
"Fiuuuhhh! Aku lega mengetahui Kak Dito bukan Kakak kandungku, Ma" Cantika sontak menghela napas panjang setelah mendengarkan cerita panjang mamanya soal Dito Zeto.
"Kenapa lega?" Batari sontak menautkan kedua alisnya.
"Oh emm, itu karena, entahlah" Cantika kebingungan sendiri mencari alasan yang lain selain karena dia telah tidur bersama dengan Dito. Dia tidak mungkin mengatakan alasan itu ke mamanya. Mamanya bisa jatuh pingsan.
"Sudahlah. Kita doakan semoga Dito bisa segera menyelesaikan permasalahannya dengan papa kandungnya dan kembali menemui kita. Kita bisa berkumpul lagi seperti dulu. Mama lega mengetahui Dito baik-baik saja"
Steven Chan langsung berlari masuk kembali ke dalam lift saat seseorang dari atas helikopter menembakinya.
Helikopter itu langsung mengangkut tubuh John Murray dan putra tampannya yang bersimbah darah ke atas helikopter dan membawanya ke rumah sakit terdekat dengan segera.
Tiga tahun berlalu sejak peristiwa itu dan Cantika sama sekali tidak mendapatkan kabar dari Dito. Sampai pada akhirnya Cantika berhasil lulus menjadi polisi wanita yang direkrut untuk bergabung di pasukan khusus, ia juga belum mendapatkan kabar dari Dito.
Sejak itulah di hari Cantika terselip kebencian pada Dito Zeto.
Setelah tertidur selama tiga tahun, Dito Zeto akhirnya membuka kedua bola matanya dan langsung bersitatap dengan seorang pria gagah berseragam militer. Pria itu berkata, "Syukurlah kau sudah sadar"
"Di mana saya?" Dito bertanya dengan suara yang masih terdengar lemas.
"Di markas rahasiaku. Aku tertarik padamu dan membawamu ke sini" Sahut pria itu.
"Anda ingin menjadikan saya sebagai apa?"
"Aku akan mendidik kamu masuk ke pasukan khusus buatanku"
"Lalu, Papa saya? Gimana keadaan Papa saya?"
"Papa kamu meninggal dunia dan bisnis mafianya hancur total. Kau tidak punya apa-apa saat ini"
Dito langsung menghela napas panjang untuk mengusir sesak di dadanya. Sejahat dan sekejam apa pun papanya, dia tetaplah papa kandungnya.
Dito kemudian bergumam di dalam hatinya, aku sepetinya sudah sembuh dari amnesia. Aku ingat semua masa laluku. Kalau sudah pulih total, aku akan menemui Papa Noah Baron, Mama Batari, dan Cantika.
Sambil menyeruput teh hangat di teras depan rumah papanya Cantika beberapa menghela napas panjang untuk membuang kerinduannya yang sangat besar pada Dito Zeto. Wanita itu kemudian bergumam, "Dasar cowok tidak di mana aja sama. Tidak punya tanggung jawab. Setelah dia melakukan itu bisa-bisanya dia pergi dan tidak kembali lagi sampai sekarang"
__ADS_1
Cantika meletakkan mug imut berisi teh hangat di atas meja dan kembali bergumam, "Waktu kecil kamu baik, bertanggung jawab, dan sayang banget sama aku. Eh, kok, pas udah gede malah gendeng (gila) dan tidak bertanggung jawab kayak gini. Awas aja kalau nanti dia muncul di depanku akan aku kasih bogem mentah terbaikku biar dia tahu rasa"0
Cantika menegakkan badannya di kursi teras saat ia melihat ada sebuah mobil parkir di halaman depan. "Apa itu Kak Dito?" Gumam Cantika dengan wajah penuh harap.
"Can!" Seorang pria tampan turun dari daam mobil itu dan langsung melambaikan tangan ke Cantika.
"Yeeaahhhhh, kok, dia" Cantika menghela napas kecewa saat ia melihat teman seprofesinya yang bernama Baskara berjalan mendekatinya. Baskara adalah sendirinya Cantika di akademi kepolisian.
Pria tampan dan gagah dengan pangkat Letnan kolonel itu, duduk di kursi kosong lalu bertanya, "Kok belum siap-siap?"
"Kenapa aku harus siap-siap?"
"Lho, piye to? (Lho, gimana to?") Kamu kemarin mau aku ajak datang ke reuniku. Di reuni itu ada mantan pacarku dan aku nggak ingin datang tanpa bawa cewek. Aku tidak ingin dia mengira kalau aku belum bisa melupakannya. Kamu mau bantu aku kemarin"
"Ssstttt! Nggak usah ceriwis. Aku ganti baju bentar. Masih ada banyak waktu, kan?"
"Hmm" Sahut Baskara.
"Oke. Tunggu bentar! Aku akan ganti baju" Cantika berucap sambil bangkit berdiri dan masuk ke dalam rumah.
"Kamu pakai apa aja cantik. Nama kamu sesuai dengan wajah kamu. Cantik".Ucap Baskara sembari mengekor langkah Cantika yang sudah lebih dulu melangkah lebar menuju ke mobilnya Baskara.
"Aku tahu kalau aku cantik. Jadi, nggak usah bilang lagi ke aku kalau aku cantik" Cantika berucap sembari melangkah masuk ke dalam mobilnya Baskara.
Baskara langsung berucap "Sombong amat!" Sembari memasang sabuk pengamannya.
Saat mobil sudah jalan, Cantika menoleh ke Baskara dan berucap, "Aku mau kamu ajak pergi ke reuni kamu dan kamu akui sebagai pacar kamu di depan mantan kamu nanti, itu hanya untuk balas budi. Jangan berpikiran macam-macam dan jangan mengira aku mau karena aku suka sama kamu"
"Iya. Aku tahu. Kamu cuma ingin balas budi karena aku pernah membela kamu di depan Komandan kita"
"Bagus kalau kamu tahu"
"Tapi, kalau kamu beneran suka sama aku nggak papa kok. Aku, kan, juga suka sama kamu sejak kita pertama kali bertemu dan........"
"Jangan mimpi! Aku sudah punya pacar" Sahut Cantika.
__ADS_1
"Hah?!" Baskara sontak menoleh ke Cantika dan wanita itu langsung berteriak, "Awas! Lihat ke depan!"
Baskara langsung mengalihkan pandangannya ke depan dan mengerem mobilnya di lampu merah. Dia hampir saja menabrak mobil yang ada di depannya.
"Kamu udah punya pacar? Kok aku nggak pernah lihat pacar kamu?" Baskara bertanya sambil menoleh sekilas ke Cantika saat lampu merah di depannya sudah berubah menjadi hijau.
"Pacarku bukan sembarang orang. Dia pria yang sangat hebat. Dia tengah menyelesaikan pekerjaannya di luar negeri. Kalau sudah selesai dia akan menemuiku dan melamarku" Sahut Cantika dengan senyum penuh harapan.
"Oh, begitu. Jadi, dengan begini kamu secara tidak langsung sudah menolakku?" Baskara mengerucutkan bibirnya sambil terus fokus mengemudikan mobil.
"Hmm. Aku menghargai rasa suka kamu ke aku. Aku berterima kasih Senior selalu menjaga dan melindungi aku selama aku menjalani pendidikan di akademi kepolisian. Tapi, maaf. Aku tidak bisa membalas rasa suka kamu. Aku hanya menganggap kamu sebagai Seniorku dan seorang Kakak. Tidak bisa lebih"
"Yeeeaahh. Aku paham kok. Tapi, aku akan tetap menyukai kamu dan akan tetap menjaga kamu sampai kamu menikah nanti. Selama janur belum melengkung, aku akan terus berjuang mendapatkan hati kamu. Boleh, kan?"
"Kalau kamu udah siap bakalan menanggung perihnya sakit hati, ya, silakan aja" Sahut Cantika dengan acuh tak acuh.
Baskara sontak menggemakan tawanya dan berkata, "Kamu tidak hanya cantik tapi juga tegas dan kalau udah punya prinsip sudah untuk dibelokkan. Itu yang membuatku tidak pernah bisa berhenti menyukaimu"
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya Baskara dan Cantika melangkah masuk ke dalam sebuah restoran mewah yang sangat luas berkonsep lesehan dan menyatu dengan alam.
Cantika diperkenalkan oleh Baskara ke seorang wanita cantik, "Ini pacarku"
Tanpa Cantika sadari, ada sepasang telinga yang mendengar ucapannya Baskara itu. Sepasang telinga itu langsung memerah dan pemiliknya sontak melangkah lebar untuk keluar dari restoran tersebut dengan bergumam, "Begitu mudahnya kau melupakan aku"
Enam bulan berikutnya, Cantika mulai masuk ke camp pelatihan untuk dididik menjadi pasukan wanita khusus.
Dia bersama enam orang polisi wanita lainnya dibawa ke markas baru dan disuruh berbaris dengan sikap sempurna di lapangan luas untuk menunggu komandan baru mereka.
Keenam wanita cerdas, kuat dan merupakan wanita pilihan itu berdiri sempurna dengan harap-harap cemas. Mereka berharap komandan mereka adalah seorang wanita yang tidak galak
Tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang. menggelegar keras, "Tundukan kepala kalian semua sebelum saya perintahkan kalian mengangkat kepala jangan angkat kepala kalian!!!!!"
Cantika dan kelima rekannya sontak menundukkan kepala mereka.
Pria bersuara tegas itu berdiri tegap dan gagah di depan keenam wanita itu. Pandangan pria itu terus menatap belahan kepalanya Cantika dan berkata di dalam hatinya, maaf kalau aku harus pakai topi dan masker saat ini. Aku masih belum siap menghadapi kamu.
__ADS_1