
" sayang ayo berangkat, aku sedari tadi mencari mu ternyata kau sini "
" Zahra ikut aku ke kamar "
" sayang kenapa ke kamar, apa kita tidak jadi pergi ke kantor mu "
Bima tak menjawab dan terus saja melangkahkan kakinya menaiki anak tangga dan menuju arah kamarnya, kemudian membuka pintu kamar dan mulai masuk ke sana dan di ikuti Zahra di belakangnya.
kemudian beberapa saat tiba tiba hening.
" sayang kenapa ke kamar apa tidak jadi ke kantor mu "
Bima sebenarnya sedikit emosi karena fikiran nya saat ini menganggap Zahra membantah perintahnya kerena di larangnya bermake-up, tetapi saat ini Zahra kembali memakai make up meskipun bisa di bilang make up nya sangat tipis.
" hapus make up mu, Zahra "
" sayang aku tidak mau "
" hapus sekarang kataku "
" aku ingin terlihat cantik sedikit saja, di depan karyawan mu supaya mereka tau kalau aku ini istrimu sayang "
" aku tidak membutuhkan itu semua Zahra "
" ya sudah aku akan menghapusnya "
kemudian Zahra melangkah ke arah meja riasnya kemudian mengambil tisu basah, dan menghapus semua riasan tipisnya itu.
dan setelah itu kembali ke arah Bima dengan menunjukkan wajahnya yang saat ini sudah polos tanpa make up.
" aku sudah menghapusnya, apa kau sudah puas "
kemudian Zahra melangkahkan kakinya dengan cara menghentak hentakan kakinya dan meninggalkan Bima sendirian di kamar.
sedangkan Bima tersenyum melihat tingkah istrinya itu, Bima tau kalau Zahra saat ini merasa kesal padanya tetapi Bima membiarkan itu semua.
dan saat ini Zahra tengah menuruni anak tangga dan di ikuti Bima di belakangnya.
Bima terus saja tersenyum sedangkan Zahra kini hanya diam tak berniat mengeluarkan satu kata pun untuk suaminya.
sampai di lantai bawah Zahra tak berniat berbelok ke arah meja makan.
sedangkan pak Tejo tengah memangil nona mudanya yang baru saja melewati meja makan itu.
" nona nona tunggu anda tidak sarapan dulu " tanya pak Tejo kepada Zahra.
" tidak pak Tejo, aku sedang diet " jawab Zahra asal asalan.
tumben sekali nona Zahra diet batin pak Tejo.
__ADS_1
kemudian pak Tejo melihat kebelakang ada tuan muda nya yang baru saja melewatinya dan pak Tejo kembali menanyai atasannya itu.
" tuan tuan apa anda tidak sarapan dulu "
" tidak pak Tejo, aku sedang tidak enak makan "
sedangkan Bima yang terus saja mengikuti langkah istrinya itu sambil menjawab perkataan pak Tejo dengan asal asalan.
ada apa dengan kedua atasannya itu pagi ini tidak seperti biasanya batin pak Tejo.
dan sesampainya di luar mansion Zahra langsung masuk ke dalam mobil yang telah di bukakan oleh sekertaris Revan.
" selamat pagi nona "
" hem "
sekertaris Revan terdiam sejenak tumben sekali nona mudanya cuek seperti itu biasanya tersenyum ramah kepadanya, dan juga wajah nona mudanya sekarang sudah polos tanpa make up sedikitpun.
ah ya aku tau pasti ini gara gara make up, yah benar pasti gara gara tuan muda yang sangat posesif itu gumam sekertaris Revan dalam hati.
beberapa saat kemudian di susul oleh tuan mudanya yang baru saja akan memasuki mobil.
" selamat pagi tuan "
" pagi Van "
ucap Bima dengan sedikit tersenyum kemudian segera masuk ke dalam mobil yang telah dibukakan oleh sekertaris Revan itu.
setelah lama bergumam sekertaris Revan segera mengitari mobil mewah itu, kemudian segera masuk ke dalam kursi kemudi, dan mulai menghidupkan mesin mobil tersebut dan mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan pekarangan mansion.
di tengah perjalanan
keduanya tetap terdiam
Zahra menghadap ke arah pintu luar jendela mobil,
sedangkan Bima sedari tadi sesekali melirik ke arah istrinya sebenarnya dirinya tidak tega membiarkan Zahra seperti itu.
kemudian Bima mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada sekertaris Revan.
dan saat ini Bima akan menunjukkan kepada semua karyawan nya bahwa Zahra adalah istrinya setelah dirinya telah sampai di kantor nanti.
sedangkan sedari tadi sekertaris Revan memandangi kaca spion yang berada di atas kepalanya itu.
memandangi ke dua atasannya itu yang saling diam, dan tak berniat berbicara satu sama lain.
dan setelah itu ponselnya berbunyi
tring
__ADS_1
tring
menandakan pesan masuk ke dalam ponselnya.
dan sekertaris Revan mulai mengambil ponselnya yang berada di dalam saku jasnya.
dan melihat layar ponselnya ada satu pesan masuk yaitu dari tuan mudanya.
kemudian sekertaris Revan mulai membukanya
beritahu seluruh karyawan aku akan membawa istriku ke perusahaan, dan suruh mereka menyambut kedatangan ku dengan Zahra, agar Zahra bahagia karena aku mengakui nya sebagai istri ku dan bukan karena polesan make up nya.
begitulah kira kira isi pesan dari Bima kepada sekertaris Revan.
dan sekertaris Revan mulai mengetik pesan untuk di kirimkan nya ke grup whatsapp para petinggi perusahaan yang di naungi sekertaris Revan di atasnya.
dan grup di dalamnya pun heboh setelah sekertaris Revan mengirimkan suatu pesan di sana.
kemudian sekertaris Revan tersenyum.
lihat saja sampai kapan nona Zahra akan betah membiarkan tuan muda seperti itu, dan benar kan dugaan ku pasti semua ini gara gara make up, sampai seperti itukah cintamu kepada nona Zahra tuan gumam sekertaris Revan dalam hati setelah mendapatkan pesan dari atasannya itu.
dan beberapa saat kemudian
kini mobil mewah yang mereka tumpangi telah sampai di depan gedung pencakar langit milik Bima.
sedangkan Zahra tetap terdiam,
tetapi di dalam hatinya kini mulai bertanya tanya sekaya apa suaminya itu sebenarnya batinnya saat ini.
karena ini pertama kali Zahra di ajak ke perusahaan pencakar langit milik suami konglomerat nya itu.
dan sekertaris Revan kini mulai membuka pintu untuk tuan mudanya itu dan di belakangnya di ikuti oleh Zahra yang tetap terdiam sejak tadi.
sedangkan di dalam perusahaan kini tengah heboh, banyak yang penasaran dengan istri dari tuan mudanya itu, karena mereka hanya mendengar desas desus kalau tuan mudanya sudah menikah dan mereka hanya mendengar dari telinga satu ke telinga lainya.
dan seluruh karyawan kini mulai berbaris sangat rapi untuk menyambut kedatangan tuan mudanya itu bersama istrinya.
sedangkan Zahra seketika mendongakkan kepalanya setelah keluar dari dalam mobil mewah tersebut.
astaga kenapa banyak sekali yang menyambut ku seperti ini, ini semua di luar dugaan ku, sebenarnya seberapa kaya suamiku ini, sepertinya aku harus mencari taunya gumam Zahra dalam hati.
sedangkan Bima yang sedari tadi menunggu istrinya keluar dari dalam mobil itu kemudian tersenyum.
melihat istrinya yang saat ini sedang memandangnya seperti sorot kebingungan itu.
" ayo sayang " ucapnya setelah Zahra kelurahan dari dalam mobil tersebut.
dengan tiba-tiba Bima langsung menarik pinggang Zahra dalam dekapannya dengan begitu posesif nya kemudian berjalan melewati para karyawan yang sedari tadi berbaris rapi untuk menyambutnya itu sedangkan sekertaris Revan mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
dan kini para karyawan tengah sibuk memandangi kedua atasannya itu yang sedang melewatinya.
dan mulai berbisik bisik di sana sini.