Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Ini Rumahku


__ADS_3

Amanda tanpa sengaja mendengar percakapan Barnes dengan Hellena, "Kau sudah pikirkan tawaranku?"


Amanda mengernyit saat ia bisa bisa apa yang ada di dalam pikirannya Hellena. Amanda membuka sedikit daun pintu untuk mengintip. Gadis berambut merah itu bisa melihat, Hellena menarik tengkuk mencium bibirnya Barnes.


Amanda langsung melotot dan menggeram kesal saat ia melihat, suaminya diam tak berkutik dan membiarkan Hellena, si wanita iblis itu mengusapkan ibu jarinya di atas bibir suaminya.


Dia ingin mengajakmu tidur Barnes. Dasar Bodoh! Kenapa kau malah diam saja dan tidak pergi dari hadapannya Hellena? Batin Amanda dengan wajah geram.


Barnes mengucapkan kata yang tidak bisa sampai di kedua pendengarannya Amanda dan Amanda berdecak kesal. Lalu ia melihat Barnes berlalu dari hadapannya Hellena. Hellena tampak kesal saat ia menatap punggung Barnes sesaat sebelum Hellena membuka pintu dan masuk ke dalam kamarnya.


Amanda lalu membuka pintu ruang makan dan keluar dari dalam sana. Amanda melepas sepatu high heels yang ia pakai agar bisa berlari menyusul Barnes tanpa mengeluarkan suara berisik saat ia melintasi pintu kamarnya Hellena.


Amanda menemukan Barnes yang hendak naik ke mobil Jeep yang besar dan tinggi. "Tunggu!" Amanda berteriak sembari memakai kembali sepatu high heels-nya.


Barnes mengurungkan niatnya untuk melompat naik ke mobil Jeep megah miliknya Hellena dan berputar badan untuk berdiri berhadapan dengan Amanda.


"Kau mau ke mana?" tanya Amanda.


"Mau pulang"


"Kau tidak tinggal di sini?" Amanda menautkan alisnya.


Barnes menggelengkan kepalanya.


Amanda lalu berjalan mengitari mobil Jeep itu dan melompat naik lalu duduk di jok penumpang. Barnes menghela napas panjang dan langsung melompat naik lalu memasang sabuk pengamannya. Barnes menoleh ke Amanda, "Kau mau ikut aku pulang?"


"Hmm" Amanda menganggukkan kepalanya dengan bersedekap.


"Dengan senang hati, Nona Priscilla Chan" Barnes tersenyum senang sambil mulai melajukan mobil Jeep milik bos besarnya.


"Apakah rasanya manis, Tuan Jacob Rivers?"


Barnes yang tidak mengerti arah pertanyannya Amanda membelokkan mobil yang kemudikan ke layanan Drive -Through makanan cepat saji karena ia mengira, istri cantiknya itu ingin makan salah satu makanan yang terpampang nyata di papan reklame milik restoran makanan cepat saji. Barnes mengehntikan mobil dan menoleh ke Amanda, "Kau pengen apa? es krim, pasta, burger, sandwich, atau nasi ayam?"


Amanda merapatkan bibirnya dan menatap Barnes dengan sorot mata geram lalu berucap, "Semuanya. Aku mau semuanya!"


Barnes menautkan alisnya melihat wajah kesalnya Amanda lalu untuk sejenak, ia memilih mengabaikan wajah kesal itu karena, ia harus segera memesan sesuatu sebelum mobil yang ada di belakangnya membunyikan klaksonnya.

__ADS_1


Barnes memesan semua, es krim, burger, kentang goreng, pasta, nasi ayam, dan big cup cola. Semuanya double.


Setelah membayar, Barnes melajukan kembali mobilnya ke depan, ke tempat pengambilan makanan yang telah ia pesan.


Bareng menerima makanan yang dia pesan dan ia letakkan di jok belakang. Kemudian komandan tampan yang sedang dalam misi penyamaran itu, melajukan kembali mobilnya menuju ke rumahnya.


Barnes menoleh sekilas ke istri cantiknya dan ia melihat, Amanda tampak merengut. "Ada apa? Kau uring -uringan terus dan merengut terus..Kan udah aku belikan semua yang kamu mau. Yang manis-manis dan lezatos semua"


"Maksudku enak tadi, bukan apa yang sudah kau taruh di jok belakang itu. Tapi, rasa bibirnya Hellena! Manis nggak tuh, rasa bibirnya?"


Barnes berucap santai menirukan ucapan Amanda beberapa jam yang lalu, "Kita sedang dalam penyamaran, tidak boleh cemburu! Oke?!"


Amanda langsung menepuk keras bahunya Barnes dan berkata, "Oke! Karena kamu sudah berciuman dengan wanita iblis itu, maka besok, aku juga akan mengajak Allen Lau berciuman. Allen Lau mengajakku berkencan besok!"


Ckkiittttt! Barnes langsung meminggirkan mobil yang tengah ia kemudikan. Lalu ia melepas sabuk pengamannya dan menatap Amanda, "Sekali-kali, tidak!Jangan lakukan itu!"


"Kau boleh melakukannya, tapi aku tidak?" Amanda melepas sabuk pengamannya dan menatap Barnes dengan sorot mata berkilat penuh dengan amarah berbalut kecemburuan.


"Oke! Aku jelaskan semuanya. Aku tidak berciuman dengan Hellena. Dia yang menciumku"


"Karena aku ingin mengambil ini" Barnes mengambil sesuatu dari dalam saku celananya lalu memberikannya ke Amanda.


"Flashdisk? Apa isinya?" tanya Amanda.


"Kita akan lihat nanti setelah kita sampai di rumahku. Pakai kembali sabuk pengamannya!" Barnes berucap sembari memakai kembali sabuk pengamannya dan Amanda pun mengikuti Barnes.


"Maafkan aku!" Amanda berucap sambil terus mengenang flashdisk dan menundukkan kepalanya.


"Dan kau akan menerima hukumanmu karena telah menerima ajakan kencan dari Allen Lau tanpa meminta ijin terlebih dahulu padaku"


"Yeeeeaahhh! Aku siap menerima hukumanmu, tapi aku bersedia berkencan dengan Allen Lau karena aku akan menjebaknya. Dan besok, kita akan tangkap Allen Lau terkait penipuan dan penjualan narkoba setelah aku mendapatkan alamat gudang miliknya dari apa yang terbersit di pikirannya tadi"


Barnes berkata, "Aku tidak bisa menemani dan mengawasimu, besok. Kau sendirian jadi, berhati-hatilah! Jangan ceroboh dan terluka!"


"Aku tahu, Mister Jacob Rivers. Dan aku tidak akan sendirian. Akan ada banyak orang yang akan mengawasi dan menjagaku dari kejauhan, nanti" sahut Amanda.


"Soal Tante kamu dan Laura, aku sudah dapat info dari Duscha dan trio Jays" ucap Barnes.

__ADS_1


"Di mana mereka?"


"Mereka ada di salah satu bar milik Hellena dan Laura menjadi kupu-kupu malam di sana. Laura menjadi primadona di sana karena, masih muda dan seksi" ucap Barnes.


"Dan sekarang kau memuji Laura muda dan seksi?"


"Itu kata Duscha Igor. Aku hanya mengulangi perkataannya Kakak kamu yang sangat menyebalkan itu. Kenapa kamu malah marah ke aku" Barnes mendelik ke Amanda sekilas lalu bertanya, "Kamu cemburu ya Nyonya Barnes Adiwilaga Darmawan? Kau tahu, suami kamu sangat senang mendengar kecemburuanmu" Barnes memberikan senyum lebarnya ke Amanda.


Amanda mendengus kesal dan neraka, "Nyetir tuh fokus. Harus lihat ke depan! Jangan tolah toleh terus!"


Barnes kembali melihat ke arah depan sembari menggemakan tawanya


Beberapa menit berikutnya, mereka sampai di pinggir jalan. Barnes memarkirkan Jeep miliknya Hellena di pinggir jalan dan setelah mengunci mobil Jeep itu, ia mengajak Amanda berjalan memasuki lorong sempit sembari membantu membawa makanan cepat saji yang dia beli.


Amanda menoleh ke Barnes sambil terus berjalan di lorong sempit itu, "Tempat ini kumuh sekali, Barnes. Bahkan lebih kumuh dari hunian rumah Laura"


"Aku harus semourna di dalam penyamaran. Mana ada seorang bodyguard tinggal di rumah mewah yang ada di kawasan elite"


Barnes dan anda akhirnya sampai di depan rumah yang sangat kecil. "Ini rumahku" Amanda mengamati rumah itu, sangat kecil. Untuk naik ke pintu depan rumah itu, mereka harus menaiki anak tangga yang tidak begitu tinggi yang terbuat dari besi yang sudah berkarat dan mengeluarkan bau amis.


Barnes membuka pintu dan langsung disambut oleh kucing kesayangannya yang berwarna oranye dan sangat gendut. Besar dan gendut.


"Barnes meletakkan makanan siap saji di atas meja lalu menggendong kucing kesayangannya"


"Ini kucing kamu?" tanya Amanda.


"Hmm. Namanya Igor. Dia cowok" sahut Barnes.


"Kok Igor? Katanya nggak suka sama Kak Duscha kok kasih nama Igor ke kucing kamu?" Amanda berucap sembari mengelus kepala kucing oranye yang sudah nyaman berada di dalam gendongannya Barnes.


"Kalau aku jengkel, aku marah'-marahi kucing ini dan memakinya dan aku berasa memaki-maki Kakak kamu"


Amanda terkekeh geli dan berucap, "Dasar gila!" Lalu ia tertegun kagum, "Rumah kamu bersih dan rapi walaupun kecil dan sempit"


"Kalau aku kangen sama kamu, aku lampiaskan rasa kangenku dengan beberes rumah dan berolahraga"


Amanda menatap Barnes penuh arti. Barnes langsung melepas kucingnya dan merengkuh Amanda di dalam pelukannya dan mengajak Amanda untuk berciuman dengan lembut, semakin liar, dan..................

__ADS_1


__ADS_2