana.
Dan perlahan sekarang Bima mulai menggendong tubuh istrinya menuju ruang pribadinya, ruangan yang begitu sangat luas dan bahkan di dalamnya sangat lengkap, seperti apartemen.
dan sesampainya di ruangan tersebut, Bima mulai menaruh tubuh istrinya perlahan, supaya Zahra tidak terbangun.
setelah itu menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut tebal.
kemudian Bima mengecup bibir milik Zahra sekilas.
cup
dan sepertinya ketagihan Bima menciumnya lagi.
cup
dan seketika Zahra membuka matanya perlahan.
sayang apa yang kau lakukan " ucap Zahra pelan
" aku tidak melakukan apa apa " jawab Bima yang seolah olah tidak melakukan apa apa itu.
" apa tadi aku bermimpi ya " ucap Zahra yang merasakan sesuatu yang telah di perbuat suaminya itu.
__ADS_1
" mungkin saja sayang, kau sedari tadi tidur sampai mendengkur apa kau tau " jawab Bima padahal istrinya sama sekali tak pernah mendengkur.