
Silvia menggeram kesal saat ia mencengkeram telepon genggamnya. Salah satu dari anak buahnya menelepon dia dan memberitahukan kepadanya kalau Batari berhasil lepas dan menyerang dengan bantuan seorang penembak jitu.
Silvia mencengkeram erat telepon genggamnya dan dengan menggertakkan gerahamnya, ia bergumam kesal, sangat kesal, "Aku ternyata terlalu meremehkan kamu Tari. Lihat saja nanti, aku akan lakukan hal yang lebih mengerikan lagi untuk kamu"
Noah melempar pistolnya yang telah kosong dan dengan cepat ia bergulir di tanah untuk menghindari tembakan yang mengarah kepadanya dan untuk mengambil pistol cadangan yang ia letakkan di sepatu kiri dan kanannya. Noah kemudian melompat bangkit sembari menembakkan peluru dari kedua pistol kecil yang ia genggam di kedua tangannya.
Noah bergerak cepat dengan sangat lincah saat ia melakukan gerakan menembak, memukul, mengambil senjata api dari tangan musuhnya dan melemparkan senjata api itu sejauh mungkin, lalu melakukan gerakan menendang, menembak dan merebut senjata api dari tangan musuhnya untuk ia buang sejauh-jauhnya hanya dalam hitungan detik. Gerakannya sangat cepat dan tangkas. Noah hanya melumpuhkan mereka semua. Karena Noah Baron, pantang membunuh musuhnya.
Jake sering melancarkan protes ke Noah, "Berhentilah menjadi pria berhati emas. Kau adalah tentara pasukan khusus. Bunuhlah musuh kamu sebelum musuh kamu.memiliki kesempatan membunuh kamu" Dan Noah hanya meringis sambil menggaruk kepalanya di depan Jake.
Dan Noah tetaplah Noah dengan prinsipnya yang pantang membunuh orang sekalipun itu adalah musuhnya, musuh yang sangat berbahaya sekalipun.
Dia tersenyum lega saat ia terlah berhasil melumpuhkan sepuluh orang bersenjata api. Kini yang ada di depannya hanyalah kesepuluh pria yang bergulir di atas tanah dengan erangan kesakitan.
Noah menyeringai saat ia melihat kesepuluh pria tanpa senjata api lainnya yang berada tidak jauh di depannya dan tengah mengepung istri tercintanya.
Noah segera membuang jauh-jauh senjata api yang berhasil ia rebut. Lalu, pria tampan berbola mata biru itu juga membuang jauh-jauh dua buah pistolnya yang telah kosong. Kemudian, sambil memasang kuda-kuda andalannya, ia berteriak, "Maju kalian semua! Jangan melawan wanita! Lawan kalian adalah aku!"
Beberapa pria yang mengepung Batari, menoleh ke Noah dan mereka semua segera berlari ke Noah dengan menggertakkan geraham mereka karena Noah telah melumpuhkan kesepuluh teman-teman mereka.
Batari terus bergerak dan mengabaikan perutnya yang makin lama makin terasa aneh. Keringat abnormal mulai mengucur deras dan pandangannya mulai kabur.
Noah berlari secepat kilat saat ia melihat tubuh istri tercintanya mulai limbung ke belakang. Pria tampan berbadan tegap dan gagah itu menjatuhkan dirinya ke bawah dengan posisi terlentang untuk menangkap tubuh Batari.
Noah mengabaikan kesepuluh pria yang mengejarnya.Di saat ke sepuluh pria itu hendak menyerang Noah, ckiiiitttt! mobil sportnya Nehemia masuk ke pekarangan dan Nehemia langsung membuka pintu mobil berbarengan dengan Amanda Dan Bryna. Mereka bertiga langsung berteriak secara bersamaan ke kesepuluh pria yang belum dilumpuhkan oleh Noah dan Batari, "Lawan kalian adalah kami!!!!!"
Noah langsung menegakkan badannya untuk duduk dan memeluk Batari yang menatapnya dengan mata mengerjap-ngerjap lemah. Batari menggerak-gerakkan bibirnya. Noah langsung menempelkan telinganya ke bibir Batari untuk bisa mendengar suaranya Batari yang sangat lemah, sambil berucap, "Sayang, kau kenapa? Kenapa kau nekat keluar dan melawan pria-pria sangar itu?"
__ADS_1
Batari mengabaikan ucapannya Noah, ia memilih untuk berkata, "Dito ada di dalam. Dito ada di balik sofa" Setelah mengucapkan kata itu, Batari pingsan.
Noah memeluk Batari sambil berteriak, "Sayang! Kau kenapa?" Komandan pasukan khusus itu refleks memeriksa tubuh Batari dan dia tidak menemukan luka di sana.
Noah kemudian bangkit berdiri dan sembari membopong Batari ke mobilnya, ia berteriak, "Aku serahkan sisanya ke kalian! Aku akan bawa Tari ke rumah sakit sekarang juga! Dan Hemi, masuk ke dalam selamatkan Dito!"
Alih-alih merespons teriakan kakak laki-lakinya, Nehemia tertegun melihat wanita pujaan hatinya jatuh pingsan.
Amanda berteriak ke Nehemia, "Hemi! Masuk ke dalam cepat cari Dito!" Amanda menarik kerah kaosnya pria yang hendak mengejar Nehemia.
Nehemia tersentak kaget dan dia refleks berlari masuk ke dalam rumah dan setelah sampai di dalam, ia berteriak, "Dito! Ini Om Hemi. Om adalah adik laki-lakinya Kak Noah yang kau temui pas di acara resepsinya Kak Noah. Kau ingat? Kau di mana saat ini?"
Dito muncul dari balik sofa dengan pelan dan Nehemia langsung berlari dan langsung berjongkok mengarahkan punggungnya ke Dito, "Naiklah ke punggung Om! Om akan bantu Oma Manda dan Oma Bryna. Kamu harus berpegangan erat, ya?!"
"Hmm!" Sahut Dito sembari menggelungkan lengan mungilnya di leher kokohnya Nehemia.
Dan dengan menggendong Dito di punggungnya, ia melesat keluar untuk menolong Amanda dan Bryna.
Nehemia pun sama. Ia melawan pria yang menyerangnya dengan tidak fokus. Dia memikirkan Batari. Dan beberapa kali wajah tampannya kena bogem mentah musuhnya sampai-sampai Dito ikutan membantu Nehemia dengan mencolok mata musuh yang ada di dekatnya Nehemia dengan menggunakan jari mungilnya.
Beberapa menit kemudian polisi datang. Amanda langsung berkata ke petugas kepolisian yang menghampirinya, "Mereka menculik putriku. Selidiki lebih lanjut siapa yang membayar mereka! Tapi maaf, aku harus segera menyusul menantuku. Putriku pingsan"
"Baik Nyonya Barnes. Serahkan urusan di sini semuanya ke kami" Sahut petugas kepolisian itu.
Amanda langsung melesat masuk ke dalam mobil sportnya Nehemia dan Nehemia langsung tancap gas.
"Lacak sinyal telepon genggamnya Noah! Dia bawa Tari ke rumah sakit mana?" Teriak Amanda dengan suara panik.
__ADS_1
"Sudah Tante. Kak Noah membawa Kak Tari ke rumah sakit yang tidak jauh dari sini" Sahut Nehemia.
Bryna langsung menggenggam kedua tangan Amanda yang bergetar sambil berkata, "Tenanglah! Tari wanita yang kuat"
Amanda menoleh ke Bryna yang memiliki mata tajam seperti Barnes, "Apa kau lihat ada darah di tubuh Tari, tadi?"
"Nggak. Aku mengatakan yang sebenarnya bukan karena ingin menenangkan kamu. Tapi, aku benar-benar tidak melihat ada luka di tubuh Tari, tadi" Sahut Bryna.
"Syukurlah!" Sahut Nehemia, Dito, dan Amanda secara bersamaan.
"Maaf Hemi, karena panik, kamu semua duduk di jok belakang. Bukan maksud Tante menjadikanmu seperti supir taksi online" Ucap Amanda.
Nehemia langsung menyahut, "Nggak papa Tante. Santai aja"
Bryna langsung mengirim pesan text ke Jake dan Bareng setelah ia melihat Amanda mulai tenang kembali.
Bryna mengirim pesan text, Kami semua selamat Jake dan Barnes menghela napas lega.
Noah mondar-mandir di depan tirai yang tertutup rapat dengan wajah panik.
Beberapa menit kemudian, dokter IGD yang memeriksa Batari, menyibak tirai dan bertanya, "Apa hubungan Anda dengan pasien?"
"Saya suaminya. Bagaimana keadaan Istri saya, Dok?" Tanya Noah dengan tidak sabar.
Dokter tersebut tersenyum lebar ke Noah, lalu berkata, "Temui Istri Anda dan tanyakan sendiri sama Istri Anda"
"A....apa maksud Anda?* Tanya Noah dengan menautkan alisnya.
__ADS_1
Dokter tersebut masih tersenyum lebar dan berkata, "Istri Anda sudah sadar. Nggak ada luka apapun di tubuh Istri Anda. Dan untuk lebih lanjut, Istri Anda ingin menyampaikan sendiri ke Anda. Silakan temui Istri Anda"
Noah menyibak tirai dengan wajah penuh tanda tanya.