Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
gara gara rem


__ADS_3

Perjalanan pulang setelah dari kota A.


Barra dan Sheina yang sedari tadi duduk bersama di kursi belakang penumpang.


Keduanya memang kali ini memakai sopir pribadi, karena jarak perusahaan menuju Kota A lumayan jauh membutuhkan waktu tiga jam setengah untuk sampai di sana , Sheina tak mau ambil resiko takut sang sekertaris merasa kelelahan dan sampai mengantuk menyetir mobil di jalanan yang padat kendaraan itu.


Keduanya saling diam sedari tadi mulai berangkat sampai kembali pulang menuju kota nya, Sheina yang terus menoleh ke arah jendela samping mobil sedangkan Barra tetap fokus memandang ke arah depan.


Setengah jam perjalan dari kita A.


Keduanya masih hening begitu juga sang sopir yang tak berani mengeluarkan sepatah kata pun pada kedua atasan nya yang seperti nya terlihat dari raut wajah nya tak bersahabat.


Sesaat karena merasa mengantuk akibat angin luar yang menyapu separuh tubuh nya karena terlalu lama menoleh ke arah samping jendela mobil, Sheina berniat menegakkan tubuh nya dan perlahan kedua mata nya mulai terpejam.


Gadis itu kali ini benar-benar tertidur pulas.


Seperempat jam kepala Sheina mulai oleng dan menyender di pundak Barra.


Seketika Barra langsung menoleh ke arah gadis yang sudah tertidur lelap tersebut.


Barra menggelengkan kepalanya pelan, dan membiarkan Sheina tetap menyender di pundak nya.


beberapa saat kepala Sheina kembali oleng dan terjatuh di kedua paha milik Barra.


Sontak saja membuat pria tampan itu kembali syok oleh kelakuan Sheina yang sedikit ceroboh itu.


Gadis ini benar-benar, harus apa aku sekarang apa aku harus membiarkan dia berpangku di kedua pahaku, atau membangunkan nya gumam Barra yang merasa mulai sedikit kebingungan.


detik jam terus berputar.


Sheina tak kunjung bangun malah mengigau.


Pa aku lelah, aku mohon kembalikan semua fasilitas ku, bukan kah aku putri kesayangan mu. igau Sheina.


Manja sekali, pantas saja selalu mengeluh, bagaimana bisa menjadi penerus perusahaan gumam Barra.


Tak lama setelah Sheina mengigau Barra yang merasa kaki nya mulai kesemutan kini dirinya berniat membenarkan posisi kepala Sheina yang masih berada di kedua paha nya.


Barra sedikit membungkuk membenarkan posisi kepala Sheina dengan begitu pelan.


Perlahan pria itu membenarkan nya.


Dengan tiba tiba rem mobil begitu mendadak di injak oleh sang sopir.


CITT.......


DUGHH.....

__ADS_1


suara bagian ujung kepala Barra yang sedikit terbentur kursi supir bagian depan.


Sedangkan bibir nya kini menempel sempurna di bibir mungil milik Sheina, gadis yang masih setia memejamkan ke-dua matanya di bawah wajah Barra.


Sekilas membuat Barra yang berada di kursi penumpang belakang tak bergerak sama sekali akibat injakan rem mengejutkan itu.


Kini pria tampan itu seolah membisu diam seribu bahasa ia tak tau apa yang ia rasakan di dalam hati nya,


perlahan Barra mulai membenarkan posisi duduk nya seperti semula menyandarkan bagian kepala nya di kursi belakang.


Pria itu tetap terdiam dengan pikiran yang mulai kemana mana akibat bibir nya yang tak sengaja menempel pada bibir Sheina.


" maaf tuan tadi ada kucing tiba tiba menyebrang di depan saya, maka dari itu saya mengerem mendadak " ucap supir mengagetkan Barra yang mulai melamun.


" tak masalah lain kali hati hati " jawab Barra yang berusaha terlihat biasa saja di depan sang sopir dengan wajah datar nya.


" iya tuan "


Karena dari arah bagian depan sang sopir juga tak bisa melihat jelas apa yang terjadi di kursi bagian belakang antara kedua nya tadi.


Sopir kembali menancapkan pedal gas nya, sedangkan Barra kembali sibuk dengan pikiran nya gara gara ciuman bibir yang tak sengaja itu.


Sesaat Barra kembali melihat ke arah bawah, menatap sekilas wajah cantik Sheina kemudian beralih menatap bibir mungil berwarna pink alami tersebut yang baru saja ia cium nya.


Setelah itu kembali mendongakkan kepalanya sambil memegangi bibir nya bagian bawah.


Baru saja aku mencium bibirnya, ya aku menciumnya tapi semua itu terjadi sangat cepat dan tiba tiba bukan salah ku kan, dada ku kenapa ada rasa yang aneh seperti ini gumam Barra.


sambil tersenyum nakalnya.


Beberapa saat setelah kejadian ciuman tak sengaja itu.


Sheina mulai membuka kedua matanya perlahan, setelah itu langsung membenarkan posisi nya seperti semula.


Berbeda dengan Barra yang hanya menatap nya kaku..


" maaf " ucap Sheina terdengar sangat canggung.


" tak masalah nona, untung saja kau tak sampai membuat peta dunia di celana kerja ku " sahut Barra sedikit meledek gadis yang tengah duduk di samping nya


Sheina menatap kesal pada Barra atas sindiran nya tadi.


" kau mengejek ku heh " ucap Sheina yang berusaha membenarkan posisi duduk nya dengan benar.


" tidak mana berani saya mengejek anda " jawab Barra dengan raut wajah seperti biasa yaitu sedatar jalanan aspal. 😂😂


Sheina tak berniat menjawab hanya menahan kekesalan nya saja pada pria tampan di samping nya saat ini.

__ADS_1


Keadaan kembali hening.


Beberapa saat Barra kembali memulai pembicaraan.


" nona selanjutnya jadwal anda nanti malam pukul setengah tujuh kita di undang makan malam bersama oleh salah satu kolega bisnis tuan di restoran" jelas Barra dengan sikap profesional nya dalam bekerja.


" apa kolega bisnis papa satu ini sangat penting " tanya Sheina sambil menyilang kan kedua tangan nya di dada.


" ya nona sangat penting " jawab tegas Barra.


" ya baiklah kalau begitu "


********


Mobil mulai memasuki pekarangan mansion Sinaga.


JEG... GLEK....


" Silahkan nona " ucap Barra yang baru saja membukakan pintu mobil untuk sang atasan.


Sheina tak menjawab, gadis itu segera memasuki mansion dengan langkah cepat.


" nona ingat...sebentar lagi saya jemput anda" teriak Barra karena langkah Sheina sudah mulai menjauh.


Seketika langkah Sheina terhenti.


kemudian membalikkan tubuh nya menghadap Barra dengan kedua tangan nya mengepal kemudian sebelah kaki nya ia hentakkan ke lantai karena sangat kesal pada sang sekertaris.


" I Y A aku masih ingat, puas kau " Teriak


Sheina.


Setelah itu ia kembali membalikkan tubuh dan melanjutkan langkah nya.


selalu menyebalkan... sudah berapa kali dia mengingat kan aku, memang nya aku anak kecil apa gerutu Sheina dengan langkah cepat untuk sampai di dalam mansion nya.


Sedangkan Barra merasa biasa biasa saja bahkan wajah nya tetap datar tanpa ekspresi.


Dasar gadis bar bar ucapnya dengan nada pelan.


kemudian segera masuk ke dalam mobil untuk kembali pulang ke kediaman nya.


******


06.15


Mansion.

__ADS_1


Zahra mulai memanggil sang putri untuk segera turun ke lantai bawah, karena makan malam akan segera di mulai.


Tetapi sepertinya Zahra urungkan niat nya, karena ia telah mendapati Sheina sang putri kesayangan mulai menuruni anak tangga dengan pakaian anggun, gaun selutut berwarna peach dengan rambut bergelombang nya ia biarkan terurai, serta wajah nya yang sedikit dengan polesan make up tipisnya.


__ADS_2