
15 menit kemudian
Kini mobil sport hitam milik Bima telah sampai di area rumah sakit.
dan keduanya telah turun dai dalam mobil tersebut.
" sayang kau sudah siap mulai sekarang " ucap Bima yang mulai menggandeng tangan istri belianya itu.
" iya suamiku, aku siap "
Bima tersenyum mendengar perkataan istrinya.
kemudian keduanya pun melangkahkan kakinya ke dalam rumah sakit terbesar milik keluarga Bima sendiri itu.
Dan seperti biasa semua pegawai rumah sakit membungkukkan badannya kepada sepasang suami istri pemilik rumah sakit besar nan mewah tersebut.
kedua pasang suami istri itu kini langsung menuju ke dalam ruangan khusus kandungan.
dan di sana sudah di sambut dokter Rani dan juga dokter Toni di sebelahnya.
cek lek
bunyi handel pintu yang di buka oleh Bima, yang saat ini tengah menggandeng tangan istrinya itu.
sesampainya du dalam.
" selamat pagi tuan " ucap dokter Rani dan juga dokter Toni.
" hem " jawab singkat Bima,
" pagi juga dokter " jawab Zahra kepada kedua dokter yang ada di depannya itu.
" silahkan duduk tuan, dan nona "
" saya sudah mengetahui dari dokter Toni bahwa anda dan nona Zahra akan datang hari ini untuk program kehamilan "
" hem " jawab Bima dengan gaya angkuhnya itu.
" iya dokter " jawab Zahra dengan senyuman mengembang.
" dokter Toni sebaiknya kau keluar saja, kau tidak di butuhkan di sini "
ucapnya kepada dokter Toni karena ini sangat privasi menurut nya apalagi tentang istrinya itu sangat sensitif untuk Bima.
" iya tuan BIMA "
__ADS_1
" kau lupa Ton "
" ah.. iya, iya tidak, kau suka sekali mengancam ku, iya baiklah aku segera keluar "
dan dokter Toni pun kini tengah keluar dari dalam ruangan tersebut.
sedang kan kedua wanita antara dokter Rani dan Zahra pun melanjutkan perbincangan mereka, meskipun saat ini di dalam diri dokter Rani sedikit ketakutan karena takut terjadi kesalahan sekecil apapun pada atasannya yang dingin itu.
sedangkan kini Bima juga ikut menyimak penjelasan dokter wanita yang ada di depannya tersebut.
sedangkan di luar ruangan
dokter Toni tengah menggerutui temannya yang begitu posesif kepada istri nya saat ini.
sampai sebegitu cintanya Bima pada nona Zahra, aku akui memang istrinya sangat cantik, tetapi nona Zahra kenapa bisa begitu kuat ya menghadapi sifat posesif laki laki satu ini, tetapi semenjak menikah dengan nona Zahra Bima sekarang tidak sedingin dulu, dan dia sekarang sering tersenyum gerutu dokter Toni kepada sahabat dekat nya itu.
kembali ke dalam ruangan dokter Rani,
" sebenarnya di umur nona muda yang masih sangat muda ini untuk mengandung ada sedikit ... "
jelas dokter Rani yang sedikit ada ketakutan untuk menyampaikan suatu hal kepada atasannya yang satu ini.
" katakan cepat, jangan membuat aku menunggu penjelasan mu itu " jawab Bima yang takut sabaran menunggu perkataan dokter wanita yang berada di hadapannya itu.
Bima tersenyum.
" iya "
jawabnya tersenyum sambil menoleh ke arah Zahra yang mengelus lengannya itu.
kemudian dokter Rani melanjutkan perkataan nya itu.
" sebenarnya di umur nona muda yang masih sangat muda ini untuk mengandung sedikit rawan tuan, apalagi saat persalinannya, tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin tuan, untuk anda dan nona muda, dan juga usahakan nona Zahra jangan terlalu kelelahan tuan, oh iya satu lagi ini kan program anak pertama anda dan nona Zahra usahakan berat badan bayi di dalam kandungan nona nanti jangan sampai terlalu besar tuan, karena saya melihat pinggul nona Zahra kecil takutnya kesusahan nanti sewaktu melahirkan "
" baiklah kalau begitu " jawab Bima seperti tak berniat berterima kasih pada dokter wanita di depannya itu.
" Terima kasih dokter atas semua penjelasannya " jawab Zahra begitu lembut sambil menyenggol sedikit lengan suaminya itu, karena Zahra merasa suaminya itu memang sangat dingin dan juga sedikit angkuh.
" ya nona sama sama, dan ini vitamin penyubur kandungan untuk nona " jawab dokter Rani sambil menyodorkan tablet obat penyubur kandungan kepada Zahra.
" iya Terima kasih dokter " jawab Zahra yang lagi lagi dengan senyuman lembutnya.
" ayo sayang kita pulang " ajak Bima yang seolah tak ada apa apa itu, dan mulai berdiri dari kursi yang saat ini ia duduk ki.
" iya baiklah suami ku " sahut Zahra yang kemudian ikut berdiri mengikuti suaminya dari samping untuk keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
dan keduanya kini telah berada di luar ruangan tersebut,
dan mendapati dokter Toni di sana yang tengah duduk di kursi tunggu di depan ruangan dokter Rani yang sadari tadi menunggu Bima sahabatnya keluar dari dalam ruangan tersebut.
" kenapa kau masih ada di sini hah, aku menggaji mu di sini bukan untuk menungguku keluar dari dalam Ton " ucap Bima dengan nada dinginnya.
" iya,iya kau pelit sekali pada sahabat mu sendiri, aku hanya khawatir denganmu dan nona Zahra, bagaimana tadi program nya "
" sayang kau tidak boleh seperti itu " sahut Zahra kepada suaminya karena merasa suaminya itu seperti terlalu dingin kepada sahabatnya itu, dan Zahra juga merasa tidak enak sendiri kepada dokter Toni.
" itu dengarkan nona Zahra saja mengerti " ucap dokter Toni yang merasa dapat pembelaan dari istri temannya itu, karena yobi merasa kalau Zahra itu adalah pawangnya.
" hah.. alasan " ucap Bima
seperti menyepelekan tetapi dirinya sudah tak berani bersikap kaku lagi kepada dokter Toni karena di samping nya masih ada Zahra yang bisa meluluhkan hatinya itu.
" jadi bagaimana " tanya dokter Toni lagi.
" ya begitulah, dan ingat jika Zahra melahirkan nanti kau dan seluruh dokter yang ada di rumah sakit ini taruhannya, jika terjadi sesuatu pada istri ku, dan aku mau semuanya lancar kau mengerti "
jawab Bima yang seperti ancaman untuk Toni saat ini.
" iya, iya kau jangan mengancam ku seperti itu, aku akan berusaha untukmu percayalah sobat "
ucap dokter Toni seperti meyakinkan sahabatnya itu.
" baiklah kalau begitu, ayo pulang sayang " ucap Bima kepada istrinya.
" iya ayo suamiku " jawab Zahra yang kemudian menggandeng lengan suaminya saat ini.
" ya sudah hati-hati, jaga istri mu baik baik, karena di belakang sana masih banyak lelaki yang mengantri pada istri mu "
ucap dokter Toni yang berniat menggoda sahabat dekat nya itu.
" kau lupa Ton "
" ah.. tidak, tidak, kau ini tidak bisa di ajak bercanda sekali sih Bim " ucap dokter Toni yang cengengesan sambil menepuk pelan pundak Bima.
sedangkan Zahra hanya tersenyum melihat tingkah kedua lelaki di hadapannya itu.
dan kedua pasangan suami istri itu pun pergi melangkahkan kakinya menjauh dari ruangan tersebut,dan berniat ke arah luar dari dalam rumah sakit terbesar miliknya sendiri itu.
dan sesampainya mereka di depan pintu besar rumah sakit tersebut.
kini kedua nya mulai masuk ke kedalam mobil sport hitam, yang terparkir tepat di depan rumah sakit, kemudian Bima mulai menancapkan pedal gasnya dan meninggalkan area rumah sakit.
__ADS_1