
"Sepertinya, Bening memang harus tinggal di sini" Gema suara Barnes mengejutkan semuanya.
Amanda menghampiri Barnes menggelungkan lengannya di lengan bareng dan bertanya sambil menatap wajah lelah suaminya, ia berkata, "Itu bukan salah kamu. Berhenti menyalahkan diri kamu sendiri" Amanda berucap seperti itu karena, ia sudah mengetahui apa yang ada di dalam pikirannya Barnes sebelum Barnes mengutarakannya.
Barnes mengelus bahunya Amanda dan berkata, "Terima kasih untuk support kamu, Sayang" Barnes lalu mencium pelipisnya Amanda.
"Ada apa?" Tanya Satya ke Barnes.
Barnes melepaskan pelan gelungan tangannya Amanda sambil berbisik ke telinganya Amanda, "Sebentar ya, aku masih perlu berbicara dengan Pak Satya dan Pak Adam Baron.
Amanda menganggukkan kepalanya dengan senyum manis di wajah cantiknya.
Barnes kemudian menoleh ke Adam dan Satya sambil berkata, "Pak Satya dan Pak Adam, kita perlu bicara. Mari ikut saya ke ruang kerja saya!"
Adam dan Satya bergegas mengikuti langkah lebarnya Barnes dengan penuh tanda tanya.
Flashback On
Beberapa jam sebelumnya...........
Bareng dan The Five Jays dikejutkan dengan keberadaannya mama dan papanya Bening yang terikat di bangku kayu dengan saling membelakangi dan di leher keduanya dikalungi bom waktu dengan sisa waktu yang sangat pendek.
"Sial! Kenapa hakim Prasetyo dan Istrinya bisa diculik dan kita bisa sampai kecolongan?" Barnes memekik kesal dengan wajah panik.
"Hahahahahaha! Kau pikir kau Maha Dewa, Barnes Adiwilaga Darmawan? Kau tidak bisa mengalahkan aku! Tunjukkan dirimu atau akan aku ledakkan pak Hakim dan Istrinya itu!" Lengkingan suara seorang wanita yang terdengar sama sekali tidak merdu itu, menggema di pabrik tua itu.
Barnes memberi sinyal ke Jude yang ahli menjinakkan bom untuk menyelamatkan hakim Prasetyo dan istrinya, sementara Joy dan Jay lainnya mencari keberadaan suara wanita itu. Kemudian, Barnes dan Jake mencoba memprovokasi si penculik yang juga merupakan otak dan dalang dari segala kekacauan yang terjadi, dengan cara melangkah maju dengan pelan ke tengah sambil mengangkat kedua tangan mereka.
Suara tembakan terdengar dan dengan tangkas, Barnes bisa menghindari peluru ganas yang melesat ke arahnya walaupun menyisakan goresan di bahu kirinya. Darah seketika itu juga, merubah warna lengan kaosnya Barnes menjadi merah menyala.
__ADS_1
Jake menoleh ke Barnes dengan nanar dan langsung bertanya ke Kakak iparnya, "Kau baik-baik saja?"
Barnes menganggukkan kepalanya tanpa menoleh ke Jake sambil berteriak, "Tunjukkan dirimu wanita brengsek! Kami sudah menunjukan diri kami!"
Jake menyusul berteriak, "Iya! Tunjukkan dirimu!"
Barnes menoleh ke Jake, "Kenapa nggak ada kata brengsek di kalimat kamu barusan?"
"Dia wanita, Bro! Aku nggak tega mengatai seorang wanita dengan kata-kata kasar" Jake membalas ucapannya Barnes dengan wajah santai.
"Mau, aku laporkan ke Bryna soal ini?" Barnes menggeram kesal
"Hei, Brengsek tingkat dewa!!!!!! Tunjukkan dirimu!!!!!!!" Jake kembali berteriak kencang lalu ia menoleh ke Barnes dengan kata, "Puas kamu sekarang?"
Barnes mengangguk puas.
Penculik dengan wajah cantik rupawan tiba-tiba muncul di depannya Jake dan Barnes dengan kedua tangannya dicekal Joy dari belakang. Joy tersenyum lebar dan mengacungkan ibu jarinya ke Jake dan Barnes sambil berteriak, "Aman terkendali, Komandan!"
Jude pun mengacungkan ibu jarinya ke Bareng dan Jake sambil berteriak, "Di sini juga aman terkendali, Komandan!"
Barnes dan Jake berteriak secara bersamaan, "Bagus semuanya!" Lalu melangkah ke mobil Van andalan mereka.
Namun, di luar dugaannya Barnes dan semua anggota The Five Jays, ternyata ada sniper yang meluncurkan pelurunya tepat mengenai dada pak hakim dan dalam hitungan detik, peluru kedua mengenai dahi istrinya pak hakim. Barnes menatap nanar jasad pak hakim dan istrinya yang bermandikan darah dan terkapar di depannya. Kemudian dengan cepat, ia mengarahkan pandangannya ke depan dan tanpa menunggu hitungan detik, ia berlari ke kilatan cahaya di seberang jalan yang ia yakini, kilatan itu adalah moncong senapan si sniper yang telah lancang membuat onar misinya Barnes Adiwilaga Darmawan. Barnes terus berlari dan mengabaikan keselamatannya karena, ia tersulut amarah. Hanya ada satu keinginan menyala di hati Karena saat itu, yakni, ia ingin segera menangkap si sniper.
Jake mengumpat kesal dan berlari menyusul Barnes sementara Joy menelepon ambulans dan tim forensik untuk mengurus jasad pak hakim beserta istrinya dan Jordan memasukkan penculik berwajah cantik ke dalam mobil Van.
Flashback off
Adam dan Satya berdiri di depan Barnes dan The Five Jays. Barnes menghela napas beberapa kali, lalu berkata, "Pak Hakim ketua, Pak Prasetyo beserta Istrinya telah meninggal. Ditembak oleh sniper"
__ADS_1
"What?!" Adam dan Satya tersentak secara bersamaan.
Barnes kembali menghela napas panjang dan berkata, "Maafkan saya. Saya dan tim saya sungguh tidak menyangka kalau wanita penculik yang tampak biasa itu, ternyata seorang pengusaha yang cukup kaya raya dan memiliki banyak koneksi. Dia menculik Pak Prasetyo dan Istrinya. Kami berhasil menyelamatkan sandera dari bom waktu, tapi kami tidak berhasil menyelamatkan sandera dari sniper. Maafkan saya"
Jake menepuk pundaknya Barnes dan berkata, "Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri! Kamu tidak bersalah, Barnes. Semua yang terjadi sudah terjadi. Sekarang kita bahas masalah yang ada di depan kita. Siapa yang akan memberitahukan tentang hal ini ke putri tunggalnya pak Hakim dan siapa yang akan mengasuh putri pak Hakim selanjutnya, karena, pak Hakim dan Istrinya sudah tidak memiliki sanak saudara"
"Aku yang akan memberitahukan soal ini ke Bening" Sahut Satya.
"Dan aku yang akan mengasuh dan membesarkan putri Pak Hakim" Sahut Barnes.
Jake menoleh kaget ke Barnes, "Kamu yakin? Jangan karena rasa bersalah, kamu mengambil keputusan itu!"
"Pak Jake benar Pak Barnes. Anda tidak bersalah dan Anda tidak harus bertanggung jawab atas Bening Prasetyo" Sahut Adam Baron.
"Dengerin tuh!" Sahut Jake.
"Tapi, aku nggak tega jika dia harus diasuh dan dibesarkan di panti asuhan. Dia seumuran dengan Tari dan dia juga anak perempuan. Aku akan tetap mengasuh dan membesarkannya. Tari juga akan senang, karena dia akan memiliki teman bermain" Sahut Barnes.
"Terserah kamu sajalah" Sahut Jake.
"Saya juga akan ikut membantu mengasuh dan membesarkan Bening, Pak Barnes. Karena, Bening juga seumuran dengan Noah. Saya akan ikut mengawasi perkembangannya Bening Prasetyo" Sahut Adam Baron.
"Terima kasih banyak, Pak Adam Baron" Barnes tersenyum ke Adam Baron dengan tulus.
Sementara itu, Alba dan Amanda kembali masuk ke dalam kamarnya Batari setelah mandi dan menyemprotkan parfum ke badan mereka dengan wangi yang sama karena, Alba tidak membawa parfum dan baju ganti, maka Alba memakai parfum dan bajunya Amanda.
Noah langsung bersin dan terus bersin tiada henti saat wangi parfum yang ada di badan Alba dan Amanda menguar bebas di kamarnya Batari.
Alba langsung memeluk Noah dan Noah semakin hebat bersinnya. Alba semakin kebingungan dan bertanya ke Amanda, "Ada apa dengan Noah? Kenapa Noah terus bersin seperti ini?"
__ADS_1