Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Terdampar


__ADS_3

Bening berhasil mendapatkan foto mesra Batari dengan teman sekolahnya. Bening membuat skenario jahat sehingga Batari tampak mesra dengan pria lain selain Noah Baron. Anak angkatnya Barnes itu, lalu mengirimkan foto-foto mesra Batari dengan teman sekolahnya itu ke Noah setelah ia berhasil mendapatkan password emailnya Batari.


Bening mengirimkan foto-foto hasil dari skenario jahatnya itu dengan pesan, aku capek pacaran LDR. Ternyata LDR itu melelahkan. Kamu nggak pernah ada di dekatku saat aku butuh kamu. Dan saat ini, ada cowok lain yang peduli sama aku dan dekat denganku. Cowok ini juga selalu ada untukku. Jadi, maafkan aku Noah, hubungan kita cukup sampai di sini saja.


Noah langsung membalas pesan yang ia kira dikirim oleh Batari itu, aku akan telpon kamu sekarang juga.


Bening langsung melemparkan ponsel Batari yang ia genggam sejauh-jauhnya dari atas balkon kamar Batari yang ada di lantai dua.


Lalu Bening kembali ke laptop dan menghapus semua pesan masuk dan keluar di emailnya Batari, lalu ia merubah password emailnya Batari. Setelah semuanya beres, ia melangkah berjingkat keluar dari dalam kamarnya Batari.


Kecerobohan yang dilakukan oleh Batari tanpa ia sadari membuatnya kehilangan Noah. Batari mengatakan password emailnya ke Bening saat Bening mengatakan ingin mengirimkan tugas sekolahnya dengan meminjam emailnya Batari dan di saat itulah, Batari membagikan password emailnya tanpa ragu karena ia memercayai Bening.


Noah terduduk di tepi ranjang dengan terus menatap layar ponselnya. Tanpa terasa air mata menetes dari kedua pelupuk matanya dan semakin deras keluar dengan diiringi isak tangis. Noah menutup mulutnya karena, ia tidak ingin isak tangisnya mengganggu teman sekamarnya.


Dan sejak di hari itu, Noah menghilang selamanya dari kehidupannya Batari. Batari yang kelimpungan mencari keberadaannya di berbagai sosial media dan menghubungi lewat email yang sama setelah ia berhasil memulihkan emailnya, namun Noah tidak ia temukan dan emailnya tidak pernah mendapatkan balasan dari Noah.


Bening akhirnya dibawa oleh ayah kandungnya di keesokan harinya setelah ia berhasil memisahkan Noah dengan Batari. Dan sejak hari Noah menghilang, Bening pun pergi dari kehidupannya, Batari menenggelamkan dirinya dalam pelajaran dan berhasil menjadi dokter muda di umur dua puluh tiga tahun.


Bening nekat terbang ke Amerika untuk mencari Noah Baron setelah ia kehilangan jejak Noah selama kurang lebih enam tahun. Barnes dan Amanda mengijinkan Batari pergi karena, di Amerika mereka memiliki banyak sanak saudara. Bisnis peninggalan Moses Elruno pun banyak menjamur di Amerika, jadi Amanda dan Barnes merasa aman melepas Batari pergi ke Amerika Di Amerika, Batari tinggal di rumah omnya yang bernama Prince Adijaya Darmawan. Prince memiliki putri kembar yang masih berumur remaja dan mereka dekat dengan Batari.

__ADS_1


Di hari kedua Batari tinggal di Amerika, Batari tidak menyia-nyiakan waktunya untuk berdiam diri di rumah saja. Dia meminta ijin ke omnya untuk pergi ke vila milik omnya yang ada di dekat pantai dan meminta ijin omnya untuk naik speedboat omnya. Prince mengijinkan Batari pergi sendiri karena, Prince pikir Batari anak yang cerdas dan jago beladiri, jadi pasti akan aman jika pergi sendiri.


Cuaca cerah di awal membuat Batari mengemudikan Speedboat milik omnya dengan lancar, namun tanpa Batari duga, cuaca tiba-tiba berubah drastis. Langit menghitam, tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras. Perubahan cuaca yang tiba-tiba menimbulkan gelombang pasang. Kapal yang dikemudikan Oleh Batari terombang-ambing diterpa angin kencang dan ombak yang sangat dahsyat. Batari tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan akhirnya dia terjatuh, kepalanya terbentur kemudi kapal dan ia pun jatuh pingsan.


Noah Baron dikejutkan dengan kedatangan sebuah speedboat asing saat ia berada di tepi pantai untuk berjaga di sana bersama dengan lima orang anak buahnya. Noah saat itu tengah menyamar menjadi bodyguard seorang mafia kejam.



Noah langsung berlari ke Speedboat yang terdampar di bibir pantai lalu melompat ke dalam Speedboat itu untuk memeriksa isi Speedboat itu. Noah menyisir seluruh ruangan yang ada di dalam Speedboat itu hingga sampai ke ruang kemudi. Noah melihat seorang wanita pingsan di bawah kemudi kapal.


Noah mendekat pelan dan saat ia menyibak rambut wanita itu, jantungnya hampir berhenti karena, kaget. Noah menyelipkan rambut yang menutupi wajah cantik wanita itu di belakang telinga,lalu ia mengusap pipi wanita itu dan bergumam, "Kenapa Tuhan mengirim kamu ke sini setelah Tuhan memisahkan kita berdua, Tari?"


"Bos, ada penumpangnya ya kapal ini?" tanya salah satu dari anak buahnya Noah yang menyusul melompat ke dalam kapal.


Noah mengusap pipinya yang basah karena air mata dengan punggung tangannya lalu membopong tubuhnya Batari dan berputar badan untuk menatap anak buahnya. Noah lalu berjalan meninggalkan anak buahnya tanpa menjawab pertanyaan dari anak buahnya itu. Dan saat ia kembali ke tepi pantai, ia menatap satu per satu kelima anak buahnya sambil berkata, "Aku suka cewek ini. Jangan pernah kalian menyentuhnya seujung rambut pun!"


Salah satu anak buahnya berjinjit dan melongok untuk melihat wajah wanita yang ada di delam gendongannya Noah. Anak buahnya itu lalu berkata, "Wah, selera Bos memang oke punya. Dia cantik banget dan wangi"


Noah menggertakkan gerahamnya dan langsung melontarkan kata, "Dan jangan memuji dia! Hanya aku yang boleh memujinya"

__ADS_1


"Baik, Bos" Sahut semua anak buahnya.


Noah segera berlari menuju ke kamarnya, karena dia tidak ingin anak buahnya mencermati Batari lebih lama. Di kamarnya, ia merebahkan Batari dengan sangat hati-hati. Noah lalu duduk di tepi ranjang untuk menatap lebih lama wajah Batari. Noah bergumam sangat lirih, "Apa kamu masih berhubungan dengan pria brengsek itu? Kamu benar-benar tega, Tari"


Noah kemudian mematung saat ia melihat kalung berliontin kura-kura menyembul dari balik blusnya Batari dan saat ia menunduk, ia melihat jari manis kanannya Tari ada cincin pemberiannya dulu. Noah langsung mengerutkan dahinya dan bergumam, "Kenapa dia masih memakai kalung dan cincin pemberianku? Apa dia masih.........."


"Bos! Kenapa cuma diliatin? Sayang, kan, kalau wanita secantik itu dianggurin?" salah satu dari anak buahnya Noah masuk ke dalam kamarnya Noah begitu saja karena Noah lupa menutup kembali pintu kamarnya.


Sudah menjadi kebiasaan bagi Noah dan kelima anak buahnya kalau mendapatkan ada kapal yang hanyut dan menepi di pulau pribadi milik bos besar mereka, maka mereka akan memeriksa isinya. Kalau ada barang akan mereka bagi dan kalau ada wanita akan mereka undi dan siapa yang memenangkan undian, akan membawa wanita itu ke kamar untuk dinikmati sepuasnya. Kalau soal wanita, Noah tidak pernah ikut undian. Dia menyerahkannya ke anak buahnya dan baru kali ini, Noah Baron membawa wanita yang ia temukan di atas kapal, ke kamarnya.


"Iya Bos. Bos, kan, tidak pernah menikmati wanita selama ini. Entar karatan lho tongkatmu, Bos" Sahut anak buahnya yang lain yang ikutan masuk ke dalam kamarnya.


Noah melupakan soal ritual menikmati wanita yang ada di antara anak buahnya. Jika ada yang menikmati wanita, maka yang lainnya akan mengintip dan menunggu di depan pintu kamar hingga pagi hari tiba untuk memastikan kalau wanita itu benar-benar sudah dinikmati.


Noah meraup wajah tampannya dan berkata, "Aku tidak tidur dengan mayat. Kau lihat sendiri, kan, dia pingsan. Aku akan menikmatinya kalau dia sudah sadar nanti. Sekarang kalian keluar dari kamarku!"


Kedua anak buahnya Noah langsung meringis dan mengambil langkah seribu meninggalkan Noah. Noah langsung membanting pintu kamarnya dan menguncinya rapat-rapat. Noah juga menutup rapat gorden yang ada di jendela kamarnya dengan menggumam kesal, "Dasar brengsek semuanya!"


Noah kemudian duduk di bawah jendela. Dia merasakan dinginnya lantai kamar mulai merambat di pantatnya, namun keberadaannya Batari di kamarnya memberikan kehangatan tersendiri bagi Noah. Noah menangkup kedua lututnya dan meletakkan dagunya di atas lututnya sambil terus menatap tubuh Batari yang terbaring di atas ranjangnya.

__ADS_1


__ADS_2