
Noah Baron, seorang anak kecil, putra sulung keluarga konglomerat Baron Grup, diculik. Noah Baron yang masih kecil, masih berumur tujuh tahun harus mengalami siksaan mental dan fisik diikat di sebuah kursi kayu oleh seorang wanita kejam yang memiliki dendam pribadi terhadap Adam Baron dan Satya.
Keputusan yang diambil oleh Adam dan Satya di persidangan, membuat wanita itu merasa dirugikan dan akhirnya dia nekat menculik Noah Baron dengan tuntutan pembersihan nama baik dirinya yang telah diperkosa oleh seorang mafia kelas kakap yang sulit sekali untuk disentuh, diusik, apalagi ditangkap.
Adam Baron dan Satya dibuat pusing tujuh keliling atas tuntutan si penculik itu karena, sesuai dengan hasil visum dan bukti-bukti yang ada, tidak ada bekas pemerkosaan.
Alba yang tengah menyusui putra keduanya yang masih berumur satu tahun lebih beberapa bulan, terus menahan diri untuk tidak panik agar putra keduanya tidak ikutan stres.
Padahal jika bisa membebaskan rasa khawatirnya, Alba setiap hari mendengar suaranya Noah merintih kesakitan merindukan dirinya, Alba tidak bisa tidur sepanjang malam, dan segala perasaan was-was berkecamuk di dalam hati dan pikirannya.
Adam merasa stres melihat istrnya menjadi lebih banyak diam dan seringkali Adam mendapati Alba menangis sendirian di tempat tersembunyi karena, Alba tidak ingin menambah beban bagi Adam dan tidak ingin putra keduanya, ikut stres.
Noah Baron telah diculik selama tiga hari. Adam dan Satya berpacu melawan waktu dan berusaha mencari cara untuk membuat si penculik melunak. Namun, akhirnya mereka menyerah dan mereka akhirnya memutuskan untuk menemui Barnes Adiwilaga Darmawan.
"Apakah Anda masih menyimpan nomer ponsel yang pernah menghubungi Anda?" tanya Barnes.
"Ada. Tapi, nomer itu nomer sekali pakai. Tidak bisa dihubungi balik" Sahut Adam.
"Sinyal dari ponsel itu juga tidak terlacak. Sepertinya penculik ini sangat cerdas" Sahut Satya.
"Kalau begitu, kita tunggu telepon selanjutnya dari penculik itu dan kita harus sambungkan ke pengeras suara biar Istri saya ikut mendengarnya" Sahut Barnes.
__ADS_1
"Kenapa Istri Anda harus ikut mendengarkannya?" tanya Satya.
"Istri saya punya bakar spesial. Dia bisa membaca pikiran orang walupun lewat sambungan telepon. Dan semoga Istri saya bisa menemukan sesuatu yang bisa membantu kita menemukan lokasi penculik itu" sahut Barnes.
Walaupun Satya dan Adam belum memahami maksud dari ucapannya Barnes, mereka mengangguk-anggukkan kepala mereka.
Adam dan Satya akhirnya menunggu di markas besarnya Barnes Adiwilaga Darmawan.
Adam dan Satya diam-diam mengagumi keunikan paras dari istrinya Barnes Adiwilaga Darmawan yang memiliki wajah tirus, bibir mancung yang mungil dan pas dengan bentuk wajahnya, berkulit putih pucat dan berambut keriting berwarna merah. Satya, sang mantan Casanova, pengagum wanita yang cenderung ceriwis dan tidak terbiasa menahan diri setiap kali ia dibuat penasaran, membuka mulutnya untuk bertanya, "Istri Anda bukan orang sini, ya?"
Barnes tersenyum, lalu menoleh ke Amanda, "Jelaskan asal-usul kamu, sayang"
Amanda tersenyum lalu menatap Satya dan berkata, "Mama saya orang Asia dan Papa saya orang Rusia"
Barnes langsung memasang muka tidak suka mendengar istrinya dipuji oleh seorang pria tampan dan Adam langsung menepuk bahunya Satya dan berbisik, "Jaga ucapan kamu! Ingat, istri kamu yang sedang hamil di rumah! Lagipula lihatlah Pak Barnes, dia tidak suka kamu memuji kecantikan istrinya.
Satya tersentak kaget dan langsung menatap Barnes dan berucap, "Ah, maafkan kelancangan saya. Saya memang terbuka orangnya dan suka bicara ceplas ceplos, tapi saya nggak ada niat buruk"
Barnes hanya menghela napas panjang dan Amanda tersenyum lebar, lalu berkata, "Anda mirip dengan Kakak ipar saya, Jake. Kalau Anda bertemu dengan Jake, kalian pasti akan cocok"
Satya menoleh ke Amanda dengan senyum lebarnya dan berkata, "Semoga suatu saat nanti saya bisa memiliki keberuntungan berkenalan dengan Jake"
__ADS_1
Seseorang yang memiliki mata biru seperti Noah Baron, tidak memiliki melanin dalam iris matanya. Karena tidak memiliki melanin itulah mata birunya Noah Baron tidak bisa terlindungi dari cahaya yang intensif seperti matahari atau lampu neon yang sangat terang. Noah berkali-kali menyipitkan kelopak matanya atau bahkan memejamkan kedua kelopak matanya setiap kali wanita kejam yang menculiknya itu, datang dengan menyorotkan lampu neon yang sangat terang ke arahnya karena, wanita kejam itu tidak ingin, Noah Baron melihat wajahnya yang selalu memakai masker berwarna hitam.
Dan setiap kali wanita kejam yang sering menampar pipinya Noah setiap kali Noah menolak untuk makan, mendekatinya, Noah menjadi berkeringat dingin, terserang pening yang cukup hebat dan wangi parfum wanita yang memiliki aroma Jasmine yang sangat kuat, menusuk hidungnya Noah dan membuat Noah bersin-bersin tiada henti.
Penculik wanita itu membuka plester yang menempel di bibirnya Noah saat ia melihat Noah menganggukkan kepala ke depan tiada henti dan mengeluarkan suara bersin yang tertahan karena adanya plester hitam di bibirnya.
Dan saat plester itu terbuka yang meninggalkan rasa panas di bibir dan kedua pipinya, Noah bisa bersin-bersin dengan bebas.
"Papa kamu dan Om Satya kamu, sialan itu harusnya sudah siapkan materi untuk pembersihan namaku di semua media sosial dan sudah berhasil menangkap pria brengsek itu. Dengan begitu, aku akan membebaskan kamu anak tampan" Penculik wanita itu mengelus rambutnya Noah dan Noah yang masih bersin, mengibaskan kepalanya untuk mengusir telapak tangan penculik itu dari atas kepalanya sambil berteriak kesal, "Singkirkan tangan kamu dari kepalaku!"
Plak! Penculik wanita itu langsung menampar pipinya Noah lalu menangkap wajah mungilnya Noah untuk ia dongakkan agar Noah menatapnya. Noah menyipitkan kedua matanya karena, sorot lampu neon yang sangat terang ada di belakang wanita kejam itu.
Penculik itu lalu berteriak, "Aku benci cowok yang berani membentak wanita!" Lalu penculik itu menghempaskan wajah Noah ke udara dengan kesal dan kembali berkata, "Makanlah! anak buahku akan menyuapi kamu. Kamu harus hidup agar Papa kamu dan Om Satya kamu itu, masih memiliki semangat untuk membantuku membersihkan nama baikku. Tapi, jika sampai besok, Papa dan Om kamu belum juga menggunggah apapun mengenai nama baikku, maka kau harus mati"
Noah yang masih bersin-bersin, hanya bisa membungkukkan badannya untuk menahan rasa sakit yang ia rasakan secara mental karena, sakit di fisiknya justru masih bisa ia tahan.
Penculik itu kemudian pergi meninggalkan Noah untuk kembali ke dalam mobilnya. Saat pintu gerbang gudang tua itu terbuka, matahari di siang bolong menyeruak masuk dan membuat Noah yang bisa menegakkan kembali badannya di atas bangku kayu itu, kembali menyipitkan kelopak matanya. Anak buah penculik itu, yang menjaga Noah selama dua puluh empat jam penuh, berkata, "Kau harus makan! Aku akan menyuapi kamu"
Penculik wanita itu, masuk ke dalam mobilnya, memasang sabuk pengamannya dan menelepon Ponselnya Adam Baron.
Sebelum Adam mengangkat panggilan telepon itu, Barnes langsung berucap, "Pancing dia untuk memikirkan lokasi penyekapannya Noah agar Istriku bisa menangkap lokasi itu dari benak wanita gila itu"
__ADS_1
Adam menganggukkan kepalanya dan mulai mengangkat panggilan telepon itu.