Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Hatiku Hangat


__ADS_3

Barnes meminta Mbak penukar tiket untuk mengirim akuarium itu ke alamat yang ia tulis di selembar kertas kecil di sore hari.


Barnes lalu mengajak Amanda dan Aditya untuk keluar dari wahana permainan itu. Barnes mengambil akuarium kaca berbentuk bundar mini dari dekapannya Amanda sambil berkata, "Biar aku yang bawa"


Amanda menoleh ke Barnes, "Lho, tiket kamu, dapat apa? lalu tiketku ini gimana?"


"Tiketku udah aku tukarkan sesuatu dan itu kejutan buat kamu. Akan diantarkan nanti sore dan tiket kamu, kamu simpan aja! kapan-kapan pas aku off, kita ke sini lagi. Ini sudah hampir jam makan siang. Kita harus pulang" sahut Barnes.


Tiba-tiba datang seorang ibu muda dengan membawa beberapa kantong belanjaan menghampiri Amanda, Barnes dan Aditya dengan tergopoh-gopoh, "Maafkan saya! Apa Aditya nakal? Anak ini memang suka kabur ke sini kalau saya ajak belanja"


Aditya memeluk pinggang wanita muda itu dan berkata, "Maafkan aku Ma! Aku aman kan, nggak kenapa-kenapa. Lagian ada Kak Manda, dia baik dan cantik, kan. Dia menjagaku dengan sepenuh jiwa dan raga. Besok kalau aku besar, aku ingin punya istri seperti Kak Manda" Aditya nyerocos dengan kepolosannya. Ia tidak menyadari kalau hati Barnes terasa panas mendengar kata-kata yang meluncur lancar dari mulutnya Aditya itu.


Amanda tersenyum malu mendengar pujiannya Aditya lalu berkata ke Mamanya Aditya, "Hehehehe, saya cuma nggak tega saja melihat Aditya bermain sendirian di sini jadi, saya putuskan untuk menemaninya bermain"


"Terima kasih" Sahut Mamanya Aditya dengan senyum tulus.


Barnes yang sedari tadi menahan kecemburuannya akhirnya menyemburkan protes ke Mamanya Aditya, "Lain kali jika Anda pergi berbelanja, tinggalkan saja Aditya di rumah! Kalau bermain di wahana permainan seperti ini sendirian saja, akan sangat berbahaya bagi Aditya. Dia bisa diculik"


Aditya berbalik badan dan melotot ke Barnes, "Om nggak bisa seenaknya mengatur saya dan........" Mamanya Aditya langsung membungkam mulutnya Aditya dan berkata, "Maafkan anak saya sudah mengganggu waktu kalian dan terima kasih banyak sudah menjaga Aditya. Kami permisi" Mamanya Aditya langsung menarik Aditya keluar dari wahana permainan itu.


Amanda terkekeh geli melihat Aditya yang masih sesekali menoleh ke arahnya dan melambaikan tangan.


Barnes mendengus kesal, "Udah, nggak usah diliatin lama-lama anak menjengkelkan itu!"


Amanda menoleh ke Barnes, "Dia anak yang menggemaskan dan lucu. Dia nggak menjengkelkan kok"


Barnes menatap Amanda dengan sorot mata penuh arti lalu ia bertanya, "Kamu sangat menyukai anak-anak ya? Aku lihat pas di perpustakaan, kamu juga sangat sayang sama Happy, anak yang kamu jaga"


Amanda menganggukkan kepalanya, "Aku sangat menyukai anak-anak"


Barnes lalu berbisik ke Amanda, "Aku akan memberikan anak yang sangat banyak untukmu kalau kamu sangat menyukai anak-anak. Dan sepertinya, hal itu akan segera terwujud karena, penyatuan kita kemarin tanpa pengaman kan?"

__ADS_1


Amanda merona malu, dia langsung mengalihkan perhatiannya ke depan dan melangkah lebar meninggalkan Barnes begitu saja menuju ke Jude yang masih terlihat asyik melompat-lompat di mesin menari. Amanda terpana melihat Jude begitu lihai menari di atas mesin menari itu.


Barnes kembali dibakar api cemburu melihat istrinya terpana ke arah Jude. Barnes melangkah lebar ke mesin menari lalu meletakkan akuarium mini dan kantong plastik yang berisi boneka di atas lantai lalu ia meminta Jude untuk menyingkir dari papan mesin menari.


Jude turun dari papan mesin menari dan menatap komandannya dengan heran. Lalu ia bertanya, "Komandan akan menari?"


"Nggak! Aku mau memancing" sahut Barnes dengan muka kesal sembari naik ke papan mesin menari.


"Hah?!" Jude semakin mengerutkan dahinya.


Dan Amanda hanya bisa diam memperhatikan keduanya.


"Tentu saja aku akan menari" Barnes tampak kebingungan di depan banyak tombol yang ada di mesin menari itu.


"Mesin itu hanya berisi lagu-lagu riang dan hanya akan membuat Anda nge-dance" sahut Jude.


"Aku tahu" Sahut Barnes sambil mulai memencet beberapa tombol di mesin menari itu dan di saat ia hendak menggesekkan kartunya di mesin itu, Jude kembali melempar tanya, "Tapi, Anda tidak pernah suka nge-dance"


Amanda yang berdiri di depan Barnes, terus bertepuk tangan dan tersenyum lebar. Dia sungguh tidak menyangka kalau Barnes yang kaku, bisa.menari dengan sangat indah. Hati Barnes membuncah bangga melihat Amanda bertepuk tangan dan tersenyum lebar untuknya.


Jude akhirnya menyadari satu hal dan ia kemudian bergumam, "Oh! ternyata Komandan hanya mau pamer pada istrinya. Huufffttt! Komandan, kewibaan Anda benar-benar lenyap di sepanjang hari ini dan itu menodai penglihatan saya, hiks, hiks, hiks, hiks. Saya sungguh tidak menyangka Anda bisa sangat konyol di depan Nyonya dan saya yakin, Joy, Jorge dan Jordy pun akan shock jika mereka melihat sisi lain dari Anda hari ini, Komandan" Jude lalu menggeleng-nggelengkan kepalanya.


Satu lagu selesai dan Barnes turun dari papan mesin menari dengan diiringi lompatan dan tepuk tahannya Amanda. Semua orang yang ikut menikmati pertunjukannya Barnes berteriak, "Lagi, lagi, lagi!" membuat Barnes terkejut dan ia tersipu malu ketika ia menyadari, dirinya dikelilingi banyak orang.


Amanda terkekeh geli dan berlari mendekati Barnes. Jude mengambil akuarium mini dan kantong plastik dari atas lantai dan berlari kecil menyusul Nyonyanya.


"Lagi, lagi, lagi!" teriak semua orang yang masih mengelilingi Barnes, Amanda dan Jude.


"Maaf! Saya harus segera pergi" Barnes yang tersipu malu langsung menarik tangan Amanda dari kerumunan orang banyak.


Barnes menoleh tajam ke Jude ketika mereka berdiri di depan pintu lift, "Kenapa kau tidak sterilkan tempat tadi dari orang banyak? aku kan malu menari di depan orang banyak. Dan kenapa bisa berdatangan banyak orang tadi?"

__ADS_1


Jude menghembuskan kekesalannya dan berkata, "Maafkan saya Komandan! Anda tadi kan asyik menari dan sangat menghayati musiknya jadi Anda sendiri yang mengundang orang banyak tadi. Dan bagaimana mungkin saya bisa sterilkan area umum tanpa surat perintah dan tanpa pengeras suara"


Amanda berkata, "Jude benar. Kamu tidak boleh menyalahkan Jude" Lalu istrinya Barnes itu tersenyum lebar saat mereka masuk ke dalam lift. "Kamu ternyata sangat hebat menari ya?"


"Lebih hebat dari Jude?" tanya Barnes mata berseri-seri dan dengan wajah polosnya.


"Iya lebih hebat dari Jude" sahut Amanda tulus dengan tawa renyahnya.


Barnes langsung memeluk Amanda dan mencium keningnya Amanda, "Lain kali aku akan menari hanya di depanmu saja. Aku nggak mau menari di depan orang banyak kayak tadi"


Amanda melepaskan diri dari pelukannya Barnes dan dengan merona malu, ia berbisik, "Ada Jude. Kenapa main peluk dan cium sih?"


Jude hanya bisa menghela napas panjang dan kembali menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mempererat dekapannya pada akuarium mini yang dingin agar hatinya pun bisa ikutan dingin.


Beberapa jam kemudian mereka telah sampai di kediaman Omnya Amanda tepat jam satu siang. Barnes memerintahkan Jude kembali ke hotel dengan membawa mobil Jeep mewahnya .


Barnes dan Amanda masuk ke rumah dengan disambut Omnya Amanda. Amanda meminta ijin untuk menaruh akurium mini di kamarnya dan Omnya memperbolehkannya. Barnes mengikuti langakhanya anda dan terkejut saat ia menemukan kamar Amanda terletak di ujung lorong, dekat dengan kamar mandi, terasa lembab dan kamar itu sangat sempit. Hanya ada satu ranjang single terbuat dari kayu yang sudah sangat tua dan lemari kecil yang sudah rusak dan tidak ada daun pintunya.


Barnes mengerutkan dahinya, "Selama ini, kamu tidur di kamar yang seperti ini?"


Amanda menoleh ke Barnes setelah ia meletakkan akuarium mininya di atas lantai dan menaruh Bonekanya di atas kasur. Amanda menggenggam kantong plastik dan menganggukkan kepalanya dengan senyum tipis.


"Keterlaluan sekali Tante kamu" sahut Barnes.


"Aku kan numpang di sini jadi, aku harus terima apapun yang mereka kasih. Aku nggak bisa protes dan tidak punya hak untuk protes" sahut Amanda.


Barnes lalu memeluk Amanda, "Aku tidak keberatan jika nanti malam tidur disini denganmu. Tidur di kamar seorang perempuan, membuat aku antusias nih. Rasanya lain dan membuat hatiku terasa hangat"


"Kamar ini kecil, sempit dan lembab kok hangat sih? hangat darimana? sinar matahari aja nggak Samapi sini. Ini dulu gudang lalu mereka berikan untuk jadi kamarku" sahut Amanda.


Barnes menyentil pucuk hidungnya Amanda, "Karena, ini kamar kamu jadinya hangat"

__ADS_1


Amanda terkekeh geli lalu ia mengajak Barnes keluar dari kamar untuk menuju ke ruang makan.


__ADS_2