Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 14


__ADS_3

hari pun telah berganti dan di pagi ini Hendra akan segera berangkat keluar negri dan diantar oleh sekertaris Revan dan pak Tejo pun mengekor dibelakang tuanya membawakan tas ransel dan koper milik Hendra.


" Ma hendra berangkat sekarang ya doakan Hendra cepat sukses dan bisa memimpin perusahaan papa di sana, dan bisa mendirikan perusahaan sendiri yang memiliki anak cabang di mana mana bahkan se ASIA seperti kakak Ma " ucap Hendra panjang lebar kepada mama Alisya.


" iya sayang mama doakan kamu, pasti kamu bisa, kuliah yang benar ya jangan pacaran terus kamu ngerti "


" iya Ma Hendra mengerti, Hendra akan berusaha Ma supaya tidak mengecewakan kakak dan papa yang telah mendukung Hendra,oh iya Ma papa jadi pulang sekarang.


" ya sayang papa jadi pulang sekarang mungkin satu jam lagi sampai "


" tidak ketemu papa dong Ma "


'' kak aku berangkat dulu, terima kasih kakak sudah memberi aku fasilitas lengkap di sana " ucap Hendra merasa bangga kepada kakaknya.


" ya berangkatlah, belajar yang benar kau mengerti " sahut Bima dengan dengan gaya angkuhnya padahal dalam hatinya dia sangat menyayangi adiknya itu.


" iya iya kak tenang saja, ya sudah Hendra berangkat dulu "


sekertaris Revan pun membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya


cek klek


bunyi pintu mobil yang dibuka sekertaris Revan


" silahkan tuan muda "


" Terima kasih sekertaris Revan " jawab Hendra dengan sopan.


maaf Za aku tidak bisa penuhi janji aku ke kamu datang ke wisuda sekolah hari ini, aku akan mencari mu setelah aku kembali dengan kesuksesanku Za dan mengajakmu menikah gumam Hendra dalam hatinya.


kendaraan yang di tumpangi Hendra pun akhirnya kini melaju menuju bandara dan mulai menghilang dari pekarangan mansion.


kini mama Alisya dan Bima pun kembali memasuki mansion serta pak Tejo yang mengikuti mereka dari belakang.


" Bima mama mau bicara sama kamu nak "


" bicaralah sekarang Ma karena aku tidak banyak waktu, di perusahaan banyak hal yang harus kerjakan "


" sebaiknya kamu sekarang jangan kekantor nak karena ada hal yang lebih penting yang mama mau tunjukkan sama kamu


" baiklah karena ibu negara yang meminta aku akan di rumah seharian apa sudah puas "


" pintar anak mama " ucap mama Alisya yang begitu merasa puas dengan jawaban anaknya


" memangnya hal apa yang akan mama tunjukkan kepadaku jangan bercanda " Bima berbicara sedikit kesal karena merasa di permainkan oleh ibunya sendiri.


" siapa yang bercanda tunggulah papa kamu datang baru kamu akan tau " ucap mama Alisya yang menambah Bima menjadi penasaran.


1 jam kemudian


sebuah suara mobil yang memasuki pekarangan mansion sekertaris Revan keluar dari dalam mobil dan segera membukakan pintu penumpang bagian belakang


cek klek


" silahkan tuan Brandon " ucap sekertaris Revan seperti biasa tuanya tak pernah berniat untuk membalasnya tetapi itu adalah sesuatu yang sudah biasa, Brandon pun melangkah kan kakinya memasuki mansion dan pak Tejo berlari menghampiri tuan Brandon dan membawakan koper kemudian mengikuti langkah tuanya dari belakang bersama sekertaris Revan., Mama Alisya yang melihat kedatangan suaminya pun ikut menyambutnya yang tak lain adalah Brandon Sinaga.


" papa sudah sampai ternyata " ucap mama Alisya kepada suaminya.

__ADS_1


" iya Ma sekarang dimana Bima " tanya papa Brandon


" selamat datang Pa bagaimana perjalanannya " sapa Bima kepada papa Brandon yang baru saja pulang itu.


" Oh ini dia anak papa yang tampan, apa kamu sudah siap nak " ucap papa Brandon yang tak menghiraukan ucapan anaknya.


" maksud papa " tanya Bima yang semakin penasaran.


" Ma beri anak kita sedikit bocoran "


" baiklah karena papa yang minta mama akan sedikit kasih bocoran sama kamu sayang, sebenarnya mama akan menjodohkan kamu sama anak teman mama " bima yang mendengarkannya pun kaget dengan ucapan mamanya itu.


" apa mama bilang, jangan bercanda itu bukan lelucon " jawab Bima dengan nada dingin


" mama tidak bercanda ya kan Pa " mama Alisya berbicara sambil melirik ke arah suaminya.


" ya kami tidak bercanda sekarang, sudah waktunya kamu menikah nak "


" tapi Pa "


" tidak ada tapi tapian papa tidak menerima penolakan "


" Pa Ma dengarkan aku, aku sudah mempunyai seseorang gadis yang aku sukai, dan sebentar lagi aku akan memperkenalkan dia kepada kalian tunggulah sebentar beri aku waktu "


" cukup Bima dari dulu kamu selalu seperti itu, kamu adalah anak mama yang paling tampan di gilai para wanita di luaran sana tapi tidak satu pun yang cocok sama mama meskipun mereka cantik,kamu tidak ingin mama sama papa kamu bahagia hemm jawab mama sekarang " ucap mama Alisya sambil berpura-pura menangis di depan anaknya.


" bukan begitu maksud Bima Ma, Bima menyukai gadis itu sejak Bima pertama kali melihatnya Ma dia gadis yang baik percayalah padaku "


" papa dan mama tetap tidak menerima penolakan,sekarang cepat kamu siap - siap kita akan segera berangkat menemui mertua dan calon istri kamu "


" baiklah aku akan bersiap-siap " jawab Bima kepada kedua orang tuanya, kemudian Bima melangkahkan kakinya menaiki tangga dan memasuki kamarnya untuk bersiap-siap.


" sekertaris Revan sekarang kau ambil alih semua urusan di perusahaan "


'' baiklah tuan saya pamit undur diri dan kembali ke perusahaan " sekertaris Revan pun membalikkan badannya dan kemudian keluar dari mansion dan mobil yang ditumpangi sekertaris Revan saat ini pun telah menghilang di pekarangan mansion.


Masih di dalam mansion besar bak istana itu kini tuan muda itu pun sudah siap untuk berangkat menemui calon istrinya entah apa yang ada di pikirannya saat ini.


" Bima kamu sudah siap nak " tanya mama Alisya


" ya Ma aku sudah siap " jawab Bima


" bagus sekarang kita berangkat "


sedangkan di dalam mobil yang mereka tumpangi saat ini hanya ada keheningan,Bima sibuk dengan pikirannya sendiri sedangkan mama alisya tersenyum di sepanjang jalan membayangkan anaknya yang akan menikah dengan calon menantu kesayangannya itu.


dan mama Alisya pun memulai pembicaraan di dalam kendaraan mewah itu.


" kamu belum tau gadis yang mama jodohkan sama kamu dia sangat cantik nak, dia suka dengan anak-anak kecil sewaktu di panti mama melihatnya sendiri dia juga sangat polos sayang namanya Zahra,sontak nama itu membuat Bima langsung kaget,


" siapa tadi namanya Ma "


" Zahra nak "


mungkin itu hanya sebuah kebetulan saja ucap Bima dengan suara yang sangat pelan tapi masih terdengar jelas di telinga mama Alisya,


tak beberapa lama mobil yang ditumpangi mereka pun akhirnya sampai di area rumah sakit tempat ayah Zahra dirawat.

__ADS_1


" Ma kenapa kita ke rumah sakit apa mama ada keperluan dengan dokter Toni " tanya Bima


" tidak sayang sudah kamu ikuti mama saja ayo Pa, seluruh pelayan rumah sakit pun serentak menundukkan kepala sebagai penyambutan kepada pemilik rumah sakit itu yang tak lain adalah tuan Bima anak dari Brandon Sinaga "


"selamat siang nyonya tuan"


ucap para dokter kepada pemilik rumah sakit yang tak lain adalah tuan Bima mereka melangkahkan kakinya menuju ruangan pak Anwar


cek lek


pintu ruangan pun dibuka oleh mama Alisya


" selamat siang bu Fatma " ucap mama Alisya yang memasuki ruangan, dan di ikuti suaminya dan juga putranya Bima.


" siang nyonya Alisya " jawab bu Fatma.


" bagaimana keadaan pak Anwar saat ini bu "


" belum sadar nyonya mungkin ini masih pengaruh obat " jawab bu Fatma kepada calon besannya itu.


" semoga keadaanya tambah membaik ya bu, oh ya bu perkenalkan ini suami saya bu dan ini putra saya bima "


bu Fatma tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepada kedua laki-laki didepannya itu,


" Zahra masih keluar sebentar nyonya "


cek lek


suara pintu ruangan pak anwar di buka dari luar


" assalamu'alaikum " ucap Zahra


" waalaikum salam " ucap semua orang yang ada didalam ruangan pak Anwar, dan begitu terkejutnya Bima karena gadis yang di jodohkan dengannya itu adalah Zahra gadis yang selama ini selalu ada di pikirannya.


Zahra apakah semua ini nyata gumam Bima dalam hatinya.


Bima masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


" Zahra sini sayang " ucap mama Alisya


" ya nyonya " jawab Zahra sambil menundukkan kepalanya.


" loh kok panggil nyonya lagi sih sayang " ucap mama Alisya lagi.


" maaf Ma Zahra lupa " ucap Zahra sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Zahra sayang kenalkan ini papa Brandon dan di sebelah mama ini calon suami kamu sayang "


" saya Zahra tuan ucap Zahra sambil tersenyum menyalami tangan tuan Brandon.


" jangan panggil tuan nak panggil saja aku papa Brandon karena sebentar lagi kamu jadi menantu mama sama papa,kamu sangat cantik nak pantas saja mama menginginkan kamu untuk jadi menantunya saat ini"


" terima kasih Pa" jawab Zahra sambil malu - malu.


kemudian Zahra sekilas melihat kearah calon suaminya itu dan Zahra mengulurkan tangannya kepada Bima.


apakah aku memang harus segera menikah,apakah mungkin aku sudah siap,

__ADS_1


apakah dia benar-benar calon suamiku gumam Zahra .


__ADS_2