Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
drama apa lagi


__ADS_3

Seketika hipnotis itu seolah hilang ketika Adinda berkata kata.


" Astaga, aku sampai lupa kalau perutmu belum terisi sama sekali Dinda, padahal tujuan ku ke kamar untuk mengajakmu makan, kita makan di luar bagaimana " ucap Revan


" makan apa memangnya " tanya Dinda.


" terserah semaumu apa saja yang kau inginkan " jawab Revan sambil mengelus pelan rambut bagian atas Adinda.


" benarkah "


" iya... tapi kau sudah memaafkan aku kan " tanya Revan lagi.


" ya aku sudah memaafkan mu asal kau jangan mengulangi nya lagi kak " jawab Dinda.


" ya itu tidak akan, karena aku sudah mengganti kartumu " sahut sekertaris Revan tiba tiba.


" secepat itu " tanya Dinda dengan dahi nya sedikit mengkerut dengan apa yang di katakan sang suami.


Astaga pria tampan satu ini benar benar posesif ternyata, kau tepat sekali memilih suami Dinda, hal sepele seperti itu saja langsung membuang kartu di ponsel ku gumam nya.


" iya memang nya kenapa " ucap Revan dengan gaya angkuhnya.


" ya tidak apa apa " jawab Dinda yang merasa ucapan sang suami sudah tak bisa di ganggu gugat.


" ya sudah " sahut Revan dengan enteng nya.


Sedangkan Adinda sedikit memutar kedua bola matanya malas, mendengar jawaban enteng Revan.


" Kak " panggil Dinda setelah itu.


" hem " jawab nya dengan deheman.


" kau sangat mencintai ku ya kak " tanya Dinda yang masih berada di pangkuan sang suami.


" biasa saja " jawab Revan yang mulai menurunkan tangan nya dari rambut bagian atas milik Dinda.


" apa biasa, tetapi kenapa kau posesif sekali padaku " ucap Dinda sedikit kesal dengan jawaban sang suami.


" karena kau istri ku sekarang "

__ADS_1


" apa hanya itu saja " tanya Dinda dengan bibir mengerucut.


" apalagi memang nya " ucap sekertaris Revan yang membuat Adinda sedikit sebal.


Dinda terdiam sejenak dengan bibir yang kembali sedikit me manyun.


Dia kumat lagi kan menyebalkan, kata kata nya selalu membuatku sebal kau ini kenapa sih, apa tuan Bima juga seperti dia ya gumam Adinda lagi.


" Jawaban mu ternyata tak sesuai ekspektasi ku, padahal aku berharap kau bilang karena kau sangat mencintaiku, ternyata yang dapat jawaban nya biasa saja " ucap Adinda terlihat lesu.


" apa sebuah jawaban itu penting, dari pada semua perhatian yang ke berikan padamu selama ini " jawab Revan yang membuat Adinda kembali terdiam memikirkan sesuatu.


Dinda kembali terdiam seperti seolah memikirkan sesuatu.


Ya memang benar, selama ini dia sangat perhatian padaku telaten mengurusi ku jauh sebelum aku mengetahui bahwa dia telah menyukai ku sejak pertama kali bertemu gumam nya.


Adinda bergumam dengan dirinya yang merasa sedikit tak enak sendiri dengan perkataan nya pada sang suami.


" Iya iya suami tampan aku tau kau sangat mencintaiku kan, tadi aku hanya basa basi saja" ucap Dinda kemudian yang merasa kini hatinya sedikit berbunga bunga.


" ya sudah ayo kita segera berangkat, katanya mau mencari makan aku akan menunggu mu kau lantai bawah " sahut Revan sambil mengacak pelan pucuk kepala Adinda dengan gemas.


Kini Adinda pun mulai turun dari pangkuan Revan kemudian segera bergegas menuju kamar mandi, sedangkan Revan sedikit tersenyum melihat sang istri yang langsung melenggang pergi meninggalkan dirinya ke arah kamar mandi mewah nya tersebut dengan pakaian pendek yang ia gantikan tadi.


Tatapan nya masih tertuju pada kepergian Adinda.


sekilas pikiran mesum nya kembali lewat.


tak salah aku memilih istri, body mu sangat bagus Dinda hehehe.... astaga pikiran gila ini datang lagi, ingat Van Dinda baru saja demam gara gara dirimu, tapi..... jika melihat nya dari belakang saja aku tak tega, apalagi sedari tadi dia berada di pangkuan ku aku benar benar tak kuasa jika memeluk nya saja gumam Revan.


Sesekali Revan menggeleng geleng kan kepalanya pelan, seolah mengusir pikiran nya yang kembali ingin bercinta dengan sang istri di saat yang tidak tepat.


Kemudian sekertaris Revan segera berdiri dari sofa untuk melangkahkan kakinya menuju bagasi untuk menunggu Adinda di dalam mobil sport baru pemberian atasan nya itu.


Berbeda dengan Adinda yang kini baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dengan segera dirinya langsung keluar dari dalam kamar sambil meraih tas kecil di meja rias nya.


Pasti dia sudah menunggu ku, aku harus cepat turun ke bawah sebelum mulut bawel nya menceramahi ku monolog Dinda.


Kemudian bergegas menuju keluar kamar untuk menyusul sang suami dengan langkah ceria sambil memakai pakaian pendek yang tak ia sadari.

__ADS_1


Ya Dinda memakai kaos lengan pendek dan celana pendek sampai paha, dan itu adalah ulah Revan sendiri yang sebelumnya memang mengganti baju Adinda yang sudah berlumuran darah saat tak sadarkan diri sebelum nya.


Dengan dirinya mengambil pakaian sekena nya di lemari pakaian pakaian.


Sesaat Dinda akhirnya sampai di lantai bawah dengan dirinya yang sedari tadi terlihat ceria saat keluar dari kamar sampai menuruni anak tangga sesekali menyanyi tak tentu arah alias ngawur, mungkin karena terlalu senang nya di ajak keluar oleh sang suami.


Padahal itu hal biasa diri nya di ajak keluar, entah lah kali ini seperti berbeda mungkin karena dirinya sering di hadap kan dengan kelakuan sang suami yang sering membuat nya malu sendiri itu dengan adegan adegan yang sedikit intim, maka dari itu saat ini Dinda merasa sedikit bebas walaupun hanya sebentar.


Langkah Dinda kini mulai mendekat ke arah bagasi mendekati arah mobil sport baru nya tersebut.


Kini Adinda sudah berada di samping pintu mobil yang tepatnya kaca di samping Revan.


kemudian sedikit membungkuk sambil mengetuk pelan kaca hitam mobil sport nya.


tok... tok... tok....


ketukan tangan Adinda kepada kaca mobil sambil mengembangkan senyum.


Sontak membuat Revan yang sedari tadi sibuk memanasi mesin mobil sport nya tersebut langsung menoleh ke arah samping jendela.


Mendapati sang istri yang tengah membungkuk di depan jendela mobil yang masih tertutup rapat sambil mengembangkan senyum, dan satu lagi yang membuat Revan sedikit terbelalak kaget dengan kelakuan Adinda yang ternyata masih memakai pakaian pendek yang ia pakaikan tadi sewaktu tak sadarkan diri di kamar.


Dinda, kau ini benar benar menguji kesabaran ku ya batin Revan.


Pria tampan itu sedikit mengela nafas nya panjang.


Dan mulai membuka sedikit pintu mobil.


Sontak saja membuat Adinda sedikit memundurkan tubuh nya ke belakang.


" Dinda " ucap Revan yang kembali merasa kesal tetapi suaranya di buat sesabar mungkin mengatasi kenakalan sang istri polos nya itu saat ini.


" apalagi ayo kita berangkat " ucap Dinda yang tak merasa bersalah, dan memang Adinda belum menyadarinya.


Astaga wajahnya masih terlihat menggemaskan sekali lagi, padahal dirinya bersalah gumam Revan.


Tanpa babibubebo sekertaris Revan pun langsung memikul tubuh Adinda bak karung beras, yang kemudian langsung ia bawa masuk kedalam rumah mewah nya tanpa berbicara lagi sepatah kata pun pada gadis yang kini tengah bergelantung di pundak nya dengan kepala Adinda berada di bawah.


" Akhh... " teriak Adinda yang sedikit kaget akan kelakuan sang suami

__ADS_1


__ADS_2