
Sementara itu, beberapa jam setelah pernikahannya dengan Viona selesai, tanpa pangeran Arka Bhadrika Wahyatma duga, dia kedatangan tamu asing. Barnes Adiwilaga Darmawan dan Amanda Igor Darmawan.
Viona langsung menenangkan suaminya saat pangeran Arka Bhadrika Wahyatma secara spontan mengarahkan moncong pistolnya ke Barnes Adiwilaga Darmawan.
Viona sontak berkata, "Dia Om dan Tanteku. Beliau berdua datang saat beliau berdua aku kasih kabar kalau aku akan menikah di sini. Maaf kalau aku tidak kasih tahu ke kamu terlebih dahulu karena, semuanya serba dadakan"
Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma menoleh ke Istri manisnya dan saat ia melihat Viona menganggukkan kepalanya, pangeran Arka Bhadrika Wahyatma, langsung mengunci kembali pistolnya dan menyarungkan kembali pistol itu di pinggang kirinya.
Viona langsung mengajak Barnes dan Amanda untuk masuk dan makan bersama di ruang makan.
Di meja makan, Amanda yang tidak suka membuang-buang waktu, langsung berkata, "Anda terus memikirkan almarhum Mama Anda saat ini, Pangeran? Anda belum mengunjungi makamnya beberapa bulan ini dan Anda sangat merindukannya, kan?"
Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma tersentak kaget dan refleks menyemburkan tanya, "Bagaimana Anda bisa tahu?"
"Saya bisa membaca pikiran orang" Sahut Amanda.
Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma sontak menoleh ke istri manisnya dan Viona langsung menganggukkan kepalanya dan berkata, "Tante Amanda berkata benar. Itukah bakar spesialnya Tante Amanda. Kalau kamu tidak memercayainya, coba kau pikirkan sesuatu saat ini dan biarkan Tante Amanda membacanya!"
Walaupun mengernyit dan tampak ragu, pangeran Arka Bhadrika Wahyatma menuruti permintaan istri manisnya, dia kemudian memikirkan tentang alerginya. Dia alergi terhadap bawang Bombay dan hanya kerabat dekatnya yang tahu akan hal itu. Bahkan Viona belum ia beritahu karena, baginya alerginya itu sesuatu yang memalukan dan dia belum siap ditertawakan oleh wanita pujaan hatinya.
"Coba Anda kasih tahu ke saya, apa yang saya pikirkan saat ini!" Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma menatap tajam ke Amanda dengan dingin.
Amanda tersenyum, lalu berkata, "Anda serius ingin saya mengatakannya di depan Viona dan suami saya?"
Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma menautkan alisnya saat ia mendengarkan pertanyaannya Amanda dan untuk sejenak ia diam meragu. Lalu, di detik berikutnya ia mengangukkan kepalanya, "Silakan Anda katakan apa yang ada di pikiran saya saat ini!"
__ADS_1
Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma berucap sembari menggenggam erat tangan istrinya yang ada di bawah meja dan Viona sontak menoleh ke suaminya dengan wajah penuh tanda tanya.
Amanda tersenyum dan langsung berkata, "Anda alergi bawang bombay dan menurut Anda, itu sesuatu yang memalukan dan Anda belum memberitahukannya ke Viona"
Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma langsung membeliak kaget dan sontak berkata, "Itu benar sekali. Tapi, bagaimana Anda bisa tahu semua itu?"
"Istriku memang yang terbaik di dunia ini" Sahur Barnes sembari merangkul bahunya Amanda dan mencium pelipisnya Amanda.
Amanda langsung menepuk pelan pahanya Barnes sembari berucap, "Mas, kok main cium di depan Viona dan Pangeran Arka, sih?"
Dan tanpa disangka-sangka, pangeran Arka Bhadrika Wahyatma yang terkenal pelit senyum dan tawa itu, tiba-tiba menggelegarkan tawanya dan Viona tersenyum cerah saat ia bersitatap dengan. Amanda. Rencana Viona berhasil. Amanda telah membuat pangeran Arka Bhadrika Wahyatma percaya dan tinggal ke langkah berikutnya untuk membuat pangeran Arka Bhadrika Wahyatma membatalkan niat buruknya untuk membalas dendam.
Batari terbangun dengan wajah bingung dan di duduk di atas kasur dengan bergumam sembari menunduk, "Kenapa aku bisa tidur di sini? Apa Noah yang memindahkan aku di sini?" Batari langsung melompat turun dari atas ranjang bambu dan saat ia menoleh ke nakas, dia melihat ada secarik kertas di bawah ponselnya.
Dia mengangkat ponselnya untuk mengambil kertas yang tertindih ponsel itu. Batari membaca tulisan di kertas itu, "Aku berangkat pagi-pagi. Maaf tidak membangunkan kamu. Sampai ketemu nanti malam. I Love You" Batari hanya bisa menghela napas panjang dan bergumam, "Dia bahkan belum sembuh benar. Baru aja aku jahit lukanya semalam dan sekarang udah pergi lagi. Emang tidak parah lukanya dan jahitannya tidak banyak dan tidak dalam, tapi tetap aja itu luka robek dan........ Huuffttt! Sudahlah, dia pasti akan baik-baik saja karena, ia sudah janji padaku dia akan selalu baik-baik saja dan selama ini dia selalu menepati janjinya"
Danny berlari mendekat dan berhenti tidak jauh dari depannya Batari dengan bertanya, "Ada apa Bu Bos memanggil aku sekencang itu?"
Batari meringis dan berucap, "Tolong periksa di bawah apakah ada daftar binantang yang aku sebutkan kemarin, kalau nggak ada dan aman, aku akan mandi, oh, iya, satu lagi, aku lupa bilang kalau aku juga takut sama kodok, hehehehehe"
Danny merapatkan bibirnya, mendengus kesal dan berkata, "Baik" Sembari berputar badan untuk turun ke bawah memeriksa salah satu bilik kamar mandi.
Batari mengekor langkahnya Danny dan setelah Danny berteriak, "Aman" Batari turun dan masuk ke dalam bilik yang sudah aman dari segala binatang, untuk mandi.
Setelah keluar dari dalam kamar mandi, Batari tampak kebingungan dan dia menoleh ke arah pantai. Dia melihat Danny sedang mencuci baju di sana. Batari membawa ember berisi baju kotornya di pagi itu dan melangkah mendekati Danny untuk bertanya, "Baju yang semalam kok udah dijemur? Siapa yang nyuci?"
__ADS_1
"Kalau baju Bos dan baju kamu, pastinya Bos yang nyuci lah" Sahut Danny sembari mengucek baju koreonya.
Batari mengambil dingklik (bangku pendek yang terbuat dari kayu biasa) untuk duduk dan berkata "Temani aku nyuci baju ya? Jangan pergi kalau aku belum selesai! Aku takut ular dan kodok"
"Iya. Buruan nyuci!" Danny menoleh ke Batari dengan kesal dan Batari langsung tekekeh geli sambil berucap, "Gitu aja ngotot" Danny hanya diam dan menghela napas panjang.
Saat mereka tengah asyik menjemur pakaian hasil cucian mereka, Danny tiba-tiba menegang dan dia secara spontan berkata, "Maaf" Saat ia memegang pergelangan tangannya Batari.
Batari melihat pergelangan tangannya yang digenggam erat oleh Danny sambil bertanya, "Ada apa?"
"Aku mendengar ada bunyi mesin Speedboat dari kejauhan dan sepetinya, kita harus bergegas pergi dari ini! Ayo kita cepat berlari naik ke atas dan masuk ke dalam mobil Van!"
Batari menuruti ajakannya Danny. Dia berlari sambil bertanya, "Kau bisa dengar sesuatu dari jarak jauh?"
Danny menjawab, "Iya"
Dan saat mereka telah sampai di dalam mobil Van, Batari memasang sabuk pengamannya sembari bertanya, "Kau juga bisa mengendus dari kejauhan?"
Danny melajukan mobil Van dengan berkata, "Bisa. Tapi, aku bukan doggy!"
Batari tertawa, lalu berkata, "Bukan itu maksudku. Aku hanya penasaran dan kalau itu benar, berarti kamu mirip seperti Mamaku. Kamu punya kekuatan super. Kalau suamiku? Apa kekuatan supernya?"
"Bos Noah penglihatannya sangat tajam dan........"
"Iya. Noah punya penglihatan yang sangat tajam untuk itulah ia memilih aku untuk menjadi Istrinya"
__ADS_1
Danny mendengus kesal dan Batari kembali tergelak geli. Batari kemudian bertanya sambil menoleh ke belakang saat ia mendengar ada beberapa motor mengejar mobil Van yang dikemudikan oleh Danny, "Siapa yang mengejar kita?"
"Entahlah" Sahut Danny sembari menekan lebih dalam laju mobilnya.