Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Efek


__ADS_3

Noah langsung berteriak, "Dito! Kamu turunkan saja Cantika! Aku akan urus wanita brengsek itu!"


"Baik, Pa!" Dito langsung melangkah mundur dan Noah langung melesat maju dengan meluncurkan tinju dan tendangan mautnya ke wanita yang sudah berani menculik Putri tunggal kesayangannya.


"Wah! Kau tampan juga, Om. Kalau kau mau, aku bersedia jadi Istri kedua kamu, Om. Aku masih muda, lho, masih dua puluh lima tahunan lebih dikit, hehehehehe"


"Jangan banyak omong!" Dhuag! Tendangan mautnya Noah mendarat di rahang Belovi dan seketika itu, Belovi terkapar di lantai.


Dito, Noah, Jorge, dan Santo langsung membawa Cantika ke rumah sakit terdekat dan di rumah sakit tersebut Batari sudah menunggu.


Batari membantu tim medis di rumah sakit tersebut untuk secepatnya memberikan penanganan darurat ada Cantika. Setelah bergulat dengan maut selama dua jam lebih, akhirnya nyawa Cantika berhasil diselamatkan.


Dito, Noah, Jorge, dan Santo yang menunggu di ruang UGD, langsung bernapas lega saat Batari muncul di depan mereka dan berkata, "Cantika selamat. Tapi, dia..........."


"Dia kenapa, Ma?" Dito langsung menyahut dengan wajah panik.


"Dia akan mengalami kesakitan yang luar biasa seakan ingin mati saja kalau tidak disuntik cairan biru brengsek itu lagi. Cantika akan mengalami efek mengerikan dari kecanduan narkoba jenis baru yang sangat kuat dayanya itu. Aku dan tim medis di sini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghilangkan residu dari narkoba jenis baru itu, tapi tidak bisa. Pencipta narkoba jenis baru ini sangat hebat sekaligus sangat kejam"


"Kenapa bisa kecanduan? Cantika baru disuntik sekali" Noah langsung memberikan komentar atas penjelasan panjang lebar yang diberikan oleh Batari.


"Iya. Tapi, putri kita disuntik dengan dosis tinggi" Sahut Batari dengan wajah sedih. Sangat sedih.


Semuanya sontak tertunduk dengan wajah sedih dan penuh penyesalan karena mereka terlambat datang.


Batari Kembali berucap, "Aku terpaksa menempatkan Cantika di pusat rehabilitasi setelah ini dan......"


"Jangan, Ma! Temanku di luar negeri pernah mendapatkan pelecehan saat ia menjalani rehab di pusat rehabilitasi. Aku tidak mau kalau Cantika dibawa ke pusat rehabilitasi" Sahut Dito dengan cepat.

__ADS_1


"Lalu bagaimana? Mama juga nggak tega kalau harus merawat Cantika dan setiap hari melihat Cantika berteriak kesakitan"


"Saya yang akan merawat dan menyembuhkan Cantika, Ma. Saya pernah merawat dan menyembuhkan orang yang kecanduan narkoba dari yang ringan sampai yang paling parah"


"Tapi, kasus Cantika nanti lebih dari apa yang pernah kamu lihat, Dito"


"Saya yakin bisa, Ma. Cinta kami berdua yang sangat besar akan memampukan kami untuk bisa............" Dito mengentikan ucapannya saat ia melihat mama Tarinya diam mematung dan menatap Dito dengan gamang.


"Maaf, Ma. Tapi, saya dan Cantika benar-benar saling mencintai dan......."


"Baiklah. Biarkan Dito yang menjaga Cantika" Sahut Noah.


Batari langsung berputar badan untuk menyembunyikan rintik tangis yang jatuh di pipinya dan langsung berlari menjauh saat air matanya mulai menderas.


Dito menatap punggung mama Tarinya yang menjauh dengan cepat dengan sorot mata penuh kesedihan. Hati Dito seketika terbelah dua antara cintanya pada mama Tarinya dan cintanya pada Cantika.


Dito tersentak kaget saat tangan Noah menepuk pundaknya. Pria tampan itu sontak menoleh ke Noah dan berkata dengan suara bergetar menahan tangisan, "Pa, Dito telah membuat Mama marah dan kecewa. Maafkan Dito, Pa"


Dito diam mematung dan terus menatap ke depan.


Lima jam kemudian........


Dito langsung memeluk erat tubuh rampingnya Cantika saat wanita cantik pujaan hatinya itu membuka mata dan berteriak kesakitan dan kemudian berkata dengan menggertakkan gigi, "Suntik aku lagi! Ayo! Berikan lagi obat itu, tolong!"


Namun, Dito tidak memberikan suntikan cairan biru jernih ke Cantika lagi. Pria tampan itu terus memeluk erat tubuh rampingnya Cantika sembari terus berkata, "Babe, kamu harus menahannya! Ayo kamu bisa! Kamu harus bertahan, Babe! Aku akan selalu berada di sampingmu, oke?"


Cantika kemudian menangis hebat di dalam dekapan eratnya Dito sambil terus menggertakkan gigi, "Tapi, ini sakit lagi, Dito. Kasih aku suntikan itu! Tolooonnng!! Sakit sekali, Dito!!!!!"

__ADS_1


"Aku tahu, Babe. Aku tahu kamu merasakan rasa sakit yang luar biasa saat ini. Tapi, kamu harus menahannya. tiga puluh menit lagi. Ayo kamu bisa"


Cantika mulai berkeringat sangat hebat karena tubuhnya menahan rasa sakit yang luar biasa dan Cantika menangis tergugu karena otaknya terus meminta suntikan cairan biru jernih. Tubuh Cantika mulai bergetar hebat dan menggigil kala tulang-tulangnya terasa linu di ambang batas rasa sakitnya.


Dito terus mendekap tubuh Cantika dan terus berkata, "Ayo, Babe! Bertahanlah! Kamu wanita hebat, kamu kuat, dan kamu bisa" sampai akhirnya Cantika jatuh pingsan di dalam dekapan hangat kekasihnya.


Dito kemudian merebahkan Cantika di atas bantal dan mengganti baju Cantika yang basah kuyup dengan baju yang kering. Lalu, Dito menyeka wajah Cantika dengan air hangat sambil sesekali mencium keningnya Cantika dengan perasaan hancur. Dito mengutuk wanita yang telah menyuntikkan narkoba jenis baru ke Cantika seketika itu.


Steven Chan juga mengutuk Belovi saat ia mendengar kabar Belovi dan beberapa anak buahnya tertangkap polisi karena telah menculik dan menyuntik narkoba ke Cantika. Noah Baron yang adalah seorang pengacara menuntut Belovi dengan pasal berlapis dan Belovi terancam hukuman mati.


Steven Chan berteriak penuh emosi sambil mengobrak-abrik meja kerjanya.


Lalu, Steven Chan terhenyak di kursi kerjanya dan bergumam, "Berani benar Belovi berkhianat dan mengambil keputusan sendiri menculik dan hendak merusak Cantika. Biarkan saja dia dihukum dan aku tidak akan membantunya sama sekali"


Noah memeluk Batari dari arah belakang saat Batari tengah melamun di teras depan rumah mereka. "Ada apa Sayangku, cantikku, Manisku, cintaku, kenapa akhir-akhir ini kamu sering melamun?"


Batari mengelus tangan suaminya yang ada di atas perutnya dan berkata, "Aku sudah memikirkan masak-masak, Mas. Aku melihat kalau Dito sangat dalam mencintai Cantika. Setelah Cantika sembuh dari efek narkoba jenis baru itu, aku akan restui hubungan mereka. Kalau mereka ingin segera menikah aku juga akan merestuinya"


Noah langsung membalik tubuh istrinya dan sambil menatap dalam wadah cantik istri yang sangat ia cintai, Noah berkata, "Terima kasih, Sayang" Lalu, Noah mengajak Batari berciuman.


Di hari kedua, Dito hampir saja kecolongan. Cantika nekat menelepon temannya yang bekerja di klub malam. Wanita itu memesan narkoba jenis baru. Untungnya Dito langsung datang dan merebut telepon genggamnya Cantika untuk berkata, "Batalkan pemesanannya. Aku adalah polisi kalau kamu nekat kirimkan pesanannya Cantika tadi, aku akan menangkapmu atas tuduhan penyalahgunaan narkoba"


Klik! Temannya Cantika yang bekerja di klub malam itu langsung ketakutan dan menutup teleponnya.


Cantika langsung menunduk dengan wajah bersalah.


Dito meletakan telepon genggamnya Cantika di ranjang, kemudian ia memeluk tubuh Cantika sambil berkata, "Untungnya aku cepat datang. Jangan kamu ulangi lagi, ya?! Kalau kamu mengonsumsi obat itu lagi, kamu aka. kehilangan nyawa kamu, Babe. Aku tidak mau itu terjadi. Apa kamu mau berpisah denganku?"

__ADS_1


Cantika langsung memeluk Dito dengan sangat erat dan menangis tergugu sambil berucap, "Maafkan aku, Dito! Maafkan aku! Aku akan berjuang melawan ketergantunganku ini. Aku akan menahan sakitnya saat sakau menyerangku kembali dan..... hmmppttthh"


Dito langsung membungkam bibir Cantika dengan bibirnya dan saat ia melepaskan bibir Cantika, pria itu berkata, "Bertahanlah lima hari lagi. Aku akan selalu berada di sampingmu. Maafkan aku, aku tinggalkan kamu sebentar untuk belanja di depan dan ........ hmmppttthh" Giliran Cantika yang membungkam bibir Dito dengan bibirnya.


__ADS_2