Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Cacing Kepanasan


__ADS_3

"Cantika!!!!! Cepat kemari!!!!!!"


Cantika mengerjapkan kelopak mata di kali, lalu bangkit berdiri. Wanita cantik berbola mata biru itu melangkah dengan malas sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal dan berulangkali menguap.


Wanita itu kemudian berteriak, "Hei! Dito Zeto! Kau berteriak kemari itu maksud kamu kei mana?!"


"Ke teras belakang! Ke mesin cuci!" Teriak Dito.


Saat sampai di teras belakang, Cantika sontak mematung di depan Dito dan di depan genangan air sabun.


"Kau apakan mesin cucinya? Kenapa bisa meluap air sabunnya dan membanjiri lantai?"


"Salah mesin cucinya, dong. Kenapa tombolnya pakai tulisan Mandarin semua. Aku, kan, nggak ngerti"


"Kalau nggak ngerti tanya, dong!" Dito mendelik dan berkacak pinggang.


"Kamu, kan, tidur. Angga dan yang lain tengah patroli. Lalu, aku nanya siapa? Nanya ke rumput yang bergoyang?"


"Cantika!!!!!!" Dito sontak berteriak kesal dengan wajah merah padam.


"Nggak usah teriak-teriak! Cepat tua kau nanti. Udah jarang senyum, galak, suka marah-marah dan teriak-teriak, bisa kena stroke kamu"


"Huffttttt! Sabar!" Dito berucap untuk dirinya sendiri sembari mengusap dadanya.


"Minggir! Aku akan bereskan" Ucap Cantika.


Dito minggir sambil bergumam, "Kenapa sejak dulu, kamu suka banget main air sabun?"


Cantika sontak menoleh dan bertanya, "Hei! Dari mana kau tahu kalau aku suka main air sabun?"


Dito melambaikan tangan dan berkata, "Aku asal ucap. Bereskan itu dan aku tunggu di ruang makan. Aku akan masak untuk kita, lagi dan lagi"


Setelah berhasil membereskan mesin cuci dan lantai yang penuh dengan genangan air sabun, Cantika masuk ke kamar untuk mandi dan muncul di meja makan dengan wajah kelelahan.


"Cepat makan! Keburu dingin ayam gorengnya"


"Yang lain mana? Kenapa nggak gabung makan di sini?"


"Tadi sudah makan di sini pas kamu asyik ngepel. Sekarang mereka berpatroli di pinggir pantai"


"Ooooo" Cantika berucap sambil makan dengan lahapnya.


Tiba-tiba masuk lima orang asing tak dikenal. Mereka berhasil menarik Cantika dari kursi makan dan menaruh sebilah golok di leher mulusnya Cantika.


Dito sontak bangkit dan membiarkan kursinya jatuh terjengkang di atas lantai. Dito maju perlahan dan berkata, "Lepaskan dia! Kalian pasti mencari Dito Zeto. Ini aku, Dito Zeto. Tangkap aku dan lepaskan wanita itu dan ........."


Bruk! Cantika berhasil menyikut perut pria yang menangkapnya dan merebut golok dari pria itu saat pria itu jatuh terjengkang ke belakang.


"Sial!" Dito sontak mengumpat karena kaget.

__ADS_1


"Aku bukan wanita lemah. Kau lihat, kan, aksiku barusan. Kamu masih terluka dan bar saja mengalami demam. Kamu duduk saja dan melihat aksiku. Aku akan bereskan mereka semua"


Dito kembali mengumpat, "Sial!" Saat ia melihat Cantika melesat maju dengan membawa sebilah golok untuk melawan Kelian pria asing berbadan kekar itu.


Cantika berhasil melumpuhkan. keempat pria itu tanpa senjata api itu. Namun, di saat ia hendak melawan pria yang kelima, lehernya yang terluka terkena goresan golok mulai terasa perih ketika luka itu bercampur dengan keringat. Cantika menunduk kesakitan dan sewaktu pria asing yang kelima itu hendak menyerang Cantika, Dito langsung melesat maju dan mendaratkan bogem mentah mautnya ke perut pria itu hingga pria itu terjengkang ke belakang dan jatuh pingsan.


Gerakan dadakan itu, membuat punggung Dito berdenyut nyeri. Dito sontak bersimpuh dan memegang bahunya.


Cantika sontak membantu Dio bangun bertepatan dengan masuknya Angga dan anak buahnya. Cantika dengan dibantu Angga membawa Dito masuk ke kamar.


"Aku akan bereskan mereka. Kau rawat Bos dengan baik"


"Oke" Sahut Cantika.


Cantika selesai merawat luka di punggung Dito dan membantu Dito minum pil pereda nyeri dan pil antibiotik.


Lalu, Dito berkata, "Duduk di depanku! Aku akan obati luka kamu"


Cantika langsung duduk di depan Dito. Di menit kedua Dito mengoleskan obat merah di leher Cantika, tiba-tiba Cantika mencium bibir Dito.


Dito segera mendorong Cantika dan dengan mata membeliak kaget, dia berkata, "Tunggu! Kamu jangan main-main denganku! Jangan menciumku sembarangan!"


"Aku tidak main-main. Aku ingin membalas budi dengan benar. Kamu sudah berkali-kali menyelamatkan nyawaku dan kamu tidak pernah ragu mempertaruhkan nyawa kamu sendiri. Tapi, kalau aku menginginkannya, bagaimana dengan luka di punggung kamu?" Cantika mengerling manja dan tersenyum nakal.


Dito sontak mengumpat, "Sial" Dan pria tampan itu segera mendaratkan bibirnya di bibir wanita cantik berbola mata itu dengan penuh kelembutan, menekan, menghisap, mengunci, dan mencium dengan intens. Cantika berusaha mengimbangi permainannya Dito. Ciuman kedua sejoli itu semakin lama semakin dalam dan liar seperti cacing kepanasan.


"Aku tahu gerakan yang aman untuk luka aku, Babe"


Mata mereka beradu karena rasa yang masih asing di antara mereka, napas mereka menderu karena gairah dan hati mereka berdesir hangat. Di saat mereka saling melepaskan ciuman mereka untuk mengambil napas dengan posisi Dito masih berada di atas tubuh Cantika, pria tampan itu berkata, "Kau sungguh luar biasa, Babe"


Kedua tangan Dito berada di kedua sisi kepalanya Cantika. Wanita cantik itu tersipu malu. Pria tampan itu memandang wanita yang telah menyihinya di perjumpaan pertama itu, dengan penuh cinta lalu berkata, "Baju kamu pasti kotor karena, kamu belum mandi, kan? Aku bantu lepaskan ya?" suara.berat keluar dari bibirnya Dito Zeto karena pria itu, tengah menahan gairah.


Cantika tersenyum dengan degup jantung abnormal, lalu menganggukkan kepalanya dengan wajah yang semakin memerah.


Dito kemudian mencium kembali bibir wanita yang sangat ia kagumi itu dan dirinya kembali bergulat dengan wanita cantik itu hingga tanpa kedua sejoli itu sadari, seluruh kain yang melilit tubuh mereka sudah terlepas dan terhempas asal di atas lantai.


Dito menyentuh titik kecil di belakang cuping Cantika dan membuat wanita itu meremang.


"Jika aku menyentuh titik ini, membuatmu......" bisik Dito kemudian di telinganya Cantika


"Makin menginginkanmu" Cantika berucap di sela erangannya.


"Dito?" Cantika menatap kabut gairah di kedua bola mata Dito.


"Ya?" Sahut Dito dari atas kulit lehernya Cantika.


"Miliki aku!"


"Kau yakin?"

__ADS_1


"Aku sangat yakin"


"Kau tidak akan menyesalinya?"


"Tidak akan"


"Aku akan memilikimu, Babe" Pria tampan itu mengerang di saat ia memulai aksinya menyatukan raga dan cintanya dengan wanita pemilik hatinya itu.


Bibir Dito kembali menyambar bibir Cantika. Bibir indah mereka kembali bertaut. Lidah pria tampan itu menelusup, mendesak masuk dengan manisnya, lalu lidah itu menghunjam berulang kali seirama dengan gerakan penyatuan raga mereka. Cantika melingkarkan lengan ke sekeliling leher Dito dan menariknya semakin mendekat ketika gerakan penyatuan raga yang Dito lakukan semakin membuat Cantika memekik kesakitan dan mulai kelimpungan.


"Tahan, ya, Babe! Aku akan melakukannya dengan hati-hati. Ini juga pertama kalinya bagiku" Dito berucap di sela erangannya.


Dito kemudian merebahkan dirinya dengan posisi miring di atas kasur setelah ia berhasil memuaskan puncak gairahnya berbarengan dengan Cantika di ronde pertama permainan cinta mereka lalu Dito berkata, "Sekarang giliranmu yang menguasai permainan. Naiklah ke tubuhku! Aku akan duduk di atas kasur" Dito berucap sembari mencium titik air mata uang ada di sudut matanya Cantika.


Cantika menoleh kaget ke Dito dan sontak menepuk pelan dada Dito sambil berucap, "Masih sakit, nih"


"Kata internet, kalau kita lakukan lagi, maka rasa sakitnya akan hilang"


"Benarkah?"


"Entahlah. Makanya kita perlu mencobanya untuk tahu kebenarannya" Dito mengecup bibir Cantika.


Cantika kemudian merangkak naik ke atas tubuh Dito dengan gerakan malu-malu.


Dito tersenyum geli, lalu pria tampan itu berucap, "Aku akan mengajarimu"


"Tunggu!" Cantika meraba dada Dito, "Kau akan mengajariku? Lalu, kau pernah belajar dari siapa?" Cantika memandang lekat kedua bola mata Dito dengan kilat cemburu.


Dito sontak terkekeh geli dan sambil menyentuh bibir Cantika dengan ibu jarinya ia berucap, "kau yang mengajariku"


Cantika langsung menepuk dada bidang Dito dan Dito segera melakukan aksinya. Pertama-tama ia menyentuh lekuk perutnya Cantika. Kemudian pria tampan itu, meratakan telapak tangannya dan menjelajahi tubuh wanitanya. Kulit Cantika terlihat semurni madu, terasa manis dan menggairahkan. Jemarinya Dito menggelenyar di setiap sudut tubuhnya wanita cantik berbola mata biru itu. Lalu Dito menggerakkan pinggulnya Cantika di dalam penyatuan raga mereka yang kedua.


Cantika seketika itu mendelik kaget lalu ia menengadahkan wajahnya ke langit-langit kamar ketika merasakan gerakan woman on top itu


Sementara Dito mengerang semakin keras dengan kedua tangan menangkup kedua sisi pinggangnya Cantika. Pria tampan itu, membantu Cantika untuk terus bergerak. Dito kemudian memajukan wajahnya untuk mencium bibir wanita yang sangat ia cintai itu. Sewaktu Cantika semakin keras melepaskan suara penuh gairahnya ke udara bebas, bibir Dito langsung sibuk mencari titik favoritnya dan bermain lama di sana dan giliran dia yang bergerak liar untuk mempercepat laju desir gairah mereka berdua.


Beberapa menit kemudian terdengar bunyi erangan kenikmatan dari bibir keduanya. Mereka berhasil mencapai puncak secara bersamaan di ronde kedua penyatuan raga mereka.


Cantika pun berlutut dan menyeimbangkan diri dengan mencengkeram bahu Dito dan berkata, "Kamu luar biasa Sayang"


"Kamu yang luar biasa" Sahut Dito dengan peluh bercucuran dan napas yang masih terengah-engah.


Mereka kemudian merebahkan diri mereka secara bersamaan.


Cantika masuk ke dalam pelukan Dito dan Dito segera menarik selimut untuk melindungi diri mereka dari hawa dingin yang tiba-tiba menyerang mereka karena hawa dingin itu iri menyaksikan percintaan panas, liar, dan indah yang dipamerkan oleh Dito dan Cantika


Cantika mengajak Dito berciuman dan tangannya bermain di titik sensitifnya Dito sambil berkata, "Aku mau lagi"


Dito sontak menggemakan tawanya kemudian berkata, "Aku akan menuruti semua mau kamu, Babe" Dito berucap sembari meluncurkan tangannya ke bawah untuk bermain di di lembah favoritnya.

__ADS_1


__ADS_2