
Beberapa saat kemudian.
Sekertaris Revan mulai keluar dari dalam kamar mandi yang hanya memakai handuk sampai sepinggang nya saja, memperlihatkan roti sobek berlapis miliknya, tubuh atletis yang di idamkan oleh seluruh pria.
Ditambah dengan rambut nya yang masih basah membuat aura sexy keluar dari dalam diri nya, mungkin jika Dinda kini tengah memandang nya pasti sudah tak berkedip atau mungkin sampai menelan ludah nya.
Sesaat sedikit senyum jahat keluar dari bibirnya.
Ketika melihat gulungan selimut tebal yang seperti gundukan tanah di atas ranjang,
Aku tau kenapa kau melakukan itu Din, hehehe.... dasar ya gadis bawel yang polos gumam nya.
Lagi lagi senyuman itu keluar dari sudut bibirnya tetapi bukan senyuman jahat, melainkan senyuman gemas melihat tingkah istri polos nya itu yang terlihat tambah menggemaskan tiap harinya.
Perlahan Sekertaris Revan mendekat ke arah ranjang.
tap.....
tap.....
tap.....
Langkahnya bertambah dekat sedangkan yang di dalam selimut sana semakin menciut nyalinya.
Dan perlahan sekertaris Revan sampai di dekat ranjang dan mulai duduk di samping ranjang king size tersebut, tepatnya duduk di samping tubuh Dinda.
Dan lagi lagi pria tampan itu kembali tersenyum memandangi wajah cantik polos tanpa polesan make up tersebut.
" Sayang bangun, hei... kau cepat sekali tertidur Dinda " ucap sekertaris Revan lembut sambil sedikit menggoyang goyangkan tubuh sang istri.
Tetapi tak ada respon.
" Sayang aku hanya memakai handuk, apa kau tidak ingin berbagi selimut nya dengan ku sedikit saja " ucap sekertaris Revan seperti membujuk Adinda seolah olah dirinya benar benar membutuhkan selimut tebal itu, padahal itu semua alasan.
sedangkan di dalam selimut.
Apa berbagi selimut, tidak tidak tidak aku kan juga hanya memakai ini saja sebagai tebeng ku, akhhh.... aku sangat malu jika harus bersama di dalam selimut ini, apa tidak ada selimut lain apa gumamnya.
" ya sudah aku anggap saja iya karena kau tak menjawab nya " pancing Revan.
Dan perlahan tangan milik sekertaris Revan mulai menarik perlahan selimut itu dari gulungan di tubuh Adinda.
__ADS_1
Sedangkan Adinda yang merasa tangan sang suami mulai aktif itu membuka selimut nya dengan perlahan itu , kini kedua matanya langsung terbuka dan......
AKKHHHH.........
teriak Dinda dengan sangat kencang, saat kedua bola matanya mendapati sang suami tengah telanjang dada pas di hadapan nya saat ini, dan sontak saja karena reflek kaki Dinda yang masih berbalut selimut tebal itu langsung menendang tubuh sekertaris Revan dengan sangat keras sampai tubuh sang suami jatuh ke lantai.
BUGGHHHHH.......
bunyi tubuh sekertaris Revan yang sudah di terjatuh di lantai marmer itu.
" AW.... Dinda apa yang kau lakukan " pekik sekertaris Revan sambil menggosok gosok pelan bokong miliknya yang sedikit merasa ngilu.
" kak maaf " ucap Adinda yang memang tak berniat menendang sang suami.
Dengan posisi Adinda yang sedikit susah mencoba duduk dengan balutan selimut yang menggulung di tubuh nya saat ini.
Sedangkan sekertaris Revan yang merasa sedikit kesal karena kelakuan Dinda, kemudian dirinya langsung segera berdiri dan berniat meninggalkan Adinda.
Berbeda dengan Adinda yang sedari tadi sebenarnya ingin menolong sang suami yang tengah terjatuh di lantai itu,
tetapi tak bisa karena terhalang selimut tebal yang menggulung di tubuhnya.
melihat sang suami akan meninggalkan dirinya karena kesal, Adinda berniat menggapai tangan sekertaris Revan, lagi dan lagi dirinya lupa bahwa tubuhnya tergulung selimut dan.......
bunyi tubuh Adinda yang kini ikut ikut terjatuh di lantai marmer itu.
" Aww.... kak tolong sakit " pekik Dinda.
Sedangkan sekertaris Revan langsung menoleh ke arah sang istri yang kini juga terjatuh ke lantai seperti dirinya tadi.
" hahaha.... bagaimana Dinda sayang enak kan, makanya kalau ingin jadi dadar gulung jangan di kamar " ucap sekertaris Revan sambil tertawa sampai perutnya terasa sakit.
itu balasan jika kau mengerjai suamimu gumam nya.
" iya iya maaf, cepat tolong aku kak selimut ini sangat lebar dan tebal " jawab Adinda sambil memanyunkan bibirnya.
" ya sudah bilang dulu Suami ku sayang tolong aku aku membutuhkan mu saat ini " ucap sekertaris Revan kemudian agar sang istri menuruti perkataan nya.
menolong istri saja harus begitu, apa salahnya sih langsung menolongku gumam Adinda.
" Kau tidak romantis seperti harapan ku " ucap Dinda yang kini mulai merasa kesal karena tak di tolong tolong dari lantai.
__ADS_1
yang mulai mencoba melepaskan sendiri gulungan selimut di tubuhnya yang terlihat sangat kesusahan itu.
" apa bukan kah kau memulainya sendiri Din " jawab Revan yang masih berdiri di tempat nya.
" ya salah kan terus aku, aku dan aku " jawab Adinda yang merasa tambah kesal di tambah selimut tebal nya yang tak kunjung terlepas dari tubuhnya.
" itu memang salah mu kan Din " ucap Revan sambil menatap Adinda di bawah sana yang berusaha keras melepas selimut tebal nya itu.
Dan sesaat selimut tebal itu terlepas bersama handuk tinggal lah lingerie merah yang menempel di tumbuh Adinda.
Berbeda dengan Adinda yang kini melupakan bahwa di tubuhnya yang menempel hanyalah lingerie merah menyala karena rasa kesal nya pada sang suami.
Kemudian Dinda langsung berdiri melangkah mendekat ke arah sekertaris Revan.
Sedangkan kan sekertaris tampan itu langsung membelalakkan kedua matanya sampai tak berkedip, melihat keindahan tubuh sang istri yang begitu membuat nya tergoda yang terus mendekat ke arah nya.
Sesampainya pas di hadapan sekertaris Revan.
" lupakan malam pertama, aku benci padamu, kau bukan pria romantis " ucap Dinda dengan rasa kesal yang menyelimuti dirinya saat ini kemudian segera pergi meninggalkan sekertaris Revan.
Sedangkan sekertaris Revan tak berniat menjawab nya setelah tadi menatap keindahan tubuh Adinda membuat nya seperti menjadi pria bisu.
Kemudian sekertaris Revan sadar yang sedari tadi seperti terhipnotis itu, kemudian membalikkan tubuhnya menatap sang istri yang justru menuju pintu kamar nya.
" Dinda kau mau kemana... hei lihat apa yang kau pakai sayang "
Sedangkan Adinda yang mendengar perkataan pria yang kini sudah berubah menjadi status suami itu.
Adinda baru tersadar bahwa dirinya hanya memakai pakaian haram itu saat ini.
sekejap kepalanya langsung menunduk memandangi seluruh tubuhnya dengan pakaian yang menurutnya seperti jaring ikan tersebut.
Akhh... apa yang aku lakukan, aku sangat malu, aku harus bagaimana sekarang gumam nya.
dengan dirinya yang masih tetap berada di posisi nya di dekat pintu kamar dan memunggungi sekertaris Revan.
Sedangkan sekertaris Revan perlahan mulai melangkah dan mendekat ke arah sang istri yang sangat terlihat menggoda itu, dengan membawa sebuah selimut yang tadi sudah berada di lantai.
Revan tau bahwa Adinda saat ini tak berani bergerak karena merasa sangat malu, maka dari itu dirinya membawakan selimut untuk menutupi tubuh Adinda yang masih malu malu terhadapnya.
sekilas senyumannya mengembang.
__ADS_1
Bahwa gadis yang ia nikahi itu benar benar seorang gadis yang sangat polos, tak pernah tersentuh sekalipun, sungguh beruntung pikir nya.