
"Kau mencintaiku? Sungguh?"
"Pikir saja sendiri! Dasar pria brengsek nggak peka! Kau cilik aku, kau cicipi aku, dan kau tinggalkan aku begitu saja! Kau memang brengsek Dito!!!!!" Cantika langsung berputar badan dan saat wanita itu melangkah sebanyak tiga langkah, Dito memeluk Perempuan cantik itu dari arah belakang sambil berkata, "Maafkan aku! Aku tidak sengaja melakukan itu semua"
Cantika refleks menghentikan langkahnya dan langsung berbalik badan untuk memeluk Dito.
Pelukan dadakan itu menyebabkan handuk yang terlilit di pinggangnya Dito lepas dan handuk itu melorot ke bawah.
Dito dan Cantika sontak menundukkan kepala. Dito langsung tertegun menatap pusakanya dan Cantika langsung berbalik badan sambil berteriak, "Kyyaaaaa!!!!!"
Dito sontak tertawa ngakak dan sembari melilitkan kembali handuk di pinggangnya ia berkata, "Hei! Ngapain kau balik badan? Kau sudah pernah me..........."
"Kau gila atau apa, hah?! Cepat pakai baju!"
"Iya, iya! Tunggu bentar! Kau tahu, Babe, kau sungguh menggemaskan kalau malu-malu meong kayak gitu, hahahahahaha!" Dito kembali tertawa ngakak dan tawa itu seketika terhenti kala ada teriakan kencang dari luar, "Cantika keluar kau!"
Dito sontak berbalik badan dan seketika alisnya terpaut ketika ia bersitatap dengan Cantika.
"Siapa itu?" Spontan Dito bertanya.
"Pasti yang tadi mengikutiku. Kamu pakai baju dulu sana! Aku akan lihat seperti apa wanita itu" Cantika langsung berbalik badan dan melesat keluar.
"Sial! Hati-hati!" Teriak Dito sembari membuka lemarinya dan mengambil sebuah kaos dan celana pendek secara asal dan bergegas keluar setelah selesai memakainya.
"Kau siapa! Kau yang mengikutiku tadi, ya?!"
"Hmm. Kau tidak perlu tahu siapa aku. Aku hanya butuh membawamu pergi dari sini. Bosku ingin bertemu denganmu"
"Siapa bos kamu?! Dasar brengsek!" Cantika berteriak sembari memasang kuda-kuda.
"Kau?!" Dito tiba-tiba berdiri di sebelah Cantika.
"Hai Dito Zeto. Senang melihatmu sehat bugar begini"
Cantika menoleh ke Dito dan melemparkan ekspresi cemburu sambil bertanya kesal, "Siapa wanita ini? Selingkuhan kamu yang lain lagi setelah Rossi?"
Dito menoleh ke Cantika dan sontak berkata, "Astaga, Babe! Ini bukan saatnya untuk cemburu. Dia wanitanya Steven Chan dan dia yang sudah membunuh Rossi. Dia hebat banget dan berbahaya"
"Hahahahahaha!" Wanita di depan Cantika dan Dito sontak tertawa lepas kemudian berkata, "Aku setenar itu ternyata. Senang rasanya aku dikenang dengan sangat baik oleh cowok setampan kamu"
__ADS_1
Mendengar wanita lain memuji ketampanan Dito, Cantika sontak menoleh tajam ke wanita yang masih berdiri tegak di depannya dan Cantika langung mengarahkan tinju ke wanita itu sambil berteriak, "Jangan puji Dito di depanku!"
Dito sontak meraup kasar wajah tampannya dan langsung melesat maju untuk membantu Cantika. Dito sedikit bernapas lega karena wanitanya Steven Chan itu tidak membawa senjata berapi.
Satu jam kemudian setelah melakukan duel sengit melawan Dito dan Cantika, wanita bertubuh tinggi ramping dan berparas cantik itu, melangkah mundur dan langsung berbalik badan sambil berteriak, "Aku akan kembali Cantika! Aku pasti akan kembali!"
"Iya kembali saja kapan pun kau mau! Aku menunggumu!" Teriak Cantika dengan napas yang masih menderu penuh amarah.
"Dia wanita yang sangat hebat dan berbahaya, tapi ternyata kamu jauh lebih heba dan berbahaya, Babe"
Alih-alih merespons ucapannya Dito, Cantika meremas perutnya dan meringis ke Dito saat terdengar suara, "Krucuuuk!"
"Suara apa itu?"
"Tentu saja perurku Aku laper banget saat in Habis beresin rumah kamu yang mirip kandang ayam terus marah-marah sama kamu dan terakhir melawan wanita jadi-jadian tadi. Tenagaku terkuras habis dan aku saat ini butuh makan besar. Sangat besar" Cantika berucap sembari merentangkan kedua tangannya selebar-lebarnya.
Dito sontak tertawa ngakak, lalu berkata, "Oke. Sebagai ucapan terima kasihku, aku sak. traktir kamu makan di luar"
"Oke!"
Dito mengajak Cantika makan bakso di warung bakso langganannya yang berada tidak jauh dari rumahnya. Dito spontan meringis saat Cantika langsung memesan tiga mangkok bakso, satu mangkok pangsit kuah, dan dia gelas.es.jeruk. Dito langsung bergumam di dalam hatinya, sial! Uang di dompetku cukup nggak untuk bayar semua makanan ini?! Uang di dompetku hanya ada dua ratus ribu rupiah. Tanpa aku sadari aku menghabiskan banyak uang untuk membeli minuman beralkohol selama ini. Kalau uang ini aku pakai semua untuk bayar semua makanan ini, besok aku makan apa? Mana gajianku masih satu Minggu lagi, hiks, hiks, hiks.
"Kamu nggak makan?" Cantika mendongak sambil memakan bakso di depannya.
"Nih, satu mangkok bakso ini untuk kamu saja. Katanya nggak laper, kok,.perut kamu bunyinya lebih keras dari bunyi perutku tadi"
"Nanti, kamu kurang?"
"Kalau nggak mau, ya, sudah" Cantika menarik lagi mangkok bakso itu dan Dito langsung berkata, "Mau! Aku mau!"
Cantika terkekeh geli dan mendorong kembali mangkok bakso itu sampai di depannya Dito sambil berkata, "Nih, makanlah! Aku tahu dari ekspresi wajah kamu kalau kamu bokek. Aku yang akan bayar makanan ini semua dan kamu gantian traktir aku bukan depan"
"Setuju!" Dito langsung bernapas lega dan langsung bertanya, "Tunggu! Bagaimana kau bisa tahu kalau aku bokek saat ini?"
"Tentu saja tahu. Wajah kamu kusut dan panik barusan. Aku mencintaimu Dito. Aku hapal semua ekspresi di wajah kamu" Sahut Cantika sembari asyik menikmati bakso di depannya.
"Kamu nggak marah lagi sama aku?"
"Nggak! Kamu sudah meminta maaf dan aku sudah memaafkan kamu"
__ADS_1
"Begitu saja? Lalu, tadi kamu nangis ala India, menguap begitu saja? Kamu nggak dendam sama aku?"
"Aku bukan tipe pendendam. Kalau sudah minta.maaf dengan tulus, ya, sudah"
"Kamu juga memercayai semua ucapanku?"
"Hmm! Aku bisa lihat kejujuran di mata kamu. Lagian"
"Terima kasih, Babe"
"Tapi, setelah makan kamu harus ceritakan semuanya"
"Kenapa nggak sekarang aja? Aku siap menceritakan semuanya saat ini juga"
"No! Aku nggak mau pas makan diganggu dengan obrolan berat. Aku bisa mendadak sakit perut nanti"
"Kau memang unik, Babe. Itulah kenapa aku tidak bisa berhenti mencintaimu" Ucap Dito.
"Satu lagi, jangan mabuk-mabukan lagi! Dan mulai besok kau harus sudah bekerja kembali. Nggak usah pakai masker dan topi lagi!"
"Siap, Babe. Aku akan selalu menuruti apa perintah kamu mulai dari sekarang"
"Benarkah?"
"Hmm"
"Kapan pun itu"
"Tentu saja nggak kapan pun. Kalau pas di camp dan pas menjalankan tugas, kau harus menuruti perintahku"
"Dasar brengsek!"
Dito sontak tertawa ngakak"
"Kau beda.sekarang ini. Kau lebih ceria dan lebih mudah tertawa"
"Itu karena aku adalah Dito yang dulu. Aku adalah Dito Kakak kamu"
Cantika sontak tertegun dan bertanya, "Kau sudah ingat semuanya?"
__ADS_1
"Hmm"
Cantika kembali tertegun.