
Satu minggu berlalu.
Tepat di pagi ini Bima berniat akan mengenalkan sang putri kepada seluruh karyawan perusahaan, memperkenalkan nya sebagai CEO penerus nya di Sinaga.group perusahan raksasa yang memiliki banyak anak cabang tersebut.
Yang di naungi langsung oleh Bima selama bertahun-tahun lamanya sampai saat ini, setelah kedua orang tuanya telah meninggal yaitu tuan Brandon dan nyonya Alisya.
Sedangkan Sheina kini mulai menuruni anak tangga untuk sampai di lantai bawah, karena sang papa sudah menunggu nya di sana bersama sang mama yaitu Zahra.
*
Sesampainya di lantai bawah.
Kedua orang tua Sheina antara Zahra dan Bima seolah di buat kagum oleh penampilan sang putri yang begitu terlihat sangat cantik itu, bahkan terlihat seperti wanita berkelas dengan setelan baju kantor berwarna abu abu yang bagian bawah nya rok sampai selutut.
Sedangkan rambut panjang sepunggung nya yang sedikit bergelombang itu ia ikat ke atas memperlihatkan leher jenjang miliknya, sungguh Sheina benar benar terlihat seperti wanita karir bahkan mungkin membuat pria mana pun pasti terpukau akan kecantikan nya saat ini dengan sedikit tambahan polesan make up tipis yang menempel di wajah cantik milik nya.
" Sheina sudah siap ma pa " ucap Sheina pada ke dua nya.
" putri mama sangat cantik iya kan pa " puji Zahra.
" iya mama benar cantik sekali " tambah Bima sambil mengembangkan senyum.
" kau sudah siap Sheina " tanya Bima.
" ya mau bagaimana mana lagi, Sheina kan harus tetap siap iya kan " jawab Sheina yang seperti terlihat tak bersemangat.
" Sheina " ucap Bima dengan nada penekanan.
" iya pa... ya sudah ayo cepat kita berangkat " jawab Sheina sambil memasang wajah lesu nya melangkah ke arah luar mansion.
" Ma Sheina berangkat " ucap nya pada sang mama.
" iya sayang hati hati "
Sheina hanya menganggukkan polos kepalanya.
Kemudian dengan dengan langkah gontai Sheina mengikuti langkah sang papa dari belakang.
*
Perjalanan menuju perusahaan.
Di dalam mobil masih terlihat hening, tak ada sedikit pun percakapan antara putri dan ayah.
Tetapi sesekali Bima mulai melirik sang putri kesayangannya itu.
__ADS_1
" Pasang wajah semangat mu Shei "
" iya pa, memang nya harus di padang seperti apalagi sih "
Pa kau terlalu banyak aturan sekali, membuatku tambah malas untuk ke kantor gumam Sheina.
" ingat jangan sampai mengecewakan papa "
" iya papa ku sayang "
" Pa " panggil Sheina.
" hem "
Dingin sekali, bagaimana bisa mama menangani sifat papa yang seperti ini kaku sekali dan jawabannya hanya hem saja padaku, padahal aku putri nya gumam nya.
" Pa kenapa bukan Om Revan sekertaris papa yang menjemput kenapa pakai sopir mansion, biasanya kan dia yang menjemput papa " tanya Sheina yang tak pernah tau apa apa akan rencana kedua orang tuanya bersama keluarga Revan sekertaris kepercayaan papa nya itu.
" Om Revan sekertaris papa itu kan juga sudah tua seperti papa, jadi dia akan berhenti dan akan di gantikan oleh putra nya Barra yang akan terus mendampingi kamu selama di perusahaan " jelas Bima santai, padahal ia sudah tau akan jawaban sang putri pasti penolakan yang ia dengarkan tetapi sepertinya kali ini tak akan di gubris oleh Bima.
" A P A ... pria dingin seperti dia, Sheina tidak suka Pa, apa tidak ada pria lain selain dia "
" Sheina tidak ada penolakan, kau tau dia pria yang sangat pintar dan juga sangat tampan "
" Sheina tidak peduli dia tampan dan pintar, dia pria kaku pa dia sangat dingin "
" Pa "
" Sheina tidak usah pasang wajah lesu mu itu papa tidak akan terpengaruh sedikit pun "
" heh.... " Sheina membuang nafas berat nya.
" terserah papa " ucap nya sambil menyilang kan kedua tangan nya di dada dengan kedua mata tertutup, sedangkan bagian rahang nya mengeras.
Bima sedikit melirik ke arah sang putri yang terlihat sangat kesal itu, kemudian tersenyum simpul.
hehehe.... dasar ABG, hanya dengan satu satu nya cara ini kalian bisa saling mengenal lebih dalam dengan umur kalian yang sudah matang itu, dan kemudian perjodohan itu akan segera di lakukan, mama mu pasti senang gumam nya.
*
*
Perusahaan.
JEG.. GLEK...
__ADS_1
pintu mobil mewah hitam yang baru saja di buka bagian belakang nya oleh sopir pribadi.
Menampilkan seorang gadis berparas ayu berumur 21 tahun yang baru saja keluar dari dalam kursi penumpang, dengan penampilan yang terlihat sangat pas, sentuhan kulit putihnya di padu padan kan dengan setelan pakaian kantor berwarna abu abu nya yang menambah kesan kulit putih susu nya yang terlihat begitu jelas.
Kemudian di belakangnya di ikuti oleh sang papa yaitu Bima.
Pria tampan yang kini sedikit terlihat paruh baya, yang tetapi seperti nya tak sedikit pun berkurang wajah kharisma matik nya masih saja terlihat awet muda.
Dan kemudian masih tetap dengan gaya angkuh nya seperti dulu Bima mulai memasukkan kedua pergelangan tangan nya ke dalam saku celana setelah tadi membenarkan setelan jas bagian atas.
Sesaat kini diri nya mulai sedikit melirik ke arah Sheina kemudian kembali berucap.
" Sudah siap sayang " tanya Bima
" iya Sheina siap " jawab Sheina masih memasang wajah kesal nya tak berniat wajah yang papa sedikit pun.
" bagus "
Sedangkan para karyawan sudah bertata rapi menyambut kedatangan calon penerus CEO perusahaan pencakar langit tersebut.
Bima kini mulai melangkah beriringan dengan sang putri satu satu nya itu untuk masuk ke dalam.
" Selamat pagi tuan, nona " ucap para seluruh para karyawan perusahaan.
" pagi " jawab Sheina dengan raut wajah terlihat senyum sumringah nya pada semua bawahan.
Sedangkan Bima masih tetap dengan gaya angkuh nya seperti dulu.
Sedangkan para karyawan kini mulai saling berbisik bisik satu sama lain setelah kedua pemilik perusahaan antara ayah dan putri itu telah melewati beberapa barisan karyawan yang bertata rapi tadi.
" pagi tuan, nona " ucap kedua nya antara sekertaris Revan dan Barra yang sedari tadi berada di barisan ujung menyambut sang atasan yang mulai mendekat ke arah nya itu.
Apa ini Sheina gadis manja bawel itu, Dia tambah cantik juga gumam Barra.
gumam Barra yang menatap dari arah kejauhan sejak kedatangan keduanya.
" Pagi juga sekertaris Revan, Barra " sahut Bima sambil mengembangkan senyum pada keduanya.
" mari tuan segera masuk ke ruang rapat, semuanya sudah menunggu anda " ajak Revan.
" iya ayo "
Barra...kenapa berbeda sekali beberapa tahun tak bertemu dia sekarang terlihat sangat tampan dan keren sekali, sayang dia pria dingin dan kaku gumam Sheina.
Bima dan Sheina serta Revan dan juga Barra pun kemudian segera bergegas melangkah menuju ke ruang rapat tepat nya di lantai atas.
__ADS_1
Di antara Sheina dan Barra kini mulai sibuk dengan pikiran nya masing masing berbeda dengan Bima dan Revan yang berpura-pura seolah tak terjadi apa apa sedikit pun pada keduanya.