Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
berakhir dengan pelukan


__ADS_3

Sekertaris Revan kini berniat menggelitik i tubuh sang pacar tetapi belum sempat tangan berotot itu menyentuh tubuh Adinda, dengan tiba tiba tubuh indah milik Adinda oleng dengan sendirinya ke samping.


Dengan sigap sekertaris Revan menangkap tubuh Adinda yang sedikit terasa dingin itu.


Sekertaris tampan itu kini di landa ke khawatiran, pasal nya melihat tubuh Adinda yang tiba tiba oleng dengan bercak darah yang masih menempel di bagian bawah hidung nya saat ini.


Dengan gerakan cepat sekertaris Revan langsung menggendong tubuh indah milik Adinda ke arah sofa dan menaruhnya di sana.


sekertaris Revan mulai duduk di samping tubuh Adinda yang sudah tak sadarkan diri itu saat ini.


dan mulai menepuk pelan kedua pipi Adinda.


Darah.....Dinda bangun sayang... hei Dinda, jangan membuat ku ketakutan, maaf kalau tadi aku jahat padamu, sayang bangunlah... apa yang harus aku lakukan sekarang monolognya.


Kemudian sekertaris Revan segera berdiri menuju meja kerja miliknya.


Sekertaris tampan itu mulai mencari tisu beserta minyak gosok yang selalu berada di dalam laci meja kerjanya yang jarang ia pakai.


setelah mendapatkan nya sekertaris Revan segera kembali menuju ke arah Adinda.


Kemudian dirinya langsung membersihkan sisa darah di bagian bawah hidung Adinda.


Dan setelah bersih sekertaris Revan sedikit membuka tutup minyak gosoknya tersebut, setelah itu ia taruh di bawa hidung mancung gadis kesayangan nya itu.


sesaat Adinda tetap ada respon.


sekertaris Revan berniat mengecek suhu tubuh Adinda tetapi tubuh nya terasa masih dingin.


Dinda bangun sayang... hei kau jangan membuat ku khawatir Din monolognya.


Kemudian sekertaris Revan baru mengingat bahwa di laci meja kerja miliknya juga terdapat minyak kayu putih disana.


Dan lagi lagi sekertaris Revan kembali ke arah meja kerja miliknya, untuk mengambil minyak tersebut.


sesaat


setelah mendapatkan nya sekertaris Revan kembali lagi duduk di sisi sofa, di mana tubuh Adinda masih tak bergerak di sana.


Perlahan sekertaris tampan sekaligus calon suami Adinda itu kemudian berniat mengolesi bagian bagian tertentu di tubuh Adinda dengan minyak kayu putih tadi.


Revan mulai mengolesi di bagian kedua tangan nya kemudian beralih di bagian leher memutar setelah itu bagian bawah hidung, dan di telapak kaki dan setelah itu bagian yang terakhir adalah bagian perut Dinda.


Bagaimana aku mengoleskan nya, tapi nanti aku takut dia mengira ku melakukan hal aneh aneh padanya, tapi melihat keadaan nya seperti ini aku tak tega, sebaiknya aku mengoleskan nya tapi dengan mata tertutup ya ya ya baiklah monolognya sambil mengangguk angguk kan kepalanya pelan.


Kemudian sekertaris Revan pun perlahan sedikit membuka kancing kemeja kerja milik Adinda di bagian perut.


Dan terpampang lah kulit putih mulus di bagian perut Dinda.


sekejap sekertaris Revan sedikit menelan ludah nya kasar.


Apa seputih dan semulus itu, Astaga... astaga.. astaga bukan kah aku tadi berniat menutup kedua mataku kenapa jadi begini, akkhh.... biarkan saja hahaha.... sebentar lagi kan Dinda akan menjadi milikku apa tidak boleh melihat nya sedikit saja seperti ini, sungguh menggugah selera, UPSS... bibir mu sudah tak ada filter Van, dasar dasar dasar bodoh gumamnya dalam hati.


sekertaris Revan bergumam sambil sesekali tangan nya sedikit menepuk pelan kepala bagian kiri.


Sesaat setelah memberi minyak di bagian perut Adinda sekertaris Revan kembali mendekatkan ujung botol tersebut di dekat hidung Adinda.

__ADS_1


Hei Adinda ayolah bangun sayang, jangan membuatku khawatir Din monolog sekertaris Revan.


Kemudian tak beberapa lama.


kedua mata milik Adinda kini perlahan terbuka.


Sedang kan sekertaris Revan yang memandangnya sedari tadi langsung mengembangkan senyumnya, kemudian langsung menarik tubuh Adinda kedalam pelukan nya.


" Dinda kau sudah sadar, aku sangat khawatir tadi dengan keadaan mu " ucap sekertaris Revan di sela sela pelukan nya.


" aku tidak bisa bernafas jika kau terlalu mengeratkan pelukan mu kak " jawab Adinda yang memang sedikit merasa sesak.


" ah... iya iya maaf sebentar aku akan membenarkan posisi mu sayang " sahut sekertaris Revan setelah itu.


Sekertaris Revan pun perlahan membenarkan posisi tubuh sang pacar dengan benar.


Dan setelah itu Dinda mulai menyandarkan kepalanya di sofa yang sekarang tengah ia duduki bersama pria tampan di dekat nya itu.


" Dinda keadaan mu sudah sedikit enakan sayang " ucap sekertaris Revan sambil menjadikan satu anak rambut yang sedikit menutupi wajah Dinda kemudian menaruhnya di belakang telinga milik sang pacar.


Dinda sedikit mengangguk dengan polosnya tanpa menjawab perkataan sekertaris Revan.


berbeda dengan sekertaris Revan yang merasa gemas menatap nya saat ini.


dengan tiba tiba.


Cup


satu kecupan mendarat di bibir Adinda.


Adinda seperti meminta jawaban dari sang pacar yang kini juga tengah memperhatikan dirinya


" maaf Din aku terlalu gemas tadi hehehe... " ucap sekertaris Revan sedikit cengengesan.


" Dinda kenapa tadi kau bisa pingsan, dan juga kenapa pada hidung mu apa kau mimisan sayang " tanya sekertaris Revan.


" ya aku pingsan karena menahan nafas " jelas Adinda.


" bagaimana bisa Din " tanya sekertaris Revan seperti tak percaya tentang apa yang di katakan gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya tersebut.


" aku menahan nafas supaya darah di hidung ku berhenti mengalir kak "


" bukankah ada tissu Din "


" iya tapi dimeja kerja ki habis "


" kenapa kau tidak mengambil di meja kerjaku Dinda " tanya sekertaris tampan itu.


" bagaimana aku mengambilnya, sedangkan kau saja tak memaafkan aku, dan mendiamkan aku sedari tadi, aku ingin membeli nya di luar tapi aku takut dirimu akan memarahiku kak " jelas Adinda.


Sekejap sekertaris Revan kembali menarik tubuh Adinda ke dalam pelukan nya dengan begitu erat.


" Apa sampai begitu nya kau takut pada kemarahan ku Dinda " tanya sekertaris Revan yang merasa bersalah


Dinda mengangguk pelan kemudian tambah mengeratkan pelukan nya kepada sekertaris Revan.

__ADS_1


Kini sekertaris Revan merasa sangat bersalah kepada gadis yang selalu ceria itu.


" sayang maaf " ucap nya


" aku sudah memaafkan mu kakak " jawab Dinda dengan sungguh sungguh.


" terimakasih kasih " ucap sekertaris Revan kemudian mengecup pelan pucuk kepala Adinda.


Sedangkan Adinda tersenyum mendapatkan perlakuan lembut dari pria yang sangat ia puja tersebut.


" apa kau selalu seperti itu jika mimisan " tanya sekertaris Revan.


" iya " jawab Dinda singkat.


" terus bagaimana jika kau pingsan seperti tadi, jika kau menahan nafas terus itu sangat berbahaya Din " jelas Revan


" itu sudah biasa kak, jika aku mimisan selalu seperti itu apalagi di kos kosan "


" terus siapa yang membantumu "


" tidak ada " jawab Dinda santai.


" APA... " ucap sekertaris Revan sedikit tak percaya dengan jawaban Dinda.


" iya kak... dan akhirnya aku akan tersadar dengan sendirinya " jawab Dinda.


" Dinda jangan lakukan itu lagi jika kau sedang mimisan, aku akan selalu ada di dekatmu, jadi jangan lakukan itu lagi kau mengerti " ucap sekertaris Revan yang merasa iba mendengar penjelasan langsung dari gadis yatim piatu itu.


" ii.. iiya iya " jawab Adinda sedikit terbata.


sesaat kemudian Adinda kembali berucap pada pria yang tengah memeluk tubuhnya erat saat ini.


" aku tidak akan mengulangi nya lagi " ucap Adinda tiba tiba.


" apa " tanya sekertaris Revan yang tak mengerti arah pembicaraan sang pacar.


" tadi....panggilan telepon "


" ya berjanji lah "


" untuk apa berjanji kak, tadi aku hanya berniat mengetes mu saja "


" hehehe.... kau membalas ku heh "


" sedikit sih hehehe.... "


" Dasar gadis menyebalkan " ucap sekertaris Revan kemudian kemudian kembali mengeratkan pelukan nya.


Akhirnya kedua pasang antara atasan dan bawahan itu kembali baikan apalagi hubungan keduanya sebentar lagi akan menjadi hubungan yang sah yaitu suami istri.


JANGAN LUPA BACA NOVEL AKU LAINYA KAK :


- PERBUDAKAN KU BERAKHIR DI PELAMINAN ( on going)


- DUNIAKU TAK SELEBAR DAUN KELOR ( karya masih baru banget, on going )

__ADS_1


KAK JANGAN LUPA LIKE, VOTE, SAMA KOMENTAR NYA ☺☺😊😘😍😍, πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2