
" sayang sekarang kau mulai berani menggodaku ya "
" aku kan hanya bercanda suamiku"
" ah alasan saja "kemudian Bima menggelitiki Zahra sampai istrinya itu menyerah.
" sayang aku menyerah kau terus menggelitiki aku bagaimana aku bisa menang " jawab Zahra
" sudah akui saja kalau kau sudah kalah sayang tadi kau yang menggodaku duluan kenapa kau tidak mau mengakuinya sih " ucap Bima kekeh pada pendirian nya dan tak mau kalah dari istrinya
" iya ya terserah kau saja " ucap Zahra menyerah karena bagaimana pun pasti suaminya tidak mau kalah.
" tinggal bilang begitu saja kan enak, aku tidak susah-susah menggelitiki mu sayang "
kemudian Bima menarik tubuh Zahra kedalam dekapannya kemudian Bima mulai mencium bibir Zahra dengan lembut tak beberapa lama Bima tersenyum,
" kenapa kau polos sekali sayang berciuman saja kau tidak bisa " Bima menertawai istrinya.
" seharusnya kau jangan mentertawai ku sayang " jawab Zahra merasa kesal
" terus aku harus apa sayang " ucap Bima yang gemas melihat raut muka zahra yang dia tertawakan itu.
" seharusnya kau mengajariku ucap Zahra sambil malu-malu "
Bima yang mendengar itu langsung tersenyum
" Baiklah aku akan mengajari istriku yang polos ini " ucap mengembangkan senyumnya dan menatap kedua mata Zahra.
Bima pun mulai mencium bibir Zahra dengan lembut dan Zahra mulai membuka bibirnya dan membalas ciuman suaminya itu Bima yang merasa ciumannya di balas oleh zahra kini Bima tengah tersenyum samar karena merasa istrinya sudah bisa dalam hal berciuman.
tak beberapa lama ciuman itu menjadi ciuman panas kini Bima beralih ke leher jenjang zahra, zahra seakan terbuai dengan sesuatu yang dilakukan bima dan ciuman itu semakin membuat gairah keduanya bergelora.
" sayang maukah kau melakukannya sekarang "
" taa. . .tapi sayang aku takut " jawab Zahra dengan menundukkan kepala karena takut suami dinginnya itu marah.
" ya sudah kalau kau tidak mau, kita tidur saja ini sudah malam " ucap Bima lembut
" sayang kau marah padaku '' jawab Zahra sambil mendongakkan kepalanya ke atas melihat raut wajah suaminya.
" untuk apa aku marah padamu sayang aku tidak akan memaksakan kehendak ku jika kau belum siap, Zahra sudah sekarang tidurlah ini sudah malam sayang "
__ADS_1
" baiklah ayo kita tidur sekarang "
kemudian Bima mencium kening zahra
" emmmuacchhhh. . . selamat malam sayang "
zahra pun membalasnya dengan senyuman indahnya dan malam ini pun menjadi malam yang indah bagi zahra, karena zahra sudah mengetahui isi hati suami dinginnya yang selama ini dia takutkan akan sifatnya yang berubah-ubah itu.
begitu juga Bima dia merasa bahagia meskipun zahra belum siap melakukan hubungan yang lebih intim dengannya, tapi Bima sudah cukup dengan semua pengakuan zahra dan mendapat balasan ciuman darinya itu sudah membuktikan, bahwa istrinya telah membuka hatinya perlahan untuk dirinya dan malam ini dilalui dengan begitu indah bagi keduanya.
keheningan malam kini telah berubah menjadi pagi yang cerah burung- burung berkicau dan sinar matahari yang mulai masuk menembus tirai putih membuat sepasang mata terasa silau di buatnya.
" ternyata sudah pagi, suamiku bangun ini sudah pagi " Zahra membangunkan Bima sambil mengelus pipi suaminya itu.
" sebentar lagi sayang aku masih ingin bermalas-malasan pagi ini "
" sekarang katanya kau ingin ke kantor sayang "
" iya sayang aku bangun " ucap Bima sambil mencium kening zahra, zahra tersenyum melihat tingkah suaminya yang masih pagi ingin menciumnya.
" ya sudah aku siapkan air hangatnya dulu"
" tidak usah sayang biar aku saja, aku tidak ingin kau kelelahan Zahra " ucap Bima sambil mengelus pipi Zahra.
" tidak suamiku ini adalah hal sepele, dan ini sudah menjadi tugasku sebagai istri tidak mungkin aku kelelahan " jawab Zahra enteng
" aku tidak mengizinkanmu melakukannya Zahra "
" sayang kenapa kau berlebihan sekali sih aku tidak papa " ucap Zahra karena suaminya terasa berlebihan menurutnya.
" sudah jangan membantah "
" baiklah tuan muda, saya akan menuruti perintah anda " ucap Zahra sambil tersenyum dan menggoda Bima dengan kata-katanya itu.
" istri pintar ucap Bima sambil mencubit hidung Zahra karena gemas melihat tingkah istrinya itu, kemudian Bima melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
sedangkan Zahra hanya berdiam saja di kasur bingung apa yang harus dia lakukan kemudian Zahra pun berinisiatif untuk pergi ke ruangan ganti untuk memilihkan baju untuk suaminya itu, Zahra tak kunjung menemukan pilihan yang tepat untuk pakaian yang akan dikenakan suaminya ke kantor.
" yang mana ya aku bingung "
" yang abu-abu saja " ucap Bima yang tiba-tiba memeluk Zahra dari belakang yang masih telanjang dada kemudian menaruh dagunya tepat di pundak Zahra dengan rambut basahnya yang masih menetes ke pundak istrinya itu.
__ADS_1
" suamiku apa yang kau lakukan kau mengagetkanku saja, kemudian Bima sedikit melonggarkan pelukannya itu dan Zahra langsung membalikkan badan dan langsung menutup matanya.
" sayang apa yang kau lakukan, ini pakai bajumu apa kau tidak malu " ucap Zahra sambil memejamkan matanya.
" kenapa aku harus malu kau kan istriku sayang, sekarang buka matamu apa kau tidak ingin melihat yang semua wanita ingin melihatnya dariku " ucap Bima membanggakan dirinya kepada Zahra.
'' Apa semua wanita katamu sayang, tetapi tidak denganku aku merasa malu melihatnya saja apalagi memegangnya cepat ini pakai bajumu sayang " ucap Zahra dengan polosnya dan mengulurkan pakaian yang telah dia pilihkan untuk suaminya itu, dan masih tetap menutup matanya itu .
Bima yang melihat dan mendengarkan ucapan istri polosnya itu seketika Bima langsung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu Zahra yang membuatnya merasa sangat menggemaskan.
Kemudian Bima mengambil baju ganti yang diulurkan Zahra padanya.
" sayang apa yang kau tertawakan ayo cepat pakai bajunya " Bima yang melihat istrinya begitu pemalu langsung memakai baju ganti yang Zahra berikan.
" iya iya sayang ini sedang aku pakai "
kenapa kau begitu polos Zahra aku semakin gemas melihatmu seperti ini membuatku tidak tahan ingin memakan mu saja gumam Bima dalam hatinya sambil tersenyum.
" sayang sudah selesai kan "
" sudah sayang buka matamu "
kemudian Zahra perlahan membuka matanya itu zahra memegang dadanya karena merasa legah, karena suaminya telah memakai baju lengkap yang tadi dia pilihkan itu.
" kenapa kau sangat menggemaskan sayang, aku jadi malas untuk berangkat ke kantor " ucap Bima kepada zahra.
" alasan saja iya kan '' ucap Zahra tidak percaya dengan alasan suaminya yang tidak masuk akal itu.
" tidak sayang kau tau, kau membuatku candu zahra " ucap Bima dengan suara pelan ditelinga zahra membuat zahra merinding sendiri mendengarnya.
" sayang jangan seperti itu aku geli "
kemudian Bima pun menatap kedua mata Zahra dan tatapan meraka pun bertemu.
" aku mencintaimu Zahra "
Zahra yang mendengar ucapan suaminya itu membalasnya dengan senyuman manisnya,
dan Bima pun mulai mencium bibir Zahra ketika ucapannya dibalas senyuman indah oleh istrinya itu . Keduanya pun kini saling menautkan bibir menikmati setiap sentuhan lembut dari bibir masing-masing, dan tak beberapa lama Bima yang melihat Zahra yang sepertinya kehabisan nafas akhirnya Bima menyudahi ciumannya itu.
" aku sangat mencintaimu Zahra " Zahra yang mendengarnya kini langsung memeluk tubuh kekar suaminya setelah itu Bima membalas pelukan istrinya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1