
06.30 wib
kini kedua bola mata sepasang suami istri itu masih terlelap dalam tidur nyenyak nya.
begitu juga Zahra, yang tadi malam baru pertama kali memimpin dalam hal bercocok tanamnya yang biasa di lakukan bersama suami tampannya itu.
beberapa saat kemudian
Bima mulai terbangun terlebih dahulu.
" uwhhhh,...... pagi yang cerah "
ucap Bima kemudian sambil menoleh ke arah istrinya yang masih terlelap itu.
"sayang bangun sudah siang " ucapnya kepada Zahra dengan senyuman.
" emm..." jawabnya yang mulai menggeliat pelan membuat lelaki di sampingnya itu menjadi gemas.
" sayang tubuh ku terasa remuk " rengek Zahra kepada suaminya.
" ya sudah aku akan menggendong mu ke kamar mandi " jawab Bima
" tetapi kau janji ya tidak boleh memintanya lagi ya padaku "
tanya Zahra yang takut suaminya ingin memulai lagi adegan panasnya seperti tadi malam itu.
" iya sayang aku janji, tidak akan memintanya "
jawab Bima sambil menatap kedua mata Zahra yang masih kelihatan kelelahan itu.
Zahra tersenyum mendengar perkataan suaminya itu.
" Terima kasih untuk yang tadi malam sayang "
Zahra menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada Bima.
Dan kini Bima mulai menggendong tubuh mungil istrinya itu untuk menuju ke kamar mandi mewahnya.
setelah sampai di kamar mandi, Bima mulai menurunkan tubuh Zahra perlahan seperti biasanya dan keduanya pun kini melakukan ritual mandinya seperti biasa tanpa ada adegan panas di dalamnya.
satu jam kemudian.
sepasang suami-istri itu telah selesai dengan semua ritualnya mulai dari mandi hingga berganti baju.
" sayang kita sarapan pagi di kamar saja " ucap Bima kepada istrinya.
" memangnya kenapa kalau di bawah " tanya Zahra dengan polos nya.
" sayang tubuhmu kan masih lemas, aku tidak ingin kau bertambah kelelahan Zahra "
jelas Bima yang saat ini memikirkan keadaan istrinya itu.
" iya, iya baiklah " jawab Zahra yang baru mengerti atas perkataan suaminya.
" istri pintar " sahut Bima sambil mengelus pipi Zahra lembut.
" baiklah aku akan menghubungi pak Tejo sebentar "
ucap Bima kemudian segera mengambil gagang telepon di kamarnya kemudian panggilan pun terhubung.
" pak Tejo, segera kau bawakan sarapanku bersama Zahra ke kamar " ucap Bima
" baik tuan " jawab pak Tejo di seberang sana.
panggilan pun terputus.
Bima pun kemudian menaruh gagang telepon tersebut di tempatnya.
beberapa saat kemudian
__ADS_1
tok
tok
tok
" masuk "
dan pak Tejo pun mulai masuk kedalam kamar pribadi atasannya saat ini.
" tuan ini sarapan anda dan nona "
ucap pak Tejo dengan membawa nampan berisikan sarapan pagi dengan dua gelas susu untuk kedua atasannya itu.
" taruh di nakas " ucap Bima kepada pria paruh baya itu.
" baik tuan "
" apakah masih ada lagi yang anda perlukan tuan " tanya pak Tejo
" tidak ada pergilah " jawab bima
" baik tuan "
kemudian pak Tejo segera bergegas pergi meninggalkan kamar atasannya itu.
sedangkan di dalam kamar, kini kedua sejoli itu mulai memakan sarapannya yang dibawakan oleh pak Tejo tadi.
lima menit kemudian,
keduanya kini telah selesai dengan ritual sarapan paginya yang sampai habis tak tersisa mungkin karena tadi malam terlalu lama bercocok tanam di atas ranjang empuknya itu. 😂😂
Tenaganya telah terkuras habis, dan paginya mereka balas dendam dengan menghabiskan sarapan paginya untuk menggantikan tenaga mereka yang bilang.
" sayang sekarang minum vitaminnya, agar di dalam sini segera tumbuh bibit bibit ku "
" iya sayang aku akan meminumnya "
jawab Zahra kemudian mengambil vitamin yang di ulurkan Bima kepada dirinya setelah memasukkannya ke dalam mulutnya sedangkan Bima mengulurkan segelas susu kepada istrinya.
" sayang ternyata kau suami yang perhatian ya "
ucap Zahra setelah selesai meminum vitamin penyubur kandungan itu.
" hey...kenapa kau baru sadar sekarang Zahra " ucap Bima sedikit serius.
" hahaha... tapi kau sedikit menyebalkan "
jawab Zahra kemudian kembali tertawa terbahak-bahak.
sedangkan Bima gemas melihat istrinya yang sangat tertawa lepas itu, setelah itu dirinya ikut tersenyum.
" awas kau ya hah "
ucap Bima kemudian mulai menggelitiki istrinya yang saat ini berada di hadapannya itu.
" sayang ampun, ampun aku tidak tahan jika kau menggelitiki aku terus, perutku bisa kram kalau seperti ini terus "
ucapnya sambil tertawa tiada henti.
sedangkan Bima langsung menghentikan aksinya yaitu menggelitiki perut Zahra, kemudian memandang wajah Zahra sekilas setelah mendengarkan perkataan gadis yang ia cintai saat ini.
" sayang apa sekarang perutmu kram, cepat katakan padaku, kau tidak apa apa kan, di sini tidak sakit kan "
tanya Bima dengan bertubi-tubi sambil memegangi perut istrinya yang masih rata itu.
Sedangkan Zahra saat ini tambah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi suaminya yang berlebihan itu, tetapi tidak dengan Bima.
" sayang aku tidak apa apa kenapa kau berlebihan sekali sih, kau lucu hahaha.. "
__ADS_1
" Zahra apa ini lelucon untukmu heh, sedangkan aku memang benar-benar menghawatirkan mu "
" suamiku, jangan marah iya aku tau kau menghawatirkan aku, tetapi kau sangat berlebihan sayang lihat ekspresi wajahmu itu lucu sekali "
jelas Zahra dengan nada yang sangat pelan agar suami dinginnya itu mengerti dan faham maksud dari perkataan nya itu.
" dasar kau ini ya, paling bisa membuatku khawatir "
jawab Bima sambil mencubit hidung istrinya itu, karena merasa gemas melihat tingkah istrinya.
" sayang lepaskan itu sakit "
" iya, iya aku lepaskan "
" baiklah sekarang aku berangkat kerja dulu sayang, dan sekarang kau istirahat lah sayang untuk persiapan nanti malam lagi "
" sayang jangan katakan itu lagi "
Bima tersenyum, sambil mengeleng gelengkan kepalanya pelan.
" iya, iya baiklah, aku sekarang berangkat, aku mencintaimu Zahra "
" aku juga mencintaimu suami ku, aku selalu menunggumu "
ucap Zahra dengan senyuman bahagia begitu juga Bima yang kini melambaikan tangannya kepada istri tercintanya itu.
kemudian setelah itu Bima melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamarnya tersebut, dan lagi ia berhenti di tengah langkahnya kemudian menoleh ke arah belakang, sedangkan Zahra masih setia memandangnya dari ranjang king size itu sambil tersenyum.
" sayang kenapa kau tak berniat sama sekali mencegahku sih " ucap Bima sedikit kesal.
" sayang kau kan akan berangkat kerja, bagaimana aku mencegahnya " jawab Zahra jujur.
" seharusnya kau pura-pura saja mencegah ku pergi ke kantor Zahra, aku pasti bersedia tidak berangkat ke kantor demi dirimu "
jelas Bima yang dirinya saat ini seperti berat untuk pergi ke kantor itu, dan selalu ingin berdua dengan istrinya di dalam kamar.
" hahaha... bilang saja itu mau mu sayang " ucap Zahra sambil menertawai suaminya.
" baiklah tunggu sebentar "
ucap Zahra kemudian dirinya perlahan turun dari ranjang king sizenya, setelah itu melangkah ke arah suaminya, dan langsung memeluk tubuh tegap atletis itu begitu erat.
" sayang aku mencintaimu, dan aku akan selalu menunggumu di sini, di mansion dan sekarang berangkat lah "
kemudian Zahra melepaskan pelukan nya dan memandang wajah suaminya sambil tersenyum.
cup
cup
cupppppppppp
Zahra mencium bibir suaminya bertubi-tubi dan membiarkan nya menempel sedikit lama di sana.
setelah itu zahra melepasnya.
Bima kembali tersenyum.
" aku mencintaimu, berhati hatilah di jalan aku menunggumu "
" aku juga sangat mencintai mu sayang, aku pasti segera pulang, oh iya apa kau tidak menginginkan sesuatu sayang "
" emmm.....seperti nya tidak ada "
" baiklah aku berangkat "
" ya suamiku hati - hati "
kini Bima pun mulai keluar dari kamar nya tersebut dengan perasaan bahagia, dan melupakan sedikit keinginannya yang malas pergi ke kantor itu.
__ADS_1