
Sesampainya di dalam kamar Revan mulai menuju ke arah Adinda yang tengah duduk di atas ranjang dengan dirinya yang baru saja selesai dengan ritual mandi pagi nya itu.
Revan mulai menaruh nampan yang berisi nasi goreng telur ceplok dan segelas susu hangat di atas nakas.
" sayang makan lah aku sudah membuatkan mu nasi goreng yang kau ingin kan dan susu hangat untukmu " ucap Revan pada sang istri yang kini mulai terlihat mual mual sejak kedatangan nya.
" Din Dinda kau kenapa sayang hah " ucap Revan lagi sambil memegang bahu sang istri ketika mendapati Adinda mulai menutup mulutnya dengan kedua pergelangan tangan.
" HUHU... HUUU..... kak keluar lah aku terus mual jika kau berada di dekat ku " ucap Dinda yang mulai merasakan mual di bagian perut bawah nya mulai naik,
sambil satu tangan nya mengibas ibas ke arah sang suami agar Revan segera pergi meninggalkan kamar.
" astaga.... iya iya baiklah " ucap Revan sambil berlalu pergi dengan keadaan lesu menuju ke arah luar kamar.
padahal aku ingin sekali berada di dekat mu Dinda, lebih baik aku bekerja saja kalau seperti ini heh... minggu yang menyebalkan gumam Revan
sambil meraih handle pintu untuk ia buka.
Di luar kamar.
Revan mulai kebingungan dengan keberadaan dirinya yang tak di inginkan oleh sang istri, sekertaris tampan itu kini berniat memasuki kamar sebelah dan mulai mondar mandir tak jelas memikirkan bagaimana cara dirinya bisa berdekatan dengan Adinda wanita yang berhasil membuat nya bucin tingkat dewa itu 😂😂.
apa yang harus aku lakukan sekarang, ini masih pagi dia sudah tak menginginkan aku apalagi malam nanti monolog Revan.
sambil terus mondar mandir seperti pria tak ada pekerjaan lain nya, sesekali Revan mengacak acak rambut nya kasar.
Sesaat ia terdiam ketika di pikirannya seperti menemukan ide.
HEHEHE...... kenapa tidak video call saja itu kan sama saja bukan bisa melihat wajah Dinda meskipun tak bisa menyentuhnya sih,ya sudah tak apa ucap nya.
Dengan segera sekertaris Revan langsung merogoh saku celana pendek abu abu nya, mengambil ponsel pintar yang ia punya kemudian mulai menghubungi nomor Adinda.
Sesaat
panggilan pun terhubung.
" sayang " panggil Revan seperti penuh kerinduan padahal setiap hari ketemu 😁😁.
" hem " jawab Dinda dengan mulutnya yang sibuk mengunyah nasi goreng buatan sang suami.
" Din... Dinda " panggil Revan lagi terdengar manja.
" hem "
__ADS_1
apa di menjawab ku hanya dengan H E M saja, bahkan sampai dua kali apa dia lupa siapa yang membuatkan nasi goreng nya tadi meskipun sedikit gosong si sedikit gumam Revan.
" Kenapa diam suami ku " ucap Dinda dengan panggilan sayang nya
Seketika panggilan itu membuat Revan tersenyum mendengar nya.
" hehehe.... aku sedang memperhatikan mu makan Dinda, kau suka "
" benarkah... suka tapi kenapa sedikit gosong kak dan rasanya hanya asin saja " jelas Dinda.
" tapi kenapa memakan nya jika terlalu asin Dinda "
" aku juga tidak tau, aku merasa sangat enak sekali meskipun sedikit asin kak , mungkin ini karena permintaan anak kita di dalam sini "
" hehehe... kau ini mungkin juga sayang, Dinda kalau tak enak jangan di habiskan "
" ya sudah aku sisakan satu sendok untukmu untuk mencicipi nya "
" tidak... tidak untuk mu saja jika kau menyukai nya sayang "
" tidak aku akan menyisakan satu sendok saja untukmu "
" ya.. ya.. ya.. baiklah bayi besar hehehe... Din kapan kau tak mual jika di dekat ku aku ingin sekali memeluk mu Dinda "
" mana aku tau kak bukan aku yang menginginkan nya tapi anak kita "
" hehehe... hei aku sedang hamil anak mu kak, iya besok besok aku akan memberinya, kenapa kau tak bermain solo saja hah "
" Dinda kau pikir aku pria apa, mulutmu memang tak ada filter ya "
" hahaha.... aku bercanda kau marah ya hah "
" tidak... aku hanya sebal saja, masak iya kita satu rumah tapi serasa hubungan jarak jauh seperti ini aku tidak betah Din "
" ya sudah kita video call setiap hari kan sama saja kak "
" tidak sama Dinda, aku ingin menyentuhmu, menyentuhmu, menyentuhmu kau dengar Dinda "
" kakak tak usah di ulang ulang seperti itu, iya aku sudah tau sebenarnya aku juga ingin berada di dekat mu "
" jadi kau juga sama ya "
" ya sama lah kau kan suami ku " jawab Dinda terlihat seperti tersipu malu di layar ponsel milik sekertaris Revan.
__ADS_1
Pria itu lagi lagi tersenyum menatap layar ponsel miliknya.
Ya sepasang suami istri itu kini terus mengobrol hingga siang tiba panggilan video itu masih terhubung di antara keduanya.
Seperti seolah sepasang kekasih yang hanya di pisahkan oleh sebatas tembok saja memisahkan kamar keduanya yang tepat bersebelahan.
" kak aku mengantuk " ucap Adinda dengan posisinya yang kini tengah berbaring di ranjang sambil memiringkan tubuh nya menatap layar ponsel di samping nya.
" ya sudah tidur lah " jawab Revan di balik sambungan video call nya.
" kau tak marah padaku " tanya Adinda.
" untuk apa marah karena hal sepele, apalagi sekarang istri ku tengah tek dung hehehe...meskipun aku tetap posesif padamu sih "
Dinda tersenyum sumringah di balik layar ponsel ketika mendengar penuturan sang suami.
" ya sudah sekarang tidur lah biarkan saja sambungan telepon nya tetap terhubung " ucap Revan.
" hem " sahut Dinda dengan kedua matanya yang perlahan mulai tertutup rapat saat ini.
Sedang kan Revan terus menatap wajah Adinda yang mulai tertidur dengan lelapnya itu, terlihat begitu damai di pandang nya.
Wajahmu damai sekali Dinda jika sudah tertidur, aku ingin sekali berada di dekat mu Dinda monolog nya.
sambil terus memandang wajah Adinda di layar tipis ponsel nya.
Beberapa saat
Kini Revan pun juga ikut tertidur setelah lama memandangi wajah Adinda yang begitu damai nya itu.
*
*
*
Malam menjelang.
Setelah kedua nya melalui seharian ini di kamar masing-masing seperti seorang sepasang kekasih yang di batasi tembok pembatas besar,
keduanya hanya saling berhubungan lewat sambungan telepon video, sungguh menyebalkan bukan jika satu atap serasa berada di negri sebrang.
Entah lah kehamilan Adinda memang lah sungguh membuat sekertaris Revan menjadi pria kebingungan setiap hari, seolah dirinya merasa kehilangan perhatian dari sang istri.
__ADS_1
Tetapi mau bagaimana lagi ini semua demi calon sang cabang bayi nya yang berada di dalam perut Adinda.
Apapun akan ia tahan meskipun sudah dua minggu lamanya jatah malam miliknya tak pernah Adinda berikan, sedangkan pedang samurai milik Revan terus menjerit karena sering selalu tegang tak karuan, tetapi tak ada sedikitpun yang akan bertanggung jawab 😂😂.