Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Kehebatan Amanda


__ADS_3

Bartender tampan itu masih menatap pintu masuk dan bergumam, "Kenapa dia bisa tahu kalau aku bisa berbahasa Indonesia? Ah! Dia memang wanita yang sangat menarik. Semoga aku bisa bertemu dengannya lagi"


Amanda menemui Laura di rumah kontrakannya Laura yang bahkan lebih kecil dan lebih kumuh dari rumah Laura yang dulu pernah Amanda tempati.


Amanda memandangi rumah kontrakan itu dengan rasa penuh keprihatinan. "Kasihan Laura dan Tante. Kehidupan mereka berubah drastis seperti ini" gumam Amanda.


Amanda mengetuk pintu rumah kontrakan yang sangat kecil itu dengan hati-hati karena, pintu rumah kontrakan itu terbuat dari kayu yang sudah tampak lapuk.


Pintu terbuka dan kedua wanita yang pernah hidup bersama satu atap itu terkejut memandang satu dengan yang lainnya. Kedua wanita cantik itu bersitatap dalam diam selama beberapa detik. Kemudian Amanda berinisiatif untuk menyapa, "Hai! Apa kabar, Laura?"


Laura memandangi Amanda dari ujung kepalanya Amanda dan ujung kakinya Amanda lalu berjinjit untuk melihat apa yang ada di belakangnya Amanda. Laura terkesima melihat sedan merah keluaran terbaru yang terparkir manis di depan rumah kontrakannya Laura. "Apa itu mobilmu?" Tanya Laura.


Amanda tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanpa ada niat sedikit pun untuk menyombongkan diri.


"Kau hebat dan cantik sekarang ini, Amanda. Penampilan kamu fantastis, mahal dan elegan. Dan lihatlah aku yang sekarang ini!" Laura menundukkan wajahnya.


Amanda langsung memasang muka sedih dan prihatin lalu berucap, "Tidak ada waktu untuk mengobrol, cepatlah ikut aku dan ajak Tante!"


"Tapi, kita nggak perlu bawa koper atau apapun?" Laura menautkan alisnya.


"Nggak usah! Cepat ajak Tante! Aku akan membawa kalian ke tempat yang aman dan akan mencukupi semua kebutuhan kalian"


Laura langsung masuk dan beberapa detik kemudian, ia sudah menggandeng tangan Mamanya.


"Manda?!" Tantenya Amanda tampak kaget sekaligus malu melihat Amanda.


"Kita ngobrol nanti aja Tante. Sekarang kalian masuk ke mobil! Saya akan bawa Tante dan Laura ke tempat yang aman"

__ADS_1


"Tapi, bagaimana dengan Hellena? Kita nggak mungkin lari dari Hellena" sahut Tantenya Amanda sembari mengikuti laju larinya Amanda dan masuk ke.dalam mobilnya Amanda.


Dan di saat Amanda hendak memasang sabuk pengamannya, ada sebuah mobil ban berhenti di depan mobilnya. Amanda menghela napas panjang lalu menoleh ke Laura, "Kau bisa nyetir mobilnya?"


Laura menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu, saat aku keluar dari dalam mobil, langsung kau kini mobilnya dan jangan keluar dari dalam mobil sampai aku mengalahkan mereka semua!" sahut anda sambil melompat keluar dari dalam mobilnya dan di saat ia.menutip pintu mobilnya, Laura langsung memencet tombol central lock.


Enam laki-laki berbadan kekar dan berwajah menakutkan dengan lengan penuh tato, menghadang Amanda.


Salah satu dari gerombolan anak buahnya Hellena itu tertawa mengejek dan memberikan komentar sinis dan meremehkan Amanda, "Hahahahahaha, dia hanya wanita yang kurus. Dia pantasnya jadi seorang model. Kita akan dengan mudah membawanya untuk melayani kita secara bergilir"


"Bena banget! Dia sangat cantik. Kita akan menikmati kecantikannya dengan sangat luas sebentar lagi" sahut laki-laki berwajah mengerikan lainnya.


Amanda tersenyum tipis sambil membuka kedua kaki selebar bahu, membuka salah satu kaki dengan cara menggesernya ke belakang, kira-kira dengan jarak 3 telapak kaki, dan


"Dia ngapain? Wah! Posisi seperti itu pas untuk memuaskan kita berenam, nanti. Hahahaha, benar kan?"


Dan, Pak! Amanda.telah melesat ke depan dan berhasil menampar wajah pria yang terus meremehkannya dengan sangat keras lalu ia memithing tengkuk pria itu, kemudian memelantingkannya hingga pria itu jatuh tersungkur di jalan dan langsung pingsan.


Kelima pria yang lainnya tersentak kaget dan tertegun melihat kecepatan langkah Amanda di dalam melumpuhkan salah satu dari teman mereka.


Lau, tanpa menunggu banyak waktu lagi, Amanda menendang di titik mematikan tiga orang di samping kanannya dengan tepat dan menusukkan jari telunjuk dan jari tengah yang ia julurkan ke titik mematikan dua orang di samping kirinya.


Hanya dalam waktu lima menit saja, Amanda telah berhasil merobohkan keenam laki-laki berbadan kekar yang telah lancang menghadang jalannya.


Amanda lalu berbalik badan, berlari dan masuk kembali ke dalam mobilnya tepat di saat Laura membuka central lock-nya.

__ADS_1


Laura dan Tantenya Amanda langsung berdecak kagum dan memuji kehebatan Amanda di dalam melumpuhkan keenam pria yang tampak sangat menakutkan.


Beberapa jam kemudian, Amanda membawa Laura dan Tantenya ke sebuah speed boat. "Naiklah kalian ke speed boat. Supirnya adalah seorang polisi dan ia temanku. Ia akan membawa kalian ke dermaga dan menemani kalian menyeberang ke tempat yang aman dan besok akan menemani kalian terbang kembali ke Indonesia.Tunggulah aku di Indonesia dan kita akan mengobrol panjang lebar di sana!"


Tantenya Laura menangis terharu dan ia memeluk Amanda sambil berucap, "Tante minta maaf umum semua kesalahan dan kejahatan yang pernah Tante lakukan padamu, Manda"


Amanda mendorong tubuh tantenya dan berucap, "Saya udah memaafkan Tante. Sekarang cepatlah naik ke kapa!"


Amanda lalu berputar badan untuk naik kembali ke mobilnya saat speed boat yang membawa Laura dan Tantenya telah berada di tengah pantai


Amanda lalu menelepon Bryna, "Gimana? Sudah kau dapatkan buktinya?"


"Sudah. Jake sudah mengamankannya dan Jake juga udah resign menjadi tukang kebun di sana. Aku suruh Jake cepet-cepet resign karena, anak gadis bosnya naksir berat sama Jake dan terus menggoda Jake. Sekuat apapun dan sebesar apapun rasa setia dari seorang pria, pasti akan terpeleset juga kalau terus digoda" sahur Bryna.


Deg! Amanda langsung teringat akan Hellena yang terus menggoda Barnes. Amanda langsung pamit ke Bryna dan menutup telepon genggamnya sambil bergumam, "Aku harus cepat menyelesaikan semua urusan di sini sebelum suamiku terpeleset dan masuk ke dalam jebakannya Hellena"


Amanda lalu melajukan mobilnya menuju ke restoran tempat ia memiliki janji makan malam dengan Allen Lau.


Amanda kaget saat ia sampai di restoran tersebut, Allen Lau telah duduk di spot terbaik yang ada di dalam restoran tersebut dan langsung berdiri dengan senyum tampannya menyambut kedatangannya Amanda.


"Kau cantik Nona Priscilla Chan. Silakan duduk!"


Amanda tersenyum dan sambil duduk, ia mengucapkan kata, "Terima kasih atas pujiannya. Saya tidak menyangka, Anda bisa berbahasa Indonesia"


"Saya belajar kilat sebelum bertemu kembali dengan Anda karena, saya menyukai Anda dan ingin membuat Anda terkesan pada saya, Nona Priscilla Chan"


Amanda tersenyum penuh arti dan dia mulai memegang keningnya sebagai kode untuk penangkapannya Allen Lau.

__ADS_1


__ADS_2