
Sejak memiliki seorang putri, Noah dan Batari memutuskan pindah ke rumah mereka sendiri. Mereka tidak tinggal bersama dengan orangtuanya Batari lagi. Mereka juga memboyong Dito ikut dengan mereka. Sejak putrinya berumur dua tahun Noah mengajukan pensiun dini. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi dosen. Namun, dia masih sering menerima tugas penyelidikan di lapangan jika tugas itu tidak mengharuskan dia pergi ke luar kota apalagi ke luar negeri.
Noah Baron sangat dekat dengan putri semata wayangnya yang sudah berumur empat tahun. Mereka selalu tidur bersama dan putri semata wayangnya Noah selalu menangis dan tidak bisa tidur kalau belum dipeluk, diusap punggungnya, diciumi wajahnya oleh Noah dan dinyanyikan Nina Bobo oleh Noah. Intinya hanya Noah yang mempu menidurkan putrinya.Hanya Noah juga yang mampu menenangkan putrinya kalau putrinya tantrum
Untuk itulah polisi tampan itu memilih menggantungkan pistolnya dan beralih profesi menjadi dosen, karena ia juga tidak sanggup berpisah terlalu lama dengan putri kesayangannya.
Kedekatan Noah dengan putrinya seringkali membuat Batari cemburu dan melemparkan protes, "Kalau meluk anak terus, kapan Istri dapat giliran, nih?"
Noah seringkali tertawa terbahak-bahak sewaktu ia mendengar protesnya Batari itu.
Noah dan Batari tidak membedakan kasih sayang mereka ke Dito dan putri kandung mereka.
Bahkan Dito tumbuh menjadi anak laki-laki yang sangat menyayangi adik perempuannya. Walaupun ia tahu kalau adiknya itu bukanlah adik kandungnya.
Batari selalu mencium kening Dito dan merapikan selimut Dito sebelum Dito tidur.
Satu jam sebelumnya, Batari, putrinya yang cantik yang bernama Cantika Putri Baron, dan Dito tenaga bermain penuh canda tawa.
Mereka bermain A,B,C, lima dasar dan permainan itu membawa keceriaan tersendiri bagi Cantika. Di dalam permainan sederhana itu, Cantika tertawa terus tiada henti.
Dito yang sudah berumur sepuluh tahun tiba-tiba tertegun menatap Cantika.
Cantika yang berumur empat tahun menoleh ke Dito dan bertanya, "Ada apa, Kak?"
"Iya, ada apa? Kamu sakit? Sakir apa, pusing atau sakit perut?" Tanya Batari.
"Aku nggak sakit. Aku hanya suka banget melihat tawa cerianya Dek Cantika"
Bateri langsung memeluk Dito dan bertanya, "Sama Mama, cantikan mana senyumnya?"
"Cantikan Dek Cantika" Sahut Dito dengan malu-malu.
Cantika tersenyum dan berkata, "Makasih, Kak"
Batari tersenyum bahagia saat ia menyadari ada binar rasa suka di mata Dito. Batari lalu berbisik, "Mama doakan kalian berdua selalu bersama sampai maut memisahkan kalian"
__ADS_1
"Makasih, Ma. Aku sangat menyayangi kalian dan aku sangat menyayangi Cantika"
"Aku juga sayang sama Kak Dito. Sayaaanngggg banget" Cantika langsung menubruk tubuh Dito dan memeluk Dito dengan sangat erat.
Dito tertawa malu saat ia membalas pelukannya Cantika.
Noah muncul di pintu ruang keluarga dan Batari langsung bangkit berdiri untuk mendorong Noah keluar sebelum anak-anak melihat Noah.
"Ada apa?" Noah menautkan kedua alisnya ke istri tercintanya.
"Aku menerima telepon dari seroang wanita, tadi. Dia bilang namanya Dara Sembodo dan dia bilang dia sudah dibebaskan dari penjara. Dia akan segera menjemput Dito. Dia sangat merindukan Dito. Terpisah selama lima tahun dengan anak semata wayangnya membuatnya ingin segera memeluk Dito dan membawa Dito"
"Dia nelpon di ponselku yang lama, ya?"
"Hmm" Batari menganggukkan kepalanya.
"Apa Dito tahu?"
"Belum. Tapi, sepertinya ia bisa merasakannya. Dia bilang barusan kalau dia sangat menyayangi kita dan sepertinya enggan berpisah dengan kita" Batari langsung memeluk Noah dan menangis di dada suaminya sembari berkata, "Aku juga sangat menyayangi Dito. Apalagi sekarang Dito sudah memanggilku Mama dan memanggilmu Papa. Aku nggak ingin pisah dengan Dito. Kita adopsi saja dia. Kita kasih wanita itu uang kompensasi yang seimbang. Aku nggak mau pisah dengan Dito"
Batari melepaskan pelukannya untuk memandangi wajah tampan suaminya. Lalu, sambil merengut ia berkata, "Kamu yang bilang ke Dito, ya?! Aku nggak sanggup bilang ke Dito"
"Hmm" Noah mengusap kedua pipi Batari dari sisa air mata lalu ia mencium bibirnya Batari. Setelah menghela napas panjang, ia berkata, "Aku naik dulu untuk meletakkan tas kerja dan mandi dulu"
Batari menganggukkan kepalanya, lalu ia melangkah ke dapur rintik bilang ke asisten rumah tangannya, "Bi, tolong adonan donat yang tadi siang saya buat dan saya simpan di lemari es, dikeluarkan dan digoreng, ya!"
"Baik, Nyonya"
"Kalau sudah, tolong antarkan ke ruang keluarga, ya, Bi!"
"Baik, Nyonya"
Batari membawa satu cangkir kopi, satu teh panas, dan dua cokelat panas ke ruang keluarga. Setelah meletakkan nampan berisi cangkir-cangkir tersebut, ia duduk di atas karpet dan ikut bergabung menonton film kartun kesukaannya Dito dan Cantika.
Cantika melirik jam dan menoleh ke Mamanya, "Jam lima lebih sepuluh menit. Papa, kok, belum pulang jam segini, Ma?"
__ADS_1
Batari terpana melihat Cantika, "Wah, Anak Mama bukan hanya cantik, tapi juga sangat pintar, ya, udah bisa baca jam"
Dito ikutan terpana dan menyahut, "Wah, Adek pintar banget. Ternyata Adek selalu nyiakan.kalau Kakak ajari, ya"
Cantika menoleh ke Dito dengan senyum bangga lalu berkata, "Ya harus nyimak, dong. Biar pinter kayak Kak Dito yang selalu dapat ranking satu di kelas"
Batari memeluk Dito dan Cantika sambil berkata, "Mama beruntung memiliki anak-anak yang pintar dan baik seperti kalian" Batari lalu mencium pucuk kepala Dito dan pucuk kepala Cantika.
Noah, berjalan masuk ke ruang keluarga dan Dito berbarengan dengan Cantika, langsung bangkit berdiri dan berlari ke pelukannya Noah.
Noah tertawa bahagia dan berkata, "Wah! Papa sepetinya harus rajin fitness biar bisa gandong kalian berdua kayak gini terus"
Dito dan Cantika tertawa renyah secara bersamaan.
Setelah Bi Ijah meletakkan donat rumahan hasil kreasinya Batari di atas meja, Noah berdeham dan berkata, "Dito, ada yang ingin Papa sampaikan"
Dito menyuapkan donat yang sudah ia tiup ke Cantika sembari menoleh ke Noah dan bertanya, "Apa, Pa?"
"Mama kandung kamu, udah dibebaskan. Dia akan segera menjemput kamu dan......."
Cantika langsung berlari ke pelukan mamanya dan berkata, "Kak Dito nggak boleh punya Mama lain. Kalau punya Mama lain, bukankah itu artinya Kak Dito akan pergi meninggalkan kita, Ma?"
Dito menoleh ke Cantika dan dia seketika itu mematung.
Batari yang mulai menitikkan air mata, merentangkan tangannya ke Dito dan Dito langsung menghambur masuk ke dalam pelukannya Batari. Dito, Batari dan Cantika menangis secara bersamaan.
Noah menghela napas panjang dan kembali berkata, "Andaikan Mama kamu tidak menginginkan kamu dan sangat merindukan kamu, kami akan mengadopsi kamu. Kami terus terang enggan melepas kamu pergi, Dito. Kami terlanjur sayang banget sama kamu"
Dito menarik diri dari pelukannya Batari dan duduk diam menatap Noah.
...❤️❤️❤️Promo Novel Baru❤️❤️❤️...
NB: Maaf updatenya lama, saya masuk angin dan hanya bisa berpikir di cerita komedi, hehehehe😁 🙏
__ADS_1