
"Kamu masak apa? baunya enak banget" Barnes sudah berganti pakaian dan berdiri di belakangnya Amanda yang tengah menarikan centong kayu di sebuah panci alumunium yang cukup besar.
Amanda mengangkat kedua bahunya karena, kaget. Gadis berambut merah itu lalu menoleh, "Masak mie Instant"
"Mie Instant? Kok mie Instant?" Barnes langsung meninggikan suaranya karena terkejut. Barnes terkejut karena, ia sama sekali belum pernah makan mie instant.
Pak Temon langsung menyahut, "Itu keahliannya Non Amanda, Tuan. Non Amanda ingin memasak masakan spesial ala dia untuk Tuan dan semuanya"
"Tapi, mie instant? Bukankah itu makanan yang tidak bagus untuk kesehatan kita dan kapan kita punya mie instant?"
"Tadi aku beli di warung depan pakai motornya Pak Temon dan........"
Barnes langsung mematikan kompor dan memegang kedua bahunya Amanda lalu memutar badannya Amanda. Barnes menatap Amanda, "Kau keluar sendirian tadi?'
Amanda menganggukkan kepalanya dengan santai.
"Naik motor? kau bisa naik motor? sejak kapan kau bisa naik motor?" Barnes mendelik.
"Sejak tadi, Hehehehe. Karena nggak ada sepeda dan badanku pegal semua habis latihan taekwondo maka, aku nekat mencoba naik motor dan ...."
"Leon!" Barnes melepaskan bahunya Amanda lalu berteriak memanggil Leon, sambil memunggungi Amanda.
Si empunya nama, datang tergopoh-gopoh, "Iya Tuan? Ada apa memanggil saya?"
"Ke mana aja kau? kenapa Amanda bisa naik motor sendirian padahal dia nggak bisa naik motor?" Barnes berkata dengan nada berat dan tinggi.
"Lho bingung saya. Non Amanda tidak bisa naik motor tapi bisa naik motor sendirian?" Leon menggaruk-garuk pucuk kepalanya dan Amanda langsung tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi lucunya Leon.
Barnes menoleh ke belakang dan menghardik Amanda, "Diam kau! Udah salah masih berani tertawa. Mau aku kasih hukuman?"
Amanda menutup mulutnya dengan cepat dan mematung karena ia tidak mau diikat di bangku dan disetrum seperti di film action yang pernah ia tonton.
"Anda melakukan kesalahan apalagi, Nona?" tanya Leon.
Barnes memutar badan untuk menatap Amanda dan melipat tangan.
__ADS_1
Amanda meringis ke Barnes dan Leon. Lalu ia membuka suara, "Aku cuma naik motor jalan lurus ke warung depan. Habis itu balik lagi, jalan lurus ke rumah. Udah gitu aja"
Leon menoleh ke Tuan besarnya, "Udah gitu aja kan, Tuan"
"Gitu aja gundulmu! Itu sangat berbahaya. Pertama, dia bisa diculik, kedua dia bisa jatuh dari motor karena ia belum pernah baik motor dan ...hmmmmmpptthh!" Barnes tidak bisa meneruskan kalimatnya karena Jake membungkam mulutnya Barnes dari belakang. Jake kemudian berkata, "Yang penting dia selamat. Kalau kau ingin dia nggak terjatuh dari motor, maka mulai besok, kau ajari dia caranya naik motor dengan baik dan benar"
Barnes menarik tangannya Jake dari mulutnya lalu memutar badan dan mendelik ke Jake.
"Pagi-pagi nggak baik marah-marah. Masih muda dan ganteng, sayang kan kalau tiba-tiba kena serangan stroke. Ayok duduk dan kita mulai sarapan!" Jake lalu melangkah ke bangku favoritnya dengan santai dan duduk di sana.
Barnes menoleh ke Amanda, "Jangan diulangi lagi!"
"Siap delapan enam, Komandan" Amanda memberi hormat ke Barnes laku berucap, "Aku boleh lanjutkan memasak?"
Barnes mendengus kesal lalu melangkah menuju ke bangku yang biasa ia duduki. Tidak begitu lama, The Five Jays hadir di ruang makan, bersiap untuk sarapan bersama.
Pak Temon menyajikan nasi goreng ayam dan telur mata sapi. Amanda dengan bangganya menaruh panci besar berisi masakan kebanggaannya, mie instant. "Silakan dicicipi!" Amanda mengulas senyum lebar di depan semuanya.
Jake mencium bau sedap dan menyodorkan mangkuknya ke Amanda, "Tolong ambilkan yang ada di panci itu........."
Jake menghela.napas.laku bangkit dan mengambil sendiri semangkuk mie Instant buatannya Amanda.
Amanda lalu menoleh ke Barnes, "Mana mangkuk kamu suamiku? aku akan ambilkan masakan yang aku bikin dengan penuh perasaan untukmu, hehehehe" Amanda berkata sambil melirik Joy.
Barnes memekik girang di dalam hati saat ia mendengar kata suamiku meluncur dari bibir mungilnya Amanda. Namun, Barnes menahan diri untuk tidak tersenyum.
Joy merasa.cemburu saat Amanda mengambilkan semangkuk mie Instant untuk Barnes namun, Joy berusaha sekuat tenaga untuk tidak berkata macam-macam di dalam benaknya karena ia takut Amanda bisa membaca apa yang ia pikirkan
Barnes mencicipi masakannya Amanda dan karena ia belum pernah makan mie instant dia merasa kalau masakannya Amanda itu sungguh luar biasa dan sangat enak. Barnes dengan lahap menghabiskan semangkuk mie instantnya lalu menyodorkan mangkuk kosongnya ke Amanda dan berkata, "Aku mau lagi"
"Katanya nggak sehat, kok mau lagi?" Amanda bergumam lirih sambil mengisi kembali mangkuknya Barnes.
Barnes berkata, "Memang nggak sehat kan makan makanan Instant tapi, nggak nyangka kalau masakanmu ini, enak banget dan baru pertama kali ini, aku makan mie instant dan ternyata enak banget" saat ia menerima mangkuknya.
Amanda tersenyum senang dan berkata, "Syukurlah kalau kamu menyukainya"
__ADS_1
"Saya juga sangat menyukainya Non" Leon tersenyum ke Amanda
"Syukurlah" Amanda membalas senyumannya Leon dan hal itu membuat hatinya Barnes terpercik rasa cemburu.
Jake pun melompat dan mendekati Amanda, "Aku juga mau ambil lagi. Nggak nyangka baru kali ini aku makan mie instant seenak ini"
Jude, Jordy dan Jorge pun ikutan nambah dan berkata kalau mie Instant masakannya istri komandan mereka, memang lain dari yang lain dan sangat enak..Hanya Joy yang diam tidak memberikan komentar karena Joy tidak menyentuh sama sekali masakannya Amanda. Joy memilih sarapan nasi goreng masakannya Pak Temon yang sudah jelas.rasanya.
"Aku akan telat.ke markas. Ada urusan yang harus aku selesaikan dengan istri kecilku ini Aku sudah ijin sama atasan kita" sahut Barnes.
Amanda merasakan aura gelap dari ucapannya Barnes lalu ia bertanya, "U.....urusan apa?"
"Aku akan bilang di mobil nanti. Ayok kita berangkat!" Barnes mencekal lengannya Amanda dan mengajak Amanda melangkah mengikutinya.
Amanda terus menatap Barnes dari samping dan kembali bertanya, "Apa kau mau mengikatku di bangku dan menyetrumku?"
Barnes terus melangkah dan tidak menjawab pertanyaannya Amanda dan begitu tiba di samping mobilnya, Barnes langsung menyuruh Amanda untuk segera masuk ke dalam mobil.
"A.....aku akan dihukum ya?" tanya Amanda tanpa berani menoleh ke Barnes. seluruh badannya gemetar ketakutan tapi, ia tidak berani keluar dari dalam mobil untuk berlari.
Barnes melajukan mobilnya lalu ia berkata, "Aku akan mengantarmu pergi kursus dan pulangnya nanti, Leon yang akan menjemputmu.
"Tapi kenapa tiba-tiba, kamu ingin mengantarku ke tempat kursus?"
"Aku ingin bertemu dengan sahabatmu yang bernama Mikha"
Amanda langsung melepas tawanya, "Hah?! hahahaha, Mikha itu udah kerja dan dia nggak ikut kursus komputer bersamaku. Aku kenal Mikha sejak kecil, dia teman TK, SD dan........"
"Kenal Mikha sejak kecil? teman TK,.SD, berarti Mikha juga temanku dong? kenapa kamu ingat Mikha dan tidak ingat aku?"
"Iya kenapa aku tidak mengingatmu. Apa.karena, Mikha ikut pindah ke kampungnya Om-ku jadi tetangganya Om-ku,.makanya aku ingat sama Mikha"
"Jangan menemui Mikha lagi dan jangan kasih senyum lagi ke Leon atau cowok manapun! Kamu hanya boleh kasih senyum ke aku"
"Tapi, kenapa? Leon kan temanku juga sama seperti Mikha dan kamu,, kan? Kita semua teman, kan? Kenapa aku hanya boleh senyum ke kamu?"
__ADS_1
Barnes langsung meminggirkan mobilnya, melepas sabuk pengamannya lalu mendekatkan wajahnya ke Amanda, "Sepertinya aku harus mengingatkanmu kembali kalau kita ini adalah suami istri" Barnes dengan wajah kesal, nekat mencium Amanda. Amanda memejamkan kedua matanya dan ketakutan karena, Barnes pasti akan menggigit bibirnya tapi, Amanda justru merasakan ciumannya Barnes begitu lembut dan tidak menuntut, terasa indah di hatinya Amanda.