Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
pacar baru dan rencana kencan


__ADS_3

Seminggu berlalu Barra dan Sheina sudah kembali masuk ke perusahaan, karena masa cuti pernikahan mereka selama satu minggu telah habis.


Sheina dan Barra memang sangat lah profesional dalam pekerjaan, dan mereka juga tak akan mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan tentunya,


maka dari itu Sheina dan Barra memilih menghabiskan waktunya dalam perusahaan ketimbang di apartemen nya sebagai pengantin baru pada umum nya, yang sebenarnya tak pernah mereka inginkan sama sekali itu.


Siang ini tepat di ruangan berpendingin milik pasangan suami istri, keadaan seperti biasa hanya ada keheningan.


Beberapa saat pintu ruangan di ketuk dari luar.


tok...tok... tok...


" Masuk " ucap Sheina tanpa menoleh ke arah pintu begitu juga Barra.


Seseorang itu pun akhirnya masuk dan mulai berteriak.


" Barra " teriak seorang gadis cantik dengan tubuh semampai bakal model.


Sontak suara itu membuat Barra dan Sheina mendongakkan kepala nya ke atas menatap ke arah yang punya suara.


" Tasya " ucap Barra dengan raut wajah berbinar binar kemudian melirik sedikit ke arah Sheina yang masih menatap ke arah Tasya.


" ya ini aku " jawab Tasya sambil mengembangkan senyum.


" Masuklah " ucap Barra


Pandangan Sheina kemudian melirik sedikit ke arah Barra.


" Jangan mencampur adukkan masalah pekerjaan dan pribadi, ingat aku masih CEO di sini " jelas Sheina yang terlihat sedikit kesal.


" ya aku mengerti, dia hanya sebentar dan aku juga ingin memperkenalkan nya padamu "


" sepertinya tidak perlu karena tak penting " sahut Sheina dengan nada pelan kemudian kembali fokus pada layar tipis di meja kerja nya.


Tasya mulai duduk di sofa mewah yang saling berhadapan.


Sedangkan Barra mulai mendekat mengajak Tasya mengobrol.


" Hai... bagaimana kabarmu sayang "


" kabar ku baik seperti yang kau lihat sekarang sayang "


Berbeda dengan Sheina yang menyibukkan dirinya di depan layar tipis di atas meja lerja,


ia mulai merasa kesal di buat Barra, karena sepertinya Barra berniat menjadikan kantor sebagai tempat nya berpacaran.


Sayang... sayang... heh gumam Sheina.


di tengah obrolan kedua nya.


Sheina terus terdiam karena ia masih menyembunyikan kekesalan itu pada dua anak manusia di depan nya tersebut.


Dengan se enak nya saja terus cekikikan seperti tak ada dosa sedikit pun.


" Oh iya Shei kenalkan aku sampai lupa, dia Tasya pacar baru ku " ucap Barra sambil menatap ke arah Sheina.

__ADS_1


" Hei Sheina aku Tasya salam kenal " sahut Tasya sambil mengembangkan senyum pada Sheina.


" iya aku Sheina, maaf sebelumnya saya hanya ingin memperingatkan, seandainya kalian mau berpacaran di luar saja karena ini kantor mengerti kan " jelas Sheina.


" ya... ya... baiklah, Tasya memang hanya sebentar iya kan sayang " sahut Barra.


" iya sayang "


Apa tadi dia bilang sayang, rasa nya aku seperti ingin muntah sekali mendengar nya, kenapa bisa di mau kepada pria seperti Barra gumam Sheina.


" baiklah aku pamit Bar " ucap Tasya kemudian sedikit memeluk tubuh atletis Barra.


" ya baiklah hati hati sayang " sahut Barra sambil mengelus ujung rambut Tasya.


Dengan segera gadis itu melenggang pergi dari ruangan berpendingin milik CEO, tanpa sedikit pun berniat berpamitan pada Sheina hanya mengembangkan senyum nya pada Barra.


Sedangkan Sheina hanya memutar kedua bola mata nya malas melihat adegan pelukan di hadapan nya itu.


membuat ku sangat geli gumam nya.


" Ada apa dengan wajah mu, sepertinya kau tak suka dengan kedatangan Tasya "


" ya aku memang tak sedikit suka, karena dia sedikit tak mempunyai sopan santun apalagi ini kantor "


" bukan kau yang cemburu kan "


" heh... kau gila apa, sebentar lagi aku juga punya pacar kau tau itu "


" siapa "


" tidak biasa saja, ya sudah sana lanjutkan pekerjaan "


" memang sedari tadi aku bekerja, kau saja yang se enak jidat mu berpacaran tak tau tempat "


" ya baiklah terserah kau saja "


Sheina hanya diam sambil mengangguk anggukkan kepalanya seolah mengerti.


Keduanya akhirnya kembali bekerja di meja masing masing.


******


Waktu sudah menunjukkan pulang kantor Sheina begitu juga Barra mulai memasuki lift khusus petinggi perusahaan.


Di lihat nya Sheina begitu sibuk dengan ponsel nya, tak menghiraukan sedikit pun Barra yang sedari tadi berada di samping nya.


Sesekali dari kedua sudut bibir Sheina mengembang kan sebuah senyum entah apa yang ia lihat nya di layar tipis ponsel miliknya.


" kenapa kau senyum senyum sendiri kau mulai gila ya hah " ucap Barra


" enak saja kau bicara " sahut Sheina yang masih fokus menatap layar ponsel.


" siapa tau saja kau gila mana tau "


" terserah kau saja meledekku apa, yang penting hari hati ku sangat senang " sahut Sheina yang tak merasa kesal sedikitpun.

__ADS_1


" kenapa "


" ternyata kau pria yang suka kepo juga ya " ledek Sheina.


" tidak biasa saja, ya sudah kalau tak cerita tak apa "


" ya karena aku baik, maka aku akan memberi tahu mu kau tau Earth kakak Jessy "


" iya kenapa memang nya " jawab Barra santai.


" dia mengajakku kencan aaaaaa senang nya "


" hanya begitu saja bahagia "


" biarkan saja, sudah ayo cepat jalan aku ingin segera sampai di apartemen " sahut Sheina yang kembali memasang wajah berbinar binar bahagia nya itu.


Barra tak berniat menjawab nya hanya melangkahkan kaki agar cepat sampai di area parkir mobil.


*******


Apartemen.


Kedua pasang suami istri yang tak saling cinta itu baru saja sampai di apartemen milik keduanya.


Sheina mulai memasuki kamar nya dengan langkah nya yang lesu, padahal sewaktu di kantor tadi dirinya begitu sangat bahagia karena Earth akan mengajaknya kencan sepulang kantor.


Ya Barra tau pasti yang membuat Sheina lesu adalah semua perkataan nya tadi di perjalan pulang dari perusahaan.


Ah... aku jadi serba salah, aku mengatakan semua ini kan agar kedua keluarga tak mengetahui nya, jika Sheina kencan di luar bersama pria lain selain aku bagaimana jadi nya nanti, sedangkan pantauan tuan Bima di luar sangat ketat monolog Barra yang tengah duduk di sofa ruang tamu.


Barra mulai berdiri dan mendekat ke arah pintu kamar Sheina setelah itu mengetuknya perlahan.


tok... tok... tok...


" Shei keluar lah kau kencan saja bersama pria itu jangan lupa menyamar dengan baik kau mengerti bukan maksud ku " ucap nya.


seketika pintu kamar kamar Sheina langsung di buka dari dalam.


JEG... GLEK.....


Sheina langsung mengembangkan senyum nya menatap Barra.


" kenapa kau tak sedari tadi saja mengatakan itu bodoh " ucap Sheina


" heh kau sendiri saja yang bodoh, bukan nya kau yang berniat berkencan bukan aku " kelas Barra.


" iya juga sih hehehe.... " sahut Sheina sambil menggaruk leher bagian belakang kepalanya yang tak gatal.


Setelah itu kembali menutup pintu kamar nya tanpa menghiraukan Barra yang masih berada di depan pintu kamar nya.


BROKK....


Seketika Barra langsung memejamkan sejenak kedua matanya, setelah itu membuang pelan nafas berat nya.


" hah,.... kau benar benar gadis menyebalkan ya " ucap Barra kemudian bergegas meninggalkan pintu kamar yang sudah tertutup rapat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2