Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Menikah


__ADS_3

Hei! Barnes! tunggu!" lengkingan suara Jake, menghentikan langkah Barnes namun, Barnes tdiak berputar badan untuk berhadapan dengan Jake. Jake yang berlari memutari Barnes dan berdiri di depannya Barnes, "Kenapa tiba-tiba kau ingin menikahi gadis itu?"


Napas Barnes masih menderu karena, emosi dan kecewa. Dia emosi karena Amanda sudah berani menamparnya dan memandangnya tanpa rasa hormat. Dia kecewa karena Amanda tidak ingat dengan Barnes Adiwilaga Darmawan.


"Jawab! jangan malah melotot seperti itu! Dengar Barnes, pernikahan itu bukanlah permainan dan........"


"Aku tahu" sahut Barnes dengan cepat.


"Kalau kau tahu, kenapa kau mengambil keputusan menikah dengan gadis yang baru beberapa kali kau temui? Dan ia tidak ingat kau siapa dan........"


"Justru karena itu aku ingin menikahinya. Aku akan membuat perjanjian pernikahan selama satu tahun. Kalau selama satu tahun dia masih belum bisa mengingatku, aku akan melepaskan dan melupakannya untuk selama-lamanya"


"What?! kau gila Barnes! kau bukan hanya mempermainkan hidup gadis itu tapi kau juga mempermainkan hidupmu. Lalu bagaimana dengan orang tuamu? keluargamu?" tanya Jake.


"Aku tidak akan bilang soal pernikahanku ini ke siapa pun termasuk keluargaku. Karena pernikahan ini hanya pernikahan kontrak selama setahun" sahut Barnes tegas dengan nada datar.


Jake langsung menyugar rambutnya dan tiba-tiba mereka berdua dikejutkan oleh suara ponselnya Barnes. Barnes mengangkat panggilan ponselnya dan segera berlari keluar. Jake menyusul Barnes dan berteriak, "Ada apalagi Barnes?!"


Barnes berucap sambil terus berlari ke halaman depan rumahnya, "Gadis itu kabur setelah menyemprotkan cairan merica ke kedua matanya Leon"


"What?! Wow! kau akan menikah lalu hidup satu atap dengan rubah betina selama satu tahun, Barnes, siapkan dirimu! Hahahahaha" Jake terus berlari mengikuti laju larinya Barnes sambil menggemakan tawa riangnya dan Barnes hanya bisa mendengus kesal.

__ADS_1


"Kau cari dia di sini! Aku akan ke halaman belakang" Barnes langsung memutar badannya dan melaju ke halaman belakang tanpa menunggu komentarnya Jake dan Jake hanya bisa bergumam, "Emangnya aku berniat mencari gadis barbar itu? cih! kalau kabur ya kabur aja" Jake lalu duduk di atas rumput halaman depan rumahnya Barnes dan tiduran di sana menikmati matahari yang hampir terbenam.


Leon berlari menuju ke halaman depan dengan wajah yang masih basah karena ia membasuh mukanya dengan terburu-buru dan ia memekik kesal melihat Jake justru rebahan di atas rumput dengan santainya, "Tuan Jake! kok malah rebahan di situ? kenapa nggak bantu mencari Nona Amanda? hadeeehhh!"


Jake langsung bangun dan duduk di atas rumput lalu membuka kedua matanya dengan malas dan langsung terkejut melihat wajah Leon yang masih basah terkena air bersih, "Mata kamu baik-baik saja kan? gimana rasanya terkena semprotan merica? kau tidak menjadi buta, kan?"


"Tentu saja tidak, Tuan! Saya masih bisa melihat dengan baik dan ayok bantu saya mencari Nona Amanda! saya rasa Nona Amanda masih berada di dalam rumah ini karena, gerbang depan sangatlah tinggi dan saya langsung mengaktifkan alarmnya pas saya masuk tadi. Satpam depan juga belum melaporkan ada orang melintas di sana"


"Bagaimana dengan gerbang belakang?"


"Gerbang belakang lebih pendek dan.........."


Leon mendengus kesal melihat Jake lalu ia bergegas berlari ke halaman belakang dan dengan segera ia melihat tuan besarnya tengah berteriak ke seorang wanita yang tengah duduk di puncak gerbang yang tidak lancip di halaman belakang rumahnya Barnes. Satu kaki Amanda ada di sisi luar gerbang dan yang satunya lagi masih di sisi dalam gerbang itu.


Barnes kembali berteriak, "Lompatlah keluar! Dan aku akan bilang ke Praja Anggada kalau aku membatalkan pembelian atas kamu! Aku akan kembalikan kau ke Praja Anggada dan Praja Anggada akan mulai memburumu lagi dan kau tahu sendiri apa yang selanjutnya akan terjadi nanti! dasar cewek tidak tahu diuntung!"


Amanda berteriak dari atas gerbang dan menunduk untuk menatap Barnes yang berdiri dengan berkacak pinggang dan mendongakkan wajah ke arahnya, "Itu karena aku takut padamu! aku tidak bisa mendengar apa yang ada di benakmu dan aku tidak mau menikah denganmu!"


"Pilih menikah denganku atau lompat keluar dari gerbang itu dan aku akan langsung menghubungi Praja Anggada! Hidup ini soal pilihan Nona Manis, maka pilihlah!!" Barnes berteriak kencang dengan masih berkacak pinggang dan mendongakkan wajah tampannya.


Amanda terdiam selama beberapa detik lalu ia memutuskan untuk turun ke arah dalam dengan perlahan dan ketika Amanda sudah menjejakkan kedua telapak kakinya di atas rumput, Barnes langsung memanggul Amanda.

__ADS_1


Amanda tersentak kaget dia langsung berteriak, "Lepaskan aku brengsek!" sambil terus memukul punggungnya Barnes dengan sangat keras.


Barnes mendudukkan Amanda di tepi ranjang lalu segera memborgol tangan Amanda dan ia kaitkan borgol itu dengan ranjang mewah yabg terbuat dari besi kualitas super. Amanda menarik lengannya dan mengaduh saat lengannya terkena gesekan borgol besi. Amanda lalu melotot ke Barnes dan berteriak kencang, "Kenapa kau memborgolku?!"


"Karena kau liar. Karena kau telah menamparku, menyemprotkan cairan merica ke kedua matanya Leon dan karena kau sudah berani punya niat kabur dari sini!" Barnes pun tidak kalah menghunus tatapan tajam dan berteriak kencang ke Amanda.


"Kenapa kau ingin menikahiku? kita tidak saling kenal dan tidak saling cinta, kenapa?!" Amanda masih berkata dengan nada tinggi karena, ia masih sangat kesal dan marah dengan sikap seenak hatinya Barnes.


Barnes mulai meredupkan sorot matanya setelah ia menghela napas panjang lalu ia berucap dengan nada lembut, "Itu demi kebaikanmu sendiri. Aku tidak mau kau berkeliaran di luar sana dengan kemampuan spesial dan sikap suka ikut campur kamu itu karena itu akan sangat berbahaya dan lama-lama kau bisa kehilangan nyawa kamu. Untuk itulah aku ingin kau tetap tinggal dekat denganku selama satu tahun saja. Aku akan membekali kamu beberapa keahlian untuk menjaga diri dan ........."


"Kenapa harus menikah?" tanya Amanda


"Iya benar. Kenapa harus menikah" Sahut Jake sambil melangkah santai masuk ke dalam kamarnya Amanda.


"Karena, kita harus selalu bersama. Ke mana pun aku pergi, kau harus ikut denganku untuk itulah, kita perlu menikah" ucap Barnes mulai meninggikan nada suaranya kembali.


Percakapan mereka terhenti ketika Leon datang dan memberitahukan kalau pejabat pemerintah terkait yang akan menikahkan Barnes dan Amanda secara hukum beserta saksi mata yang dibawa oleh Leon, telah datang dan menunggu di ruang tamu.


Barnes melepas borgol di tangan Amanda lalu ia mencekal lengannya Amanda dam berbisik, "Kalau kau tidak menurut, aku akan melemparmu ke jalanan dan biar pemangsa semacam Praja Anggada memburumu"


Amanda terpaksa.menurut sampai ia dan Barnes Adiwilaga Darmawan resmi menjadi suami dan istri di atas kertas yang kuat secara hukum.

__ADS_1


__ADS_2