Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Berciuman


__ADS_3

Noah memberanikan diri mengusap pelan rambutnya Batari dan Batari tidak terbangun. Lalu dengan keberanian lebih ia mengusap pipinya Batari sambil berbisik lembut "Aku juga masih sangat mencintaimu, Tari. Aku tidak bisa mencintai wanita lain selain kamu. Dan kalau kamu nggak mencintaiku dan kita tidak berjodoh, selamanya aku tidak akan menikah"


Noah lalu mencium pipinya Batari dengan sangat lembut dan kembali berbisik, "Aku mencintaimu"


Tiba-tiba pintu kamar yang lupa Noah kunci, terbuka dan dua orang pria asing dalam keadaan mabuk berat masuk ke dalam. Noah langsung bangkit berdiri dan menendang kedua pria mabuk itu keluar dari kamarnya lalu dengan cepat ia menutup dan mengunci pintu kamarnya. "Sia! ternyata penginapan ini penginapan nggak bener. Banyak hidung belang di sini. Untung saja Tari sewa satu kamar aja kalau nggak, bisa kacau"


Batari terbangun di jam empat pagi dan dia melihat Noah tidur dengan kepala di atas meja dalam posisi duduk. Batari melihat kunci kamar dan dompet Noah tergeletak di atas meja. Dia ambil dompet Noah dan melihat isinya, "Hanya ada tiga ratus ribu rupiah? Tapi, di pulau ini semuanya murah-murah. Aku rasa dengan uang segini aku akan dapat banyak makanan enak" Gumam Batari.


Noah mengangkat kepalanya, menguap, meregangkan tangannya ke atas, menekuk kepalanya ke kanan ke kiri, kemudian bangkit dan saat ia berputar badan, "Lho, kok kosong ranjangnya? Tari mana?"


Noah lalu menoleh ke sudut meja dan melihat dompetnya tidak ada di sana dan kunci pintu sudah terpasang di daun pintu. Noah langsung melesat keluar dan dia dikejutkan dengan teriakan Batari saat Batari membanting seorang pria di atas lantai pondok yang terbuat dari kayu. Batari menatap Noah, "Dia memegang pantatku dan berbisik ingin tidur denganku. Ya, aku banting aja"


Noah ternganga di depan pintu kamar dan Batari langsung melangkah masuk dengan santainya.


Noah mengikuti langkahnya Batari masuk ke dalam kamar, menutup pintu kamar dan segera menguncinya. Lalu ia menatap Batari, "Dari mana saja kau?"


"Beli ini. Oh, iya. Dompetmu aku taruh lagi di meja, tuh" Batari berucap dengan santainya sambil menggigit cakue.


"Kita balik sekarang. Aku ada kerjaan dan kalau terlalu lama di sini akan membahayakan dirimu" Noah berucap sembari memasukkan dompetnya ke saku celana jins bagian belakang lalu mencekal pergelangan tangannya Batari dan menariknya.


Batari menahan langkahnya sambil berteriak, "Tunggu dulu! Aku masih makan, nih. Kamu tahu, kan, kalau aku telat sarapan, aku bisa masuk angin dan aku masih perlu beli susu untuk.......aaahhhhhh!!!!! Noah!!!" Batari berteriak kencang saat Noah dengan tanpa permisi memanggul tubuhnya Batari.


Batari menepuk punggungnya Noah dan berteriak, "Kau gila ya! Fiuuhhhh, tapi untung saja cakueku nggak jatuh ke lantai" Batari menepuk kembali punggungnya Noah dan berkata, "Turunkan aku! Nggak enak makan cakue dengan kepala terjungkal ke bawah kayak gini! Noah!!!!!"


Noah diam saja dan tidak menuruti permintaannya Batari. Alih-alih mendengarkan omelannya Batari, Noah berlari agar bisa segera sampai di kapal mesinnya.

__ADS_1


Noah menurunkan Batari di lantai kayu kapal.mesinnua dan Batari langsung mendelik, "Aku mual nih. Kau panggul aku dan sekarang kita naik kapal"


Noah diam bergeming di tempatnya duduk sembari terus memegang mesin kapal yang dia kemudikan.


"Noah! Kesabaranku ada batasnya! Kenapa kau menjengkelkan sekali sekarang!"


"Tidak ada sabar kalau masih ada batasan. Sabar itu tidak ada batasannya"


"Noah!!!!" Batari semakin mendelik mantap punggungnya Noah


"Sabar iku mustikane laku, kalau orang Jawa bilang. Dan seharusnya kamu, sebagai keturunan orang Jawa, paham akan hal itu. Jadi, cewek tuh harus sabar dalam segala hal, nggak ceroboh, nggak gampang marah dan......." (Sabar itu mahkotanya tingkah laku).


Hap! Batari menjejalkan cakue ke mulutnya Noah dan berkata, "Sabar itu tidak bisa berjalan sendiri. Kalau kamu sabar aku juga akan sabar!" Batari mendelik ke Noah.


Batari mendengus kesal dan memilih melanjutkan memakan cakuenya dalam diam.


Namun, tiba-tiba Batari berucap, "Cakue gini nih enaknya dimakan bareng sama bubur ayam. Dikasih suwiran ayam, telur berwarna coklat, hmm, lezat pastinya"


Noah hanya melirik Batari dan sambil menghela napas panjang ia berkata di dalam hatinya, Baru aja hening sesaat dan terasa damai dunia ini, eh sekarang ceriwis lagi.


Amanda berkata di dalam pelukannya Barnes saat mereka menikmati sunset di depan pantai yang mengelilingi vila mewah peninggalannya Moses Elruno, "Sayang, Noah pasti kewalahan menangani Batari. Kasihan Noah"


Barnes mengelus bahunya Amanda dan setelah ia terkekeh geli, ia berkata, "Kasihan semuanya. Orang-orang yang ada di sekitanya Batari juga kasihan, Sayang. Mereka juga akan kewalahan menghadapi anak kita"


Amanda tertawa lepas lalu berkata, "Kenapa dia bisa mirip banget sama aku, ya?"

__ADS_1


Barnes mencari bibirnya Amanda, mencium mesra bibir itu lalu berkata, "Aku memang berdoa waktu kamu hamil. Aku minta sama Tuhan, anak cewek yang mirip sama kamu dan dikabulkan"


Amanda langsung mendongakkan wajahnya dan mengajak suaminya berciuman lebih dalam lagi hingga mereka berakhir di tangga menuju kamar mereka. Barnes lalu membopong tubuh polosnya Amanda naik ke atas menuju ke kamar mereka sambil berkata, "Kau ganas sekali, Sayang dan nggak sabaran banget. Baru naik setengah tangga aja, kamu udah mengajakku menyatu denganmu" Barnes mengecup bibirnya Amanda dengan senyum semringah dan Amanda langsung menyusupkan wajahnya di dada bidang suaminya karena, malu.


Noah mendelik ke Batari saat ia melihat isi dompetnya, "Kenapa hanya ada dua puluh ribu di sini? Mana uangku? Kalau beli cakue nggak sampai........."


"Nih" Batari mengeluarkan isi tas plastik berwarna hitam di atas meja. "Aku beli bedak, deodorant karena aku nggak pernah pakai parfum, terus beli sabun, sikat gigi, pasta gigi, dan handuk"


Noah menggaruk kencang pucuk kepalanya dan berucap, "Handuk, sabun, pasta gigi, ada semuanya di sini. Kenapa kau beli lagi"


"Aku nggak mau pakai sabun batangan dan pasta gigiku, kan, lain dari yang lain jadi ........"


Noah melangkah maju untuk menarik pinggangnya Batari dan memeluknya erat lalu menggeram, "Kau sudah habiskan uang gajiku selama sebulan sebagai bodyguard di sini hanya dalam hitungan jam. Sekarang bagaimana? Untuk ke depannya? Bagaimana? Aku cuma punya uang dua puluh ribu sekarang ini"


Batari menginjak keras kakinya Noah dan ia berhasil lepas dari pelukannya Noah, lalu ia mendelik, "Kamu, kan, Noah......."


Noah langsung melompat untuk membungkam mulutnya Batari dan menggeram, "Jangan sebut Noah di sini!"


Batari menghempaskan tangan Noah ke bawah dan berucap lirih sambil melotot, "Kamu Noah Baron. Uang kamu segudang karena kamu itu anaknya Bapak Adam Baron. Kenapa ribut banget perkara uang tiga ratus ribu rupiah yang aku pinjam untuk beli makanan dan keperluanku. Aku akan ganti kalau kamu mau perhitungan sama aku. Dasar pelit!!"


Noah menggeram kesal dan saking kesalnya dia tidak sadar menarik tengkuknya Batari lalu ia cium bibirnya Batari.


Batari sontak memejamkan kedua matanya karena dia berpikir kalau Noah akan menggigit bibirnya. Namun, Batari merasakan ciumannya Noah sangat lembut, dalam dan berhasil membuai dirinya untuk ikut hanyut di dalam ciuman itu.


Noah dan Batari tanpa mereka sadari, terus berciuman.

__ADS_1


__ADS_2