Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Protes


__ADS_3

Pangeran Abiyu langsung mengobrak-abrik meja kerjanya dengan tangan kanannya dan laptopnya sampai jatuh ke lantai saat ia menerima telepon dari asisten pribadinya bahwa misinya gagal.


Pangeran Abiyu yang masih memegang ponsel dengan tangan kirinya langsung bertanya dengan napas menderu, "Kenapa bisa gagal? Arka hanya berdua dengan Felix dan Arka nggak bisa beladiri"


"Tapi, dari laporan orang saya yang mengawasi mereka dari kejauhan, Pangeran Arka lebih pandai beladiri daripada Felix" Sahut asisten pribadinya Pangeran Abiyu.


"Hah?!" Pangeran Abiyu sontak bangkit berdiri dan kembali berkata, "Arka bisa beladiri?"


"Bukan hanya bisa, Pangeran. Pangeran Arka sangat jago beladiri" Sahut asisten pribadinya Pangeran Abiyu.


"Ke...kenapa bisa begitu? Apa dia melakukan semedi selama tenggelam di dalam air sampai ia bisa berubah menjadi orang yang jago beladiri?" Ucap pangeran Abiyu dengan nada menggantung karena, heran.


"Saya rasa Anda benar. Orang yang ada di depan kita semua saat ini, bukanlah Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma" Sahut asisten pribadinya Pangeran Abiyu.


Pangeran Abiyu langsung menyambar jasnya dan berlari keluar dari dalam ruangannya untuk pulang ke istana menemui Ratu Ambika.


Sesampainya di istana, pangeran Abiyu langsung melesat menuju ke ruang kerja neneknya, tok, tok, tok! Dia mengetuk tiga kali pintu ruang kerja neneknya.


"Masuk!" Sahut Ratu Ambika


Saat Felix memarkirkan mobil di halaman istana kerajaan Wahyatma, Noah Baron turun dari dalam mobil dan langsung berlari kecil mengitari bagian depan mobilnya. Saat ia berdiri di depan Felix, dia langsung berkata, "Mana kunci mobilnya?"


Felix meletakkan kunci mobil di atas telapak tangan junjungannya sambil berkata, "Untuk apa Pangeran?"


"Minggir!" Noah menggeser pelan tubuhnya Felix dan saat Noah masuk kembali ke dalam mobil, Felix langsung menahan pintu mobil, "Anda mau ke mana?"


"Kamu mau ikut? Kalau mau ikut, lepas pintunya dan masuk ke dalam!"


Felix menghela napas panjang dan berkata masih dengan menahan pintu mobil, "Putri Amina dan Ratu Ambika menunggu Anda di dalam"


"Untuk apa?" Tanya Noah.


"Makan siang. Tadi, Ratu sudah mengirim pesan text ke Anda, bukan?" Felix berucap sambil menahan kekesalannya.


"Aku nggak suka masakan rumah. Aku suka jajan. Lepas pintunya! Kalau mau ikut masuk aja!" Sahut Noah.


Felix terpaksa melepas pintu mobil karena ia tidak ingin masuk sendirian tanpa pangeran Arka dan ia langsung berkata, " Baiklah, saya ikut" Lalu ia bergegas mengitari mobil untuk masuk ke jok penumpang.

__ADS_1


Noah langsung menutup pintu mobil dan melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Pangeran, minggir dulu aja! Biar saya yang nyetir" Ucap Felix dengan wajah ketakutan karena junjungannya menyetir dengan kecepatan di atas rata-rata dan tidak sabaran.


Noah berkata, "Emangnya kamu tahu aku akan ke mana?" tanpa menoleh ke Felix karena dia sedang melaju dengan kecepatan di atas rata-rata, dia tidak berani menoleh ke kanan dan ke kiri walaupun hanya sekilas saja.


"Nggaaaakkkk!!!!!!! Pangeraaaannnn! Jangan ngebut! Hiks, hiks, hiks" Felix mewek sembari mencekal erat handle yang berada di atas kepalanya.


"Kalau nggak tahu aku akan ke mana, ya udah diam aja!!!!!!" Noah ikutan berteriak.


"Ke...kenapa Anda berteriak, Pangeran?" Felix menoleh ke junjungannya dengan wajah heran.


Noah tekekeh geli, lalu berucap, "Karena kau berteriak maka nular ke aku. Aku ikutan teriak. Kenapa, kau kaget?"


Felix semakin menautkan alisnya melihat junjungannya bukan hanya terkekeh geli, tapi juga bisa melempar guyonan receh.


Pangeran Abiyu melangkah masuk ke dalam ruang kerja Ratu Ambika dengan wajah kesal dan langkah lebar. Dia segera membungkukkan badan untuk memberi salam apa keluarga kerajaan Wahyatma, lalu duduk di depan meja kerja neneknya untuk segera menyemburkan protes, "Nek! Kenapa Nenek tidak curiga selama ini?"


"Curiga?" Ratu Ambika bertanya sembari melepas kacamata bacanya dan bersedekap sembari bersandar di kursi kerjanya.


"Iya. Kak Arka bukanlah Kak Arka" Pangeran Abiyu langsung mengatakan kecurigaannya.


"Kak Arka yang kita temukan beberapa hari yang lalu berbola mata biru, dia lebih besar dan atletis badannya, terus dia pandai bahkan sangat jago beladiri, Nek" Sahut pangeran Abiyu.


"Oke, Arka yang sekarang berbola mata biru ada penjelasannya secara medis. Aku sudah tanya ke dokter keluarga kita katanya itu wajar. Kalau kamu ingin lebih tahu kejelasannya soal bola mata birunya Arka, kamu temui Dokter Allen sana! Terus soal Arka badannya lebih atletis, kata Felix, Arka memang beberapa bulan sebelum balik dari luar negeri memang menggilai fitness, dan soal Arka jago bela diri, darimana kamu mengetahui hal itu?" Ratu Ambika menatap tajam Abiyu.


Pangeran Abiyu langsung gelagapan dan dia langsung berkata, "Kenapa Nenek lebih sayang sama Kak Arka daripada aku?" Pangeran Abiyu berkata seperti itu u tuk mengalihkan perhatian neneknya soal beladiri. Jika soal beladiri dibahas lebih lanjut, maka akan ketahuan kalau dia menyuruh seseorang untuk mencelakai pangeran Arka.


"Karena, Arka Bhadrika Wahyatma terlahir dari rahim Ratu Judith Pinilih dari kerajaan Pinilih. Saat Wahyatma terpuruk, Pinilih lah yang membantu Wahyatma mampu berdiri tegak kembali sampai sekarang ini. Sedangkan kamu, kamu hanyalah putra seorang artis rendahan yang tidak tahu malu merendahkan diri menggoda Raja Pramana dan..........."


"Hentikan! Jangan hina lagi Ibukku, Nek!" Pangeran Abiyu langsung bangkit berdiri dan berputar badan meninggalkan neneknya.


Ratu Ambika menatap punggung cucu keduanya itu dengan sorot mata sedih.


"Kita mau ke mana? Kenapa Anda terus ngebut seperti ini, Pangeran?" Tanya Felix dengan masih terus memegang handle yang ada di atas kepalanya.


"Kau akan tahu nanti. Tidurlah! Perjalanan kita sangat panjang ini" Sahut Noah dengan santainya sambil terus fokus menyetir mobil di dalam kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Mana bisa saya tidur kalau Anda menyetir dengan kecepatan tinggi seperti ini, Pangeran?" Felix menghela napas panjang.


"Kalau tidak tidur maka diamlah!" Sahut Noah masih dengan nada santai.


Namun, Felix akhirnya ketiduran juga karena ia lelah berteriak dan ketakutan.


Noah membangunkan Felix saat mereka telah sampai di pulau pribadinya Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma di dini hari.


Felix tampak kebingungan dan langsung bertanya, "Berapa lama saya ketiduran? Kenapa ini sudah malam?"


"Sudah nggak malam lagi. Ini jam dua dini hari. Turunlah!" Noah turun dari dalam mobil dan Felix mengikuti langkah junjungannya masih dengan wajah kebingungan.


Felix melihat ada sebuah mobil Jeep mewah dan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato melompat turun dari Jeep mewah itu dan langsung menyapa Felix dengan wajah ramah, "Hai! Aku Lopez. Aku anak buahnya Komandan"


"Ko......komandan? Siapa yang kau sebut ko.....komandan?" Felix mendelik ke pria bertubuh kekar yang berdiri di depannya.


Lopez meringis dan mengarahkan tangannya ke Noah yang tengah berbicara dengan penjaga garis depan pulau pribadinya Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma itu.


Felix langsung melotot, "Hah! Jangan kurang ajar kamu! Yang kamu tunjuk dengan tangan kamu itu adalah junjunganku. Namanya Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma"


Lopez kembali meringis lalu ia mengangkat kedua bahunya sambil berkata, "Terserah kamu sajalah!"


Setelah berbicara dengan penjaga gairah depan pulau pribadi tersebut, Noah Baron lalu kembali menemui Felix dan Lopez untuk berkata ke Lopez, "Kamu pegang mobil ini dan biarkan Jeepnya di sini dulu! Kita jemput Istriku"


"Baik, Boe!" Sahut Lopez.


Felix mengikuti langkah junjungannya dengan wajah kebingungan, namun dia tidak berani untuk bertanya.


Lopez menoleh ke Noah yang duduk di sebelahnya, "Bos, kenapa dia tidak kita bunuh saja?"


Felix langsung memajukan wajahnya ke jok depan dan langsung menoleh ke Lopez masih fokus menyetir mobil sedan mewahnya pangeran Arka.,"Hei, siapa yang kamu maksud?"


Lopez menoleh sekilas ke Felix, "Kamu"


"Hah?!" Felix langsung jatuh pingsan dengan wajah mengarah ke depan. Noah langsung menangkap wajah Felix dan memundurkan wajah Felix sampai kepala Felix jatuh di sandaran jok. Noah lalu menoleh kesal ke Lopez, "Kenapa kamu menakutinya?"


"Karena dia orang luar dan dia tahunya Anda adalah Pangeran Arka. Kalau dia kita ajak, dia akan tahu semuanya bukankah itu berbahaya bagi Anda, Bos?" tanya Lopez.

__ADS_1


"Dia memang orang luar, tapi selama aku menjadi Arka, dia orang yang paling peduli sama aku dan bisa dipercaya. Aku yakin jika dia aku ajak bicara, dia akan mau mengikutiku. Dia akan mati kalau terus mengikuti Arka yang asli dan aku nggak mau itu terjadi. Felix orang baik" Sahut Noah.


"Yeeeeaahhh! Terserah Anda sajalah, Bos" Sahut Lopez.


__ADS_2