Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 17


__ADS_3

malam pun telah berganti menjadi pagi yang cerah sinar matahari mulai menembus tirai putih disebuah kamar dengan jendela sedikit terbuka kicauan burung pun terdengar bersahutan, dan di pagi ini seorang pengantin baru saja terbangun karena sinar matahari yang menembus jendela kamar itu menyilaukan kedua matanya


" uuuwaahhhh,. . . . ternyata sudah pagi


astaga tuan bangun tuan aku tidak bisa bernafas tanganmu sangat berat " ucap Zahra yang berusaha menyingkirkan tangan Bima dari perutnya.


" apa kau tidak bisa diam sebentar hahh " jawab Bima kaku.


" tuan tapi aku sangat sesak anda tidak kasihan padaku " kemudian Bima sedikit merenggangkan pelukannya.


" apakah seperti ini sudah cukup " jawab Bima lagi


" tetap saja tuan aku tidak bisa bangun " ucap Zahra sambil memanyunkan bibirnya.


" sudah diam lah kau cerewet sekali sih, biarkan sebentar saja seperti ini aku sangat lelah.


begitu nyamannya memeluk dia seperti ini gumam Bima dalam hatinya .


kemudian Bima memejamkan matanya dan kembali tertidur sedangkan Zahra cuma bisa mengedip - ngedipkan matanya, karena tak bisa bergerak sama sekali dan akhirnya Zahra ikut tertidur dengan pulas nya. Matahari pun kian naik ke atas menunjukkan waktu telah siang dan kedua pasangan suami istri itu akhirnya terbangun untuk yang kedua kali.


" tuan lepaskan tanganmu aku mau ke kamar mandi ini sudah siang "


" kenapa kau sangat cerewet Zahra " Zahra yang disebut namanya langsung menatap Bima.


" anda menyebut nama saya tuan " Zahra menatap Bima dengan tidak percaya.


" iya memang kenapa hemm kau tidak suka " ucap Bima dengan gaya dinginya itu.


" bu. . .uukan begitu tuan " jawab Zahra kikuk


" ya sudah mulai sekarang di antara kita kau panggil aku suamiku atau sayang bagaimana dan sebaliknya aku juga akan melakukan nya "


" apa tuan, memanggil anda sayang,suamiku "


" Yah apa ada yang salah, jangan panggil aku tuan lagi kau mengerti, karena aku takut orang-orang menganggap ku sugar daddy mu "


" baiklah tuan saya akan melakukanya " ucap Zahra yang sebenarnya masih ragu - ragu.


" bagus. . . coba ucapkan padaku sekarang " sebenarnya Bima berniat menggoda Zahra karena menggemaskan.


" tuan mengerjai saya iya kan " tanya Zahra ragu - ragu.


" Tidak. . .untuk apa aku mengerjai mu ya sudah kalau tidak mau tapi mulai sekarang biasakan memanggilku seperti itu kau mengerti "


Zahra kau sangat lucu padahal itu hanya alasanku saja supaya kau tidak memanggilku tuan lagi gumam Bima dalam hatinya.


tak beberapa lama kemudian pintu kamar mereka diketok dari luar.


tok


tok


tok


Bima pun membuka pintu kamarnya

__ADS_1


" tuan apakah anda ingin sarapan di dalam kamar, saya akan membawakannya untuk tuan muda ke kamar" ucap Tejo kepada tuan mudanya itu.


" baiklah kau antar ke kamarku saja pak Tejo tapi sendok nya kau kasih satu saja mengerti "


" baiklah tuan muda kalau begitu saya permisi sebentar "


Dan pak Tejo pun melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil sarapan pagi untuk tuan mudanya itu.


sedangkan di dalam kamar Bima sudah tidak menemukan keberadaan Zahra lagi karena dia telah kabur dari hadapan suaminya itu dan sekarang dia berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


" astaga kenapa aku lupa membawa baju ganti ku ke kamar mandi, ah itu urusan nanti sekarang aku mau mandi dulu,


dan tak beberapa lama kemudian Zahra akhirnya telah selesai dengan ritual mandinya itu dan kini dia bingung untuk keluar dari sana karena takut kejadian kemarin terulang lagi, Zahra mulai was-was membuka pintu kamar mandi dengan sangat pelan kemudian dia celingak celinguk melihat keadaan sekitar dirasa tidak ada suami barunya itu Zahra segera keluar dan pergi ke ruang ganti.


" akhhh, . . . tuan kenapa ada disini kenapa anda selalu mengagetkan saya, saya mau ganti baju tuan keluarlah " ucap Zahra sambil menyilang kan kedua tangannya di dada.


" ini kan juga kamarku jadi terserah,aku mau ada dimana saja " ucap Bima seolah dirinya yang tidak bersalah.


" ya juga sih, ya sudah anda keluar sebentar bisa kan tuan " jawab Zahra yang seperti orang bodoh.


" kau mengusirku " jawabnya dengan nada menyebalkan.


" bukan begitu tuan, saya mau berganti baju dulu kenapa anda tidak mengerti sih "


kenapa anda menyebalkan sekali tuan gumam Zahra dalam hatinya.


" baiklah kalau begitu,oh iya apakah kau tidak memerlukan bantuan " Bima mulai lagi ingin menggoda gadis polos itu yang tak lain adalah Zahra.


" tidak SUAMIKU tersayang apa anda sudah puas " ucap Zahra yang sepertinya tidak menemukan alasan lain untuk mengusir suami barunya itu.


Tiba-tiba pintu pun di ketuk dari luar


tok


tok


tok


bima dan Zahra yang mendengar ketukan pintu itu pun langsung saling pandang,


" tuan sebaiknya anda membuka pintunya sekarang "


kemudian Bima pun melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamar tersebut.


kau datang disaat yang tidak tepat pak Tejo, aaakkhhh mengganggu saja gumam Bima dalam hatinya.


cek lek


suara pintu yang di buka Bima


" tuan ini sarapan anda " ucap pak Tejo sambil menyerahkan nampan yang berisi sarapan tuan mudanya itu.


" hem " jawab Bima singkat


" kalau begitu saya permisi tuan "

__ADS_1


" hem " jawaban Bima kepada pak Tejo untuk yang kedua kalinya.


pak Tejo pun kini membalikkan badannya dan meninggal kan kamar tuan mudanya itu,dan pak Tejo kembali ke dapur sambil melangkahkan kakinya, pak Tejo terus bertanya-tanya dalam hatinya ada apa dengan tuan mudanya kenapa tidak seperti biasanya,


oh mungkin dia bertengkar dengan nona biasa pengantin baru,padahal sebenarnya tuan mudanya itu merasa kesal kepada dirinya karena mengganggunya ketika berduaan dengan istri barunya.


sedangkan didalam kamar Bima yang membawa makanan di atas nampan itu kini tengah menunggu Zahra keluar dari ruang gantinya untuk makan siang bersama, tak berselang lama kemudian Zahra pun telah selesai dengan ritual ganti bajunya itu dan keluar dari sana.


" kenapa kau lama sekali " ucap Bima ketus


" tadi kan gara-gara tuan yang membuat saya lama di sana " ucap Zahra dengan polosnya.


" ah sudahlah cepat kau kesini makanlah "


" iya tuan "


" apa katamu tadi "


" iya tuan, apakah ada yang salah "


" apa kau lupa atau memang sengaja berpura-pura hah, ubah panggilan mu kepadaku apa kau masih ingat "


" Oh itu iya aku masih ingat " jawab Zahra dengan entengnya.


" coba sekarang aku ingin mendengarnya "


" apa harus tuan, tuan aku sangat lapar apakah kau tidak mengizinkan aku makan hah "


" kau ini pintar sekali mengalihkan pembicaraan ya, ya sudah makanlah " jawab Bima yang merasa kalah karena gadis yang ia cintai itu lebih memilih makan dari pada menjawab pertanyaannya.


" tuan tunggu sebentar kenapa sendok nya cuma satu, terus saya bagaimana tuan makannya " Zahra terdiam sejenak


" kenapa kau bertanya padaku seharusnya kau salahkan pak Tejo kenapa sendok nya cuma satu zahra, ya sudah kita sepiring berdua saja kau yang menyuapiku gampang kan "


" maaf tuan, tapi tuan aakhhh. . . iya baiklah, buka mulut Anda sekarang tuan " dan mereka pun akhirnya makan sepiring berdua.


Rencana ku berhasil dan secara tidak langsung aku telah berciuman dengan Zahra, aku suka sekali menggoda mu Zahra gumam Bima dalam hatinya.


senyuman itu keluar dari sudut bibir Bima yang melihat Zahra yang begitu sibuk menyuapinya sampai nasinya telah habis.


" alhamdulillah sudah kenyang,


tuan apakah anda tidak pergi kekantor "


" ubah panggilan mu itu kepadaku kalau tidak aku akan mencium mu "


" Apa,. .. baiklah Su. . . suuamiku,


apa anda sudah puas " ucap Zahra sedikit kesal.


" hahaha,.. coba ulangi sekali lagi dengan jelas " ucap Bima dengan gaya angkuhnya padahal di dalam hatinya Bima berusaha menahan tawanya melihat tingkah polos Zahra.


" apakah anda berniat mempermainkan saya tuan " ucap Zahra seperti merasa dikerjai oleh tuan mudanya itu.


Kemudian Bima mendekatkan dirinya ke arah Zahra dan pandangan mereka pun bertemu kemudian Bima menarik tengkuk leher Zahra dan mencium bibir Zahra dengan sangat lembut, Zahra yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa diam memejamkan mata karena tidak tau apa yang harus dilakukanya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2