
Barnes kembali ke salon kecantikan sambil menarik pembungkus khusus untuk gaun malam dan ia tempelkan di punggungnya lalu ia taruh pucuk hanger gaun malam yang menyembul di ujung pembungkus gun malam itu, di atas pundaknya dengan tangan kanan dan tangan kiri menenteng dua paper bag berukuran cukup besar yang berisi sepatu dan beberapa aksesoris mahal yang terbuat dari permata Swarovski dan dompet tangan untuk melengkapi gaun malam nan cantik itu.
Ketika ia membuka pintu masuk salon kecantikan tersebut, Twyla nama.si pemilik salon itu langsung menyambut Barnes dan sambil menjentikkan jarinya ia berkata kepada Barnes, "Ikuti aku ganteng! istrimu menunggumu di ruang VVIP"
Barnes mengikuti langkah Twyla menuju ke ruangan paling pojok dan paling besar yang ada di dalam salon kecantikan Twyla itu. Twyla membuka pintu VVIP itu dan Amanda langsung bangkit berdiri, memutar badan, menghadap ke pintu masuk karena, kaget.
Barnes dan Amanda saling pandang dalam diam.
"Tadaaaa! dia jadi lebih menarik, kan?" ucap Twyla dengan senyum lebar.
"Setelah didandani, yeah, dia lebih menarik. Kau memang hebat Twyla" sahut Barnes.
Amanda masih mematung dan membisu. Lalu ia mengalihkan pandangannya ke rak baju karena ia tidak kuat bersitatap terlalu lama dengan Barnes.
Barnes lalu berdeham dan melirik jam di nakas, "Dua jam lagi acara jamuan makan malamnya akan dimulai"
"Kau sudah bawa gaunnya?" tanya Twyla.
Barnes menarik pembungkus gaun malam dari belakang badannya lalu menyerahkannya ke Twyla, "Ini gaun malamnya. Bantu dia bersiap dan ini," Barnes juga menyerahkan dua paper bag yang sedari tadi ia tenteng di tangan kirinya, "Ini, sepatu, dompet tangan dan beberapa aksesoris untuk menunjang kecantikan gaun malam yang aku pilihkan untuk istriku"
Twyla menerima semua itu lalu berkata, "Oke siap Ndan! Aku akan dandani istri kamu menjadi perempuan tercantik di jamuan makan malam yang akan kau hadiri nanti"
Barnes melirik Amanda yang masih menatap rak baju lalu ia berkata, "Aku akan tunggu di luar"
Twyla mengacungkan ibu jarinya ke Barnes dengan senyum lebar.
Tiga puluh lima menit kemudian, Amanda keluar dari ruang tunggu VVIP salon Twyla itu bersama dengan Twyla si pemilik salon. "Bawa istri kamu yang luar biasa cantik ini, ke jamuan makan malam sekarang juga, Tuan Barnes! Sebelum semua mata di sini menatapnya, hihihihi" Twyla yang sebenarnya adalah seorang pria namun, berdandan seperti wanita itu terkikik geli melihat Barnes menatap Amanda dengan penuh kekaguman.
__ADS_1
"Sebentar" Barnes yang sudah memakai setelan tuksedo mewah, merogoh saku jas tuksedonya lalu mengeluarkan satu kotak tempat perhiasan berwarna merah yang terbuat dari beludru dan dari dalam kotak itu, ia mengeluarkan kalian emas dengan liontin berlian berbentuk kupu-kupu dengan berlian kecil-kecil, berwarna merah. Barnes lalu meletakkan kotak perhiasan begitu aja di atas nakas. Kemudian, ia melangkah ke depan saat ia sampai di depan Amanda, dia mengalungkan kalung cantik itu di leher jenjangnya Amanda.
Amanda merinding saat ujung jari jemarinya Barnes menyentuh kulitnya dan napas Barnes yang hangat menghembus pelan di lehernya saat Barnes memasangkan kalung cantik itu di lehernya.
Barnes lalu menarik wajahnya, menyentuh kalung itu, menatap lekat kalung itu sambil berkata, "Cantik"
"Aku tahu kalau aku cantik jadi, jangan terlalu lama berdiri di sini! kita berangkat sekarang, ayok!" Amanda langsung berpamitan dan mengucapkan terima kasih ke Twyla lalu menarik lengannya Barnes begitu aja untuk segera keluar dari dalam salon kecantikan itu dan masuk ke dalam mobil karena, Amanda mulai risih di saat ia menyadari banyak mata mulai tertuju padanya dan Barnes semakin aneh sikapnya.
Barnes masuk ke dalam mobil lalu melirik ke Amanda, "Kenapa wajahmu merah seperti itu?"
"Aku malu" Amanda bersedekap dan mengerucutkan bibirnya.
"Malu kenapa? karena kau bilang cantik tadi? Jangan Ge-Er ya! Yang aku bilang cantik tuh kalungnya bukan kamu, cih!" sahut Barnes sambil menginjak pedal gas mobil Jeep mewahnya.
Amanda melirik kesal ke Barnes lalu berucap, "Aku tahu itu. Aku memang tidak pernah merasa kalau aku ini cantik. Aku malu karena banyak mata menatapku tadi"
Barnes kemudian berdeham untuk mengusir pikiran sensual yang menyusup liar ke dalam pikirannya lalu berucap, " Kalung itu hadiah dariku untukmu. Itu Kakung berlian asli, jaga dengan baik jangan sampai hilang!"
"Hah?!" Amanda lalu melepas kalung itu dan menarik tangan kirinya Barnes lalu ia letakkan kalung berliontin kupu-kupu itu ke dalam genggaman tangannya Barnes. Barnes langsung meminggirkan mobil Jeep mewahnya lalu menoleh ke Amanda dengan kesal, "Jangan dibiasakan menarik tanganku secara dadakan pas aku nyetir! itu sangat berbahaya. Dan kenapa kau lepas.kalungnya?"
Amanda bersedekap lalu menoleh ke Barnes, "Aku ini gadis liar. Tidak terbiasa memakai perhiasan apapun. Kalau aku pakai kalung itu lalu tanpa sengaja aku menghilangkannya, aku nggak punya uang untuk menggantinya"
Barnes dengan cekatan melepas sabuk pengamannya Amanda,.menarik lengannya Amanda sampai tubuh gadis itu berada dekat dengan tubuhnya. Amanda langsung memekik kesal, "Mau apalagi kau?! Jangan lupakan soal bayar denda! jadi,.........."
"Pakai kalung ini lagi" Barnes memakaikan kembali kalung cantik itu di lehernya Amanda lalu menarik tubuhnya untuk menjauhi Amanda. Lalu ia merogoh kantong jasnya dengan kata, "Ini aku kasih kartu unlimited untuk kamu. Isinya tak terbatas. Biar kamu nggak mata duitan lagi dan aku bisa menyentuhmu dengan bebas!" Barnes meletakkan sebuah kartu berwarna hitam ke dalam genggaman tangannya Amanda lalu ia melajukan kembali mobil Jeep mewahnya.
Amanda tertegun dan sambil terus menatap kartu hitam yang ada di dalam genggaman tangan kanannya, dia memasang kembali sabuk pengamannya. Lalu ia menoleh ke Barnes, "A.....apa maksudmu? bisa menyentuhku dengan bebas, apa maksudmu? Hah?!" Amanda berucap sembari meletakkan kartu hitam yang ia genggam di atas dashboard mobil.
__ADS_1
Barnes melirik kartu hitam itu lalu berkata dengan geram, "Ambil kembali kartu itu dan masukkan ke dalam dompetmu atau............."
Amanda menatap Barnes dari samping, "Atau apa?"
"Aku akan menuntut kewajibanmu sebagai seorang istri di sini, mumpung daerah sini sepi dan jauh dari peradaban manusia" Barnes memperlambat laju mobilnya dan mencoba bergerak untuk meminggirkan mobilnya. Amanda bergidik ngeri lalu ia mengambil kembali kartu hitam itu dan memasukkannya ke dalam dompet tangannya. Kemudian dengan wajah kesal, gadis berambut merah itu memejamkan kedua matanya dan memilih untuk tidur daripada mengobrol dengan Barnes yang ujung-ujungnya pasti akan terjadi perdebatan.
Barnes melirik Amanda lalu ia tersenyum saat ia melihat Amanda telah lelap tertidur. Lalu Barnes bergumam di dalam hatinya, Dia itu ganas seperti landak.
Satu setengah jam kemudian, mobil Jeep mewahnya Barnes telah parkir di depan lobi hotel The Rain, milik Omnya tapi sayangnya, saat itu, Om Gideon sekeluarga tengah bepergian ke luar negeri.
Seorang petugas parkir valet mendekati mobilnya Barnes.Barnes membuka kaca jendela mobilnya dan berkata kepada petugas valet yang bertugas memarkirkan mobil para tamu hotel The Rain itu, "Saya akan bangunkan istri saya dulu sebentar, ya?"
Petugas valet itu tersenyum ke Barnes lalu menganggukkan kepalanya dan menunggu Barnes dengan santai.
Barnes lalu mengangkat tangannya, menyentuh pipi Amanda, bergerak ke leher, kemudian berakhir di dagu. "Amanda?" Ujung jemari Barnes mengusap dahinya Amanda.
Amanda langsung tersadar dari tidur panjangnya namun kelembutan dan kehangatan ujung jarinya Barnes justru membuat ia malas untuk membuka kedua matanya.
"Ayolah sayang bangun, kau sudah tertidur cukup lama" suara lembut Barnes langsung membuat Amanda tersentak kaget lalu ia membuka kedua matanya dan mendelik ke Barnes, "Sejak kapan kau memanggilku sayang?"
"Sejak........detik ini dan mungkin selanjutnya aku akan memanggilmu, sayang"
"Dasar gila!" Amanda lalu menepis tangannya Barnes yang masih mencubit mesra dagunya lalu ia melepas sabuk pengamannya, membuka pintu mobil dan melompat turun dengan wajah kesal.
Barnes langsung melepas sabuk pengamannya, membuka pintu mobil, menyerahkan kunci mobil ke petugas valet lalu melompat turun dan berlari mengejar Amanda karena ia tidak ingin istrinya yang terlihat sangat cantik dan seksi itu berjalan sendirian tanpa ia peluk pinggangnya.
Barnes berhasil mensejajari langkah Amanda dan langsung menggaet pinggangnya Amanda lalu menunduk untuk berbisik di telinganya Amanda dengan kata, "Kalau tidak kupeluk seperti ini, kau akan jadi santapan para pria hidung belang"
__ADS_1
Amanda akhirnya pasrah menuruti suaminya dan melangkah masuk ke dalam dengan pandangan takjub sekaligus canggung..............