Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
kebahagiaan keduanya


__ADS_3

JEG.... GLEK...


Bunyi pintu kamar yang baru saja di buka oleh sekertaris Revan.


Kedua pasangan suami istri itu masih setia berpegangan tangan, keduanya kini mulai duduk di samping ranjang setelah tadi Revan meletakkan koper hitam milik sang istri di samping ranjang tersebut.


" Dinda kau benar benar memaafkan aku kan " ucap Revan sambil mengubah posisi tubuh nya untuk menghadap ke arah Adinda.


" iya aku sudah memaafkan mu " jawab Adinda dengan wajah terlihat damai.


" kali ini aku benar-benar serius dengan ucapan ku Din " jelas sekertaris Revan dengan keseriusan.


" iya iya,... sudah jangan membahasnya lagi "


" ya aku tak akan membahas itu lagi, oh iya aku punya sesuatu untukmu " ucap Revan yang ingin memberi sesuatu kejutan pada sang istri saat ini.


" apa "


" tutup kedua matamu sebentar saja "


" kenapa menutup mata segala sih "


" kau pasti menyukainya "


" benarkah... baiklah aku akan menutupnya "


Sekertaris Revan mengangguk,


Perlahan Revan mulai mengeluarkan sesuatu kotak kecil dari dalam saku celana kerjanya yang masih menempel.


" Dinda sekarang buka matamu perlahan " ucapnya kemudian.


" baiklah " jawab Adinda perlahan kini mulai membuka kedua mata indah nya itu.


Kini kedua pandangan mata nya tertuju pada sebuah kotak perhiasan kecil berwarna abu abu bludru mewah yang tengah terbuka.


Menampilkan sebuah kalung berlian putih yang terlihat begitu sangat mewah nan elegan sungguh sangat berkelas dengan model simpel nya itu.


Sedangkan Adinda sedikit membulatkan kedua matanya ketika melihat kalung yang begitu indah di hadapan nya saat ini.


Kemudian pandangannya beralih menatap sang suami yang kini juga tengah menatap dirinya.


" kau menyukainya " tanya Revan.


Adinda tersenyum setelah itu di susul Revan yang juga ikut tersenyum.


" aku akan memakai kan nya di leher mu "


Revan pun kemudian mengambil kalung berlian putih itu dari wadahnya kemudian ia mulai berdiri mendekat ke arah Adinda untuk memasang kan nya di leher jenjang nan putih milik sang istri.

__ADS_1


" selesai " ucap nya, Revan kini kembali menatap sang istri dari depan.


sedangkan kan Adinda sedikit meraba raba bagian leher miliknya setelah itu tersenyum tipis di hadapan Revan.


" kau terlihat cantik sayang "


" Terima kasih "


" iya... ya sudah aku akan membersihkan tubuhku dulu di kamar mandi setelah itu kita makan di luar oke "


" iya baiklah "


" istri pintar " ucap Revan kemudian mengecup dalam kening Adinda.


CUP....


Satu kecupan kasih sayang menempel di kening gadis berparas ayu itu.


Setelah mengecup Adinda Revan dengan segera bergegas pergi menuju kamar mandi.


Sedangkan Adinda masih terdiam di atas ranjang, sambil sedikit menyenderkan separuh tubuhnya di sandaran ranjang bagian belakang kepalanya, dengan posisi sedikit terduduk.


Sesekali gadis itu tersenyum sambil memegang ujung kalung pemberian sekertaris Revan, dengan dirinya yang seolah olah sudah bisa melupakan pertengkaran yang baru saja selesai di antara keduanya.


Berbeda dengan Revan yang sudah seperempat jam berada di dalam kamar mandi mewahnya tersebut.


Kini pria tampan itu baru saja keluar dari dalam sana, dengan handuk putih yang melilit sampai pinggang nya, menampakkan jelas tubuh atletis yang sering membuat Adinda dag dig dug tak karuan walau pun sudah sering melihat nya.


Setelah itu bergegas untuk masuk ke ruang ganti.


*


*


Ruan ganti.


Revan mulai masuk ke dalam ruangan tersebut, kini pandangan nya langsung tertuju pada sebuah kotak kecil berpita pink yang tengah berada di atas kotak besar kaca bening tebal, tempat penyimpanan koleksi jam tangan mahal berbagai merek milik nya.


Kotak apa itu, ucap Revan sedikit menelisik.


sepertinya aku tak pernah tau, apa mungkin ini milik Dinda...tapi ini kan kotak hadiah, mau ia berikan pada siapa ya,


monolog Revan lagi yang kini mulai meraih kotak kecil berpita itu dengan sangat hati hati.


Dengan segera Revan mengambil baju ganti di lemari pakaian.


Sesaat setelah selesai dengan ritual ganti baju ala rumahan nya,


Revan segera bergegas keluar dari dalam ruang ganti tersebut, sambil membawa kotak kecil itu di tangan sebelah kanan nya menuju arah ranjang di mana sang istri berada.

__ADS_1


Sesampainya di ranjang Revan mulai duduk di samping sang istri yang tengah menatap ke arah nya.


" Dinda ini milikmu "


Dinda mengangguk pelan dengan sedikit senyuman tipis di bibir mungilnya.


" kau ingat sebelum kau memarahiku sepulang kerja tadi, aku ingin memberimu sebuah kejutan sebelum nya tapi kau tak menghiraukan aku malah memarahiku kau ingat "


" benarkah aku tak menghiraukan mu Din "


" sudah lupakan saja "


" Dinda aku sungguh minta maaf, aku benar-benar tak kan mengulanginya lagi...aku bersungguh sungguh padamu percayalah " ucap Revan penuh kesungguhan sambil meraih kedua tangan Adinda menggenggamnya begitu erat.


" iya aku percaya padamu "


" benarkah "


Adinda mengangguk pelan pada sang suami.


Revan tersenyum mendapat anggukan dari Dinda.


Kemudian dengan gerakan cepat sekertaris tampan itu langsung memeluk tubuh Adinda ke dalam pelukan nya begitu dalam.


Setelah di rasa pelukan nya terasa puas, Revan perlahan mulai melepaskan dekapan nya pada tubuh Adinda.


" apa boleh aku membuka kejutan kotak kecil darimu ini Dinda "


" buka lah " ucap Dinda terdengar lembut tak seperti biasanya sedikit bar bar.


Revan pun kini perlahan mulai membuka kotak kecil itu.


Kedua bola matanya kini langsung membulat sempurna, tangan kanannya mulai mengambil suatu benda kecil tipis seperti penggaris dari dalam kotak kecil tersebut, di lihat nya dua garis merah yang terlihat jelas sana.


Sejenak ia terdiam sesaat.


Pandangan nya kini beralih menatap kedua bola mata milik Adinda yang sedari tadi menunggu reaksi sang suami setelah membuka kotak kecil pemberian nya itu.


" Dinda kau... kau hamil sayang....hem " ucap Revan dengan kedua mata nya yang mulai berkaca kaca, seolah tak percaya akan kenyataan yang ia lihat saat ini di tangan kanan miliknya.


mungkin karena hatinya saking bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.


Sedangkan Adinda mengangguk pelan sambil mengembangkan senyum nya kepada sekertaris Revan yang sedari tadi berada di hadapan nya.


Seketika Revan langsung menarik tubuh Adinda ke dalam pelukan nya untuk yang kedua kalinya dengan begitu sangat erat seolah tak ingin melepas nya lagi.


" Kenapa kau tak bilang sejujurnya padaku heh " ucap Revan di sela sela pelukan nya terhadap tubuh gadis yang sangat ia cintai itu.


" aku ingin memberimu kejutan sebelum nya " jawab Dinda polos yang kini tengah berada di pelukan.

__ADS_1


Revan pun kini tambah mempererat pelukan terhadap tubuh Adinda, seolah olah tak ingin ia lepas nya lagi dari dekapan nya.


__ADS_2