Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 108


__ADS_3

keesokan harinya.


06.00 wib


Bima baru saja membuka kedua matanya, dilihatnya sisi kanan kirinya kosong dan dirinya baru teringat kalau dirinya tertidur di kamar sebelah yang jarang di pakai itu.


kemudian Bima segera bangun dari ranjang empuk nya dan mencuci muka di kamar mandi mewah tersebut.


setelah sudah selesai, kini dirinya melangkah menuju kamar pribadinya bersama sang istri.


Bima mulai membuka handel pintu kamar perlahan, menampilkan di atas ranjang yang sudah kosong di sana.


kemana istrinya pergi pikir Bima.


kemudian dirinya perlahan masuk ke dalam dengan langkah yang sangat pelan.


Bima melihat ke arah kamar mandi dengan pintu yang terbuka di sana, di lihatnya sang istri berada di dalam bathub sambil memainkan busa di sana dengan cerianya seperti anak kecil.


Bima yang melihat istrinya dari pintu kamar mandi yang terbuka itu langsung tersenyum memandangi sang istri dari kejauhan.


" sayang " panggil Bima dengan senyuman mengembang.


sontak Zahra pun langsung menoleh ke arah sangat punya suara.


" sayang... jangan kesini keluarlah aku uu.. uu...uueekkkk.. uueekkkk "


" sayang kau hanya... "


" berhenti di situ saya.... "


uuu...uuu...eeekkkkk....


" iya baiklah, baiklah, .. aku akan segera pergi " ucap Bima kemudian berniat melangkah keluar dari dalam kamar pribadinya itu, karena keinginan sangat istri.


" SAYAAAAAANGGGGG.... " teriak Zahra dari dalam kamar mandi memanggil sang suami yang sedang melangkah keluar dengan langkah gontai nya itu.


sedangkan Bima merasa bahagia karena sang istri teriak teriak memanggil dirinya dari dalam kamar mandi mewahnya tersebut, Bima berharap kalau sang istri mengajaknya mandi bersama di dalam bathtub super besar itu.


kemudian lelaki tampan itu membalikkan tubuhnya untuk kembali ke dalam kamar mandi menghampiri sang istri.


" IYA SAYANG AKU DATANG " jawab Bima seperti seorang yang sangat kegirangan saat ini sambil melangkah ke arah kamar mandi.

__ADS_1


" ada apa sayang " ucap Bima setelah dirinya sampai di depan pintu kamar mandi yang tengah terbuka sedari tadi itu.


" sayang jangan kemari aku ingin muntah, berhentilah di depan pintu itu " ucap Zahra tiba tiba ketika menoleh ke arah sang suami yang akan segera masuk ke dalam kamar mandi.


" terus untuk apa kau memanggil ku sayang, hah " jawab Bima yang merasa mulai kesal kepada Zahra.


" maksud ku tadi aku memanggilmu, sekalian bawa anak kucing itu keluar dari kamar, aku geli melihatnya, aku jijik sayang, cepat bawa keluar" jelas Zahra kepada sang suami.


" hah... jadi hanya itu " ucap Bima sambil membuang nafas.


Padahal anak kucing ini selama ini kesayangannya,.. kenapa sekarang Zahra begitu tidak menginginkannya, tapi sih tidak apa apa Zahra sudah tak menginginkannya lagi, ternyata sampai sini istriku menyukaimu anak kucing hahaha.... maaf aku akan menendang mu keluar dari mansion ku gumam Bima dalam hati.


" he.. em " jawab Zahra polos dan terlihat santai sambil menganggukkan kepalanya pelan, membuat lelaki tampan yang di sana merasa sangat gemas sekali melihatnya tetapi sayang dirinya tak bisa mendekati sang istri.


" ya... baiklah, aku akan membawa nya keluar dari kamar " sahut Bima santai tapi dirinya merasa sangat malas sekali seperti nya.


setelah itu lelaki tampan itu kembali berbalik arah menuju ke luar kamar untuk ke dua kalinya, dengan langkah yang lesu.


Sambil mengangkat kandang kecil berisikan anak kucing berwarna putih yang masih setia tidur di dalamnya tersebut.


tidur saja yang lama, istriku sudah tak menginginkan dirimu lagi anak kucing monolog Bima sambil memandang ke arah anak kucing yang berada di dalam kandang kecil tersebut.


setelah sampai nya di luar kamar, Bima langsung membawa kandang beserta kucing yang pernah menjadi kesayangan istrinya tersebut ke lantai bawah.


" pak Tejo " panggil Bima yang baru saja sampai di lantai bawah tersebut.


" iya tuan " jawab pak Tejo yang sesekali menundukkan kepalanya itu.


" buang kucing ini keluar mansion kalau perlu yang jauh " ucap Bima memeberi perintah kepada pria paruh baya yang berada di hadapannya.


" maaf tuan bukankah itu kesayangan nona Zahra " tanya pak Tejo kepada tuan mudanya.


" ya memang, tapi itu kemarin pak, sejak hamil dia geli melihat kucing ini, sekarang cepatlah buang " ucap Bima kemudian segera menyuruh pak Tejo membuangnya jauh jauh dari mansion.


" baik tuan, kalau begitu " jawab pak Tejo yang baru saja akan melangkahkan kakinya ke luar tetapi terhenti oleh kata kata Bima.


" oh iya Pak Tejo, setelah kau selesai membuangnya cuci tanganmu hingga bersih, kemudian bawakan Zahra sarapan pagi ke kamarnya kau mengerti "


perintah Bima lagi karena takut istri nya kenapa napa, dan segera menyuruh pak Tejo membawakan istri nya sarapan pagi supaya sang istri tak perlu capek capek menuju lantai bawah.


" baik tuan kalau begitu " jawab pak Tejo.

__ADS_1


kemudian Bima pun memberikan kandang beserta anak kucing itu kepada pak Tejo untuk segera di bawanya keluar mansion.


Sedangkan Bima tersenyum meskipun dirinya tadi merasa lesu ketika sang istri tak berniat mengajaknya berendam dalam Bathtub, karena merasa hewan peliharaan istrinya yang selama ini sangat di sayangi nya itu telah di buang jauh dari mansion.


Sekarang anak kucing itu sudah aman, jadi perhatian Zahra sudah tak ada lagi untuk kucing sialan itu, ya meskipun itu hadiah dariku sih,


emmm....sebaiknya aku ganti saja dengan yang lain, apa ya sebaiknya aku belikan kalung berlian saja tapi dengan model yang simpel pasti dia sangat menyukainya dia kan tidak suka yang terlihat waw.. ... hem... memang benar benar istriku ini beda dari wanita lain,pantas saja aku sampai tergila gila padanya hahaha......,


biarkan saja meskipun sekarang dia tidak mau dekat denganku, kan sebentar lagi mama datang pasti bisa membujuk Zahra agar mau dekat dengan ku lagi memangnya aku betah apa tidur sendiri seperti ini hah sungguh tidak mengenakkan.


sebaiknya sekarang aku hubungi saja sekertaris Revan untuk mengirimkan beberapa model kalungnya, sepertinya lebik baik Zahra pasti suka saat aku memberinya hadiah sebagai pengganti anak kucing sialan itu


monolog Bima panjang lebar kemudian sekilas dirinya tersenyum.


setelah itu Bima mulai mengambil ponsel pintarnya di saku celana pendek yang di pakainya saat ini.


dan lelaki tampan bertubuh atletis itu kini mulai mengotak atik nya,


sesaat kemudian


panggilan pun terhubung


" halo " ucap Bima


" halo tuan " jawab sekertaris Revan di sebrang sana.


" sekertaris Revan cepat kau kirimkan aku foto model terbaru kalung berlian tetapi dengan model yang simpel dan elegan yang cocok dengan istri ku " perintah Bima kepada bawahannya.


" baik tuan muda segera saya kirimkan " sahut sekertaris Revan.


" dan ya, hari ini kau gantikan aku di kantor, karena mama akan pulang hari ini "


" baiklah tuan kalau begitu, apa tidak ada lagi yang Anda perlukan tuan " tanya sekertaris Revan.


" emm....sepertinya sudah tidak ada " ucap Bima


" baiklah tuan kalau seperti itu " jawab sekertaris Revan.


dan panggilan pun terputus.


Bima kembali tersenyum.

__ADS_1


kemudian diri nya kembali ke lantai atas untuk segera mandi tepatnya di kamar sebelah yang tadi malam ia tempati.


sesampainya di lantai atas Bima mulai masuk ke dalam kamar tersebut kemudian menghempaskan tubuhnya di kasur empuk super besarnya itu.


__ADS_2