Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 73


__ADS_3

setelah itu Bima melepaskan pelukannya itu terhadap Zahra.


kemudian memandang wajah Zahra yang masih sesenggukan itu,


" sayang kenapa kau tidak pernah cerita kepadaku selama ini, kenapa kau memendamnya sendiri Zahra "


" aku takut kau marah padaku, dengan sifat mu yang selalu berubah ubah itu " ucapnya masih lemah.


" sayang seharusnya kau jujur padaku Zahra, dan kau tidak akan terbawa sampai ketakutan seperti ini sayang "


" kau tanya aku jujur, aku harus jujur bagaimana sedangkan kau selalu saja memarahiku, dan kau tak pernah sekali pun mendengarkan penjelasan ku, hiks... hiks... "


jelas Zahra yang lagi lagi menangis dan sedikit emosi mengingat kelakuan suaminya itu padanya, yang sebentar penyayang dan sebentar lagi sangat dingin terhadapnya.


" kau terus saja marah marah padaku, dan tak pernah memperdulikan perasaan ku sama sekali, ya. .. aku memang meminum obat penunda kehamilan itu bahkan sudah dua bulan lamanya apa kau puas, aku tau dengan sifat mu yang berubah ubah itu kepadaku, itu tambah membuatku mantap dengan keputusan ku mengkonsumsi obat penunda kehamilan itu sampai saat ini, apa kau saat ini masih ingin marah padaku marah lah kepadaku dengan sepuas puas mu jika kau menginginkan nya.


kenapa kau diam.


jelas Zahra sesekali mengusap kasar lelehan air matanya itu.


dan seandainya sesuatu terjadi pada anak yang aku lahirkan kau pasti akan membuang aku bahkan anak yang aku lahirkan sekalipun, iya kan.


jawablah jangan hanya diam itu kan yang ingin kau dengar dari mulutku.


ya itu adalah semua jawaban dariku, apa kau marah padaku marah lah, aku sudah tau kalau aku tidak akan ada benarnya di hadapanmu, dan kau yang selalu benar,


dan juga sampai saat ini kau tidak pernah mengajakku sekali pun untuk konsultasi ke dokter masalah program kehamilan jika kau memang perduli padaku supaya aku bisa mengandung dan melahirkan dengan keadaan yang baik baik saja di umurku yang masih delapan belas tahun, dan tidak akan sampai membuatku ketakutan seperti saat ini "


jelas Zahra yang mengeluarkan segala unek uneknya yang terasa sangat sesak di dalam hatinya yang selama ini ia pendam sendiri akhirnya ia tumpahkan semua yang membuat hati nya terasa lega saat ini.


sedangkan Bima hanya diam mendengarkan penjelasan istrinya seperti tak punya jawaban akan semua perkataan yang di lontarkan kepadanya karena memang semua yang di katakan Zahra itu adalah benar sifatnya.

__ADS_1


dann lagi lagi Bima meneteskan air matanya mendengar unek-unek istrinya yang selama ini ia pendam sendiri dan yang mendengarnya seperti sangat sesak.


shutt... shuttt..


Bima menempelkan jari telunjuknya di bibir mungil Zahra.


Zahra aku sudah cukup mendengar semua isi hatimu saat ini, aku tau hatimu sangat terasa sesak saat ini, sayang maafkan semua kelakuan ku, dan asalkan kau tau seandainya terjadi sesuatu pada anakku kelak aku tidak akan membuang mu dan anak kita Zahra, aku akan menjaga kalian dengan sekuat tenaga ku, karena kalian lah yang sangat berarti di hidupku, Zahra mengertilah sayang aku tidak sejahat itu padamu, mungkin ini memang sifat dingin dan posesif ku padamu sehingga membuatku perilaku ku berubah ubah padamu Zahra, itu karena aku sangat mencintaimu, sangat menghawatirkan dirimu, aku takut kau hilang dari hidupku Zahra "


kemudian Bima lagi lagi berhamburan memeluk istrinya sangat sangat erat.


dan Zahra lagi lagi bertambah histeris setelah mendengar penjelasan suaminya saat ini, yang masih memeluk erat tubuhnya dan keduanya pun masih tetap mengeluarkan cairan bening tersebut dari pelupuk matanya.


setelah itu Bima melepaskan pelukannya kepada istrinya.


" sayang jangan menangis lagi, aku tidak bisa melihatmu seperti ini Zahra "


ucap Bima yang mulai mengusap lembut lelehan air mata istrinya yang masih membanjiri pipi mulusnya itu.


" sayang apa kau mau memulainya dari awal hem, dan kita akan mulai konsultasi ke dokter kandungan apa kau mau " ucap Bima begitu lembut sambil memandang ke arah istrinya yang masih sesenggukan itu.


dan Zahra juga menghapus kedua pipi Bima yang masih basah karena lelehan air matanya yang sedari tadi sedikit mengalir di wajah tampannya itu.


dan keduanya kini tengah tersenyum satu sama lain, dan kembali berpelukan dan Zahra membalas pelukan hangat suaminya itu saat ini.


" sayang kau hanya milikku dan hanya akan menjadi milikku selamanya Zahra " ucap Bima di sela sela pelukannya itu.


dan Bima kembali melepaskan pelukan eratnya itu.


dan kembali memandangi wajah cantik Zahra yang sudah sembab itu secara intens dengan kedua tangannya memegang kedua pipi mulus milik istrinya saat ini, dan perlahan Bima mulai mencium bibir Zahra dengan sangat lembut, sampai keduanya kini memejamkan matanya masing masing dan keduanya kini juga saling menikmatinya.


beberapa saat kemudian.

__ADS_1


Zahra melepas pangutan bibirnya itu karena merasa susah untuk bernafas, karena terlalu lama menangis membuat hidungnya sedikit buntu.


" sayang berhenti, aku seperti tidak bisa bernafas " ucap Zahra yang membuat suaminya sedikit terkekeh.


Bima terkekeh pelan kemudian sedikit tersenyum ke arah istrinya.


" itu karena kau terlalu lama menangis sayang " jawab Bima


" sayang apa kau sudah memaafkan aku " ucap Bima lagi kepada istrinya.


" ya aku sudah memaafkan mu " jawab Zahra pelan sesekali menundukkan kepalanya.


'' sayang jangan bersedih lagi, kita akan memulainya dari awal hem " jawab Bima dengan kedua matanya sedikit berbinar.


" iya baiklah " jawab Zahra sambil tersenyum manis.


" sayang apakah kau akan ada jika aku selalu membutuhkan diwaktu perutku sudah membesar nanti dan tidak akan marah marah lagi kepada ku " tanya Zahra kepada suaminya.


" sayang apa yang kau katakan, aku akan selalu ada untukmu dan calon anak kita nanti sayang, aku akan selalu di sampingmu Zahra, sampai kau melahirkan keturunan Bima junior di sini " jawab Bima dengan begitu tulus sambil mengelus perut rata istrinya itu.


" sayang kau membuat ku terharu, rasanya aku ingin sekali menangis lagi "


" Zahra jangan menangis lagi air matamu terlalu berharga untukku sayang, kau tau sayang jika kau sedang menangis hatiku terasa perih Zahra, dan aku tidak bisa melihat mu seperti itu terus kau mengerti, dan cukup hari ini kau terakhir menangis di depan ku kau faham "


Zahra menganggukkan kepalanya kepada suaminya sebagai jawaban dari perkataan suaminya itu yang terlihat sangat lucu di depan Bima.


" istriku sangat pintar, dan sangat, sangat, menggemaskan, kau membuatku seperti menginginkan sesuatu sayang "


" sayang apa yang kau katakan, dasar suami mesum "


" biarkan saja, kau kan istri ku sayang "

__ADS_1


" bukan, kata siapa aku istrimu, aku adalah istri dari Bima Madan Sinaga.


dan keduanya pun kini tertawa dengan begitu sangat renyah dan sudah bisa melupakan kejadian yang baru saja mereka lalui dengan tangisan itu


__ADS_2