Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Segel


__ADS_3

"Pangeran, akan membawa wanita ini ke kamar Anda?" Tanya Felix asisten pribadinya Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma.


Pangeran Arka yang masih membopong wanita cantik, mengabaikan pertanyaan asisten pribadinya dan melangkah ke dalam kamar yang dibukakan oleh Felix untuk segera merebahkan wanita cantik di atas ranjang. Pangeran Arka kemudian menegakkan tubuhnya dan menoleh ke Felix, "Keluarlah!"


"Tapi, dia orang asing. Apa Pangeran percaya padanya kalau dia nggak akan........."


Arka langsung menunjuk ke ranjang sambil berkata, "Dia mabuk dan tidur seperti mayat. Apa yang menurutmu bisa dia lakukan padaku dalam keadaan seperti itu?"


Felix langsung berkata, "Ah, Anda benar. Kali begitu, saya permisi" Felix bergegas keluar dari dalam kamar dan Arka langsung mengikuti Felix untuk mengunci pintu kamarnya. Setelah mengunci pintu kamar, Arka berbalik badan, melangkah tenang sambil terus menatap wanita yang berbaring di atas ranjang.


Arka lalu merebahkan diri di samping wanita itu dengan berbantalkan telapak tangan kanannya. Arka bergumam, "Aku benar-benar nyaman berada sedekat ini dengan wanita ini? Siapa dia? Kenapa dia tadi memanggilku Noah dan menciumku? Dan kenapa aku merasa kalau aku membutuhkan dia?"


Batari tiba tiba membuka kedua kelopak matanya dan memiringkan badannya berhadapan dengan pria yang menyebut dirinya pangeran Arka padahal Batari sangat yakin bahwa pria yang ada di hadapannya adalah Noah Baron. Batari yang masih pusing karena anggur, berkata, "Aku akan buktikan kalau kamu adalah Noah Baron" Lalu tanpa ragu, Batari memprovokasi pria itu dengan cara menggelungkan kedua lengannya di leher kokoh pria yang mengaku bernama Arka. Ia membelai leher pria itu. Tangan Batari terasa begitu lembut dan hangat dan membuat Arka tanpa sadar menggigit bibir bawahnya.


Batari menatap reaksi pria itu dan dia menjadi yakin seratus persen kalau pria itu adalah Noah Baron. Batari lalu melepaskan gelang Keuda lengannya di leher pria itu sebelum pria itu menyadari adanya napas yang terengah-engah menahan gairah di dirinya Batari.


Wanita cantik yang dia bawa ke vila pribadi keluarga kerajaan Wahyatma, ternyata lebih dari bayangannya pangeran Arka. Wanita yang terus memanggilnya Noah dan menamai dirinya dengan Batari itu sangat menggoda di bawah sinar bulan yang masih menyapa mereka, di dalam balutan blus satin dan rok jins Batari mampu membangkitkan kemaskulinannya Arka yang sudah dibalut pekatnya gairah nan manis.

__ADS_1


"A....apa yang akan kau lakukan? Dasar mesum, brengsek!" Batari memekik dan melotot saat Arka menarik tangannya, membantingnya di atas ranjang lalu menunduk untuk mulai mencium bibirnya Batari


Aksa menahan bibirnya yang sudah berada dekat sekali dengan bibirnya Monica. Aksa tersenyum penuh cinta, "aku akan melakukannya dengan penuh kelembutan. Aku tidak akan membiarkanmu kesakitan, aku janji. Aku akan berikan malam pertama yang tak terlupakan bagimu"


Arka lalu mencekal kedua pergelangan tangannya Batari dengan telapak tangan kirinya dan ia naikkan kedua tangan Batari ke atas kepalanya Batari sambil terus mencium, mengusap, dan menghisap bibirnya Batari. Arka kemudian menindih tubuh Batari dengan penuh kelembutan tanpa melepaskan bibirnya Batari.


Alih-alih menghindar, menendang, atau mendorong pria yang menindih dan menciumnya, Batari justru mengajak pria yang dia yakini sebagai Noah Baron, berguling di atas ranjang sambil terus berciuman dalam gairah yang semakin lama semakin membara.


Hawa dingin di sekitar vila yang melesak masuk ke dalam kamar mereka, tidak mampu memadamkan api gairah yang ada di kedua sejoli itu.


Reaksi yang ditunjukkan oleh Batari semakin mempertebal darah kelakian-lakiannya Arka. Seluruh kesadarannya Arka tersesat menatap keindahan tubuhnya Monica. Bibir pasangan itu kembali bertaut. Lidah Arka menelusup dengan lincahnya, menajamkan indra Batari. Ciuman itu semakin liar dan lidah Arka menghunjam berkali-kali di antara gigitan-gigitan kecil pada bibir Batari.


Batari melingkarkan lengan ke sekeliling leher kokohnya Arka dan menariknya mendekat. Salah satu tangan Arka bergerak di bagian bawah punggung Monica sementara tangan kanannya terus membelai kepalanya Batari dengan penuh rasa berbarengan dengan gerakan bibir mereka yang saling menggoda sampai mereka berdua kehabisan napas.


Gerakan lihai tangan dan bibirnya Arka membuat Batari tidak mampu untuk membuka kedua kelopak matanya. Arka tersenyum lalu berkata, "buka matamu, cantik! Aku suka melihat mata kamu"


Alkohol memang berbahaya, alih-alih menolak dan berlari pergi, alkohol justru membuat Batari terus menuruti Arka dan ia membuka kedua kelopak mata lentiknya secara perlahan lalu ia berucap di bawah kesadarannya yang masih dipenuhi alkohol, "jangan berhenti!"

__ADS_1


Arka terkekeh geli, "aku nggak akan bisa berhenti sayang. Kau sungguh memesona dan aku tidak bisa menahannya lagi. Aku cuma ingin kamu melihat kedua mataku di saat aku berjanji, aku akan memuaskan kamu sebagai tanda terima kasihku pada dunia karena, telah mengirimkan seorang wanita cantik yang tidak menimbulkan alergi apapun di diriku"


Batari lalu menarik tangannya Aksa dan berkata, "sentuh aku di sini"


Arka tersenyum penuh gairah dan mengikuti semua permainan yang Batari inginkan dan ia kembali mencium Batari dengan tangan yang bebas bergerak di setiap lekuk indah tubuh wanita cantik yang datang dengan sendirinya di atas pangkuannya. Mereka berdua, kemudian menggila dan meliar bersamaan.


Batari yang tidak lugu dan polos lagi karena, pengaruh alkohol, terasa begitu manis ketika akhirnya Arka menyatukan raga dan cinta mereka berdua.


Batari memekik kencang dan mengeluarkan setetes air mata berbarengan dengan masuknya Arka ke dalam segel yang telah terbuka. Arka terus melesak masuk diringi pekik indahnya Batari.


Arka tersenyum bahagia saat dia bisa merasakan bahwa ia adalah laki-laki pertama yang membuka segel wanita cantik yang bernama Batari itu


Arka seolah tidak puas, dia terus bergerak dengan bermacam gaya ringan untuk menyatukan panasnya gairah di rasa manisnya Batari.


Arka berhenti di saat Batari melepas pekik kepuasannya berbarengan dengan lenguhan maskulinnya Arka untuk yang ketiga kalinya di udara bebas. Batari kemudian mendesah lirih, "aku lelah. Aku sangat lelah"


Arka mencium keningnya Batari lalu bangkit dan menyelimuti Bayari. Lalu ia menyusup masuk ke dalam selimut dan memeluk erat tubuh polos wanita cantik yang baru ia temui. Arka mencium pelipisnya Batari, "Terima kasih telah datang ke pangkuanku tadi dan terima kasih kau berikan kesucianmu hanya untukku. Tidurlah! Mulai sekarang, kamu adalah wanitaku dan untuk selamanya kamu adalah wanitaku"

__ADS_1


__ADS_2