
Tepatnya di rumah mewah yang baru saja di hadiah kan oleh Bima.
Saat ini sepasang kekasih yang baru saja resmi menjadi sepasang suami istri itu baru saja memasuki pekarangan rumah mewah barunya, menggunakan mobil sport jenis pengeluaran terbaru berwarna hitam,
yang juga mobil baru pemberian dari atasan nya tersebut yaitu dari tuan Bima dan tuan Brandon.
JEG GLEK.....
pintu mobil mulai terbuka.
Keduanya saling tersenyum, kemudian segera melangkah.
tap....
tap....
tap....
Keduanya kini mulai membuka kunci rumah mewah nya itu,
senyuman keduanya kembali mengembang, dan saling pandang seperti mengartikan sesuatu.
" kau menyukainya sayang " ucap sekertaris Revan yang masih menatap wajah cantik Adinda yang masih berbalut make up pengantin tersebut.
" iya " jawab Adinda yang lagi lagi mengembangkan senyum nya sambil kedua matanya berkeliling kemana mana memanda
" kau tau rumah mewah ini, dan mobil sport pengeluaran terbaru yang kita naiki tadi adalah hadiah dari tuan Bima dan ayah nya tuan Brandon " ucap sekertaris Revan lagi
" benarkah " jawab Dinda.
" hem "
" wah mereka baik sekali " puji Dinda kepada dia atasan nya.
" menurut mereka memberikan ku hadiah bukanlah hal sulit sayang, dan kekayaan mereka juga tidak akan kurang separuh jika menilai nya jadi rupiah " jelas sekertaris Revan.
" ap... ap... apa, memang nya berapa jika di rupiah kan antara rumah dan mobil keren tadi " jawab Adinda polos dengan sedikit terbata bata , karena dirinya seperti tak percaya akan kekayaan atasan nya itu yang sangat berlimpah.
" lima belas milyar " ucap sekertaris Revan seolah mengira ngira dalam rupiah.
" APA " jawab Adinda dengan nada suara yang keras, membuat pria sekaligus suami barunya itu sedikit kaget.
" Dinda kecilkan suaramu " ucap sekertaris Revan setelah itu.
" hehehe..... iya iya maaf aku hanya reflek saja kak " jawab Adinda sambil menggaruk pelan lehernya bagian belakang yang tak gatal.
" ya sudah ayo kita ke kamar lantai atas " ucap sekertaris Revan dengan tiba-tiba.
kemudian langsung menggendong tubuh Adinda ala ala pengantin baru yang mulai menaiki anak tangga satu persatu menuju lantai atas kamar pribadi keduanya.
" Akkhh... kakak apa yang kau lakukan, aku bisa berjalan sendiri " ucap Dinda yang merasakan kaget akan kelakuan sang suami yang tiba tiba menggendong nya saat ini.
" sudah diam Dinda, kau pasti lelah menaiki anak tangga apalagi dengan stelan kebaya ini dan sanggul yang masih menempel di kepalamu " jelas Revan.
" tidak apa apa kakak " kekeh Dinda.
" sudah diam, aku tidak butik penolakan darimu saat ini "
__ADS_1
" ya "
selalu membuat aturan sendiri gumam Dinda.
Sedangkan sekertaris Revan tau, kenapa gadis yang kini sudah menjadi istri sah nya itu meminta turun, ya karena Adinda pasti merasa malu pikirnya.
sesaat sesampai nya di lantai atas, tepatnya di depan pintu kamar pribadi keduanya.
" Dinda buka handel pintu nya aku tidak bisa membuka nya tangan ku tengah sibuk menggendong mu " ucap sekertaris Revan
" ya sudah turunkan saja kak beres kan " jawab Adinda yang masih kekeh ingin turun itu.
" Dinda " ucap sekertaris Revan dengan sedikit nada penekanan, membuat Dinda harus mengiyakan.
" iya iya aku akan membukanya bawel " jawab Adinda dengan raut wajah nya sedikit kesal.
sekertaris Revan tertawa di dalam hatinya mendengar ucapan Adinda yang menyebutnya sebagai pria bawel itu.
hehehe....Aku tau kau sedari tadi ingin turun dari gendongan ku bukan , kau merasa malu padaku Dinda, buktinya saja kau tak berani menatapku yang sedari tadi menggendong tubuhmu dari lantai bawah..... sungguh aku ingin sekali segera memakan mu di atas ranjang sana Din, hah... biarkan sajalah mesum dia kan istri ku sekarang hahaha...... gumam sekertaris Revan.
yang kembali senyum senyum tak jelas dengan gumaman nya sedari tadi.
JEG GLEK.....
pintu pun terbuka.
Kemudian sekertaris Revan melanjutkan langkah nya menuju ranjang.
" wah kamar nya bagus sekali " ucap Adinda yang seperti terlihat kagum.
" kau menyukainya sayang " tanya Revan.
Sesampainya di dekat ranjang sekertaris tampan itu mulai menurunkan tubuh Adinda perlahan.
" kakak apa yang mau kau lakukan kenapa mendekat seperti itu " ucap Adinda tiba tiba karena melihat sang suami yang baru saja menurunkan tubuh nya di atas ranjang itu, kemudian dengan tiba tiba sedikit menghimpit tubuhnya.
" aku ingin meratakan semua make up di wajahmu, agar wajahmu terlihat berantakan " jawab sekertaris Revan yang merasa kesal dengan perkataan gadis cantik yang baru saja menjadi istrinya itu.
" hehehe... kau ini bercanda nya tidak lucu tau " sahut Adinda dengan sedikit tertawa,
yang di sangka nya ucapan suami barunya itu benar benar candaan baginya, tetapi berbeda dengan sekertaris Revan yang menurutnya itu sebuah kekesalan yang ia bungkus seperti sebuah candaan untuk sang istri.
kau menyebalkan Din, masih tanya aku mendekat untuk apa, tidak mungkin kan aku belajar silat setalah menikah, atau kau memang terlalu polos sih akhh....entahlah gumam sekertaris Revan.
yang sedikit merasa kesal kepada sang istri barunya.
" ya sudah sana pergilah ke kamar mandi duluan bersihkan wajah dan tubuhmu, kemudian ganti pakaian yang nyaman "
" tapi tadi aku sudah mandi kak pagi pagi "
" Dinda itu kan pagi, sekarang sudah siang sayang, kau lihat jam nya di sana "
" hehehe.... iya ya sudah jam setengah satu siang, ya sudah aku ke kamar mandi duluan kak"
" ya sudah hati hati sana "
Adinda pun mulai turun dari ranjang mewah nya tersebut untuk segera menuju kamar mandi, baru beberapa langkah.
__ADS_1
" Din tunggu " ucap sekertaris Revan menghentikan langkah Adinda.
" iya kak " jawab Adinda sambil membalikkan tubuhnya menatap pria tampan yang masih setia duduk di sisi ranjang.
" apa kau tidak ingin mandi bersama ku, kau pasti butuh bantuan ku bukan untuk mencopot sanggul di kepalamu " ucap sekertaris Revan menawarkan diri yang mungkin ada niat terselubung. 😂😂.
" aaaa..... tidak tidak, aku bisa sendiri, ya sudah aku mandi dulu " jawab Adinda yang langsung mengatakan tidak atas tawaran Revan.
Setelah itu Adinda kembali melanjutkan langkah nya untuk segera memasuki kamar mandi mewah di depan nya tersebut.
Dan lagi lagi langkahnya terhenti, kemudian kembali membalikkan tubuh nya menatap ke arah sang suami.
" kak " panggil Dinda.
" apalagi,... iya kan kau membutuhkan bantuan Dinda, sudah ayo aku sangat bersedia membantumu sayang " jawab sekertaris Revan yang sudah mulai berdiri menuju ke arah Adinda berada saat ini.
" Aaaaa...... bukan itu " ucap Adinda
" hah... Dinda, lalu apa sih Din " jawab Revan kesal padahal dirinya berharap di butuhkan di dalam sana.
" hehehe.... kita kan kesini tidak membawa baju ganti, terus aku memakai apa jika sudah selesai mandi " jelas Dinda.
hahaha... seperti nya ada ide bagus di otakku gumam sekertaris Revan dalam hati.
" kakak kenapa kau diam sih " ucap Dinda setelah itu.
" ah iya maaf sayang, tadi aku memikirkan sesuatu " jawab Revan membuat alasan.
" sesuatu apa " tanya Dinda.
" emm, tadi aku sudah bilang pada bawahan ku untuk segera membelikan perlengkapan untuk kita berdua, pasti sebentar lagi dia akan datang" ucap sekertaris Revan yang membuat alasan yang seolah olah memang itu kebenarannya.
" benarkah, kau tidak sedang mengerjaiku kan " ucap Dinda merasa perasaan nya tak enak.
" astaga Dinda bagaimana mungkin aku mengerjai mu segala " jawab sekertaris Revan sok polos.
" iya iya maaf aku bercanda "
" ya sudah kau mandilah sana "
" iya iya baiklah "
" aku akan melihat di ruang ganti mungkin saja di sana tuan juga menyediakan sesuatu "
" ya kau lihat kak, dan aku aku akan segera mandi, kebaya ini membuatku gerah " jawab Dinda.
Yang kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.
Berbeda dengan sekertaris Revan yang kini tengah senyam senyum sendiri tak jelas.
hahaha... kapan aku menyuruh bawahan ku mengirimkan pakaian, biarkan saja tak ada baju ganti, pasti Dinda juga tidak akan betah di dalam sana, dan mungkin meskipun juga ada pasti itu hanya handuk hehehe... monolognya.
Sesekali pria itu tertawa akan rencananya sendiri telah membohongi Adinda.
Kemudian sekertaris Revan berniat menuju tuang ganti yang juga terlihat mewah itu.
sesaat sesampainya di dalam sana sekertaris Revan mulai membuka lemari besar menjulang ke atas berwarna putih.
__ADS_1
senyumnya kembali mengembang setelah apa yang di lihatnya di dalam sana.