Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Misi Dimulai


__ADS_3

Barnes, the five Jays, Duscha Igor dan bantuan pasukan khusus dari Jendral wanita saingannya Teguh, menginap di sebuah vila di pinggir kota D. Mereka memulai aksinya di sana karena semua pabrik narkobanya Teguh berada di kota D.


Mereka mulai mengintai dan mencari titik lemah dari sistem penjagaan yang ada di pabrik narkobanya Teguh dan saat mereka masuk ke dalam, mereka menemuka beberapa trailer panjang berjejer dan saat mereka membuka semua pintu trailer itu, mereka dikejutkan akan isi di dalam trailer tersebut


Ada banyak anak gadis dengan umur berkisar lima belas sampai tujuh belas tahun dengan penampilan lusuh, kucel tampak berkeringat lemas tak berdaya berada di dalam trailer-trailer tersebut.


Barnes mengedarkan pandangannya ke anak buahnya dan bertanya, "Apa ini berarti ada perdagangan anak di bawah umur juga, di sini? Kenapa penjaganya cuma sedikit dan mudah sekali dilumpuhkan?"


"Dasar Teguh biadab!" Duscha memekik geram.


The five Jays pun terpana dan menatap semua yang tampak di depan mata mereka dengan nanar. Mereka benar-benar tidak percaya kalau Jendral Teguh yang selama ini mereka sayangi dan hormati ternyata hanyalah seorang binatang yang sangat menjijikkan.


Seorang gadis memberanikan diri untuk membuka suara, "Kami akan diberangkatkan ke sebuah pulau nanti malam oleh karena itu, tempat ini hanya dijaga oleh beberapa orang karena yang lainnya pasti tengah mempersiapkan keberangkatan kami ke pulau itu.


"Berapa umur kamu?" Joy mendekati anak itu dan berjongkok di depan anak itu.


"Umur saya lima belas tahun"


"Bagaimana kau bisa berakhir di sini?" tanya Joy kemudian.


"Saya diculik saat saya pulang dari sekolah"


"Dasar brengsek!" Joy langsung berdiri memukul pintu trailer besi itu dengan kepalan tangannya dengan sangat geram.


"Kalian akan dijadikan apa? Apa kau tahu?" tanya Jorge ke anak gadis pemberani itu.


"Teman satu trailer dengan saya pernah dibawa pergi lalu kembali lagi ke sini katanya dia dibius dan saat bangun, ada sayatan di perutnya dan ada yang dibawa pergi lagi tapi tidak pernah kembali sampai sekarang"


"Perdagangan organ dalam" sahut Jake.


"Sel telur aku rasa" sahut Jude.


"Bisa juga yang lain. Kita nggak tahu juga" sahut Duscha.


"Kita harus selamatkan mereka semua. Tapi, bagaimana caranya kita bawa ratusan anak ini?" tanya Jorge.

__ADS_1


Barnes lalu menelepon Leon untuk mengirimkan semua mini van yang ada di Darmawan grup dan Elruno grup yang ada di kota D. Barnes lalu menutup ponselnya dan berkata, "Sudah beres. Sekarang kita tunggu mini van itu datang untuk mengangkut anak-anak ini ke tempat yang aman, ke........"


"Ke vila pribadiku. Aku punya vila yang sangat luas di kota ini dan tidak jauh dari sini" Sahur Duscha.


"Oke masalah selesai"


Setelah anak-anak malang itu berhasil diselamatkan, Barnes dan timnya meluncur ke destinasi berikutnya dan mereka berharap tujuan mereka yang berikutnya adalah pabrik narkoba.


Leon telah berhasil membawa Amanda dan Bryna ke pulau pribadinya Barnes, warisan dari Moses Elruno.


"Kenapa aku juga harus dibawa ke sini?" tanya Bryna.


"Karena Anda adalah Nona Bryna Asmarani Darmawan, saudara kembarnya Tuan Barnes Adiwilaga Darmawan. Kalau ada tidak dibawa ke sini, keselamatan Anda dipertaruhkan di luar sana dan itu akan mengganggu konsentrasinya Tuan Barnes dalam menjalankan misinya"


"Oh! Barnes yang memintamu membawaku ke sini?" Bryna tampak kecewa.


"Tentu saja Tuan Barnes lalu siapa lagi?" tanya Leon dengan kerutan di dahinya.


"Aku pikir Jake yang memintamu tapi, sudahlah lupakan! Jake memang cuek orangnya" sahut Bryna.


"Tuan Jake juga meminta saya untuk menjaga Anda dengan baik, Nona" sahut Leon.


Amanda tersenyum ke Bryna lalu bertanya, "Apa kamu dan Jake........"


Bryna menepuk bahunya Amanda dan berkata dengan rona merah di wajahnya, "Iya! Kami sepasang kekasih dan aku tergila-gila padanya"


"Beruntungnya Tuan Jake" Sahut Leon lalu Leon pergi meninggalkan kedua wanita cantik itu ke ruang kerjanya Barnes untuk membantu semua bisnis tuannya.


Bryna dan Amanda menatap arah perginya Leon lalu mereka berdua bersitatap sambil cekikikan. Amanda lalu mengajak Bryna untuk duduk dan bertanya, "Sejak kapan kalian jadian? Aku lihat Jake tidak pernah keluar untuk berkencan semenjak aku kenal dengan Jake"


"Sejak kemarin malam. Oh ya ampun! Aku sangat mencintainya, Manda" Bryna memekik kegirangan dengan rona merah di wajahnya lalu ia memeluk Amanda. Amanda membalas pelukannya Bryna dengan tawa riang.


Setelah ia lepaskan pelukannya, Bryna menatap Amanda, "Lalu kamu?"


"Apa?" Amanda tersenyum malu-malu.

__ADS_1


"Kamu dan Barnes? Sudah sampai tahap apa? Apa kalian sudah........." Bryna menepuk kedua tangannya dan Amanda langsung menganggukkan kepalanya dengan senyum bangga dan bahagia.


"Apa Barnes sudah katakan kalau ia mencintaimu? Barnes mencintaimu sejak dulu, sejak kita bertiga masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kau tahu itu?' Bryna bertanya dengan penuh semangat dan matanya kembali berbinar riang.


"Barnes sudah menyatakan rasa cintanya dan aku juga tahu kalau Barnes mencintaiku sedari dulu"


"Ah! so sweet, aku suka, aku suka!" Bryna bertepuk tangan ala tokoh kartun terkenal di depan Amanda dan Amanda langsung memeluk Bryna dengan rasa syukur yang membuncah.


Alamat pabrik yang mereka datangi ternyata bukanlah sebuah pabrik seperti yang mereka bayangkan dan sebuah hotel cukup mewah membuat Barnes dan timnya saling pandang. Mereka heran, ada sebuah hotel di pinggir kota yang terpencil dan terbilang cukup sepi.


"Jangan-jangan ini hotel Del Luna"


Semua menoleh ke Jude dan Joy bertanya, "Apa itu hotel Del Luna?"


"Hotel berhantu yang ada di drama Korea yang pernah aku lihat, hiihhhh serem!"


Semua masih menatap Jude tapi kali kedua tatapan mereka mengandung rasa heran. Mereka semua heran, polisi gagah seperti Jude, gemar menonton drama Korea.


"Ada apa? Kenapa kalian menatapku dengan aneh seperti itu?"


"Kau yang aneh. Gagah tegap kok tontonannya drama Korea" sahut Jorge.


"Daripada Joy, gagah tegap tontonannya sinetron"


Joy langsung menepuk keras bahunya Joy dengan kesal. Dia lalu melirik Duscha dengan rasa malu.


Duscha menangkap lirikan matanya Joy dan ia tersenyum penuh arti sambil terus menatap Joy.


"Hahahahaha, kalau nggak aneh, nggak akan jadi anak buahnya Barnes" Sahut Jake dan Barnes langsung mendelik ke Jake.


"Kita masuk atau tetap di sini?" tanya Duscha.


"Kau dan Barnes aja yang masuk. Kalian kan tampan dan tampak berkelas. Kalau masuk ke hotel akan langsung diterima dengan tangan terbuka" Sahut Jake.


"Iya benar. Kami akan berjaga di sini. Jika dalam waktu satu jam kalian tidak keluar, barulah kita susul" Sahut Jordy.

__ADS_1


"Oke!" Barnes lalu melompat turun dari dalam mobil dan Duscha menyusulnya.


Mereka masuk ke dalam dan sialnya, di saat mereka masuk ke dalam salah satu kamar, ada semprotan cairan mengenai mereka berdua saat pintu kamar itu terbuka dan dalam hitungan detik, Duscha dan Barnes jatuh terkapar di atas lantai............


__ADS_2