
apa yang harus aku lakukan sekarang, aku harus mencari cara agar bisa kabur darinya, ah iya aku tau gumam Sheina.
Seolah mendapatkan sebuah ide di otaknya.
" AKHHH.... perut ku, perutku sakit " rintih Sheina sambil kedua tangannya memegangi perut,
yang sontak saja membuat Barra panik seketika.
" Shei kau kenapa heh " ucap Barra dengan raut wajah yang sedari tadi menunjukkan ekspresi seperti pria yang di penuhi nafsu kini berubah menjadi raut wajah yang begitu sangat khawatir atas apa yang Sheina alami di hadapan nya saat ini.
" perutku tiba tiba sakit Bar, buatkan aku teh hangat cepat "
" kau tidak membodohi ku kan Shei "
" masih sempat sempat nya kau berpikir seperti itu padaku Barra,
" AKHH... sakit " lagi lagi gadis itu kembali merintih
" ah iya maaf, aku akan segera membuat kan mu teh hangat tunggu di sini jangan kemana mana "
" iya cepat Bar, ini sangat sakit " sahut Sheina
Kemudian perlahan Barra memapah tubuh Sheina ke arah sofa dan mendudukkan nya di sana.
Setelah itu ia segera menuju ke arah dapur dengan langkah cepat nya, sedangkan Sheina mulai clingak clinguk di rasa rencana nya sudah berhasil.
" dia sudah berada di dapur, sepertinya rencana ku berhasil, aku harus segera naik ke lantai atas, kenapa aku merasa sangat bahagia ya sudah mengerjai nya, besok besok aku akan sering mengerjai nya lagi hehehe..."
Sheina kembali clingak clinguk di rasa aman ia segera berlari menaiki anak tangga menuju lantai atas kamar nya.
*
Berbeda dengan Barra yang baru saja selesai membuat teh hangat , ia segera melangkah menuju ruang tamu sambil mengaduk aduk teh hangatnya tanpa menatap ke amarah sofa sedikitpun.
" Sheina ini teh hangat yang kau.... '' ucap Barra terhenti ketika kedua matanya sudah tak mendapati keberadaan Sheina di sana.
Oh ternyata sekarang kau ingin bermain dengan ku ok baiklah kau yang meminta nya, mari kita bermain main sayang, aku akan membuat mu jatuh cinta padaku dengan bagaimana pun caranya monolog Barra.
dengan seringai tipis yang keluar dari sudut bibir nya.
__ADS_1
*
*
Pagi menjelang
Sheina masih memejamkan kedua matanya karena ia rasa pagi ini begitu dingin tak seperti biasanya.
Beberapa saat
Sheina perlahan mulai memaksakan untuk membuka kedua mata nya karena di rasa ada sesuatu yang menindih di bagian perut miliknya yang membuat nya tak nyaman.
Pandangan nya kini tertuju pada sebuah tangan berotot yang tengah melingkar di perut rata nya.
Seketika Sheina langsung berteriak, sambil menoleh ke arah samping dimana Barra masih memejamkan kedua mata nya dengan sangat nyaman dan tenang seolah tak ada apa apa.
" AKHHHH........ " teriak Sheina yang seolah terkejut akan keberadaan pria di samping itu pagi ini.
Sesaat Sheina langsung menghempaskan pergelangan tangan Barra dari atas perut nya.
" Shei kecilkan suara mu kau sangat berisik sekali "
Enteng sekali perkataan nya seolah tak terjadi apapun, kau benar benar menyebalkan sekali Bar , kenapa kau jadi bertambah seperti ini sih gumam Sheina.
Sedangkan Barra masih tiduran dengan santai nya di samping Sheina yang terlihat kesal pada nya itu.
" aku memakai kunci duplikat "
" terus untuk apa kau masuk ke kamar ku heh, bukan nya kamar mu di sebelah "
" tadinya aku ingin mengantarkan teh hangat mu tapi pintu kamar kau kunci ya sudah aku mencari duplikat nya, itu teh nya di atas meja rias "
hehehe... mau saja di bodohi, siapa suruh membodohi ku duluan, aku tau tadi malam kau hanya berpura-pura Shei supaya aku melepaskan mu gumam Barra.
" apa iya " tanya Sheina dengan pikiran nya yang sedikit tak percaya pada penjelasan Barra.
" hem "
" ya sudah keluar sana " usir Sheina masih dengan raut wajah kesal nya.
__ADS_1
" tidak aku tidak mau " kekeh Barra dengan tingkahnya yang terlihat santai duduk di atas ranjang.
" B A R R A " ucap Sheina seolah mengingatkan
" Ya baiklah aku akan keluar, dan kau bersiap siaplah pagi ini aku akan mengajakmu jalan jalan "
Tring....
Tring....
Sebuah dering ponsel menghentikan pembicaraan keduanya.
Sheina langsung menoleh ke arah nakas dan meraih benda pipih nya di sana.
Ia mulai tersenyum ketika mendapati sebuah pesan masuk di ponsel pintar miliknya.
Berbeda dengan Barra yang sudah mengetahui akan maksud senyuman dari bibir Sheina.
Pesan itu pasti dari Earth, aku benci sekali melihat senyuman itu untuk pria lain gumam Barra.
yang mulai di kuasai rasa cemburu.
" ah ya Bar maaf aku tidak bisa keluar dengan mu aku ada janji dengan Earth "
" bukan kah aku sudah bilang tinggalkan pria itu "
" aku mencintai nya, dan aku tidak ingin meninggalkan nya sudah jelas, sekarang keluar dari kamar ku cepat aku ingin mandi "
" ya baiklah aku akan keluar "
Lihat saja nanti hehehe... gumam Barra lagi.
Dengan segera pria itu keluar dari kamar Sheina dengan seringai tipis di bibir nya,
beda dengan Sheina yang tengah menuju ke arah kamar mandi sambil senyum tak jelas berputar putar seperti gadis yang tengah berbunga bunga.
BRAKKK
bunyi hempasan pintu kamar Sheina yang di tutup dengan sangat keras oleh Barra.
__ADS_1
" AKHH... " teriak Sheina karena terkejut akan suara pintu yang nyaring itu.
" Dasar pria gila " teriaknya kemudian segera masuk ke dalam kamar mandi.