Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Ranjang Bambu


__ADS_3

Helikopternya Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma berhasil mendarat di pulau pribadinya. Dia membantu turun Viona dan semua pengawal di garis depan pulau pribadinya tampak kebingungan. Mereka semua baru saja melepas kepergian pangeran Arka Bhadrika Wahyatma bersama dengan istrinya yang bertubuh ramping berkulit putih bersih dan berkabut pendek. Namun tidak begitu lama, mereka melihat pangeran Arka Bhadrika Wahyatma datang bersama dengan wanita bertubuh atletis berkulit kuning Langsat dan berambut pendek. Namun, semua pengawal di garis depan itu, tidak berani mengajukan pertanyaan ke pangeran Arka Bhadrika Wahyatma.


Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma langsung mengajak wanitanya masuk ke dalam mobil dan ia segera memerintahkan supirnya untuk mengebut karena ia ingin segera sampai di vila megahnya.


Begitu sampai di halaman depan pintu megah bila pribadinya, dengan setengah berlari, Arka membopong naik Viona menuju ke kamar mewahnya dan langsung masuk ke kamar mandi. Arka kemudian menurunkan Viona dengan hati hati di atas lantai marmer kamar mandinya. Alih-alih melepas bajunya sendiri, Arka justru melepas semua kain yang menempel di tubuh seksinya Viona. Viona sontak terlonjak kaget, "Mas? yang mau mandi, kan, mas? kok Viona yang dilepas bajunya?"


Arka menyeringai nakal sambil melepas kaosnya. Lalu, pangeran berparas tampan itu, dengan cepat menarik pinggangnya Viona dengan menggunakan lengan kirinya dan tangan kanannya menarik tengkuknya Viona, dia melahap bibirnya Viona tanpa jeda karena kerinduan yang ada pada dirinya akan manisnya Viona, sudah tidak bisa ia tahan lagi.


Arka dan Viona saling melepas rindu. Mereka berciuman, menghisap, dan saling menjamah area yang terasa sangat familier bagi mereka berdua dan sudah menjadi candu bagi mereka berdua. Arka menempelkan dahinya ke dahinya Viona dengan terengah-engah karena, otak, jiwa, dan raganya sudah dikuasai gairah yang begitu panas dan liar. Arka bertanya di tengah deru napasnya, "Apakah aku boleh menyatu denganmu sekarang? Aku sangat merindukan kamu dan aku sangat membutuhkanmu saat ini"


Viona berkata di tengah degup jantung abnormalnya, "Kau akan membuka segelku. Apa setelah ini, kau akan menikahiku?"


Arka mengangukkan kepalanya di depan Viona dengan wajah dan sorot mata sangat serius dan menatap Viona dengan penuh cinta lalu berucap, "Aku sudah mengundang pejabat pemerintah yang akan menikahkan kita. Tapi, aku sudah tidak kuat menunggu dia datang"


Viona terkekeh geli dan dia berucap, "Lakukanlah! Tapi, jangan lupa pakai alat pengaman"

__ADS_1


Arka terkekeh geli ia berucap, "Aku sudah siapkan" Dan dengan napas yang masih menderu ia mengambil alat pengaman dari saku celana kainnya yang sudah tergeletak di atas lantai marmer kamar mandinya, dan setelah ia memasang alat pengaman, ia menyatukan raganya dengan raga Viona secara perlahan dan hati-hati karena, ia tidak ingin menyakiti Viona.


Viona langsung berkata, "Gendong aku dan kita lakukan di atas ranjang aja! Kita belum ahlinya untuk melakukan hal ini dengan berdiri"


Arka terkekeh geli dan langsung menggendong wanita yang sangat ia cintai menuju ke ranjang dan mereka menyatu di sana dengan penuh gairah dan cinta.


Mobil Van dan mobil jeepnya Noah Baron akhirnya memasuki sebuah halaman rumah yang sederhana. Rumah itu besar dengan halaman yang luas, tapi sederhana. Jauh berbeda dengan markas besarnya Noah Baron yang sebelumnya dan lebih jauh berbeda dengan kediamannya Barnes Adiwilaga Darmawan.


Batari terkejut buka. karena ia tidak siap untuk hidup di dalam yang sangat sederhana itu. Dia terkejut karena, dia belum pernah melihat rumah yang sangat sederhana seperti itu.


Batari memutar badan untuk berhadapan dengan Noah dan dia menangkup wajah Noah dalam diam, namun dia tersenyum manis di depannya Noah.


"Kenapa? Kau berubah pikiran? Aku akan minta Lopez untuk mengantarkanmu pulang ke rumah Papa kamu, sekarang juga" ucap Noah sambil menatap istri cantiknya dengan penuh tanda tanya besar di wajahnya.


Batari langsung menciumi bibirnya Noah dan berucap, "Aku sangat suka berada di sini. Di sini segar udaranya. Masih pedesaan, kan, ini? Dan, aku belum pernah mencuci di pinggir pantai dan belum pernah mandi di pantai dan ............"

__ADS_1


Noah sontak memagut bibirnya Batari yang tiada henti menciumi bibirnya dan tiada henti mengoceh di depan bibirnya. Semakin dalam ciuman mereka membuat Noah melenguh dan membopong tubuh istrinya dengan berlari kecil menuju ke kamarnya.


Batari rebah di atas kasur yang ada di atas ranjang yang terbuat dari bambu dan dengan wajah semringah Batari berucap, "Noah!!!!!Eh, Mas!!!!!! aku belum pernah tidur di atas ranjang bambu seperti ini"


Noah tersenyum lega saat ia melihat istrinya justru menyukai segala hal sederhana yang ia perlihatkan. Noah bangga memiliki seorang istri yang tidak suka mengeluh walupun ceriwisnya minta ampun. Noah lalu merebahkan dirinya di samping Batari dan berkata, "Aku juga belum pernah bercinta di atas ranjang yang terbuat dari bambu" Tangan Noah mulai bergerak membuka kancing di blusnya Batari.


Batari membiarkan tangan Noah bergerak membuka satu per satu kancing blusnya dan dia tersenyum semringah saat Noah mencium bibirnya kembali. Tangan Noah mulai melanjutkan membuka ritsleting celana jinsnya Batari dan saat ia asyik memainkan bibirnya di titik kenyal favoritnya, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.


Noah langsung mengumpat, "Sial" Dan Batari terkekeh geli sembari bangun dan bergegas mengancingkan semua kancing blus dan Noah kembali menarik ke atas ritsleting celana jinsnya Batari. Noah kemudian mencium kening Batari dan berucap, "Kita terpaksa lanjutkan. nanti" Noah melompat turun dari atas ranjang dan Batari kembali tekekeh geli.


Noah membuka pintu kamar dan bertanya, "Ada apa?"


Lopez meringis dan berkata, "Maaf mengganggu Bos, hehehehe. Malam ini kita harus mulai bergerak. Trailer yang berisi anak-anak dibawah umur yang akan dikirim John Murray ke luar negeri, besok subuh akan mulai berangkat. Kita harus bersiap"


Noah menoleh ke belakang untuk melihat Batari. Batari yang duduk bersila di atas kasur, menganggukkan kepalanya, "Pergilah! Bersiaplah! Aku akan menunggu kamu di sini!"

__ADS_1


Noah berkata, "I Love You" Lalu ia keluar dari dalam kamar dan melesat ke ruang kerjanya untuk mulai bersiap melakukan pembebasan anak-anak di bawah umur yang akan dikirim ke luar negeri.


__ADS_2