Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Keberaniannya Noah


__ADS_3

Bening melampiaskan semua kekesalan, ke kecemburuan dan kekecewaannya di delam kamarnya. Karena, dia tahu kalau Amanda, bisa membaca pikiran orang dan sejak ia adopsi oleh Barnes Adiwilaga Darmawan, ia selalu mengosongkan pikirannya atau berusaha dengan keras menepis pikiran negatifnya dan menggantinya dengan pikiran positif saat ia berada di dekatnya Amanda. Dan itu, sangat melelahkan bagi Bening karena, dia dibentuk oleh mama kandungnya menjadi anak yang manja, penggerutu dan memiliki karakter suka iri pada keberhasilan orang lain karena, ia selalu mendapatkan segala apa yang ia mau sejak ia masih diasuh oleh mama kandungnya.


Noah mencium keningnya Batari dan melompat turun dari atas bagasi mobil, lalu ia membantu Batari turun dari sana. Noah kemudian mencium keningnya Batari dan berkata, "Ayok kita masuk ke dalam. Mama kita sebentar lagi nyari kita pasti, karena kita menghilang cukup lama kurasa"


Batari terkekeh geli lalu ia menganggukkan kepalanya dan berkata, "Ayok!"


Di saat Noah menggenggam tangannya untuk digandeng masuk ke dalam, Batari langsung menarik tangannya dengan kata, " Jangan gandengan!"


"Kenapa jangan?" Noah langsung protes.


"Nanti ketahuan sama Bening. Kan, nggak enak" Sahut Batari.


"Tapi, Bening suatu saat nanti harus tahu soal hubungan kita ini" Noah berucap sembari berlari kecil menyusul langkah lebarnya Batari.


Batari menoleh ke belakang dan di saat ia melihat Noah berlari kecil ke arahnya, Batari ikutan berlari kecil. Noah mempercepat laju larinya untuk menyusul Batari dan di saat Noah berhasil meraih lengannya Batari untuk menahan laju larinya Batari dan ia mengulangi ucapannya yang diabaikan Batari, "Bening harus tahu soal kita"


"Iya. Tapi, nanti. Kita tunggu waktu yang tepat" Batari lalu menarik lengannya dari cekalan Noah dan langsung berlari masuk ke dalam mendahului Noah


Noah hanya bisa tersenyum lebar sambil menggeleng-gelengkan kepala, lalu ia melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah pendek dan pelan.


Mama dan papanya Noah ternyata sudah lebih dulu pulang meninggalkan Noah karena, Nehemia adiknya Noah, memiliki banyak tugas dari sekolahnya yang belum dikerjakan.


Noah kemudian pamit ke Barnes dan Amanda dengan kata, "Om, Tante, besok pagi saya akan ke sini lagi untuk membahas keberangkatan saya dan Om Barnes ke Amerika sekalian ada sesuatu yang ingin saya sampaikan"


"Oke, Noah. Aku tunggu besok" Barnes menepuk pundaknya Noah dengan senyum penuh kasih.


Keesokan harinya, Noah datang persis jam enam pagi dan diantarkan langsung oleh kepala asisten rumah tangga di rumahnya Barnes, ke ruang makan. Noah langsung berkata ke Barnes dan Amanda, "Om, Tante, saya ingin bicara enam mata dengan Om dan Tante di ruang kerjanya Om sekarang, bisa?"


"Lho, nggak gabung sarapan dulu?" Tanya Barnes dengan kerutan di keningnya.


"Iya. Sarapan dulu Noah. Tante masak udang goreng madu kesukaan kamu, lho" Sahut Amanda.


"Nanti saja Tante. Keburu ilang keberanian saya, nih" Noah meringis di depannya Barnes dan Amanda.

__ADS_1


Noah tidak berani melirik ke Batari sama sekali karena ia takut, Batari akan memengaruhi keputusannya yang sudah bulat merata di pagi hari itu.


"Oke, ayok Ma, kita ke ruang kerjanya Papa" Barnes berdiri lalu membantu Amanda berdiri dan memimpin langkahnya Noah ke ruang kerjanya Barnes.


Bening menoleh ke Batari, "Ada apa dengan Noah? Kenapa dia datang sepagi ini dan ingin bicara dengan Mama dan Papa?"


Batari mengangkat kedua bahunya dengan senyum lebar khasnya, lalu ia berkata, "Kita selesaikan sarapan kita aja keburu dingin nggak enak" Batari lalu memasukkan sesuap nasi goreng telur ke dalam mulutnya.


Sementara Bening masih melihat ke arah Noah pergi dengan seribu tanya di dalam benaknya.


"Ada apa Noah? Apa yang sangat penting sampai kamu datang sepagi ini dan menunda sarapan. Padahal sarapan itu penting banget,lho. Jauh lebih penting dari semuanya di dunia ini. Iya, kan, Ma?" Barnes merangkul bahunya Amanda.


Amanda tersenyum lebar karena, ia sudah tahu semua yang ada di dalam pikirannya Noah.


Noah semakin gugup melihat senyum lebar di wajah mamanya Batari dan keringat dingin mulai membasahi kedua telapak tangan da. pelipisnya.


"Lho, kok malah diam?" Barnes terkekeh geli melihat wajah kikuknya Noah.


Barnes dan Amanda langsung tergelak geli.


Noah langsung membuka mata dan bertanya, "Bagaimana menurut Om dan Tante?"


Amanda kemudian berucap, "Rante sudah tahu kalau kamu menyukai Batari sejak kalian kelas lima SD. Tante, sih setuju aja kalau Batari juga menyukai kamu dan mau menjadi......"


Barnes menepuk bahu istrinya dan berkata, "Pasti mau lah Ma. Mama, kan, tahu, sejak umur tujuh tahun, Batari selalu memanggil Noah, calon suamiku"


"Iya pasti mau. Kan udah jadian mereka" Sahut Amanda saat ia bisa menangkap kata sudah jadian yang baru saja nangkring di pikirannya Noah.


Barnes kembali tergelak geli dan berkata, "Wah, bagus itu. Batari jadi bisa lebih kalem nanti kalau kalian LDR. Dia nggak akan pecicilan lagi kerena dia akan sibuk merindukan kamu"


Amanda ikutan tergelak geli mendengar guyonan suaminya dan wajah Noah langsung memerah karena malu.


"Jadi, Om dan Tante merestui hubungan kami?" Noah bertanya dengan wajah harap-harap cemas.

__ADS_1


Amanda dan Barnes saling pandang kemudian mereka menatap Noah secara bersamaan, lalu menganggukkan kepala mereka dengan senyum lebar.


Noah langsung memutari meja untuk memeluk Barnes dan Amanda. Amanda dan Barnes membalas pelukannya Noah dengan menggemakan tawa mereka.


Setelah membahas rencana keberangkatan Noah dan Barnes esok hari, Amanda mengajak Noah dan Barnes kembali ke meja makan.


Di perjalanan menuju ke meja makan, Noah berkata, "Om,.Tante, jangan bilang soal hubungan saya dan Batari ke Bening dulu, ya? Batari yang akan kasih tahu ke Bening, tapi menunggu waktu yang tepat"


"Oke" Sahut Amanda dan Barnes secara bersamaan.


Saat mereka sampai di meja makan, mereka tidak menemukan keberadaannya Bening dan Batari di sana. Noah celingukkan mencari pujaan hatinya dan Amanda langsung berlata.dengan senyum jahilnya, "Tari nggak digondol Alien, kok. Sarapan aja dulu"


Noah menganggukkan kepala dengan mengulas senyum malu di wajahnya. Barnes kembali menggemakan tawanya.


Batari dan Bening lberada.di kamarnya Bening. Bening sengaja mengajak Batari ke kamarnya untuk mengajarinya Matematika. Namun, itu hanya siasatnya Bening agar Bening bisa mencuri waktu menemui Noah.


"Aku ambil minum dulu, ya?" Bening mengucapkan kata itu saat ia berhasil membuat Batari sibuk mempelajari rumus Matematika yang baru. Batari menganggukkan kepalanya tanpa menoleh ke Bening.


Bening bergegas keluar dan dia tersenyum senang saat ia menemukan Noah duduk di ruang tamu. Bening mendekati Noah dan berkata, "Bisa kita bicara berdua di taman belakang?"


"Aku? Berdua aja?" Noah memasukkan ponselnya ke dalam saku kemejanya.


"Iya. Penting banget. Please?!"


"Baiklah. Tari mana? Kenapa nggak balas pesan text dariku?"


"Tari ada di kamarku. Mempelajari rumus Matematika yang baru" Sahut Bening.


"Oh, kalau gitu aku ke sana dulu dan........, lho, hei, Bening, kenapa lenganku kamu tarik paksa seperti ini?" Noah berteriak kaget saat Bening dengan tiba-tiba menarik lengannya.


Setelah dia dan Noah sampai di taman belakang, Bening melepaskan lengannya Noah dan dia berkata, "Aku mencintaimu, Noah. Aku ingin jadi pacar kamu"


Noah langsung melongo di depannya Bening.

__ADS_1


__ADS_2