
Sehari sebelum Noah mengajak Batari menonton bioskop, dia menelepon temannya yang sudah bertunangan, "Jay, dulu pas kamu sama tunangan kamu berkencan, emm, untuk kencan pertama, kalian pergi ke mana?"
"Ke bioskop, dong" sahut temannya Noah.
"Kenapa ke bioskop? Kenapa nggak makan atau pergi ke taman?" tanya Noah.
"Iya karena, di bioskop itu tempat paling oke untuk bisa modusin pacar kita. Kita pilih film bergenre horor, terus duduk di bangku pojok paling belakang, beli popcorn jumbo satu aja dan kita taruh di tengah nah, bisa kebayang, kan, apa yang terjadi selanjutnya?" Ucap temannya Noah yang bernama Jay itu dengan penuh antusias.
"Kebayang apa?" Noah langsung mengerutkan alisnya.
Jay langsung menepuk wajahnya sambil berucap, "Aduh! Perkara sulit nih"
"Perkara sulit apa?" Noah semakin mengerutkan alisnya.
"Oke, aku kasih tahu dan kamu harus dengarkan baik-baik, ya, pertapa yang baru turun dari gunung" Sahut temannya Noah.
"Sial kau! Siapa yang pertapa di sini?" Noah berucap dengan nada kesal.
"Hahahahahaha, iya tentu saja kamu" Temannya Noah langsung membahanakan tawa gelinya ke udara bebas.
Noah langsung mengumpat kesal, "Gila kau! Cepat kasih tahu apa yang akan terjadi kalau kita berkencan di bioskop"
"Kau bisa pegang tangan cewek kamu pas kalian sama-sama ambil popcorn jumbo yang ada di tengah, terus filmnya kan film horor, cewek kamu akan ketakutan dan pasti pas dia kaget di part mengerikan, sontak ia akan memeluk kamu. Terus karena, kalian duduk di bangku pojok paling belakang, kalian bisa melanjutkannya dengan berciuman"
Klik! Noah langsung mematikan begitu saja sambungan teleponnya dengan temannya yang bernama Jay itu sambil bergumam kesal, "Dasar mesum!"
Jay menatap layar ponselnya yang sudah menggelap dengan tawa renyah dan gelengan kepala, lalu bergumam, "Oalah Noah, Noah, kasihan nian dirimu, otak Elo kurang piknik, hahahaha"
__ADS_1
Walaupun Noah kesal mendengar sarannya Jay, namun dia membeli tiket film horor, memilih bangku pojok paling belakang, dan membeli popcorn jumbo, satu saja.
Batari melarang Noah membeli minuman karena, dia malas bolak-balik keluar dari ruangan untuk pergi ke toilet. Akhirnya Noah pun tidak membeli minuman.
Batari menoleh ke Noah saat mereka berjalan ke studio lima tempat di mana film pilihannya Noah akan diputar, dan ia bertanya, "Kamu suka film horor?"
Noah menoleh ke Batari sambil mendekap erat satu cup besar berisi popcorn yang menjulang tinggi melebihi tinggi cup itu, lalu menggelengkan kepalanya.
"Kok, pilih film horor tadi?" tanya Batari.
"Karena, kamu nggak suka film Indonesia dan film luar yang ada, bergenre horor, maka aku pilih film itu" Sahut Noah.
"Kau ternyata masih ingat kalau aku nggak begit suka film Indonesia. Aku memang lebih menyukai film Barat karena, ceritanya seru, lebih variatif dan susah ditebak. Kalau film Indonesia, pasti soal cinta dan cinta itu endingnya gampang sekali ditebak" Sahut Batari sambil duduk di sofa yang menghadap ke pintu studio lima saat pintu di studio lima belum dibuka.
Noah duduk di sebelahnya Batari dan bertanya, "Cerita cinta, endingnya emang mudah ditebak?"
"Kalau film horornya kamu juga nggak suka kalau itu film horor Indonesia?" Tanya Noah.
"Karena, biasanya bisa ditebak juga alurnya. Setannya pasti berdaster kalau nggak soal pocong dan kurang menakutkan"
"Lalu film Barat yang aku pilih tadi, mengerikan tidak?" tanya Noah.
"Sepertinya sangat menegangkan dan mengerikan" Sahut Batari.
Yes! Noah meringis senang di dalam hatinya karena, ia membayangkan Batari bakalan kaget dan memeluknya, nanti.
"Kalau kamu?" Tanya Batari.
__ADS_1
"Apa?" Noah tersentak kaget dari lamunan indahnya.
"Kamu mikirin apa sih? Kok kaget kayak gitu?" Batari terkekeh geli.
"Oh, nggak. Siapa yang kaget? Apa yang kau tanyakan tadi?"
Batari tersenyum lebar, lalu berkata, "Kamu suka film apa? Aku lihat kamu dari dulu nggak pernah nonton. Sepertinya kamu nggak begitu suka nonton film, ya?"
"Aku nggak ada waktu untuk nonton dan nggak pernah nonton, jadi nggak tahu juga suka nggak ya, aku nonton, hehehehehe. Tapi yang pasti, aku suka nonton wajah kamu, nonton kegesrekan kamu, galaknya kamu dan......"
Plak! Batari langsung menepuk keras bahunya Noah dengan mendelik dan Noah langsung merangkul bahunya Batari dengan tawa renyah penuh cinta.
Sepuluh menit kemudian, pintu studio lima dibuka dan Noah menggandeng tangan Batari untuk mengajak Batari masuk ke dalam. Mereka duduk di bangku pojok paling belakang pilihannya Noah. Noah lalu meletakkan cup jumbo berisi popcorn di tengah saat ia dan Batari telah duduk dengan nyaman di bangku mereka masing-masing.
Di saat iklan masih diputar, Batari terus ceriwis menceritakan kenangannya tentang Bening dan di saat film mulai diputar dan lampu dipadamkan, Batari langaung terdiam.
Studio lima penuh saat itu dan Noah langsung menarik Batari intim bertukar duduk dengannya saat ia melihat seorang pria yang masuk terlambat, duduk di sebelahnya Batari. Batari terpaksa duduk di pojok.
Pria itu menoleh ke Noah dengan senyum ramah dan Noah tidak membalas senyuman itu karena, menurut Noah senyuman pria asing itu cukup aneh. Noah langsung memasang sikap waspada karena, ia bisa merasakan kalau pria di sebelahnya bukanlah pria baik-baik
Batari mengambil popcorn dan Noah teringat akan sarannya Jay. Noah ikutan mengambil popcorn dengan tanpa menoleh dan tangan dia bersentuhan dengan tangannya Batari tanpa sengaja. Ada desiran aneh di hati dan Noah langsung memegang tangannya Batari menariknya untuk ia masukkan sejumput popcorn yang ada di kuncup jari jemarinya Batari ke dalam mulutnya, lalu Noah mencium tangannya Batari. Batari tersentak kaget dan langsung menarik tangannya dengan degup jantung tak beraturan dan wajah merona merah.
Noah menoleh dan tersenyum senang melihat Batari tersipu malu. Lalu, dengan cepat Noah mencium pipi kirinya Batari dan dengan cepat pula ia menegakkan kembali wajahnya dan mengarahkan pandangannya kembali ke layar.
Batari tersentak kaget, gadis manis itu, langsung menoleh ke Noah sambil mengelus pipinya dan Batari kembali tersipu malu, lalu ia berbisik ke telinganya Noah, "Fokus lihat filmnya! Akan ada pertanyaan untuk kamu nanti seputar film ini, kalau kamu nggak bisa menjawabnya, aku akan hukum kamu. Jangan modus terus! Awas kamu!" Lalu Batari duduk tegak kembali dengan masih memerah wajahnya.
Noah tersenyum geli tanpa bersuara lalu ia berbisik ke telinganya Batari, "Aku akan fokus lihat filmnya dan kalau nanti aku bisa menjawab semua pertanyaan kamu, hadiahnya apa?"
__ADS_1
Batari mendengus kesal dan langsung menoleh ke Noah, dia terkejut saat wajah dia dan Noah berdekatan. Noah dan Batari beradu pandang dengan degup jantung yang semakin kencang.................