
Bryna, Amanda, The five Jays, dan Duscha Igor berhasil membekuk pacarnya Hellena dengan bantuan timnya Amanda. Dan hal itu membuat Hellena menjadi geram.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Hellena sambil berkacak pinggang di depannya Barnes
Barnes mengedarkan pandangan di sekeliling ruangan dengan penglihatannya yang sedikit buram. "Aku, eh, saya, Jacob Rivers. Kenapa saya ada di sini dan kenapa kedua tangan dan kedua kaki saya, diikat?"
"Hentikan basa-basi kamu, aku tidak memercayainya!" pekik Hellena dengan kedua bola mata melotot ke Barnes
"Memercayai apa?" Barnes bertanya sembari menggelengkan kepalanya yang terasa nyeri.
"Kau bukan Jacob Rivers dan kau saling kenal"
"Dengan siapa?" Barnes menyipitkan kedua kelopak matanya.
"Priscilla Chan. Dia telah membekuk pacarku. mengacaukan bisnisku dan dia berani menculik
kupu-kupu malam terbaikku"
"Tidak. Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan"
"Berhenti membuatku kesal!"Hellena berucap sembari menyuntikkan cairan ke Barnes. "Setelah ini, kau akan menjadi milikku manis" Hellena mengusap pipinya Barnes, "Dan kau akan melakukan segala cara untuk memuaskan diriku manis. Kau tahu, aku sudah mendambakan hal ini cukup lama"
"Entah mengapa, aku meragukan itu" Barnes tersenyum tipis ke Hellena.
Hellena langsung menubrukkan bibirnya ke bibirnya Barnes dan mengunyah bibir itu dengan penuh gairah lalu melepaskannya dan ia melihat bibir Barnes bengkak.
Barnes mengumpat, "Dasar gila! kenapa kau menciumku dengan paksa? Dasar gila!"
Hellena mengitari Barnes dan berkata, "Sekarang, katakan padaku, siapa kau sebenarnya?"
"Bodyguard yang tak berdosa?" sahut Barnes dengan entengnya.
Hellena kembali berdiri di depa. Barnes dan dia tersenyum sinis, "Menurutmu kau sangat cerdas, ya?"
"Astaga, Nyonya! Aku tidak cerdas. Aku tertangkap olehmu dan terikat tak berdaya seperti ini. Tentu saja aku tidak cerdas"
__ADS_1
"Aku tidak memercayaimu. Kau masih mau berpura-pura tidak terlibat?"
"Aku memang polos dan bodoh. Jadi, katakan saja, ada apa ini?"
Hellena langsung berjongkok di depannya Barnes dan menyapukan jari jemari tangan kanannya di sepanjang dada bidangnya Barnes secara perlahan dan bolak-balik sambil berucap, "Kau cukup lucu, ya? Tapi, aku suka"
"Sial! Jauhkan tangan kotormu itu dari tubuhku!" Barnes mendelik kesal ke Hellena dan Hellena kembali melahap bibirnya Barnes.
Barnes mulai merasakan ada desakan aneh di dalam dirinya dan ia langsung mengumpat di dalam hati di saat ia menyadari desakan aneh apa itu. Barnes langsung mengangkat tubuhnya ke Atas dan membuat Hellena terjengkang di atas lantai. Barnes terjatuh di atas lantai bersama dengan kursi kayu yang ia duduki.
Bangku itu rusak parah saat membentur lantai dengan sangat keras dan Barnes berhasil melepaskan ikatan di tangannya dan dengan cepat ia melepas ikatan di kakinya. Namun, di saat ia hendak bangkit, Kepalanya pening dan pandangannya berkunang-kunang. Barnes jatuh terduduk di atas lantai.
Hellena tertawa mengejek dan berkata, "Kau tidak akan bisa melepaskan diri dari jerat obat yang aku suntikkan ke tubuh kamu tadi. Kau saat ini hanya butuh pelampiasan dan hanya ada aku di sini. Lampiaskan ke aku! Aku rela dan ikhlas"
"Cih! mimpi saja kau! Aku lebih baik mati daripada harus melampiaskannya ke kamu! Dasar wanita brengsek!" Barnes berteriak dengan wajah merah padam penuh amarah.
"Tidak buruk juga nyali kamu. Aku suka. Aku memang sudah menyukaimu sedari awal aku merekrutmu menjadi bodyguard pribadiku. Walaupun aku belum tahu siapa kamu sebenarnya, aku tidak keberatan jika harus menyatu denganmu, malam ini" Sahut Hellena sembari melangkah gemulai dan pelan untuk mendekati Barnes.
Barnes mencoba untuk menggerakkan pantatnya mundur ke belakang, terus dan terus sampai punggungnya membentur tembok.
Barnes mengumpat kesal di dalam hatinya, Siap! Kenapa wanita ini bisa membiusku dan menyekapku di sini? Dasar bodoh kau, Barnes.
Hellena menghentikan langkahnya di jarak satu setengah meter lalu ia tersenyum bangga, "Dan itu tidaklah buruk, kan?"
"Aku rasa aku tidak bisa membedakan mana yang buruk dan mana yang baik saat ini"
Hellena melepas tawa puasnya ke udara dan berkata, "Maka dekaplah aku dan puaskanlah aku!" Hellena langsung melompat di atas pangkuannya Barnes dan melahap bibirnya Barnes kembali.
Tiba-tiba tubuh Hellena kejang-kejang dan jatuh menyamping tak sadarkan diri.
Barnes bernapas lega saat ia melihat Amanda berdiri di depannya.
"Aku aku membunuhnya?"
Barnes langsung menyentuh lehernya Hellena, "Tidak. Dia masih hidup. Ah! Terima kasih, Sayang. Kau telah datang tepat waktu. Darimana kau dapatkan alat setrum itu?"
__ADS_1
"Dari sana. Sepertinya ini ruangan penyiksaan. Ada banyak sekali alat penyiksaan di sini. Apa wanita itu juga menyiksamu, Sayang?" Amanda berucap sembari membantu Barnes untuk bangkit berdiri lalu memapah Barnes keluar dari dalam. ruangan penyiksaan itu.
Pihak berwajib langsung masuk dan memborgol Hellena.
Amanda menunduk lalu mengangkat wajahnya untuk memandang wajah tampan suaminya, "Untung saja ritsleting celana kamu masih tertutup rapat. Kalau tidak, aku pasti membunuh wanita itu"
Barnes terkekh geli lalu berbisik, "Aku disuntik obat. Aku butuh kamu, saat ini juga"
Amanda menghela napas panjang, Kenapa setiap kali aku menemukan kamu tak berdaya, pasti kamu pas butuh pelampiasan. Jangan kau jadikan adat kebiasaan setelah ini!"
"Iya sayang. Iya. Lalu gimana sekarang?"
Amanda langsung membelokkan langkahnya ke sebuah kamar, menguncinya dan memberikan kepuasan untuk suaminya berulangkali.
Beberapa bulan kemudian ............
Di depan seorang Pendeta, Barnes dan Amanda, Duscha Igor dan Joy, Bryna dan Jake, berjanji secara serempak dengan mengucapkan kata, "Mister Polisi, yes I Do!"
Pak Pendeta mengulum bibir lalu bertanya ke Duscha, "Kenapa kamu diam?"
"Saya mana mungkin mengucapkan kata Mister Polisi, yes I Do. Saya akan mengatakan, "Mistress Polisi, yes I Do!"
Pak Pendeta dan semua yang hadir di acara resepsi Akbar yang diselenggarkan oleh keluarga Darmawan dan keluarga Igor itu tertawa lepas secara bersamaan mendengar ucapannya Duscha Igor.
Acara ditutup dengan berdansa bersama.
"Kau pandai berdansa sekarang" Bisik Barnes di telinganya Amanda
"Karena aku istrinya Barnes Adiwilaga Darmawan, jadi aku harus bisa melakukan segala hal dengan sempurna" Sahut Amanda dengan senyum menggoda.
Barnes langsung mengecup bibirnya Amanda. Lalu ia berkata "Terima kasih telah kembali hadir di hidupku, terima kasih telah menjadi jodohku dan terima kasih telah bersedia mengucapkan kata, Mister Polisi, yes I do!"
"Terima kasih juga telah mencintaiku dengan sangat besar. Tapi, sembilan bulan lagi, cintaku akan terbagi"
"Apa? Dengan siapa?" Barnes mendelik kaget dan Amanda langsung meletakan tangan kanannya Barnes di atas perutnya, "Dengan yang ada di dalam sini. Aku telah hamil dua Minggu"
__ADS_1
Barnes tersenyum bahagia dan langsung mengajak Amanda untuk berciuman.
...❤️❤️❤️❤️The End❤️❤️❤️❤️...