Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Pangeran Arka dan Batari


__ADS_3

Dokter keluarga kerajaan Wahyatma menemui Ratu Ambika di pagi hari dan Ratu Ambika langsung berkata, "Katakan! Apa hasil labnya? Kenapa cucu kesayanganku sampai bersin terus tiada henti kemarin?"


"Hasil lab baik-baik saja. Soal bersinnya Pangeran pertama sepetinya terkait dengan psikologisnya. Saya sarankan Anda mengundang psikolog kemari untuk memeriksa Pangeran pertama" Sahut dokter tersebut.


Ratu Ambika langsung berkata, "Panggilkan satu psikolog kenalan kamu untuk ke sini kalau begitu!"


"Siapa nama adik tiriku?"


"Pangeran Abiyu Putra Wahyatma dan Anda harus selalu waspada terhadapnya Pangeran. Dia dan mamanya, membenci Anda" Sahut Felix.


"Hmm. Hidup seorang Arka ternyata menarik juga" Sahut Arka dengan sendirinya dan Felix tersenyum ke Arka saat Arka mengucapkan kata itu.


"Baik Ratu" Dokter tersebut dengan segera menghubungi koleganya yang berprofesi sebagai psikolog dan hanya dalam waktu dua jam, psikolog tersebut sudah berdiri di depan Ratu Ambika.


"Segera pergi ke kamarnya Pangeran pertama dan periksa penyebab bersinnya kenapa,?" perintah sang Ratu.


Psikolog tesebut kembali menghadap Ratu Ambika setelah memeriksa Pangeran pertama kerajaan X dan segera memberikan laporan, "Penyebab bersin Pangeran pertama adalah wanita, Ratu"


"Hah?! Kenapa bisa begitu?" tanya Ratu Ambika.


"Pangeran pertama sepertinya pernah mengalami terima psikologis dan menyebabkan dia alergi berdekatan dengan seorang wanita. Ketika saya mendekatinya tadi, Pangeran pertama juga langsung bersin-bersin dengan hebatnya dan tidak berhenti-henti. Setelah saya menjauh sekitar dua meter, bersinnya berhenti" sahut wanita muda yang berprofesi sebagai psikolog.


"Baiklah. Kamu boleh pulang dan asistenku akan mentransfer uangnya" Sahut Ratu Ambika.


Sang Ratu lalu pergi ke kamarnya Arka Bhadrika Wahyatma, cucu kesayangannya dan berdiri cukup jauh karena, ia tidak ingin Arka bersin tiada henti.Sang Ratu berkata ke Arka yang adalah Noah Baron yang sedang kehilangan ingatannya dan secara kebetulan Noah memiliki kemiripan wajah dan fisik dengan Arka Bhadrika Wahyatma, "Bagaimana kondisi kamu hari ini, Arka?


"Saya udah baikan, Nek" Sahut Arka.


"Istri kamu yang belum pernah kamu temui sebelumnya sepertinya sudah sangat merindukan kamu, tapi sayangnya kamu alergi dengan wanita sekarang ini" Ratu Ambika menatap Arka dari jarak dia meter dengan wajah sedih.


"Saya juga tidak mengenali wanita itu. Istri saya maksudnya" Sahut Arka.


"Kasihan Amina. Dia menikahimu karena politik dan baru kali ini dia akhirnya bisa bertatap muka denganmu, tapi kamu malah sakit dan menjadi alergi dengan wanita"


"Siapa Amina?" Tanya Arka.


.


"Nama Istri kamu, Amina Putri Aryaguna. Sebelum kamu sembuh dari alergi kamu akan wanita, Nenek harap kamu tetap baik padanya walaupun kalian belum bisa berdekatan. Dia gadis yang lembut" sahut Ratu Ambika dan Arka yang adalah Noah Baron Yangs sebenarnya, hanya berdiam diri karena, dia masih bingung dengan keadaan dia sekitarnya. Dia benar-benar kesal karena, sedikit pun ia tidak bisa mengingat apapun.


Ratu Ambika kemudian berkata, "Kalau kamu udah baikan, kamu segera bersiap untuk makan bersama di meja makan. Nenek menunggumu di sana. Felix akan membantu kamu, emm, Felix adalah nama asisten pribadi kamu"

__ADS_1


Arka tersenyum. Walaupun dia belum memahami apapun dia tetap berusaha untuk tersenyum.


Sepeninggalnya wanita tua yang sangat cantik an elegan itu, masuklah seorang lira yang tinggi, kurus, tapi terlihat kekar, berdiri di depan ranjangnya Arka dan berkata, "Pangeran Arka, saya siap membantu Anda sepanjang hari ini"


Arka menatap pria yang berdiri di depannya cukup lama dan dalam, lalu ia bertanya, "Arka Bhadrika Wahyatma itu namaku saat ini,kan?"


Felix yang mengetahui kalau tuannya masih mengalami hilang ingatan, menganggukkan kepalanya dan masih berdiri dengan sikap sempurna.


"Bagaimana karakternya Arka Bhadrika Wahyatma? Seperti apa Arka yang kamu ketahui?"


"Saya tidak berani memberikan penilaian kepada Anda, Pangeran" Sahut Felix dengan menundukkan wajahnya.


"Tatap aku dan katakan saja! Aku nggak akan memberikan hukuman jika kamu mengatakan sesuatu yang kelak tentang aku, Arka Bhadrika Wahyatma"


Felix mengangkat wajahnya berjalan mendekati Arka dan berkata, "Sebelumnya, maafkan saya, Pangeran. Emm, Anda adalah sosok yang disiplin, tidak menyukai keterlambatan, Anda tegas, jarang tersenyum, selalu dingin terhadap siapa pun Karena, Anda selalu diperlakukan buruk oleh ibu tiri Anda. Mama Anda meninggal saat Anda masih berumur sepuluh tahun dan sejak itu, Anda diasuh oleh ibu tiri Anda yang tidak pernah menyayangi Anda dengan tulus. Itulah kenapa Anda menjadi sosok yang dingin dan tegas. Bahkan, adik tiri dan mama tiri Anda, ingin melenyapkan Anda. Syukurlah Anda selamat" Felix mengatakan kalimat terakhirnya dengan memajukan wajahnya dan berbisik.


"Cukup menyedihkan juga kisahku. Lalu Istriku? Seperti apa dia?"


Felix duduk di tepi ranjang dan berkata, "Tuan putri Amina orangnya pendiam, tapi dia selalu bersikap ramah dan baik kepada semua penghuni istana ini"


"Amina dan Arka belum pernah bertemu sejak mereka menikah?" Tanya Arka.


"Belum. Anda dan tuan Puteri baru bertatap muka kemarin pas Anda sadar" sahut Felix.


Felix hanya diam. Dia tidak berani menyahut perkataan tuannya.


"Lalu kenapa aku ada di sini? Sebelumnya aku di mana?"


"Kerajaan kita ada di satu pulau pribadi yang ada di sebelah Utara Belanda. Anda sebelumnya berada di Belanda dan Anda ingin menjalin kerja sama dengan pengusaha nomer wahid negeri ini, namun di dalam perjalanan Anda kemari, Anda dikabarkan jatuh dari kapal dan hilang"


"Apa itu perbuatan adik tiriku?" tanya Arka.


"Iya, Tuan. Sepertinya begitu" Sahut Felix.


"Oke. Aku akan bangun dan mandi lalu kita sapa semuanya di meja makan. Aku ingin menemui secara langsung seperti apa keluarga besarku"


Satu jam kemudian, Arka duduk di meja makan bersama dengan seluruh keluarga kerajaan Wahyatma. Arka memilih duduk di antara para pria dan Ina yang berharap bisa duduk bersebelahan dengan suaminya hanya bisa menelan kekecewaannya


Ratu Ambika memperkenalkan satu per satu yang jadi di meja makan ke Arka dan Arka langsung bisa mengingat nama-nama mereka walaupun dia tidak ingat akan. karakter mereka.


Keesokan harinya, semua keluarga kembali ke kerajaan X dan Arka ditinggal bersama dengan Felix, istri dan adik tirinya.

__ADS_1


Di alam hari, Amina datang ke kamarnya Arka dan Arka langsung bersin dan sambil terus melangkah mundur dia berucap lantang, "Jangan mendekatiku!"


Amina menghentikan langkahnya dengan wajah sedih dan bertanya, "Kenapa? Aku adalah Istri sah kamu dan kita teman di masa kecil"


"Aku tidak mengingatmu! Keluar!" Hardik Arka.


Amina tersentak kaget lalu memutar badan dan pergi meninggalkan kamar suaminya dengan derai air mata.


Abiyu tersenyum senang melihat hal itu karena sejak awal ia melihat kecantikannya Amina, Abiyu sudah langsung jatuh hati pada Amina.


Keesokan harinya, Amina membuatkan kopi dan roti bakar untuk ia bawa ke kamar suaminya, namun Arka kembali menghardiknya untuk keluar dari kamarnya.


Amina membawa nampan kembali ke dapur dengan perasaan sedih dan sangat kecewa.


Tiga hari berlalu sejak itu dan Batari yang telah sadar dari tidur panjangnya mulai sedikit demi sedikit menerima kenyataan bahwa Noah Baron belum ditemukan, namun Batari yakin kalau Noah Baron masih hidup.


Di malam hari, Batari pergi sendirian ke restoran favoritnya. Dia memesan ruang VIP dan melepaskan kesedihannya di sana karena, dia tidak ingin menunjukkan kesediaannya di depan Papa dan Mamanya.


Batari tanpa.sadwr meminum banyak anggur dan tiba-tiba ia ingin pergi ke toilet. Batari berjalan sempoyongan dan berhas.peehi ke toilet dengan aman, namun saat ia ingin kembali ke ruangannya, dia menjadi kebingungan. Dia lupa dengan nomer ruangannya, dia bergumam sambil menekan pelipisnya karena, kepalanya sudah mulai terasa pusing, "Nomer 206 atau 209, ya?"


Ruangan 206 dan ruangan 209 saling berhadapan dan Batari berdiri di tengah-tengahnya dengan sempoyongan dan kebingungan.


Akhirnya Batari memutuskan untuk masuk ke ruang 209 dan dia langsung terjatuh di atas pangkuan seorang pria. Batari menatap pria itu dan langsung menangkup pipi pria itu dengan berucap, "Noah Baron kau masih hidup" Batari lalu mencium bibirnya Noah dengan. penuh kerinduan dan Noah yang sudah menjadi pangeran Arka karena, hilang ingatannya, merasa heran karena ia merasa nyaman dengan ciuman itu.


Pengawalnya Arka langsung mencekal kerah blusnya Batari dan menarik mundur Batari dan berteriak, "Lancang sekali kau!.Berani sekali kau menyentuh Pangeran kami!"


"Anda tidak apa-apa, Tuan? Anda kenapa tidak bersin?" Arka bersitatap dengan Felix dan dia langsung berkata, "Kau benar. Wanita itu duduk di atas pangkuanku, menyentuh pipiku, menciumku dan aku tidak bersin? Bawa dia ke Istana. Kita pulang sekarang!"


Saya Felix menjawab iya dan hendak membopong Batari, entah kenapa Arka merasa tidak rela dan ia langsung mendorong Felix dengan kata, "Jangan sentuh wanitaku!"


Felix langsung tertegun mendengar kata wanitaku meluncur keluar dari mulut tuannya.


Batari langsung dibopong oleh Arka yang sebenarnya adalah Noah Baron dan langsung dimasukkan ke dalam Limousine milik keluarga kerajaan Wahyatma. Batari duduk di sebelahnya Arka dan karena ia telah mabuk berat, Batari menyandarkan kepalanya yang terasa berat dan pening di bahunya Arka. Arka menoleh ke wanita di sampingnya dan dia merasa heran, kenapa dia bisa merasakan kenyamanan yang tidak asing pada wanita yang dengan seenaknya bersandar di bahunya dan dia tidak bersin sama sekali.


",Jangan ke istana! Ada Amina di sana. Aku tidak ingin wanita cengeng itu membuat onar kalau aku membawa wanita asing ke kamarku" Ucap Arka sambil terus menunduk menatap wajah wanita yang masih bersandar di bahunya.


"Lalu kita ke mana Pangeran?" tanya Felix.


"Ke hotel saja. Kamu bilang keluarga Wahyatma berbisnis di bidang perhotelan dan furniture?" tanya Arka.


"Tapi, lebih baik Anda bawa wanita Anda ke vila pribadi keluarga Wahyatma, Pangeran. Di sana sepi dan sangat jarang dikunjungi orang karena berada di pulau pribadi Anda" Sahut Felix.

__ADS_1


"Oke, kita ke sana saja" Sahut Arka.


__ADS_2