
Jake dan Leon kembali untuk menjaga Bryna. Jake duduk di sebelahnya Bryna lalu memeluk bahunya Bryna, "Kau tidak capek? Kalau capek sandarkan kepala kamu di pundakku!"
Bryna lalu menyandarkan kepalanya di pundaknya Jake dan memejamkan matanya.
Leon berkata, "Kita jaga di sini dulu sampai Tuan Barnes dan Tuan Duscha sadar"
"Sstttt! pelankan suara kamu! Bryna tidur nih"
Jake mendelik ke Leon.
Leon langsung berkata dengan sangat lirih, "Maaf!"
Amanda keluar dari dalam kamar tempat di mana Duscha dan Barnes masih tertidur lelap di bawah pengaruh obat yang diberikan oleh dokter pribadinya keluarga Darmawan.
"Bryna tidur ya? Kasihan dia pasti kecapekan. Apa kalian pulang dulu, kasihan Bryna" Amanda berucap sambil duduk di sebelahnya Bryna.
Jake langsung membopong Bryna dengan hati-hati dan berucap, "Okelah! Aku akan bawa Bryna pulang"
"Oke! hati-hati! Saya akan jaga di sini" sahut Leon.
Amanda menyelipkan rambut Bryna ke balik telinga dan berucap, "Jaga Bryna baik-baik! Aku nggak ingin ada orang yang aku cintai terluka lagi"
"Siap Nyonya Komandan!" Jake lalu berbalik badan dan berjalan lebar menuju ke tempat di mana mobilnya diparkirkan.
Lima pasukan khusus yang dikirim oleh Jendral wanita yang mendukung misinya Barnes dan kawan kawan untuk membekuk Jendral Teguh, tampak berjaga di sekitar mobilnya Barnes dan Jake. Salah satu dari pasukan khusus itu membantu Jake membukakan pintu mobil "Terima kasih" Jake tersenyum ke pasukan khusus yang telah membantunya itu lalu ia memasukkan Bryna dengan hati-hati di jok penumpang, memasangkan sabuk pengaman, mencium kening dan mengecup bibirnya Bryna. Setelah menutup pintu mobil, ia berlari kecil memutari mobilnya dan masuk ke jok kemudi, memeriksa mobilnya dengan sangat teliti dan tersenyum lega saat menemukan mobilnya bersih dari segala alat peledak atau yang aneh-aneh lainnya.
Jake lalu meluncurkan mobilnya di jalan raya. Jalan raya tampak lengang di jam sebelas malam. Jake melihat ke rear-mirror vision, ada dua buah mobil SUV berwana hitam terus mengikuti mobilnya. Jake menoleh ke Bryna dan tersentak kaget, "Kok bangun?"
"Kamu nyetir ugal-ugalan makanya aku bangun. Ada apa?"
"Maaf! Aku sedang berusaha lepas dari dua mobil yang mengikutiku makanya aku nyetirnya agak ugal-ugalan"
Bukan agak tapi.......... Dooooorrrr! terdengar suara tembakan yang sangat keras.
"Sial! Bryna tundukkan kepalamu!" Jake berteriak sambil memperdalam pijakan gasnya dan membanting setir ke Kiri lalu ke kanan untuk menghindari tembakan peluru yang kembali terdengar di udara.
__ADS_1
"Kamu punya pistol atau senjata berapi lainnya di mobil ini?" tanya Bryna sembari terus menundukkan kepalanya.
"Untuk apa?" tanya Jake sambil terus fokus ngebut dan menghindari kejaran dua mobil hitam yang telah berani menembak mobilnya.
"Berikan saja kalau ada!" Bryna berteriak ke Jake.
Jake melirik Bryna dan berkata, "Ada di laci
dashboard"
Bryna langsung membuka laci dashboard sambil terus menunduk saat ia mendengar ada suara tembakan lagi dan pintu kaca bagian belakang mobilnya Jake mulai pecah. Bryna yang masih tetap menunduk lalu membuka sabuk pengamannya memutar kepalanya ke arah pintu dengan masih menunduk dan meletakkan kakinya di atas pahanya Jake.
Jake melirik Bryna, "Sayang, ini bukan waktunya kan, kamu minta jatah sama aku?"
"Dasar mesum! Hentikan mobil ini, pegangi kakiku dengan erat, cepat!
"Nggak! Gila! Kau mau apa?!"
"Kau cinta aku, kan? Kalau cinta harus nurut apa kataku! cepat hentikan mobilnya dan pegangi kakiku dengan erat!" Bryna mulai berteriak kencang.
Jake secara spontan menginjak gas sembari mengoper perseneling. Dia menoleh ke Bryna, "Wah! Kau hebat juga ya, Sayang"
Bryna membetulkan letak duduknya dan melihat ke rear-mirror vision kedua mobil hitam yang telah ia tembak bannya sudah tidak lagi mengikuti mobilnya Jake. Lalu dengan napas menderu karena tegang dan terselip gairah, Bryna berkata, "Parkirkan di tengah mobil itu, cepat!"
"Kau mau belanja?" Jake menoleh ke minimarket yang buka dua puluh empat jam.
"cepat!"
Jake membelokkan mobilnya dan parkir di tengah dua mobil yang sudah terlebih dahulu parkir di area parkir minimarket yang buka dua puluh empat jam tersebut. Jake mematikan mobilnya lalu menoleh ke Bryna, "Kau baik-baik saja kan Sayang? Sial! Apa kau kena tembak?"
Bryna melompat ke atas pangkuannya Jake alih-alih menjawab pertanyannya Jake. Lalu ia mencium bibirnya Jake sembari membuka ritsleting celana kain yang Jake pakai waktu itu.
"Hei! Kita di area parkir dan........hhmmmmppppt!"
Bryna terus menyerang Jake dengan kenikmatan luar biasa dan Jake hanya bisa menangkup pasrah wajah cantik kekasihnya dan beberapa menit kemudian, mereka berdua mengerangkan kepuasan. Bryna membetulkan letak roknya dan kembali ke jok penumpang, memasang kembali sabuk pengamannya dan berkata, "Kita bisa pulang sekarang"
__ADS_1
Jake menoleh ke Bryna dan sambil terkekeh geli dia menarik ke atas ritsleting celana kainnya dan berkata, "Kau benar-benar singa betina, Sayang. Aku mencintaimu" Dan mulai melajukan kembali mobilnya ke jalan raya setelah ia memasang sabuk pengamannya sendiri.
Bryna menunduk malu dan berkata, "Di saat kita lepas dari bahaya maut, biasanya ada terselip gairah dan itu harus dilepaskan dengan segera kalau nggak akan membuat kita menjadi sesak napas. Benar, kan?"
Jake tertawa lebar dan berkata, "Yeah! Kau selalu benar cantik" Jake mengusap kepalanya Bryna dan Bryna terkekeh geli. Bryna lalu mengangkat wajahnya, menoleh ke Jake dan berkata, "Aku mencintaimu"
"Aku tahu" Sahut Jake dengan senyum lebar khasnya.
Bryna langsung menepuk keras bahunya Jake, "Dasar tidak romantis sama sekali!"
Jake kembali menggemakan tawanya.
Sesampainya di markas besarnya Barnes dan the five Jays. Barulah Bryna mengetahui dan sadar kalau bahu Jake terkena serempetan peluru. Bryna langsung panik dan berlari mengambil kotak P3K yang ada di kotak obat kaca yang terpasang di tembok.
Bryna langsung menggunting kaos polos abu-abunya Jake dan mulai mengobati lukanya Jake sambil mengomel, "Kenapa kau tidak bilang kalau kau terluka? Kalau tahu kamu terluka aku nggak akan mengajak kamu memuaskan........."
Jake mengecup bibirnya Bryna lalu ia menatap Bryna dengan senyum polosnya.
Bryna mengerucutkan bibirnya, "Kalau kau kecup lagi, aku akan mengobatimu dengan kasar. Lain kali tuh kalau terluka bilang! Dan lain kali kalau ada apa-apa bilang! Jangan diam saja! Aku pacar kamu kan sekarang?" Bryna menatap Jake setelah ia selesai mengobati lukanya Jake.
"Calon Istri"
"Apa maksudmu?" Bryna menatap Jake dengan terkejut.
Jake menarik Bryna ke atas pangkuannya, mengelus pipinya Bryna dan berkata, "Kamu calon istriku. Setelah Teguh tertangkap, aku akan melamar kamu dan menikahimu"
"Papa benci pria berseragam karena hidup pria itu selalu berada di dalam bahaya. Kau berani menghadapi Papaku yang jago taekwondo?" Bryna tersenyum jahil ke Jake.
"Sial! Nggak jadi aja kalau gitu!" Jake menatap Bryna dengan sorot mata yang ia buat tampak serius.
Bryna bangkit dari pangkuannya Jake dan berucap, "Yeah! Lupakan saja soal ide kamu itu"
Jake menarik kembali Bryna untuk duduk di atas pangkuannya, "Nggak jadi mundur maksudku. Aku akan tetap maju untuk menjadikanmu Istriku"
Bryna lalu tersenyum lebar dan Jake langsung memeluk kekasihnya yang sangat cantik itu.
__ADS_1