Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Ca Kangkung


__ADS_3

Tetapi, terlambat. Amanda telah menaruh piring bundar yang cukup besar yang berisi ca kangkung di atas meja. Amanda tertegun saat Amanda melihat meja makan berbentuk persegi telah ramai dikelilingi empat pria berambut cepak dan berbadan tegap. Wajah keempat pria di depannya, belum pernah Amanda temui di mana pun dan masih tampak asing bagi Amanda. Keempat pria itu semuanya menatap Amanda dengan mulut setengah terbuka karena, mereka dikejutkan dengan adanya seorang wanita berambut aneh di kediaman Komandan mereka yang mereka tahu, tidak pernah membawa seorang wanita masuk ke kediaman pribadinya.


Barnes melangkah masuk ke dalam ruang makan diikuti oleh Leon dan Barnes langsung berdeham. Keempat anak buahnya Barnes secara spontan mengatupkan bibir mereka kembali, bangkit secara serentak dan memberikan hormat kepada Barnes sambil mengucapkan kata, "Selamat pagi, Komandan"


Barnes berucap, "Pagi. Duduklah!"


Semua anak buahnya Barnes kembali duduk di kursi mereka masing-masing secara serempak. Amanda terkagum-kagum melihat ketegasan Barnes dan melihat kekompakan dari keempat pria yang ada di depannya.


Barnes masih berdiri tegak dan menoleh ke Amanda, "Mereka adalah anak buahku. The Five Jays. Aku akan perkenalkan mereka dari yang terdekat denganku, namanya Jude, lalu Joy, Jordy dan Jorge. Dan wanita di depan kalian ini adalah istriku. Aku minta kalian semua menghormatinya.


Keempat pria tersebut kemudian bangkit berdiri kembali dan memberikan hormat kepada Amanda, "Selamat pagi, Nyonya Komandan"


Amanda girang bukan kepalang mendapatkan ucapan selamat pagi yang keren dari keempat pria yang berseragam lalu ia menoleh ke Barnes, "Bolehkah saya menyuruh mereka duduk?"


Barnes menganggukkan kepalanya tanpa adanya senyum di wajah tampannya.


Amanda hampir saja memekik kegirangan, dia bisa memerintah pria berseragam dengan bebas. Amanda lalu melambaikan tangannya ke keempat.pria yang masih berdiri tegap di depannya sambil berkata, "Selamat pagi semuanya, duduklah!"


Keempat pria yang ada didepannya segera duduk secara serempak. Amanda terkagum-kagum melihat gerakan keempat pria yang selalu kompak dan terlihat sangat keren itu.


Barnes lalu duduk, diikuti oleh Leon dan Barnes menoleh ke Amanda, "Kenapa kau tidak duduk? dan berhenti menatap anak buahku seperti itu! mereka bukan tontonan?" Suara tegas Barnes yang dalam membuat Amanda segera duduk.


Sedangkan pak Temon yang sedari tadi berdiri di dekatnya Amanda memilih untuk kembali masuk ke dapur dan tidak jadi membahas soal sayur.ca.kangkung karena, sayur itu telah terhidang di atas meja makan dan Tuan besarnya telah hadir di meja makan tersebut.


Amanda menoleh ke Barnes dan bertanya, "Katanya The Five Jays, kok hanya ada empat?"


Jake berlari menuju ke ruang makan dengan wajah kesal dan Barnes langsung menunjuk ke Jake, "Dia yang kelima, Jake. Kau sudah mengenalnya kan dan........"


"Kenapa kau taruh kursi di depan pintu kamarku?" Jake langsung menyemburkan kekesalannya ke Barnes, "Jari kakiku hampir patah terantuk kursi itu padahal semalam......."


"Jangan bahas yang semalam dan jangan berpikiran apapun saat ini!" Barnes langsung berteriak dan memberikan kode ke Jake untuk tidak memikirkan apapun karena, ada Amanda. Barnes takut jika Amanda akan membaca apa yang ada di pikirannya Jake soal semalam.


Semua yang ada di meja makan langsung terdiam membeku dan menundukkan kepala mereka mendengar gelegar suara komandan mereka.

__ADS_1


Jake yang sudah bersahabat cukup lama dengan Barnes dan sering melakukan misi bersama, bisa memahami kode yang diberikan oleh Barnes. Jake lalu mengosongkan pikirannya memilih untuk mengunci mulutnya dan duduk di kursi paling ujung dengan wajah yang masih tampak kesal.


Barnes menghela napas lega. Hampir saja Amanda mengetahui apa yang ada di benaknya Jake, kalau dia semalaman menjaga pintu kamarnya Amanda dan jika Amanda sampai mengetahui hal itu, Barnes akan mati kutu di depan Amanda.


Jake menghela napas panjang untuk kembali terpaksa memahami semua kelakuannya Barnes.


Amanda lalu menatap satu per satu keempat pria asing di depannya untuk membaca apa yang ada di dalam pikiran keempat pria itu dan Barnes kembali memekikkan kata sambil menoleh ke semua anak buahnya saat ia melihat Amanda menatap lekat ke keempat anak buahnya yang duduk berjejer di depannya Amanda, "Kosongkan pikiran kalian saat ini!"


Keempat pria tersebut menoleh ke Barnes secara serempak dengan pandangan penuh tanda tanya dan Barnes segera berucap, "Lakukan saja perintahku!"


Jake langsung menyemburkan kata dengan kesal, "Nyonya Komandan kalian, bisa membaca dan mendengar semua isi kepala kalian jadi, jangan berpikiran macam-macam saat ini!"


Barnes mendelik ke Jake dan Jake kembali berkata dengan wajah kesal, "Apa mendelik-mendelik kayak gitu? lebih baik mereka tahu daripada nanti ada hal yang tidak diinginkan terjadi"


"Tuan Jake kali ini benar, Tuan" sahut Leon.


Sedangkan Amanda hanya mengulas senyum lebar ke semuanya.


Barnes menghela napas panjang lalu berkata, "Oke silakan mulai untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh pak Temon!"


Barnes menatap Amanda dan langsung menelan begitu saja ca kangkung itu lalu ia meminum segelas air putih dan mengangukkan kepalanya ke Amanda dan berkata dengan wajah datar, "Enak"


Amanda lalu menoleh ke keempat pria yang juga tengah mengunyah ca kangkung hasil masakannya dan Amanda langsung bertanya ke pria yang duduk di kursi paling ujung di dekat kursinya Barnes, "Anda, Jude, kan?"


Jude tersentak kaget saat namanya dipanggil oleh istri dari komandannya. Jude segera berkata, "Benar Nyonya dan tidak usah memakai bahasa formal kepada kami!"


"Ca kangkungnya nggak enak ya?"


Barnes langsung menoleh ke Jude dan mendelik. Barnes menyesali keterlambatannya menyelamatkan Jude dari interogasinya Amanda dan hanya bisa menyugar kasar rambut cepaknya.


Jude balik bertanya, "Kenapa Anda bisa tahu kalau saya mengatakan itu di......"


"Kan sudah aku bilang tadi. Nyonya kalian tuh bisa membaca pikiran kalian jadi, sekarang ini terimalah konsekuensi dari semua hal yang kalian pikirkan" ucap Jake dengan santainya sambil mengunyah nasi gorengnya.

__ADS_1


"Dan Joy, kenapa kau juga mengatakan kalau ca kangkungnya rasanya aneh dan hanya pantas untuk dijadikan makanan ayam? Dan kenapa kau tidak menyukaiku?" Amanda lalu menatap ke pria yang bernama Joy.


Joy tersentak kaget dan langsung berkata, "Sa....saya......maafkan saya Nyonya!" Joy langsung menundukkan wajahnya di depan Amanda.


Barnes meraup wajahnya dengan kasar dan di saat ia akan membuka suara, Amanda langsung menyemburkan kata untuknya, "Dan kenapa Anda mengatakan kalau ca kangkungnya enak tadi?" Amanda bertanya ke Barnes dengan kedua mata berkaca-kaca. Amanda lalu bangkit dan berlari masuk ke dalam kamarnya.


Semua anak buahnya Barnes langsung berdiri dan berkata, "Maafkan kami, Komandan!"


Barnes bangkit dan berkata, "Duduklah lagi dan nikmati sarapan kalian!" Barnes lalu berlari menyusul Amanda.


Barnes mengetuk pintunya Amanda dan karena tidak ada sahutan, Barnes membuka pintu itu secara perlahan lalu ia membuka lebar-lebar pintu itu saat ia mendapati Amanda tengah menangis di tepi ranjang.


Barnes melangkah masuk dengan langkah pelan dan berkata dengan canggung karena, dia memang paling tidak tega melihat jika ada seorang wanita menangis di depannya. "Maafkan aku kalau aku secara tidak sengaja telah menyinggung perasaan kamu. Maafkan anak buahku juga karena, mereka memang tidak terbiasa berbasa-basi dan........"


Amanda mengangkat wajahnya yang penuh dengan air mata dan berkata, "Aku justru menyukai kejujuran. Aku menangis karena......."


"Aku suka kau kembali memakai bahasa informal padaku dan......"


"Aku tidak menyukaimu. Aku tidak menyukaimu karena, aku tidak bisa membaca apa yang ada di pikiranmu dan aku tidak menyukaimu karena, kamu udah mempermalukan aku di depan anak buahmu!" Amanda memekik kesal ke Barnes.


"Kapan aku mempermalukanmu di depan anak buahku?"


"Waktu kau katakan kalau ca kangkungku enak padahal nggak enak. Kenapa kau tidak jujur saja mengatakan kalau ca kangkungnya nggak enak?"


"Kau menangis hanya karena itu?" tanya Barnes dengan kepolosannya.


"Hanya itu katamu? Aku kesal karena ........."


"Maafkan aku! bagiku masakan kamu enak dan aku berkata jujur, sungguh! Itu adalah masakan pertama kamu dan bagiku enak, sungguh!"


Amanda langsung mengusap kedua pipinya dengan kasar lalu bangkit dan melangkah mendekati Barnes, "Benarkah?"


"Kau boleh tanya ke semua anak buahku kalau aku tidak pernah berbohong. Jika aku katakan enak maka itu enak bagiku"

__ADS_1


Amanda memekik senang dan kebiasaan buruknya Amanda adalah, jika ia merasa senang dan merasa berterima kasih, dia akan memeluk orang itu. Maka, Amanda pun langsung memeluk Barnes sambil berkata, "Terima kasih sudah menghargai masakan pertamaku"


Jantung Barnes langsung berdegup kencang seperti bunyi genderang tanda perang akan dimulai. Semakin kencang saat sesuatu yang lunak dan kenyal menyentuh dada bidangnya. Barnes langsung memejamkan kedua matanya dan menengadahkan wajahnya ke langit-langit kamar untuk mencoba menetralkan gairah yang kembali menyergapnya.................


__ADS_2