Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Hukuman Untuk Barnes


__ADS_3

Pejabat petinggi negara yang lain yang membawahi badan Intelijen dan Hankam yang bernama Jendral Nuryanti, memimpin rapatnya Barnes dan the five Jays, di ruang kerjanya Barnes via online.


Wajah Duscha Igor pun tampak di layar TV LED besar yang terpasang manis di tembok ruang kerjanya cucunya konglomerat itu. Mereka akhirnya sepakat akan memulai aksi mereka membatasi pergerakan Teguh di bidang narkoba esok hari dan mereka berharap aksi mereka bisa mendesak dan kemudian berhasil membingkai Teguh untuk menggiring Teguh masuk ke hotel Rodeo selama-lamanya.


Amanda meraba rambut dan hidungnya lalu ia melompat rurun dari ranjang untuk berkaca di cermin, "Sial! aku melepas wig dan hidung palsuku? Pantas saja kalau Barnes tadi langsung bisa mengenaliku" Amanda lalu menepuk pelan pelipisnya, "Dasar bodoh kau Manda!" sambil terkekeh geli.


Amanda lalu mencari dressnya kala dinginnya malam memeluk raganya dan ia menghela napas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tatkala ia menangkap dressnya telah sobek terpuruk tak berbentuk di sudut bawah ranjang. Amanda menarik selimut untuk ia lilitkan di tubuhnya dan ia naik kembali ke ranjang. Bersandar di sana dan melamunkan hal-hal indah nan manis yang sudah ia rasakan bersama suaminya, Barnes Adiwilaga Darmawan.


Selesai rapat, semuanya kembali ke kamar mereka masing-masing. Mereka tidak berselera untuk menikmati camilan yang dibuat oleh Pak Samin.


Barnes membuka pintu kamarnya dan mendapati Amanda bersandar di tempat tidur dengan berbalutkan selimut, tengah membaca sebuah buku. Barnes melepas kemeja dan selama panjang lainnya lalu melompat ke ranjang. Menyusupkan lengannya di punggungnya Amanda lalu menarik pinggulnya Amanda dan ia peluk erat tubuh istri cantiknya itu sambil mendaratkan ciuman di pelipisnya Amanda.


Amanda meronta dan mendorong Barnes lalu menepis tangannya Barnes dengan kata, "Kau juga bersalah dan itu berarti kau pun harus dihukum"


Barnes menatap Amanda dengan senyum geli lalu bertanya, "Oke! Katakan dulu apa salahku?"


"Kau berciuman dengan wanita seksi dan cantik yang bernama Kayla itu" anda bersedekap, duduk bersila di atas kasur, mengerucutkan bibirnya dan melotot ke Barnes.


"Hahahaha, apa itu berarti kau cemburu? Dan cemburu berarti cinta? Kau sudah jatuh cinta pada suami kamu ini, Manda?" Barnes tersenyum senang.


"Mau dikasih hukuman kok malah senyum lebar kayak gitu. Jawab dulu, kenapa kau mencium cewek tidak tahu malu itu? Karena ia seksi, karena ia cantik atau........"


Barnes menarik tengkuknya Amanda dan ia bungkam mulut Amanda dengan mulutnya. Dia menekan, menghisap dan menggigit pelan bibir itu lalu ia lepaskan, "Itu yang dinamakan mencium"

__ADS_1


"Kau!" Amanda terengah-engah menahan gairah. Gairahnya timbul kembali karena ciuman dadakannya Barnes.


"Aku tidak mencium Kayla. Dia yang menciumku dan aku tidak membalasnya. Bibir dia cuma menempel dan langsung aku dorong"


"Apa seperti itu kejadiannya? Kau tidak bohong, kan?"


"Aku tidak bohong. Aku tidak pernah berbohong padamu, Manda" ucap Barnes dengan sorot mata penuh dengan ketegasan dan kejujuran.


"Aku lihat tidak seperti itu. Well! Aku memercayaimu tapi, tetap saja kau harus dihukum"


"Itu tidak adil Sayang, aku tidak bersalah dan....... hhhmmmppttt" Mulut Barnes langsung disumpal dengan mulutnya Amanda. Setelah berciuman beberapa detik, Amanda menarik diri dan menatap Barnes, "Aku akan menghukum kamu karena, kau telah membangkitkan lagi gairahku" Amanda tersentak kaget mendengar ucapannya sendiri lalu dengan cepat ia menundukkan. wajahnya yang memerah karena, malu.


Barnes tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi lugunya Amanda lalu ia berkata, "Oke! Lakukan apa mau kamu! Aku pengen lihat, seperti apa hukuman dari kamu itu, hahahahaha"


"Tapi, tunggu dulu! Aku meninggalkan wig, hidung palsu dan barang-barangku di kediamannya Teguh. Gimana kalau aku ketahuan dan........."


"Tapi aku belum berpamitan dengan Darren dan Istrinya Teguh pasti akan mencariku. Lalu, aku juga masih belum menemukan bukti kejahatannya Teguh yang lainnya dan........"


Barnes mencium keningnya Amanda lalu berkata, "Leon akan membereskannya besok. Mengenai Teguh, biar aku yang melanjutkannya. Kamu pikirkan saja hukuman apa yang akan kau berikan kepadaku!" Barnes menyeringai jahil menatap Amanda.


Amanda tersipu malu dan dengan gerakan pelan, ia mengalungkan kedua lengannya di lehernya barnes lalu dengan pelan mengajak suaminya untuk berciuman kembali.


Sementara itu Jake masih kebingungan memikirkan alasan saat besok Barnes di pagi hari, menemukan Bryna keluar dari dalam kamarnya. Jake merasa malu pada Barnes dan itu pasti akan membuatnya merasa canggung setengah mati. Ia juga merasa bersalah pada Barnes karena telah membuka segelnya Bryna sebelum ia menikahi Bryna. Alhasil, Jake tidak bisa memejamkan kedua matanya sama sekali. Jake masih duduk di teras dan menghisap rokoknya dalam-dalam dan sesekali Jake menoleh ke dalam untuk melihat kekasihnya yang masih lelap tertidur.

__ADS_1


Amanda menciumi dada bidangnya Barnes lalu ia mengangkat wajah untuk menatap Barnes dengan tanya, "Begini, benar?"


Barnes menangkup kedua pipi Amanda dengan tawa menggelegar lalu ia membanting Amanda pelan dan mengungkungnya dengan kata, "Aku yang akan menggantikan kamu menghukum suami kamu ini" Barnes menyusupkan wajah di lehernya Amanda dan tangannya mulai membuka lilitan selimut di tubuhnya Amanda, "Tubuhmu sangat Indah, Sayang" dan mulailah Komandan tampan itu bergerilya di atas tubuh istrinya dengan menggunakan tangan, wajah dan bibirnya, sampai Amanda mengerang puas berkali-kali.


Lalu keduanya terkulai lemas di atas kasur dan dengan saling berpelukkan mereka memejamkan kedua mata mereka dengan senyuman penuh kebahagiaan dan cinta.


Keesokan harinya, Amanda terbangun dan Barnes membopong Amanda ke kamar mandi dan melakukan penyatuan raga kembali do bawah guyuran shower. Lalu Barnes berucap, "Aku akan pergi cukup lama. Kau akan dibawa Leon ke pulau pribadiku dan tunggulah aku di sana!"


"Tapi........."


Barnes menarik ritsleting celana kainnya, mengecup keningnya Amanda lalu menatap wajah Amanda dan setelah mengucapkan kata, "Aku mencintaimu" Barnes keluar dari dalam kamar mandi dan pergi meninggalkan Amanda.


Amanda keluar dari dalam kamar dan bersitatap dengan seorang wanita yang wajahnya mirip sekali dengan suaminya. Ia seolah melihat Barnes dengan versi rambut gondrong.


Bryna langsung memeluk Amanda dan berucap, "Kau pasti Manda. Teman masa kecilku. Sahabat terbaikku. Aku Bryna. Saudara kembarnya Barnes" Bryna lalu melepaskan pelukannya dan menatap Amanda.


"Kau sangat cantik dan elegan" Amanda menatap Bryna dengan kagum.


"Kau juga cantik dan unik. Aku suka warna rambut dan bentuk rambut keriting mu. Kau tampak seksi dan unik" sahut Bryna.


Kedua wanita cantik itu pun saling berpelukkan dan tertawa riang lalu mereka berjalan bersama menuju ke ruang makan. Walaupun Amanda belum mengingat Bryna, namun ia merasa bahagia berada di sampingnya Bryna.


Leon laku hadir di tengah mereka dan berkata, "Kita harus berangkat sekarang, nyonya Barnes dan Nona Bryna"

__ADS_1


"Aku juga ikut?" tanya Bryna.


"Iya. Harus" sahut Leon.


__ADS_2