Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 15


__ADS_3

dan uluran tangan itu disambut dengan senyuman oleh bima


" saya Fatimah Azzahra " ucap Zahra yang sedikit kikuk


" aku Bima Madan Sinaga " ucapnya sambil memandang gadis belia yang selama ini di incarannya itu.


" maaf apa sebelumnya kita pernah bertemu sepertinya saya pernah melihat anda '' tanya zahra seperti mengenali lelaki di depannya itu.


" Ya sepertinya kau adalah gadis yang pernah menabraku di alun-alun kota bukan " jawab Bima sok angkuh kepada zahra padahal dalam hatinya paling dalam Bima merasa sangat bahagia.


" ya saya baru ingat anda, dan anda yang ingin mengantar saya pulang waktu itu kan " jawab Zahra yang sedikit tidak terima karena lelaki di depannya ini seperti menuduhnya.


" oh itu, aku hanya basa basi saja ingin mengantarmu pulang " jawab Bima yang merasa sedikit malu kepada orang tuanya karena ketahuan dirinya terlebih dahulu menyukai gadis yang mereka jodohkan dengannya itu, yang awalnya ia tolak mentah-mentah.


" Oh jadi begitu ya " sahut Zahra yang sedikit memanyunkan bibirnya ke depan.


" ya begitulah kira kira " jawab Bima tetap dengan gaya angkuhnya itu.


Zahra hanya pura-pura tersenyum mendengar jawaban dari tuan muda dingin itu, padahal di dalam hatinya dia tidak menyangka lelaki yang dijodohkan dengannya ini adalah lelaki yang sangat dingin dan menyebalkan.


semua orang yang menyaksikan kedua calon pengantin yang sedang berdebat itu hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah keduanya membuat orang yang melihatnya menjadi gemas.


ehemm


ehemm


" seperti nya kalian sudah sama-sama mengenal ya,syukurlah kalau begitu kita bisa mempercepat pernikahannya, iya kan bu Fatma " ucap papa Brandon kepada calon besannya itu dan bu Fatma pun membalasnya dengan senyuman.


" iya sayang mama ingin secepatnya punya cucu ya kan Pa " sahut mama Alisya sambil tersenyum.


" jangan begitu dong Ma mereka kan jadi malu " sahut papa Brandon lagi.


Zahra hanya tersenyum malu malu dan tidak bisa menjawab ucapan mama Alisya,


sedangkan Bima bersikap cuek padahal didalam hatinya dia merasa malu atas apa yang di ucapkan mama Alisya tadi.


selang beberapa hari kemudian pak Anwar dinyatakan sudah boleh pulang,dan kepulangannya dijemput oleh keluarga papa Brandon, setelah sampai di rumah pak Anwar kedua keluarga saling bercengkrama diruang tamu dan di bumbui canda tawa di sana.

__ADS_1


" bagaimana kalau acara


pernikahan Zahra dan Bima kita percepat saja pak Anwar "


" kalau saya terserah anda saja tuan "


" baiklah kalau begitu bagaimana kalau dua hari lagi pak Anwar, karena minggu depan saya harus kembali ke luar negri untuk urusan perusahaan "


" baiklah tuan kalau begitu " ucap pak anwar yang menyetujui keputusan calon besannya itu.


Dua hari kemudian


hari yang ditunggu-tunggu kebanyakan calon pengantin mungkin ini adalah hari yang sangat membahagiakan, tetapi tidak dengan kedua calon pengantin satu ini mereka dijodohkan karena sesuatu hal yang tidak bisa ditolak Yah Zahra dijodohkan karena keluarga nya tidak mempunyai uang utuk pengobatan ayahnya dan kini perasaanya kacau pasalnya calon suami nya adalah seorang laki laki yang dingin, cuek,dan menyebalkan bahkan meraka tidak mengenal satu sama lain.


sedangkan Bima sekarang sedang berbunga-bunga pasalnya dia dijodohkan dengan seorang gadis yang begitu menggemaskan menurutnya itu,gadis yang selama ini menjadi incarannya itu dan ternyata sekarang gadis itu akan menjadi istri sahnya.


dan sekarang ijab qobul pun akan segera dimulai Zahra yang baru saja selesai dirias kini dia melihat dirinya di pantulan cermin " apakah itu aku" ucap Zahra kepada dirinya sendiri, Zahra begitu sangat cantik baju kebaya putih yang melekat ditubuhnya begitu terlihat sangat pas serta riasan diwajahnya yang begitu terlihat natural menambah kecantikannya semakin terlihat jelas bagi semua orang yang melihatnya,


beberapa saat kemudian pintu kamar rias diketuk dari luar.


tok


tok


tok


" iya bu,zahra sudah siap ini mau keluar "


kemudian Zahra membuka pintunya dan tersenyum kepada bu Fatma.


" wahh anak ibu cantik sekali pasti nak Bima tidak berkedip memandang kamu sayang "


" ih ibu apa sih " ucap Zahra malu - malu.


" ya sudah kita sekarang ke sana nak sebentar lagi ijab qobul dimulai tinggal menunggu mempelai wanita "


Bu Fatma dan Zahra pun melangkahkan kakinya menuju meja penghulu dan segera melakukan ijab qobul.

__ADS_1


semua mata melihat ke arah mempelai wanita yang begitu sangat cantik dengan balutan kebaya putihnya, dan seketika Bima memang benar-benar tak berkedip melihat Zahra yang begitu sangat cantik di matanya. Zahra sekarang kau akan benar benar menjadi milikku seutuhnya gumam Bima dalam hatinya yang paling dalam.


Senyuman pun terlihat jelas diwajahnya ketika melihat Zahra yang melangkah menuju meja KUA yang sekarang persis tepat didekatnya,


Zahra yang merasa melihat Bima tersenyum kepadanya merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan, ijab qobul pun di mulai dengan sangat hikmat dan kini keduanya pun telah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah, memang acara pernikahannya dilaksanakan secara tertutup dan sederhana karena kondisi pak Anwar belum sembuh sepenuhnya tidak memungkinkan untuk mengadakan resepsi hanya dihadiri sanak saudara saja, kini acara pun telah usai semua sanak saudara telah pulang kerumahnya masing masing,bu Fatma juga segera pulang dan sebelum pulang bu Fatma dan pak Anwar menghampiri anaknya Zahra.


" Zahra ayah sangat berterima kasih sama kamu, karena kamu ayah masih hidup sampai saat ini nak dan kamu rela mengorbankan kebahagiaanmu demi ayah " ucap pak Anwar yang merasa senang sekaligus bersalah kepada anaknya.


" jangan bicara seperti itu ayah, zahra sangat menyayangi ayah itu sudah tugas Zahra sebagai anak " Zahra pun memeluk ayahnya sambil meneteskan air matanya.


" nak jadilah istri yang berbakti sama suami kamu ibu dan ayah pamit untuk pulang dulu ya adik kamu sudah menunggu di depan.


iya hati hati ya ibu ayah jaga baik-baik ibu tercintaku kalau terjadi apa-apa hubungi Zahra ya yah sambil mengembangkan senyumnya.


Bima yang sedari tadi mendengarkan


percakapan meraka di balik dinding, Bima merasa sangat tersentuh dan tidak menyangka bahwa Zahra memang gadis yang sangat baik yang selama ini dia cari,sekarang kedua orang tua Zahra telah pulang dan juga kedua orang tua Bima mama alisya dan papa Brandon langsung terbang ke luar negri karena ada urusan mendadak yang tidak bisa tinggal.


Sedangkan Zahra dan Bima kini tengah menaiki mobil mewah yang sopir oleh sekertaris Revan menuju mansion tuan mudanya


di tengah jalan hanya ada keheningan, dan tidak ada yang mengeluarkan satu kata pun.


sekarang sampailah mobil mewah itu di mansion bak istana milik Bima


zahra tercengang melihat begitu besarnya mansion itu sedangkan sekertaris Revan keluar membukakan pintu untuk tuan mudanya


cek klek


" silahkan tuan muda ucap sekertaris Revan "


sedangkan Zahra keluar dengan membuka pintunya sendiri, dan sekertaris Revan yang melihat itu sedikit tersenyum samar karena melihat nona barunya bukan tipe wanita yang kemayu,kemudian Zahra pun mengikuti langkah lelaki di depannya yang baru saja menjadi suaminya itu. Para pelayan pun sudah siap menyambut tuan mudanya dan nona mudanya yang baru.


"selamat datang tuan muda"


ucap para pelayan yang seperti biasa tak mendapat sahutan dari tuanya


"selamat datang nona muda"

__ADS_1


ucap para pelayanan pada Zahra,dan Zahra membalasnya dengan anggukkan kepala serta senyuman yang mengembang di bibirnya yang tak pernah pudar.


__ADS_2